cover
Contact Name
Moh. Zainol Kamal
Contact Email
tafhimilmi@gmail.com
Phone
+6281936427791
Journal Mail Official
tafhimilmi@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. sumenep,
Jawa timur
INDONESIA
Tafhim Al-'Ilmi : Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam
ISSN : 22524924     EISSN : 25797182     DOI : 10.37459
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Tafhim Al-‘ilmi merupakan jurnal ilmiah dengan terbitan berkala setiap enam bulan yang diterbitkan dengan menggunakan peer review. Jurnal ini bertujuan untuk mempublikasikan hasil telaah pustaka dan penelitian yang telah dilakukan para akademisi dengan bidang kajian pendidikan dan pemikiran keislaman dalam bentuk artikel ilmiah
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017" : 5 Documents clear
Pendidikan Humanisme Ki Hajar Dewantara: (Tinjauan dari Sudut Pandang Pendidikan Islam) Azmi Mustaqim
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Manusia menurut pandangan Ki Hajar Dewantara ialah makhluk yang mulia, karena memiliki akal budi yang berarti jiwa. Jiwa manusia merupakan diferensiasi kekuatan-kekuatan yang disebut “trisakti” jiwa. Kekuatan itu adalah kekuatan pikiran, perasaan dan kehendak. Kekuatan-kekuatan itulah yang disebut dalam Islam sebagai potensi bawaan (fitrah) manusia. Konsep pendidikan humanisme menurut Ki Hajar Dewantara ialah tuntunan terhadap jiwa peserta didik yang memiliki kodrat alami sebagai manusia. Kodrat alami itulah yang menjadikan pendidikan bertujuan untuk menjadikan peserta didik menjadi individu yang merdeka baik lahir dan batin, mandiri dan bermanfaat bagi msyarakatnya. Dengan menggunakan sistem Among dan memegang teguh prinsip Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani, atau metode keteladanan diyakini akan mampu membawa peserta didik menuju kemerdekaan lahir dan batin serta mampu mengemban misi sebagai manusia yang dalam wujudnya bermanfaat untuk bangsa dan negara. Kata kunci: Pendidikan Humanisme, Pendidikan Islam, Ki Hadjar Dewantara
Telaah Konsep Kepribadian Manusia dalam Bingkai Pendidikan Islam Hairus Sodik
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Kepribadian dalam konteks pendidikan merupakan suatu hal yang perlu diperhatikan. Kepribadian dipandang sebagai wujud dari totalitas sifat manusia yang membedakannya dengan makhluk lain. Kepribadian yang baik menjadikan manusia bermartabat. Dan kepribadian yang baik itu adalah kepribadian Islami. Kepribadian Islami akan terwujud dengan menggunakan fikriyah islamiyah atau pola pikir islami sebagai landasan hidup dalam melihat realitas dan menggunakan nafsiyah Islamiyah (pola sikap islami) untuk melakukan sesuatu yang didorong dari dalam diri manusia. Semakin manusia meningkatkan fikriyah islamiyah dan nafsiyah islamiyah dengan sungguh-sungguh maka ia akan menjadi manusia yang memiliki kepribadian shahih. Kata kunci : Kepribadian dan Pendidikan Islam
Memahami Sûrah Yâsîn (Studi Atas Tafsir Sûrah Yâsîn Karya KH. Abd. Basith AS): (Studi Atas Tafsir Sûrah Yâsîn Karya KH. Abd. Basith AS) Fathurrosyid Fathurrosyid; St. Aziziyah
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Sebagai bagian dari petunjuk bagi orang yang bertaqwa, maka memahami sûrah Yâsîn dengan baik adalah kebutuhan mutlak. Sangat disayangkan apabila aktivitas keagamaan yang sudah membumi tidak bisa memberikan manfaat secara utuh bagi pembacanya. Yakni bagaimana mereka dapat memahami kandungan firman Tuhan yang dibaca. Pemahaman ini penting, sebab dengan inilah seorang hamba dapat memahami firman atau pesan dari Penciptanya. Inilah yang mendorong penulis untuk melakukan kajian lebih mendalam terhadap tafsir sûrah Yasin. KH. Abd Basith AS menghadirkan tafsir yasin guna memberikan sumbangan pemikiran sehingga umat Islam Indonesia bisa mencintai firman-Nya tersebut dengan sepenuh hati dan mempermudah masyarakat Nusantara memahaminya. Kata kunci: Surah Yasin, Tafsir, Abd. Basith AS.
Aksiologi dalam Dimensi Filsafat Islam: (Kajian tentang Etika dan Estetika Ilmu Pengetahuan) Mohammad Hosnan; Abd. Warits
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Ilmu pengetahuan telah membuktikan perannya dalam membangun kehidupan manusia. Untuk menguraikan lebih detil tentang kegunaan dari ilmu pengetahuan, tentu harus dilihat dari perspektif filsafat, yaitu dari sudut pandang aksiologi sebagai cabang filsafat yang membahas teori tentang nilai-nilai; Etika (Etika Filosofis, Etika Teologis, dan Etika Deontologis) dan Estetika (keindahan dan kesenian). Dalam hal ini, penulis akan menjbarkan pandangan berbagai pakar filsafat Islam dalam menyikapi etika dan estetika ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia, sehingga ilmu pengetahuan tidak hanya dapat berkembang tetapi memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan kehidupan manusia. Kata kunci: Aksiologi, Filsafat Islam, Etika, Estetika, dan Ilmu Pengetahuan
Perspektif Pendidikan Aswaja : Usaha Penjernihan Konseptual Achmad Bahrur Rozi
Tafhim Al-'Ilmi Vol. 9 No. 2 (2017): 18 Oktober 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Aqidah Usymuni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (15.856 KB)

Abstract

Kebutuhan akan konseptualisasi yang utuh mengenai apa sebenarnya pendidikan khas Aswaja dirasa mendesak, mengingat konsep dan penerapan pendidikan Aswaja sejauh ini masih bersifat artifisial dan cenderung terasing dari dirinya sendiri. Merumuskan seperti apa pendidikan dalam perspektif Aswaja tentu bukan hal yang mudah, maka salah satu langkah yang bisa dilakukan adalah usaha penjernihan konsep-konsep untuk kemudian ditransformasikan ke dalam konsep pendidikan, tentang apa sebenarnya Aswaja, prinsip ajaran, termasuk komentar-komentar tokoh utama Aswaja tentang pendidikan yang tentunya tidak hadir dalam bentuk yang utuh. Tetapi apapun yang terjadi, kondisi semacam ini tidak boleh menjadi penghalang untuk terus menemukan komposisi praktis pendidikan ala Aswaja sehingga ke depan penerapan pendidikan Aswaja tidak kontraporduktif dengan manhaj-nya sendiri. Mengupas pendidikan perspektif Aswaja, tentu saja tidak bisa menafikan aspek teologi Aswaja itu sendiri, termasuk di dalamnya konsep parenial sufisme, dan karya-karya pemikir ulama Sunni di dalamnya.

Page 1 of 1 | Total Record : 5