Articles
Combination of feet soaking in warm water and deep breathing relaxation with classical music accompaniment to lower headaches' hypertensive patients
Purqoti, Dewi Nur Sukma;
Rusiana, Herlina Putri;
Romadonika, Fitri;
Oktaviana, Elisa;
Ernawati, Ernawati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 5, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Hypertension is a problem that is found in people in both developed and developing countries, including Indonesia. One of the symptoms of Hypertension is headache and neck stiffness. Management of Hypertension consists of pharmacological and non-pharmacological therapies. Non-pharmacological therapies (foot soak in warm water and breathing therapy in classical music accompaniment) can reduce Hypertension. This community service aims to health stage of Mekar Sari citizens in hypertension cases with non-pharmacological therapies it makes comport feels. The data were obtained from the majority of residents suffering from Hypertension and complained of headaches and neck stiffness. The approach method is with lectures on delivery of material, soaking the feet in warm water, and relaxation therapy in deep breathing with classical music accompaniment. The results of these therapies showed the increase in knowledge about Hypertension non-pharmacological therapy in Mekar Sari citizens. There was a decrease in both systolic and diastolic blood pressure and a decrease in scale after warm water foot baths and breathing therapy. Based on the service results, it is expected that this activity can be applied independently twice a week.
TERAPI SENAM DIABETIC PADA LANSIA SEBAGAI PENATALAKSAAN MANDIRI PENYAKIT DIABETES MELITUS
Rusiana, Harlina Putri;
Purqoti, Dewi Nur Sukma; Istianah, Istianah;
Idyawati, Susilia;
Hidayati, Baiq Nurul;
Syafitri, Rias Pratiwi;
Fatmawati, Nurul;
Zulviana, Yesvi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (31.837 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.4888
Abstrak: Kesakitan yang disebabkan karena Diabetes Mellitus menjadi masalah yang harus diselesaikan. Penatalaksanaan diabetes mellitus membutuhkan penanganan secara terus menerus. Salah satu metode perawatan mandiri yang dapat membantu mengurangi komplikasi kearah diabetic foot ulcer yaitu melalui senam diabetic. Pengabdian ini bertujuan untuk mencapai kemandirian perawatan lansia dengan diabetes mellitus sehingga mengurangi angka kesakitan pada lansia. Cara ini dirasa efektif untuk memperlancar sirkulasi darah pada penderita sehingga mengurangi komplikasi yang muncul. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan senam diabetic. Sasaran yang terlibat sebanyak 32 lansia di Lingkungan Karang Bedil Mataram. Peserta antusias mempraktikkan dan berkonsultasi terkait dengan perawatan pada penderita DM. Lansia juga mampu mempraktikkan secara langsung senam diabetic. Selain itu kemampuan softskill mahasiswa dapat terasah. Selanjutnya diharapkan pengabdian melalui pendekatan kader dan tokoh masyarakat setempat untuk dapat melakukan kontrol pada perawatan mandiri lansia.  Abstract: Pain caused by Diabetes Mellitus is a problem that must be solved. Management of diabetes mellitus requires continuous treatment. One of the self-care methods that can help reduce complications towards diabetic foot ulcers is through diabetic exercise. This service aims to achieve independent care for the elderly with DM so as to reduce morbidity in the elderly. This method is effective for improving blood circulation, thereby reducing complications that arise. This project is carried out by providing counseling, health checks and diabetic exercise. The targets involved were 32 elderly in Karang Bedil environment of Mataram. Participants enthusiastically practice and consult about DM treatments. The elderly are also able to directly practice diabetic exercise. In addition, students' soft skills can be honed. Furthermore, it is hoped that service through the approach of cadres and local community leaders can control the elderly self-care.
