cover
Contact Name
Elsi Dwi Hapsari
Contact Email
elsidhapsari2@gmail.com
Phone
+6287839259788
Journal Mail Official
elsidhapsari2@gmail.com
Editorial Address
Sekretariat DPP PPNI Graha PPNI Jl. Lenteng Agung Raya No 64, Kec. Jagakarsa, RT 006 RW O8, Jakarta Selatan
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)
ISSN : 25031376     EISSN : 25498576     DOI : http://dx.doi.org/10.32419/jppni.v4i3
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) merupakan jurnal resmi Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia ini merupakan jurnal dengan peer-review yang diterbitkan secara berkala setiap 4 bulan sekali (April, Agustus, Desember), berfokus pada pengembangan keperawatan di Indonesia. Tujuan diterbitkan JPPNI adalah untuk mewujudkan keperawatan sebagai suatu profesi yang ditandai oleh kegiatan ilmiah yaitu kegiatan penelitian yang dilakukan oleh perawat di Indonesia, dikomunikasikan melalui media jurnal yang dikelola oleh organisasi profesi, dan didistribusikan ke kalangan perawat, pemangku kepentingan, dan masyarakat.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 3 (2019)" : 11 Documents clear
Peran Booklet Terhadap Pengetahuan, Sikap, Perilaku Jumantik-PSN DAN KEBERADAAN JENTIK DI PANARUNG, KOTA PALANGKA RAYA Natalansyah, Natalansyah; Nyamin, Yongwan
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (393.226 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.188

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang : Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular dan yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia. Incidence Rate DBD di Kota Palangka Raya selama tiga tahun terus meningkat menjadi 62,76% dan Case Fatality Rate 1,23% di tahun 2016. Hal ini karena peran serta masyarakat dalam kegiatan PSN belum dilaksanakan dengan optimal. Salah satu langkah strategis dalam mengoptimalkan peran serta masyarakat dalam pengendalian DBD adalah pemberdayaan anak sekolah dengan media Booklet untuk meningkatkan perilaku Jumantik-PSN anak sekolah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunan booklet dalam meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku jumantik-PSN anak sekolah dan keberadaan jentik di SDN 1 dan 2 Panarung Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuasi eksperimental two group pre-posttest design. Perhitungan besar sampel menggunakan Uji Hipotesis beda rata-rata dua kelompok independent dengan kekuatan uji (β) 90%, sehingga didapatkan besar sampel berjumlah 60 orang siswa SD kelas lima, masing-masing 30 kelompok eksperimen dan kontrol. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner, lembar checklist, booklet. Uji statistik t-test digunakan untuk mengetahui perbedaan skor pengetahuan, sikap dan perilaku. Hasil: uji statistic menunjukkan Terdapat perbedaan skor pengetahuan, sikap antara kelompok kontrol dengan kelompok intervensi (p=0,002 dan p=0,031). Uji statistik menunjukkan terdapat perbedaan skor perilaku (p=0,014) dan uji chi square menunjukkan perbedaan proporsi keberadaan jentik antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (p=0,004). Diskusi: Siswa Pemantau Jentik (sismantik) adalah pemberdayaan siswa sekolah dasar untuk menjadi juru pemantau jentik. Pemberian konseling dengan booklet secara signifikan membantu meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku Juru Pemantau Jentik–Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) anak sekolah. Simpulan: Booklet dapat menjadi salah satu alternatif media edukasi untuk menyampaikan informasi yang berkaitan Jumantik-PSN anak dan membantu meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku dan menurunkan keberadaan jentik.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Jumantik, Booklet The Role of Booklet in Increasing the Knowledge, Attitude Behavior of Jumantik-PSN and the Preference of Larvae in Panarung, Palangka Raya CityABSTRACTBackground: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is one of the most contagious diseases and is a major public health problem in Indonesia. Incidence Rate of DHF in Palangka Raya city for three years continues to increase become 62,7% and case fatality rate 1,23% in 2016, this is because of community participation as Juru Pemantau Jentik– Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) has not been implemented optimally. One of the strategic steps in optimizing the community participation in the control of DHF is empowerment of students with Booklet to improve the behavior of Jumantik-PSN school children. Objective: This study aimed to determine the effectiveness of the use of booklets in increasing the knowledge, attitude, behavior of jumantik-PSN in school children and the presence of larvae in SDN 1 and 2 Panarung Palangka Raya City. Method: This study uses a quasi experimental two group pre-posttest design. The sample size calculation uses the Hypothesis Test with an average difference of two independent groups with power of test (β) 90%, so that a sample size of 60 fifth grade elementary school students is obtained, each with 30 experimental and control groups. The instruments used were questionnaire, checklist sheet, booklet. Statistical test t-test is used to determine differences in scores of knowledge and attitudes; mann whitney test used to determine differences in scores of behavior. Result: There were differences score of knowledge and attitude between control group and intervention group (p=0,002 and p=0,031), there were difference of behavior score (p=0,014) and chi square test showed different proportion of larva between the intervention group and the control group (p=0.004). Discussion: Sismantik is the empowerment of elementary school students. Counseling with booklets significantly helped to increase the knowledge, attitude and behavior of Jumantik-PSN of school children. Conclusion: Booklet can be one of education media alternative to convey information relating Jumantik-PSN school children so that can help improve knowledge, attitude, behavior and decrease the existence of larva.Keywords: knowledge, attitude, behavior, jumantik, booklet
Faktor Risiko Kejadian Komplikasi Kardiovaskuler pada Pasien Diabetes Melitus (DM) Tipe 2 Irfan, Irfan; Israfil, Israfil
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.314 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.189

