cover
Contact Name
Eri Hendra Jubhari
Contact Email
webpdgi@gmail.com
Phone
+628124235346
Journal Mail Official
webpdgi@gmail.com
Editorial Address
Ruko Malino A4. Baruga, Antang, Makassar
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
MDJ (Makassar Dental Journal)
ISSN : 20898134     EISSN : 25485830     DOI : 10.35856/mdj
Core Subject : Health,
The journal receives a manuscript from the following area below Dentistry science and development with interdisciplinary and multidisciplinary approach: Dental Public Health and Epidemiology Oral and Maxillofacial Surgery Dental Conservation and Endodontics Preventive Dentistry Biomedical Dentistry Dental Radiology Pediatric Dentistry Oral Pathology Prosthodontics Traumatology Oral Biology Biomaterials Orthodontics Periodontics
Articles 912 Documents
Inhibition and minimum killing power of ajwa date extract (Phoenix dactylifera L.) against the growth of Streptococcus mutans: Uji daya hambat dan bunuh minimum ekstrak kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.) terhadap pertumbuhan Streptococcus mutans Maqhfirah Amiruddin; Mohammad Dharma Utama; Andi Tenri Biba; Sahrul Ramadhan
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Streptococcus mutans adalah salah satu organisme mikro penyusun dari plak gigi. Bakteri ini melekat pada basis gigi tiruan menyebabkan plak yang menyebabkan denture stomatitis. Untuk mengurangi pertumbuhan bakteri S.mutans dilakukan pembersihan dengan penyikatan dan perendaman dengan bahan herbal yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri ini, yaitu kurma ajwa (Phoenix dactylifera L.). Penelitian ini membahas daya hambat dan bunuh minimum dari EKA pada pertumbuhan S.mutans melalui uji eksperimen dengan teknik disk difussion dan dilussion dengan tipe post test group menggunakan 24 sampel. Hasil uji Anova didapatkan nilai-p=0,000 (p<0,05), berarti terdapat perbedaan yang signifikan pada keenam konsentrasi EKA. Disimpulkan bahwa nilai KHM dari EKA adalah 12,5% sedangkan nilai KBM dari EKA adalah 50%.
Physical stability test of moringa leaf extract (Moringa oleifera L.) in mouthwash preparation: Uji stabilitas fisik ekstrak daun kelor (Moringa oleifera L.) dalam sediaan obat kumur Wulan Anggestia; Netta Anggraini; Fathinah Nuha
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Obat kumur yang beredar pada saat ini banyak memiliki risiko efek samping dan juga tidak sedikit berbahan sintetis yang memiliki aroma yang menyengat sehingga dibutuhkan obat kumur alternatif lain yang berbahan dasar herbal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi stabilitas fisik ekstrak daun kelor (EDK) dalam sediaan obat kumur berdasarkan uji pH, viskositas, stabilitas, dan organoleptik. Dengan desain post-test only control penelitian eksperimen menggunakan sampel mahasiswa pre-klinik angkatan 2024 Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Baiturrahmah. Ekstrak DK dibuat menggunakan metode maserasi dengan etanol 96% menjadi sediaan obat kumur 0,01%, 0,02%, 0,04%; kontrol positif yaitu klorheksidin 0,2%, dan kontrol negatif, yaitu akuades. Stabilitas fisik obat kumur dievaluasi warna, aroma, rasa, dan bentuknya. Obat kumur EDK 0,01%, 0,02%, dan 0,04% memiliki nilai pH netral, dengan uji stabilitas yang baik tanpa pemisahan, viskositas memenuhi standar (?7,25 cPs), uji organoleptik disukai lebih dari 80% responden. Disimpulkan bahwa pada EDK dalam sediaan obat kumur memiliki stabilitas fisik yang baik dan paling disukai oleh responden dengan konsentrasi 0,02%.