Identifikasi Derajat Hipertensi Pada Pasien Hipertensi di Puskesmas Kota Mataram
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Mira Utami Ningsih
Jurnal Keperawatan Terpadu (Integrated Nursing Journal) Vol 1, No 2 (2019): OKTOBER
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (515.118 KB)
|
DOI: 10.32807/jkt.v1i2.35
Terjadinya transisi epidemiologi yang paralel dengan transisi demografi dan transisi teknologi di Indonesia dewasa ini telah mengakibatkan perubahan pola penyakit dari penyakit infeksi ke Penyakit Tidak Menular (PTM) meliputi penyakit degeneratif dan man made diseases yang merupakan faktor utama masalah morbiditas dan mortalitas. Salah satu Penyakit Tidak Menular yang menjadi masalah kesehatan yang sangat serius saat ini adalah hipertensi yang disebut sebagai the silent killer. Upaya-upaya dalam menangani kasus hipertensi dengan cara terapi farmakologi dan non farmakologi. Tujuan penelitian ini adalah teridentifikasi derajat Hipertensi pada pasien hipertensi di puskesmas kota mataram. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan yakni dengan Purposive Sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dengan data disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian didapatkan rata-rata responden dalam penelitian ini berusia 50 sampai dengan 64 tahun (48.48%), dilihat dari jenis kelamin mayoritas perempuan (66.67%), mayoritas berpendidikan SD (48.48%), dan sebagian besar bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (45.45%) dan rata-rata untuk drajat hipertensi responden dalam penelitian ini dalam kategori Grade 1 (66.7%). Kesimpulan dalam penelitian ini masih tingginya kasus hipertensi Sehingga dibutuhkan upaya kolaboratif antara keluarga dan pelayan kesehatan untuk menjaga tekanan darah agar tetap stabil dalam rentang normal.
Dampak Pendekatan Sprititual Terhadap Kepatuhan Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19
Winda Nurmayani;
Syamdarniati Syamdarniati;
Dewi Nur Sukma Purqoti
JURNAL ILKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 11 No 2 (2020): Jurnal Ilkes (Jurnal Ilmu Kesehatan)
Publisher : STIKES Karya Husada Kediri
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35966/ilkes.v11i2.183
Abstrak Latar belakang: Berbagai upaya dalam rangka pencegahan, pengobatan dan sebagainya pun telah dilakukan dalam mencegah penyebaran virus corona, hingga lockdown dan physical distancing di kota-kota besar.Kedispilinan masyarakat dalam menjalankan physical distancing akan sangat berpengaruh dalam langkah meredam penyebaran virus corona. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum disiplin menerapkan pembatasan interaksi fisik terebut. Beberapa orang menolak larangan tersebut dengan berdalih bahwa kekuasaan Tuhan dan takdir Tuhan akan mampu melindungi dari pandemik, meskipun tidak dilakukan usaha yang memadai. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui dampak pendekatan spiritual terhadap kepatuhan pencegahan penyebaran virus covid 19. Metode: Survei tentang “DampakPendekatan Spiritual Terhadap Kepatuhan Pencegahan Penyebaran Covid-19” dilaksanakan berdasarkan metode pengumpulan data secara online yang dimulai tanggal 5-10 Mei 2020. Responden adalah masyarakat yang domisili di Nusa Tenggara Barat dengan membagikan kuesioner yang diisisecara online sebanyak 306 orang. Dimensi yang diukur meliputi spiritual dan kepatuhan pencegahan penyebaran Covid-19. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil dan pembahasan didapatkan bahwa responden yang mempunyai spiritual baik dan berperilaku patuh sebanyak 89 orang (57,8%), sedangkan responden dengan spiritual kurangbaik dan tidak patuhsebanyak 75 orang (49,3%). Analisis lanjut mendapatkan bahwanilai p-value sebesar 0,255 yang berarti bahwa tidak terdapat hubungan antara spiritual dengan kepatuhan pencegahan penularan Covid-19. Kesimpulan: TidakTerdapat hubungan antara spiritual dengan kepatuhan pencegahan penularan Covid-19.