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian: mengetahui faktor risiko: usia, jenis kelamin, tekanan darah, konsumsi obat, cek kesehatan, dan diet terhadap kejadian komplikasi kardiovaskuler pada pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah analitik non eksperimen dengan rancangan case control. Sampel penelitian sebanyak 74 orang pasien DM tipe 2 yang terbagi dalam 37 orang sampel kasus dan 37 orang sampel kontrol. Data hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan uji statistik regresi logistik dengan nilai signifikan α<0,05 dan OR>1. Hasil: 51,4% responden kelompok kasus mengalami komplikasi vaskuler ke otak (stroke non hemoragik/ SNH), 37,8% mengalami komplikasi vaskuler ke jantung (coronaria artery diseases/CAD), 8,1% responden kelompok kasus mengalami komplikasi SNH+coronary artery disease (CAD), dan 2,7% mengalami Angina Pectoris. Faktor risiko komplikasi: usia (p=0,32, OR=0,19), jenis kelamin (p=0,14, OR=13,2), tekanan darah (p=0,034, OR=0,02), konsumsi obat (p=0,34, OR=43,9), kontrol kesehatan (p=0,43, OR=0,53), diet (p=0,009, OR=3,29). Kesimpulan: kejadian komplikasi kardio vaskuler pada pasien DM tipe 2 di Puskesmas Sikumana Kota Kupang dipengaruhi oleh tekanan darah yang tinggi dan diet yang kurang baik.Kata Kunci: DM tipe 2, komplikasi kardiovaskuler, faktor risikoRisk Factor for the Occurrence of Cardiovascular Complications in Type 2 Diabetes Mellitus (DM) Patients ABSTRACTObjective: the objective of the study is knowing risk factors: age, sex, blood pressure, drug consumption, health check, and diet for the occurrence of cardiovascular complications in Type 2 Diabetes Mellitus (DM) patients at Puskesmas Sikumana Kota Kupang. Methods: The research design used was non-experimental analytic with case control design. The study sample was 74 type 2 DM patients divided into 37 case samples and 37 control samples. Data were analyzed using logistic regression statistical tests with significant values α<0.05 and OR>1. Results: The results showed 51.4% of case group respondents had vascular complications to the brain (non-haemorrhagic stroke/SNH), 37.8% having vascular complications to the heart (coronary artery diseases/CAD), 8.1% of case group respondents had SNH+CAD complications, and 2.7% had Angina Pectoris. Risk factors for complications; age (p=0.32, OR=0.19), sex (p=0.14, OR=13.2), blood pressure (p=0.034, OR=0.02), drug consumption (p=0.34, OR=43.9), health control (p=0.43, OR=0.53), diet (p=0.009, OR=3.29). Conclusion: the incidence of cardio vascular complications in type 2 DM patients at the Sikumana Public Health Center in Kupang City was influenced by blood pressure and poor diet.Keywords: DM type 2, cardiovascular complications, risk factors
Gambaran Tingkat Kecemasan Korban Gempa Lombok Thoyibah, Zurriyatun; Sukma Purqoti, Dewi Nur; Oktaviana, Elisa
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.815 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.190