The validity of maternal and child perceptions of oral health status in 5 and 6 year old children at Rajawali Catholic Kindergarten, Makassar: Validitas persepsi ibu dan anak terhadap Kesehatan gigi dan mulut anak usia 5 dan 6 tahun di TK Katolik Rajawali Makassar Jeannete Edita Antolis; Rasmidar Samad; Ayub Irmadani Anwar
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk menganalisis validitas persepsi ibu dan anak terhadap status kesehatan gigi dan mulut anak usia 5 dan 6 tahun di TK Katolik Rajawali Makassar dilakukan penelitian menggunakan metode cross sectional dengan desain observasi analitik. Data diperoleh melalui kuesioner (untuk ibu), wawancara berbantu kartu ekspresi wajah (untuk anak), dan pemeriksaan klinis. Hasilnya menunjukkan prevalensi ECC sebesar 62,5% dan sebanyak 34,6% anak memiliki setidaknya satu kondisi komplikasi karies yang tidak tertangani. Penilaian ibu dan anak terhadap kesehatan gigi dan mulut anak menunjukkan kesesuaian yang rendah (ICC=0,327). Persepsi ibu menunjukkan korelasi yang lebih kuat terhadap hasil klinis (r=0,692 untuk dmft, r=0,511 untuk pufa) dibandingkan anak (r=0,290 dan r=0,229). Nilai the area under the curve persepsi ibu terhadap kebutuhan perawatan mencapai 0,851 (dmft) dan 0,789 (pufa), dengan sensitivitas tertinggi 86,1% dan spesifisitas 97,5%.
The relationship between fixed orthodontic treatment and tooth discoloration: Hubungan perawatan ortodonti cekat dengan diskolorisasi gigi Eddy Heriyanto Habar; Yuli Prihastuti
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan peranti ortodontik cekat dapat menimbulkan efek samping, salah satunya adalah diskolorisasi gigi, yang dapat memengaruhi kenyamanan dan kepercayaan diri pasien. Penelitian ini membahas hubungan antara perawatan ortodontik cekat dengan derajat diskolorisasi gigi. Studi analitik deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan 24 subjek; 12 pengguna dan 12 bukan pengguna peranti ortodontik cekat. Setelah diuji korelasi Spearman, diketahui rerata skor diskolorisasi pada pengguna ortodontik cekat adalah 1,25, sedangkan bukan pengguna adalah 0,5. Adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan peranti ortodontik cekat dan diskolorisasi gigi (r=0,63; p=0,001), menunjukkan korelasi kuat. Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan kuat antara penggunaan perawatan ortodontik cekat dengan tingkat diskolorisasi gigi.
Overview of salivary pH in seniors with hypertension in work area of BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2: Gambaran pH saliva pada manula penderita hipertensi di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2 Eklesia R. Siagian; Khoirun Nisa; Wina Zahra Medina; Beby Tara Calosa; Miranti Hakim; Ignatius Setiawan
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi dapat berdampak pada kondisi rongga mulut, termasuk penurunan pH dan kekentalan saliva yang berpotensi memengaruhi struktur gigi akibat demineralisasi email. Penelitian menjelaskan gambaran kondisi hipertensi terhadap pH saliva pada manula di wilayah kerja BLUD UPTD Puskesmas Banjar 2 pada bulan Oktober 2024. Studi deskriptif dilakukan pada subjek yang bersedia dan memenuhi kriteria inklusi; diukur tekanan darah dan pH saliva menggunakan kertas lakmus pada 60 responden berusia 54-80 tahun dengan riwayat hipertensi dengan tekanan darah ?140/90 mmHg. Data responden adalah 63% berusia 61-70 tahun dan 90% berjenis kelamin perempuan. Sebagian besar responden (90%) mengalami hipertensi ringan dengan pH terbanyak sebesar 5 dan 6. Keasaman saliva cenderung menurun seiring dengan peningkatan tingkat keparahan hipertensi. Disimpulkan bahwa hipertensi pada manula tidak hanya berisiko terhadap kesehatan sistemik tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan mulut. Penurunan pH saliva akibat hipertensi perlu menjadi perhatian dalam perawatan kesehatan gigi dan mulut manula, khususnya untuk mencegah komplikasi akibat lingkungan rongga mulut yang lebih asam.
