cover
Contact Name
Rusmin Abdul Rauf
Contact Email
tahdis@uin-alauddin.ac.id
Phone
+6282344228117
Journal Mail Official
tahdis@uin-alauddin.ac.id
Editorial Address
Jl. H. M. Yasin Limpo No. 36 Romangpolong, Gowa, Sulawesi Selatan Kampus II Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar
Location
Kab. gowa,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis
ISSN : 20867891     EISSN : 27162109     DOI : 10.24252/tahdis
Tahdis : Jurnal Kajian Ilmu Hadis adalah jurnal Prodi Ilmu Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Alauddin Makassar yang berisi artikel ilmiah dan hasil penelitian berkaitan tentang Hadis dan Ilmu Hadis.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 1 (2019)" : 6 Documents clear
STUDI TAKHRIJ HADIS ANAK ITU PENYEBAB AKHLAK BURUK ORANG TUA Darsitun Darsitun
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.279 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9509

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh fenomena bahwa anak sering kali menjadi penyebab broken home keutuhan keluarga. Perhatian keluarga yang begitu besar berupa tindakan keliru menjadi pemicunya seperti perlakuan berlebihan dalam memfasilitasi kebutuhan anak, kekhawatiran yang berlebihan dan sebagainya. Untuk mengetahui bagaimana Rasulullah SAW memberikan tuntunan dalam menghadapi fitnah anak dilakukanlah penelitian tentang hadis-hadis berkaitan dengan tema tersebut. Dengan menggunakan survey literatur, artikel ini menemukan adanya beberapa hadis yang berbicara tentang keberadaan anak dalam keluarga Artikel ini menyimpulkan bahwa anak itu dapat menjadi penyebab munculnya karakter buruk pada para orang tua seperti majbanatun, mabkhalatun, mahzanatun dan majhalatun.
NILAI KESANTUNAN DALAM UNIVERSALITAS ZIKIR: ANALISIS SUFISTIK TERHADAP HADIS ZIKIR Muhsin Mahfudz Batong
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.979 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.7791

Abstract

Sebagaimana pembahasan di atas, zikir dalam pengertian tradisi sufistik hanya beracu pada dua makna yaitu “mengingat” dan “menyebut”. Tetapi ternyata berdasarkan penelusuran kata zikir dalam al-Qur’an, makna lain dapat ditemukan dalam Q.S. Ali Imran (3): 191. Bahwa suasana aktif, seorang dapat saja berzikir. Aktif atau bekerja dilambangkan dengan kata “berdiri”, “duduk” dan “berbaring”. Tiga kata tersebut jelas sekali merupakan esensi gerak manusia sepanjang sejarah. Jika berdiri maka seorang tidak duduk atau berbaring, jika duduk seorang tidak akan berdiri dan berbaring pada saat yang bersamaan, demikian seterusnya gerakan segi tiga tersebut.Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah analisis tahlili dengan pendekatan sufistik. Berdasarkan metode tersebut ditemukan bahwa implikasi makna zikir adalah perlunya zikir tetap hadir dalam relung spiritual manusia. Aktifitas kebaikan seseorang tidak mengahalanginya dari mengingat maupun menyebut Allah Sang Pencipta dan Pengatur di jagad ini. Bahkan, tradisi zikir dapat membentuk pribadi yang santun, baik kepada Allah maupun kepada manusia dan lingkungan. Dengan demikian, zikir yang ditradisikan oleh para sufi di dunia tarekat tidak boleh berhenti pada makna mengingat dan menyebut saja, tetapi harus lebih identik lagi dengan aktivitas. Zikir dalam makna ini, secara fungsional, lebih mampu menjadi alat kontrol dalam setiap gerak gerik keseharian manusia
HAJI BUDAYA DAN BUDAYA HAJI Abdullah Thalib Thalib
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (149.221 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9856