Abstract

ABSTRAKGempa bumi secara konsisten terbukti berhubungan dengan masalah kesehatan mental seperti cemas, depresi dan gangguan stres pasca-trauma segera setelah bencana. Kondisi tersebut akan semakin memburuk bila tidak dideteksi sejak dini dan ditangani dengan baik, sehingga membutuhkan pelayanan kesehatan mental (trauma healing). Kecemasan yang berlebihan dapat mempunyai dampak yang merugikan pada pikiran serta tubuh bahkan dapat menimbulkan penyakit fisik. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kecemasan korban Gempa Lombok. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan yakni dengan Purposive Sampling dengan jumlah sampel 40 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Analisis data yang digunakan adalah univariat dengan data disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 15 responden mengalami kecemasan ringan (37,5%) dan 25 responden mengalami kecemasan sedang (62,5%). Diskusi: Selain dampak fisik, kejadian gempa juga menimbulkan masalah kesehatan jiwa, salah satunya rasa cemas yang masih dirasakan responden meskipun 8 bulan setelah gempa. Sebagian responden mengelaman kecemasan dalam berbagai kategori sedang dengan skor berbeda. Hal tersebut terjadi dipengaruhi oleh jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan dan pengalaman saat terjadi gempa. Kesimpulan: Sebagian besar responden pada penelitian ini masih mengalami kecemasan sedang.Kata Kunci: Gempa bumi, kecemasanThe Level of Anxiety of Lombok Earthquake Survivors ABSTRACTEarthquakes are consistently proven to be related to mental health issues such as anxiety, depression and post-traumatic stress disorders immediately after disaster. This condition will deteriorate if not detected early and well handled, so it requires mental health services (trauma healing). Excessive anxiety can have a detrimental impact on the mind as well as the body can even cause physical illness. Objectives: The study aims to determine the level of anxiety of Lombok earthquake survivors. Methods: This research is a descriptive study with a cross sectional approach. Sampling techniques used by purposive Sampling with a sample number of 40 people. The instruments used in this study are the Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) questionnaire. Data analysis used is univariate with data presented in narrative form, frequency distribution table and percentage. Results: The results showed that 15 respondents experienced mild anxiety (37.5%) and 25 respondents experienced moderate anxiety (62.5%). Discussion: In addition to physical impact, earthquake incidence also raises mental health problem, one of which is anxiety that was felt by respondents even 8 months after the earthquake. Respondents partly experienced anxiety in the medium category with different score. This can be influenced by gender, age, level of education and experience in the event of an earthquake. Conclusion: most of the respondents in this study is still experiencing moderate anxiety.Keywords: Earthquakes; anxiety
Edukasi Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Ibu dalam Pencegahan Kejang Demam Berulang Puspitasari, Jayanti Dwi; Nurhaeni, Nani; Allenidekania, Allenidekania
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.881 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.186