Spiritual counseling on anxiety level in (Lombok) Indonesian earthquake victims
Zurriyatun Thoyibah;
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Elisa Oktaviana
Malahayati International Journal of Nursing and Health Science Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawata Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati Bandar Lampung
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (380.53 KB)
|
DOI: 10.33024/minh.v2i2.2208
Background: An earthquake has an impact on mental health problems. Lombok earthquake victims undergo an anxiety, neurotic, psychotic symptoms, and Post Traumatic Syndrome Disease. Anxiety have an impact on the mind, body and it cause of physical illness. One of the nursing interventions that can be given to deal with anxiety includes spiritual counseling, which is given so that disaster victims accept their conditions, it is not making disaster a burden and reducing anxiety.Purpose: To determine the effect of Spiritual counseling on anxiety level in (Lombok) Indonesian earthquake victims.Methods: Quantitative study with a pre-experimental approach using one group pre-post-test design on 25 earthquake victims in Lombok. The instrument was used the Hamilton Anxiety Rating Scale questionnaire and the standard operational procedures for spiritual counseling. Data were analyzed using univariate analysis and t dependent test.Results: The anxiety score before spiritual counseling was 19.60 ± 3.26, while the anxiety score after spiritual counseling was 10.04 ± 4.13. Statistical tests showed a significant difference between anxiety levels before and after spiritual counseling for earthquake victims in Lombok (p <0.05).Conclusion: Earthquake victims in order to improve their spiritual quality by joining religious activities routinely to calm the mind and reduce anxiety or trauma, it is caused by earthquakes.
KUALITAS SEKSUAL WANITA YANG AKTIF OLAHRAGA DI KOTA MATARAM
Winda Nurmayani;
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Elisa Oktaviani;
Syamdarniati Syamdarniati
Jurnal Ners Indonesia Vol 11, No 2 (2021): MARET 2021
Publisher : Fakultas Keperawatan, Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31258/jni.11.2.171-180
Latar belakang :Topik tentang pernikahan tidak terlepas dari pembicaraan tentang hubungan intim pasangan karena merupakah salah satu kebutuhan biologis individu. Hubungan seksual merupakan hal utama dalam menjaga keharmonisan dan kebahagiaan rumah tangga. Masalahakibat hubungan seksual bisa menjadi salah satu faktor yang membuat hubungan memburuk dan tak jarang terjadi perceraian. Untuk mengatasi masalah hubungan seksual diperlukan suatu kegiatan yaitu olahraga, karena dengan berolahraga secara rutin baik pria dan wanita dapat membantu kelancaran hubungan intim dan kehidupan sek menjadi sehat kata lawrence sigel, seorang psikolog, karena fungsi seksual melibatkan fisiologis, psikologis dan emosional. Dengan olahraga akan membantu ketiga point tersebut untuk mencapai kepuasan maksimal tepatnya kepuasan seksual. Olahraga dapat meningkatkan gairah genital pada wanita yang sehat. Metoda : Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan desain crossectionalmelalui pendekatan Case Control dengan sampel sebanyak 55 orang wanita usia yang sudah menikah yang aktif melakukan olahraga yang berdomisili di Kota Mataram. Tehnik sampling pada penelitian ini ada Simple Random Sampling dan pengumpulan data menggunakan instrument kuesioner SQOL-F. Hasil: Berdasarkan hasil uji sig fisher's exact tes dimana nilai p value yaitu 1.000. Apabila p value < 0.05 artinya H1 diterima. Hal ini menunjukkan bahwa wanita yang aktif olahraga memiliki kualitas seksual yang baik. Kesimpulan : Wanita yang aktif olahraga memiliki kualitas seksual yang baik, dengan kualitas seksual yang baik akan meningkatkan kepuasaan pasangan dan akan ber efek positif terhadap kepuasaan perkawinan.Saran : Seluruh wanita yang berkeluarga untuk menerapkan pola hidup sehat dengan aktif berolahraga, Pemerintah menyediaan fasilitas olahraga yang aman.