Abstract

Haji sebagai budaya dan budaya dalam berhaji perspektif sosio-filosofis, menjadi tradisi yang serius diteliti dalam kehidupan keberagamaan dewasa ini, sebab dalam upacara ritual berhaji terkadang sebagian jamaah melupakan makana substansi atau ontologism dalam berhaji itu sendiri. Seharusnya para pelaksana haji sedapat mungkin memahaminya secara dhahiriyah dan bathiniyah atau teks dan konteks dalam pelaksanaan haji. Dalam peneluusuran tulisan ini menemukan Pertama, Haji budaya adalah pelaksanaan haji yang dilakukan oleh setiap umat Islam yang berkemampuan totalitas, secara hakiki ritualistik, spiritualistik dan nilai-nilai sosialistik yang dilakukan oleh orang-orang yang berhaji adalah sebuah budaya. Kedua, Para pelaksana haji baik yang berkemampuan lebih atau yang memaksa diri dalam rangka meraih tingkatan mabrur sebatas pada ritualisme belaka dan tidak memberikan nilai implikasi dari ke-hajiannya, merupakan budaya haji yang hura-hura mengejar prestise bukan prestasi dan kualitas. Hal inilah yang merusak kehidupan kemanusiaan secara individu dan kelompok seperti melakukan penyimpangan sepulang dari melaksanakan haji antara lain korupsi, kolusi dan nepotisme yang tidak wajar untuk dilakukan oleh para haji-haji.
Kualitas Digitalisasi Hadis: Analisis SWOT pada Aplikasi OOH Andi Darussalam Tajang
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (176.081 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9796

Abstract

Facing the digital era and industrial revolution 4.0, the development of the quantity and quality of information services, especially in the development of hadith science in Indonesia is expected to increase significantly in order to reach all communities, especially for people who live in 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar). However, at present the quantity and quality of information technology in the development of hadith science in Indonesia has not been satisfactory, especially by people living in the 3T area. This research, trying to answer the challenges through a SWOT analysis of the One Day One Hadith (OOH) application on the Android operating system. The results of the study show that there are advantages and opportunities that are owned, but there are some weaknesses and threats to be followed up as early as possible in advancing literacy and understanding of Islam, especially in the science of hadith to Muslims in Indonesia.
Universalitas Ajaran Islam fadhlina arief wangsa
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.968 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.10065

Abstract

Penjelasan tentang konsep Studi Islam Komprenhensif  dalam perspektif Qur’an dan Hadis Nabi SAW. menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang Universal. Kata Islam tidak mempunyai hubungan dengan orang, golongan dan negri tertentu. Islam adalah nama yang diberikan oleh Allah SWT. yang tidak hanya mendatangkan rahmat bagi manusia, tetapi lebih dari itu, Islam datang untuk rahmat bagi alam semesta. Tidak hanya bagi manusia, tapi juga binatang, tumbuh-tumbuhan, dan lingkungan alam semesta. Di sisi lain, Islam juga merupakan ajaran yang sempurna dan menyeluruh yang mengatur keseimbangan hidup, antara dunia dan akhirat, membahas aspek-aspek kehidupan secara menyeluruh. Hadis yang terkait dengan berbuat baik pada hewan sembelihan, dengan cara menajamkan pisau, larangan menelantarkan tanah. Demikianlah ajaran Islam, yang tak dapat dilihat atau difahami secara parsial saja, yang dikhawatirkan akan menimbulkan kesalah fahaman tentang Islam itu sendiri. Oleh sebab itu, Allah memerintahkan untuk masuk ke dalam Islam secara menyeluruh.
Bercocok Tanam dalam Perspektif Hadis: Analisis Tekstual dan Kontekstual Muhammad Ali
Tahdis: Jurnal Kajian Ilmu Al-Hadis Vol 10 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (909.247 KB) | DOI: 10.24252/tahdis.v10i1.9841

Abstract

Farming is a typical way for human beings in order to provide food for survival in life and is frequently done in an area close to their settlement. To guarantee the availability of food for daily life, human beings farm a variety of plants not olny for their own needs, but also for generations to come. This writing is aimed at assessing and analyzing a farming-related hadith on both its sanad and matan. From sanad and matan perspective, the hadith is sound (sahih). Analyzing the hadith text and context, it is found that many lessons may be learnt, particularly the emphasis of the hadith on human effort to do farming in all seasons and occasions, since the harvest may be beneficial for them or for the others. The long term benefits of the farming is to ensure that the earth is and will always be a fertile ground for human beings to live, and to ensure the availability of food for all. From Islamic perspective, the benefits for others may act as the farmers’ wordly philantrophic actions, and may lead to heavenly endless regards

Page 1 of 1 | Total Record : 6