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Kejang demam yang terjadi berulang akan mengakibatkan efek yang buruk bagi anak, terutama untuk kecerdasan dan perkembangan otak. Salah satu cara untuk mencegah kejang demam berulang adalah dengan memberikan edukasi kesehatan kepada ibu. Edukasi kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu, sehingga sikap ibu akan berubah kearah positif. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan dan sikap ibu dalam pencegahan kejang demam berulang. Metode: Desain penelitian ini adalah Quasi Experiment dengan teknik pre test and post test nonequevalent control group pada 58 responden (kelompok intervensi=29 dan kelompok kontrol=29). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner A, B, C dan media audiovisual. Responden adalah ibu yang memiliki balita pernah mengalami kejang demam dan pernah dirawat di rumah sakit. Kelompok intervensi diberikan edukasi kesehatan tentang pencegahan kejang demam berulang dengan media video, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis bivariat dengan uji paired t-test dan independent t-test dan multivariate dengan MANCOVA. Hasil: ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan (p=0,001) dan sikap (p=0,001). Kesimpulan: Edukasi dapat dimasukkan ke dalam rencana asuhan keperawatan ketika anak pertama kali dirawat di rumah sakit karena kejang demam, karena terbukti dapat meningkatkan pengetahuan ibu sehingga ibu dapat mengambil sikap yang positif untuk pencegahan terjadinya kejang demam berulang.Kata kunci: edukasi kesehatan, pengetahuan, sikap, kejang, demamThe Effect of Health Education on Knowledge and Attitude of Mothers in Preventing the Recurrent Febrile Seizures Abstract The Recurrent Febrile Seizures (RFS) could affect the children intelligence and their brain development. Health education is one of the ways in order to prevent the RFS. By providing health education among mothers, it might increase their knowledge and could lead to a positive attitude in preventing the RFS. Aim: This study was aimed at investigating the effect of health education on knowledge and attitude of mothers in preventing the RFS among hospitalized children. Method: This was a quasi-experimental study with pre- and post-test nonequivalent control group with total sample was 58 respondents (intervention group, n=29, and control group, n=29). The instruments used in this study were questionnaire A, B, C and audiovisual media. Respondents in this determination are mothers who have children who have experienced febrile seizures and have been hospitalized. The video guidelines on RFS prevention was performed in the intervention group, while there was no intervention performed in the control group.Data was analysed with univariate (paired t-test and unpaired t-test) and multivariate with MANCOVA. Result: There was a significant effect of health education on knowledge (p=0.001), and attitude (p=0.001). Conclusion: Health education should be included in the nursing care plan when the children with RFS were admitted to the hospital.Keywords: Health education, knowledge, attitude, febrile, seizures
Tingkat Risiko Kejadian Kardiovaskular pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Aini, Fiska Nur; Wicaksana, Anggi Lukman; Pangastuti, Heny Suseani
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (719.439 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.191