Evaluation of complications of conventional frenulopasty and z-plasty technique: Evaluasi komplikasi frenulopasti teknik konvensional dan teknik z-plasty Husnul Basyar
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meskipun komplikasi dari tatalaksana ankiloglosia sangat rendah, dapat terjadi diantaranya perdarahan, rekurensi, cedera pada bibir, cedera pada ductus Wharton, infeksi, disfungsi lingual, penurunan berat badan, nyeri dan gangguan jalan napas; rekurensi menempati urutan tertinggi. Artikel ini membahas komplikasi dari teknik frenuloplasti konvensional dan teknik z-plasty pada kasus ankiloglosia di Makassar dari Januari 2019 hingga Maret 2022. Sebanyak 21 anak berusia 7 bulan hingga 10 tahun mengalami ankiloglosia, 17 kasus ditangani dengan teknik z-plasty dan 4 kasus dengan teknik konvensional. Perdarahan terjadi pada 1 pasien teknik z-plasty dan rekurensi terjadi pada 2 teknik konvensional. Disimpulkan bahwa frenuloplasti teknik konvensional lebih sering menyebabkan komplikasi rekurensi. Frenuloplasti teknik z-plasty tidak menunjukkan rekurensi namun karena diseksi jaringan yang agresif dapat menyebabkan perdarahan meskipun tingkat kejadiannya sangat rendah.
Dental health education for students of SDN 09 Air Pacah Kota Padang through audiovisual kinesthetic media in the form of singing and simulation of how to brush teeth: Dental health education pada siswa SDN 09 Air Pacah Kota Padang melalui media audiovisual kinestetik berupa menyanyi dan simulasi cara menyikat gigi Siti Aisyah; Puti Sativa; Suci Lia Ayu; Suci Putri; Tiara Fhadhila; Leny Sang Surya; Hanim Khalida Zia; Oniel Syukma Pertiwi; Alfiyah Pujiyati; Andriansyah
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengetahuan kesehatan gigi dan mulut sebaiknya diberikan pada anak usia sekolah. Sekolah dasar merupakan suatu kelompok yang sangat strategis untuk penanggulangan kesehatan gigi dan mulut. Media audiovisual kinestetik termasuk ke dalam multimedia yang mengandung tiga unsur yaitu unsur visual (gambar), unsur audio (suara) dan unsur gerak di waktu yang bersamaan. Tujuan dari penyuluhan ini adalah perubahan perilaku anak dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 dengan siswa yang hadir sebanyak 35 siswa. Kegiatan penyuluhan pada murid SDN 09 Air Pacah ini telah berjalan dengan baik. Metode penyuluhan dengan cara praktik atau demonstrasi ternyata mampu meningkatkan pemahaman terutama dalam mempraktikkan cara menyikat gigi dengan tepat; bahkan penyuluhan dengan metode menyanyikan lagu juga berpengaruh terhadap perubahan pengetahuan, sikap dan aplikasi tindakan sikat gigi pada anak usia sekolah.