TERAPI SENAM DIABETIC PADA LANSIA SEBAGAI PENATALAKSAAN MANDIRI PENYAKIT DIABETES MELITUS
Harlina Putri Rusiana;
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Istianah Istianah;
Susilia Idyawati;
Baiq Nurul Hidayati;
Rias Pratiwi Syafitri;
Nurul Fatmawati;
Yesvi Zulviana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 5, No 4 (2021): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (542.134 KB)
|
DOI: 10.31764/jmm.v5i4.5081
Abstrak: Kesakitan yang disebabkan karena Diabetes Mellitus menjadi masalah yang harus diselesaikan. Penatalaksanaan diabetes mellitus membutuhkan penanganan secara terus menerus. Salah satu metode perawatan mandiri yang dapat membantu mengurangi komplikasi kearah diabetic foot ulcer yaitu melalui senam diabetic. Pengabdian ini bertujuan untuk mencapai kemandirian perawatan lansia dengan diabetes mellitus sehingga mengurangi angka kesakitan pada lansia. Cara ini dirasa efektif untuk memperlancar sirkulasi darah pada penderita sehingga mengurangi komplikasi yang muncul. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan, pemeriksaan kesehatan dan pendampingan senam diabetic. Sasaran yang terlibat sebanyak 32 lansia di Lingkungan Karang Bedil Mataram. Peserta antusias mempraktikkan dan berkonsultasi terkait dengan perawatan pada penderita DM. Lansia juga mampu mempraktikkan secara langsung senam diabetic. Selain itu kemampuan softskill mahasiswa dapat terasah. Selanjutnya diharapkan pengabdian melalui pendekatan kader dan tokoh masyarakat setempat untuk dapat melakukan kontrol pada perawatan mandiri lansia. Abstract: Pain caused by Diabetes Mellitus is a problem that must be solved. Management of diabetes mellitus requires continuous treatment. One of the self-care methods that can help reduce complications towards diabetic foot ulcers is through diabetic exercise. This service aims to achieve independent care for the elderly with DM so as to reduce morbidity in the elderly. This method is effective for improving blood circulation, thereby reducing complications that arise. This project is carried out by providing counseling, health checks and diabetic exercise. The targets involved were 32 elderly in Karang Bedil environment of Mataram. Participants enthusiastically practice and consult about DM treatments. The elderly are also able to directly practice diabetic exercise. In addition, students' soft skills can be honed. Furthermore, it is hoped that service through the approach of cadres and local community leaders can control the elderly self-care.
Combination of feet soaking in warm water and deep breathing relaxation with classical music accompaniment to lower headaches' hypertensive patients
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Herlina Putri Rusiana;
Fitri Romadonika;
Elisa Oktaviana;
Ernawati Ernawati
Jurnal Pemberdayaan: Publikasi Hasil Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12928/jp.v5i1.2642
Hypertension is a problem that is found in people in both developed and developing countries, including Indonesia. One of the symptoms of hypertension is headache and neck stiffness. Management of Hypertension consists of pharmacological and non-pharmacological therapies. Non-pharmacological therapies (foot soak in warm water and breathing therapy in classical music accompaniment) can reduce hypertension. This community service aims to health the steps of Mekar Sari citizens in hypertension cases with non-pharmacological therapies it makes comport feels. The data were obtained from the majority of residents suffering from hypertension and who had complaints of headaches and neck stiffness. The approach method is with lectures on delivery of material, then soak the feet of warm water and relaxation therapy in deep breathing with classical music accompaniment then evaluated. The results of these therapies showed the increase in knowledge about hypertension non-pharmacological therapy in Mekar Sari citizens. There was a decrease in both systolic and diastolic blood pressure and a decrease in scale after warm water foot baths and breathing therapy. Based on the service results, it is expected that this activity can be applied independently twice a week.