Abstract

ABSTRAKIndividu dengan diabetes melitus tipe 2 memiliki risiko dua hingga tiga kali lipat terjadinya risiko kejadian kardiovaskular, yaitu serangan jantung atau stroke. Organisasi kesehatan dunia dan masyarakat international hipertensi mengembangkan alat untuk memprediksi tingkat risiko kejadian kardiovaskular dalam kurun waktu sepuluh tahun yang akan datang. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui tingkatan risiko kardiovaskular pada penyandang diabetes tipe 2 dalam sepuluh tahun mendatang di Yogyakarta. Metode: Penelitian cross-sectional dilakukan di Puskesmas Depok, Yogyakarta dengan menggunakan teknik proportional sampling pada tiga Puskesmas Depok. Responden penelitian yaitu pasien terdiagnosis diabetes tipe 2, berusia 40-79 tahun, dan tidak memiliki komplikasi atau penyakit lain. Instrumen yang digunakan yaitu WHO/ISH risk prediction charts wilayah Indonesia (SEAR B) untuk menilai tingkatan risiko kejadian kardiovaskular. Data diklasifikasikan berdasarkan tingkat risiko kejadian kardiovaskuler yang dimiliki. Data dianalisis secara univariat. Hasil: Sejumlah 66 responden terlibat dengan mayoritas responden adalah perempuan, tidak bekerja, menikah dan rerata usia 61,02 ± 8,86. Tingkat risiko kejadian kardiovaskular penyandang diabetes tipe 2 di Puskesmas Depok, Yogyakarta dalam kurun waktu sepuluh tahun mendatang yaitu risiko rendah 56,1%; risiko sedang 30,3%; risiko tinggi 9,1%; dan risiko sangat tinggi 4,5%. Lebih dari separuh responden memiliki risiko rendah (<10%) terkena serangan jantung atau stroke dalam waktu sepuluh tahun mendatang. Selain itu, satu dari tiga responden memiliki risiko sedang (10-20%) terjadi serangan jantung atau stroke. Kesimpulan: Separuh dari responden penyandang diabetes memiliki risiko non-fatal kejadian kardiovaskular.Kata Kunci: diabetes tipe 2, penyakit kardiovaskular, insidenRisk Level of Cardiovascular Event Among Type 2 Diabetes Mellitus ABSTRACTIndividuals with type 2 diabetes have two to three times risk of cardiovascular event, as heart and stroke attack. World Health Organization and International Society of Hypertension had developed a prediction method of the risk level of cardiovascular event for the following ten years. Objective: This study aimed to identify the risk level of cardiovascular event over the next ten years on people with type 2 diabetes in Yogyakarta. Method: The study used a cross-sectional design in three Public Health Centers Depok, Yogyakarta using proportional sampling technique. The respondents were patients diagnosed with type 2 diabetes, age of 40-79 years, and no comorbidity. The WHO/ISH risk prediction charts for diabetes population in Indonesian (SEAR B) was used to assess the risk level of cardiovascular event. Data was analyzed with univariae analysis. Results: A total of 66 respondents were recruited after reviewing eligibility criteria. The majority of the respondents were women, unemployed, married, and the average age was 61.02 ± 8.86. The risk levels of cardiovascular event among participants in the next ten years were gradually low risk (56.1%); moderate risk (30.3%); high risk (9.1%); and very high risk (4.5%). More than a half of participants had low risk or less than 10% for being cardiovascular event in the following ten years. Furthermore, one third of participants had moderate risk or 10-20% developing cardiac arrest or stroke attack. Conclusion: A half of diabetes participants had non-fatal risk of cardiovascular event.Keywords: type 2 diabetes, cardiovascular disease, incidence
Pengalaman Disfungsi Seksual pada Klien Pria dengan Ulkus Diabetikum Maulida, Haifah; Rahman, Handono Fatkhur; Nugroho, Setyo Adi; Andayani, Sri Astutik; Wahid, Abdul Hamid
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.974 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.187

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu penyebab organis utama gangguan fungsi seksual pria yang berefek pada kompleksitas gangguan seksual. Tujuan: mengetahui secara mendalam tentang disfungsi seksual pada klien pria dengan ulkus diabetikum. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis dan wawancara sebagai teknik pengumpulan data. Penelitian ini melibatkan 7 partisipan yang dipilih dengan purposive sampling. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah klien pria ulkus diabetik, usia 30-60 tahun, dan bersedia menjadi partisipan. Analisis data menggunakan pendekatan analisis selektif dan focusing (the selective or highlighting approach). Hasil: enam tema teridentifikasi dalam penelitian ini diantaranya pandangan tentang seksual pada kehidupan pria, perubahan seksual yang dialami, dampak perubahan seksual, perilaku mengatasi masalah akibat perubahan seksual, harapan terhadap kondisi perubahan seksual, dan respons support system. Kesimpulan: Klien pria dengan ulkus diabetikum mengalami disfungsi seksual yang berdampak pada diri dan pasangan. Klien berupaya mencari cara penyelesaian sesuai persepsinya dan mengharapkan dukungan keluarga untuk memperbaiki fungsi seksual mereka. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk perawat sebagai dasar penentuan tindakan preventif yang sesuai agar tidak terjadi komplikasi yang lebih cepat yang akan menimbulkan gangguan/disfungsi seksual. Selain itu dapat juga digunakan untuk penyusunan program pelayanan kesehatan seksual, dengan menyediakan ruang khusus untuk konsultasi seksual, layanan konsultasi paripurna, hotline service, dan home based care untuk menfasilitasi minimnya fasilitas pelayanan seksual.Kata kunci: Diabetes Melitus, ulkus diabetikum, disfungsi seksualThe Experience of Sexual Dysfunction in Male Clients with Diabetes Ulcers ABSTRACTBackground: Diabetes mellitus (DM) is one of the main organic causes of male sexual dysfunction. Objective: This research is to find out about sexual dysfunction in male clients with diabetes ulcers. Methods: This study used a qualitative method using phenomenology and interviews as data collection techniques. There were 7 participants selected with using purposive sampling. The inclusion criteria in this study were male clients with diabetes ulcers, aged between 30-60 years, and agree to participate. Data analysis using selective or focused (the selective or highlighting approach). Results: Six themes identified in this study include sexual perspective in men’s life, experienced sexual changes, effect of the sexual changes, behaviors to overcome the effect of sexual changes, expectation related to the condition of sexual changes, and support system response. Conclusion: male clients with diabetic ulcers experience sexual dysfunction that affects themselves and their partners. Clients try to find solutions to their perceptions and expect family support to improve their sexual function. The results of this study could be used for nurses as a basis for determining appropriate precautions to prevent faster complications that will cause sexual disorders/dysfunction. In addition, it could also be used for the preparation of sexual health service programs, by providing special space for sexual consultation, plenary consultation services, hotline services, and home-based care to facilitate the lack of sexual service facilities.Keywords: Diabetes mellitus, diabetic ulcer, sexual dysfunction
Hubungan Pengetahuan Anemia dengan Kebiasaan Makan pada Remaja Putri di SMPN 237 Jakarta Romandani, Qorri Febriyana; Rahmawati, Teti
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (375.165 KB) | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.192

Abstract

ABSTRAKLatar belakang: Anemia merupakan keadaan dimana kadar Hemoglobin (Hb) di dalam tubuh di bawah normal. Hal ini dialami oleh remaja yang salah satunya disebabkan oleh kebiasaan makan yang tidak sehat, sehingga dibutuhkan pengetahuan untuk merubah perilaku remaja supaya tidak mengalami anemia. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan pengetahuan anemia dengan kebiasaan makan pada remaja putri di SMP N 237 Jakarta. Metode: Desain penelitian adalah deskriptif analitik menggunakan pendekatan cross sectional terhadap 100 remaja yang diambil dengan teknik Stratified Random Sampling. Pengambilan data dilakukan pada bulan April 2019. Kuesioner dikembangkan oleh peneliti dan digunakan setelah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis secara univariat dan bivariat (chi-square test). Hasil penelitian: Hasil analisis uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% (p-value=0,05) menunjukkan hubungan yang bermakna antara pengetahuan anemia dengan kebiasaan makan pada remaja putri di SMP N 237 Jakarta (p-value=0,015). Kesimpulan: Peneliti merekomendasikan adanya pemberian edukasi terkait penyakit anemia dengan kebiasaan makan yang baik bagi remaja, bekerja sama dengan guru konseling atau UKS dan terintergrasi dalam kurikulum intra maupun ekstra kurikuler.Kata Kunci: anemia, kebiasaan makan, remaja putriRelationship of Anemia Knowledge with Eating Habits in Young Women at SMP N 237 Jakarta ABSTRACTBackground: Anemia is a condition where the levels of hemoglobin (Hb) in the body are below normal. This is experienced by teenagers, one of which is caused by unhealthy eating habits, so knowledge is needed to change the behavior of adolescents so they did not experience anemia. Aim: This study aims to identify the relationship of anemia knowledge with eating habits in young women at SMP N 237 Jakarta. Method: The study design was descriptive analytic using a cross sectional approach to 100 adolescents taken with the Stratified Random Sampling technique. Data was collected in April 2019. A set of questionnaire was developed by the researchers and used after its validity and reliability were tested. Data was analyzed with using univariate and bivariate analysis. Results: The results of the chi-square test analysis with a confidence level of 95% (p-value=0.05) showed a significant relationship between knowledge of anemia and eating habits in adolescent girls at SMP N 237 Jakarta (p-value=0.015). Conclusion: The researcher recommends providing education related to anemia with good eating habits for adolescents, working with counseling teachers or UKS and integrating it in the intra and extra curricular curriculum.Keywords: anemia, eating habits, young women
EXPERIENCE OF SEXUAL DISFUNCTION IN MEN CLIENTS WITH DIABETIC ULCERS maulida, haifah
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.133