Upaya Menurunkan Tekanan Darah pada Lansia Melalui Terapi Shalat Dhuha
DIAN ISTIANA;
DEWI NUR SUKMA PURQOTI;
FITRI ROMADHONIKA;
Mita Pusparini
AS-SYIFA : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat Vol 2, No 1 (2021): As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24853/assyifa.2.1.69-76
Hipertensi sudah menjadi masalah kesehatan yang cukup tinggi di dunia tidak hanya ditemukan pada Negara maju tapi dijumpai juga pada negara- negara berkembang. Ketika tensi berada pada angka diatas 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan di atas angka 90 mmHg untuk tekanan darah diastolik maka kondisi inilah disebut hipetensi. Hipertensi banyak dijumpai pada lansia, beberapa faktor yang melatarbelakangi lansia mengidap hipertensi antara lain faktor kepekaan terhadap kadar garam, reaktivitas pembuluh darah terhadap vasokonstriktor, pola makan, kebiasaan merokok, stress emosi, kegemukan dan lain-lain. Adapun tata laksana pengendalian tekanan darah tinggi ada dua jenis yaitu pengebotan medis dengan obat-obatan dan pengendalian tanpa obat atau teknik relaksasi yang bertujuan untuk merelaks kan otot-otot dan organ sehingga mampu menurunkan tekanan darah. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah pengenalan cara pengendalian tekanan darah berupa pelaksanaan terapi shalat dhuha. Panti Sosial Tresna Werdha Provinsi Nusa Tenggara Barat merupakan mitra pada pelaksanaan pengabdian ini. Metode yang dikukan dalam kegiatan pengabdian ini dengan pelaksanaan terapi shalat dhuha selama 7 hari berturut-turut sebanyak 4 rokaat setiap harinya. Hasil dari kegiatan pengabdian ini didapatkan penurunan tekanan darah setelah dilakukannya terapi shalat dhuha. Setelah pelaksanaan kegiatan pengabdian ini diharapkan terapi shalat dhuha tetap dilaksanakan secara rutin untuk mengendalikan tekanan darah agar tetap stabil.---Hypertension has become a fairly high health problem in the world not only found in developed countries but also in developing countries. When tension is above 140 mmHg for systolic blood pressure and above 90 mmHg for diastolic blood pressure then this condition is called hipetension. Hypertension is found in the elderly, several factors behind the elderly have hypertension, among others, factors of sensitivity to salt levels, vascular reactivity to vasoconstrictor, diet, smoking habits, emotional stress, obesity and others. As for the procedure of controlling high blood pressure there are two types of medical sabotage with drugs and control without drugs or relaxation techniques aimed at relaxing the muscles and organs so as to lower blood pressure. The purpose of this devotional activity is the introduction of a way of controlling blood pressure in the form of the implementation of dhuha prayer therapy. Tresna Werdha Social Home in West Nusa Tenggara Province is a partner in the implementation of this service. The method carried out in this devotional activity with the implementation of dhuha prayer therapy for 7 consecutive days as many as 4 rokaat every day. The result of this devotional activity was obtained a decrease in blood pressure after the dhuha prayer therapy. After the implementation of this devotional activity, it is expected that dhuha prayer therapy will still be carried out regularly to control blood pressure in order to remain stable.
GAMBARAN KEMAMPUAN ADAPTASI PSIKOLOGIS PASIEN STROKE DI RSUD PROVINSI NTB
Dewi Rayani;
Dewi Nur Sukma Purqoti;
Menik Aryani
Realita : Jurnal Bimbingan dan Konseling Vol 4, No 1 (2019): Volume 4 Nomor 1 Edisi April 2019
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.33394/realita.v4i1.2148
Stroke membawa dampak terhadap semua aspek kehidupan seseorang yang mengalaminya baik aspek sosial, fisik dan psikologis. Proses pemulihan pada kasus stroke membutuhkan waktu yang relatif lama maka dibutuhkan mekanisme koping yang baik untuk penderita stroke agar mampu beradaptasi dengan kondisinya. Upaya- upaya dalam menangani kasus psikologis pasien dapat dilakukan dengan cara terapi farmakologi dan non farmakologi. Tujuan penelitian ini adalahn memberikan gambaran kemampuan adaptasi psikologis pasien stroke di RSUD Provinsi NTB. Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Tehnik pengambilan sampel yang digunakan yakni dengan Purposive Sampling. Analisa data yang digunakan adalah univariat dengan data disajikan dalam bentuk narasi, tabel distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian adalah adanya gambaran perilaku adaptasi yang masih dalam kategori maladaptive dikarenakan pasien masih belum dapat menata emosi secara tepat. Selain itu sebagian besar bekerja sebagai petani dan rata-rata responden dalam penelitian ini berusia 50 sampai dengan 65 tahun,dengan mayoritas jenis kelamin laki-laki, mayoritas berpendidikan SMA. Sehingga dibutuhkan upaya kolaboratif antara keluarga dan pelayan kesehatan untuk dapat meningkatkan kemampuan adaptsi psikologis pasien stroke.