Abstract

The prevalence of diabetes mellitus in the world is getting increased either developed or developing countries, it will lead the complication toward one of sexual activity. The aim of this research to find in depth about sexual disfunction with Diabetic ulcers patient experiance. This research used a qualitative method with a phenomenological approach and interview as collacting data technique. Therewere 7 informants, with 6 item of experiance question those are (1) sexual views in men, (2) description of sexual changes, (3) the impact of sexual change, (4) how to overcome problems, (5) expectations of condition, (6) response from system support. The results of this study are known that diabetes mellitus clients who experience sexual dysfunction that affects themselves and couple, clients look for ways to deal with their perceptions, expect conditions for sexual change in themselves and couple, and expect support from spouses and families to improve sexual function.
PERAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU JUMANTIK-PSN DAN KEBERADAAN JENTIK DI PANARUNG, KOTA PALANGKA RAYA Natalansyah, Natalansyah Natalansyah
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.76

Abstract

ABSTRAKTujuan: Demam Berdarah Dengue(DBD) merupakan salah satu penyakit menular dan yang menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama  di Indonesia. Insidens Rate DBD di Kota Palangka Raya  selama tiga tahun terus  meningkat menjadi  62,76%  dan  Case Fatality Rate  1,23% ditahun 2016, hal ini dikarenakan peran serta masyarakat dalam kegiatan PSN belum dilaksanakan dengan optimal.  Salah satu langkah strategis dalam mengoptimal peran serta masyarakat dalam pengendalian DBD adalah  pemberdayaan anak didik   dengan    media  Booklet  untuk meningkatkan perilaku   Jumantik-PSN anak sekolah. Tujuan penelitian ini  untuk mengetahui Efektivitas penggunan  booklet dalam meningkat kan pengetahuan, sikap, perilaku jumantik-PSN anak sekolah dan keberadaan jentik di SDN 1 dan 2 Panarung Kota Palangka Raya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental Two group pre-posttest design. Sampel berjumlah 60 orang siswa SD kelas lima, masing-masing 30 kelompok eksperimen dan kontrol, instrumen yang digunakan kuesioner, lembar cheklist, booklet. Hasil: Uji t-test terdapat perbedaan skor pengetahuan, sikap antara kelompok kontrol dengan  kelompok intervensi (P=0,002 dan P=0,031), analisis uji mann whitney terdapat perbedaan skor Perilaku (p=0,014) dan uji chi square menunjukkan perbedaan proporsi keberadaan jentik antara kelompok intervensi dengan kelompok kontrol (P=0,004). Diskusi:  Siswa Pemantau Jentik (sismantik) adalah pemberdayaan siswa sekolah dasar untuk menjadi juru pemantau jentik. Pemberian konseling dengan booklet  secara signifikan  membantu meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku Juru Pemantau Jentik–Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) anak sekolah. Kesimpulan: Booklet  dapat menjadi salah satu alternatif  media edukasi untuk menyampaikan  informasi  yang berkaitan Jumantik-PSN anak sekolah sehingga dapat membantu meningkatkan pengetahuan, sikap, perilaku  dan menurunkan keberadaan jentik.Kata Kunci: Pengetahuan, Sikap, Perilaku, Jumantik, Booklet ABSTRACTObjective: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is one of the most contagious diseases and is a major public health problem in Indonesia. Incidence Rate of DHF in Palangka Raya city fot three years continues to increase  become 62,7% and case fatality rate 1,23% in 2016, this is because of community participation as Juru Pemantau Jentik–Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) has not been implementes optimally. One of the strategic steps in optimizing the community participation in the control of DHF is empowerment of students with Booklet to improve the behavior of Jumantik-PSN school children. This study aim to determine the effectiveness of the use of booklets in increasing the knowledge, attitude, behavior of jumantik-PSN in school children and the presence of larvae in SDN 1 and 2 Panarung Palangka Raya City. Method: This research uses two group pre-posttest design experimental design. The sample was 60 students of fifth grade elementary school, each of 30 experimental and control groups, the instrument used by the questionnaire, the checklist, the booklet. Result: There were differences score of knowledge and attitude between control group and intervention group (P = 0,002 and P = 0,031), mann whitney test analysis there were difference of behavior score (p = 0,014) and chi square test showed different proportion of larva between the intervention group and the control group (P = 0.004). Discussion: Sismantik is the empowerment of elementary school students. Counseling with booklets significantly helped to increase the knowledge, attitude and behavior of Jumantik-PSN of school children. Conclusion:  Booklet can be one of education media alternative to convey information relating Jumantik-PSN school children so that can help improve knowledge, attitude, behavior and decrease the existence of larva.Keywords: knowledge, attitude, behavior, jumantik, booklet
PERAN BOOKLET TERHADAP PENGETAHUAN, SIKAP, PERILAKU JUMANTIK-PSN DAN KEBERADAAN JENTIK DI PANARUNG, KOTA PALANGKA RAYA Natalansyah, Natalansyah Natalansyah
Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI) Vol 4, No 3 (2019)
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32419/jppni.v4i3.149

Abstract

Objective: Dengue Haemorrhagic Fever (DHF) is one of the most contagious diseases and is a major public health problem in Indonesia. Incidence Rate of DHF in Palangka Raya city fot three years continues to increase  become 62,7% and case fatality rate 1,23% in 2016, this is because of community participation as Juru Pemantau Jentik–Pemberantasan Sarang Nyamuk (Jumantik-PSN) has not been implementes optimally. One of the strategic steps in optimizing the community participation in the control of DHF is empowerment of students with Booklet to improve the behavior of Jumantik-PSN school children. This study aim to determine the effectiveness of the use of booklets in increasing the knowledge, attitude, behavior of jumantik-PSN in school children and the presence of larvae in SDN 1 and 2 Panarung Palangka Raya City. Method: This research uses two group pre-posttest design experimental design. The sample was 60 students of fifth grade elementary school, each of 30 experimental and control groups, the instrument used by the questionnaire, the checklist, the booklet. Result: There were differences score of knowledge and attitude between control group and intervention group (P = 0,002 and P = 0,031), mann whitney test analysis there were difference of behavior score (p = 0,014) and chi square test showed different proportion of larva between the intervention group and the control group (P = 0.004). Discussion: Sismantik is the empowerment of elementary school students. Counseling with booklets significantly helped to increase the knowledge, attitude and behavior of Jumantik-PSN of school children. Conclusion:  Booklet can be one of education media alternative to convey information relating Jumantik-PSN school children so that can help improve knowledge, attitude, behavior and decrease the existence of larva.

Page 1 of 2 | Total Record : 11