Effectiveness of red betel leaf extract (piper crocatum) as a disinfectant based on removable dentures of thermoplastic nylon material: Efektivitas ekstrak daun sirih merah (piper crocatum) sebagai disinfektan basis gigi tiruan lepasan bahan nilon termoplastik Kadek Dwi Dessy Sapitri; Ni Kadek Sugianitri; Annutama
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diperlukan bahan alternatif alami yang aman dan efektif, salah satunya adalah ekstrak daun sirih merah (Piper crocatum) atau DSM yang mengandung banyak senyawa aktif yang memiliki efek antifungi. Penelitian ini membahas efektivitas ekstrak DSM konsentrasi 10% dan 20% terhadap pertumbuhan koloni Candida albicans pada basis nilon termoplastik. Dilakukan penelitian eksperimen laboratorik murni dengan desain post-test only control group menggunakan 9 sampel basis nilon termoplastik berukuran 1x1x0,2 cm yang direndam dalam suspensi C.albicans selama 24 jam, kemudian dikelompokkan berdasarkan konsentrasi ekstrak dan direndam selama 6 jam. Sampel ditanam di media sabouraud dextrose agar dan diinkubasi pada suhu 37°C selama 24 jam. Jumlah koloni ditentukan dengan colony counter dan dianalisis dengan uji Kruskal-Wallis dan Mann-Whitney. Rerata koloni pada kelompok akuades adalah 126, kelompok ekstrak 10% adalah 28 koloni, sedangkan kelompok ekstrak 20% tidak ditemukan koloni. Disimpulkan bahwa ekstrak DSM 20% paling efektif membunuh koloni C.albicans. Efektivitas ini diperoleh dari kerja senyawa bioaktif dalam daun sirih merah yang merusak dinding dan metabolisme sel jamur. Durasi kontak 6 jam memberi waktu optimal untuk penetrasi senyawa aktif ke permukaan bahan.
Odontogenic keratocyst cyst: Odontogenic keratocyst cyst Reyhan Vivaldy; Husni Mubarak
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Odontogenic keratocyst cyst (OKC) merupakan salah satu kista odontogenik langka yang umum mengenai mandibula. Carnoy solution pada OKC diharapkan bisa memperbaiki sel-sel kista yang tersisa setelah diangkat sehingga mengurangi tingkat rekurensi. Platelet rich fibrin (PRF) diaplikasikan pada defek kista karena telah banyak digunakan sebagai bahan graft autogen yang mampu mempercepat penyembuhan luka fisiologis dan pembentukan tulang baru. Laporan kasus ini memaparkan penanganan OKC sebelum dan sesudah enukleasi kista pada rahang bawah menggunakan carnoy solution dan PRF. Seorang laki-laki usia 42 tahun datang ke RSGMP Universitas Hasanuddin dengan keluhan terdapat benjolan pada rahang bawah kiri sejak ±3 bulan yang lalu. Pemeriksaan intra oral, pembesaran regio vestibulum gigi 33-34 berukuran ±2x2x2 cm dengan nyeri palpasi (-), krepitasi (+). Dilakukan pemeriksaan penunjang OPG x-ray dan tes aspirasi didapatkan cairan kuning keruh. Kista dienukleasi, diaplikasi carnoy solution dan PRF, serta dilakukan pemeriksaan histopatologi dengan hasil OKC. Empat bulan pascaoperasi tidak ada keluhan, penyembuhan luka baik, dan tidak ada pembesaran. Radiografi kontrol menunjukkan pembentukkan tulang yang lebih baik dibanding setelah operasi. Disimpulkan bahwa enukleasi kista pada mandibula untuk mengangkat kista, serta mencegah rekurensi dengan pengaplikasian carnoy solution dan PRF pada defek kista.
Management of palatine tori: Penatalaksanaan torus palatinus Juliani Kusumaputra; Supardi Salim; Dewi Kartika
Makassar Dental Journal Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025
Publisher : Makassar Dental Journal PDGI Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu kendala yang dialami oleh dokter gigi saat pembuatan gigi tiruan adalah tonjolan pada tulang maksila yang dikenal dengan torus palatinus. Seorang perempuan usia 70 tahun datang ke RSGM-Yarsi ditemani oleh anaknya, mengeluhkan benjolan pada palatum namun tidak nyeri dan pasien berencana membuat gigi tiruan. Keadaan umum baik dan pemeriksaan ekstra oral baik, intra oral terlihat tonjolan tulang dengan dasar lebar, permukaan halus dan sedikit cembung pada palatum durum ukuran lebih dari 6 mm. Artikel ini membahas mengenai tindakan torektomi palatinus pada pasien berusia lanjut sebelum pemasangan gigi tiruan. Disimpulkan bahwa torektomi palatinus menjadi salah satu perawatan bedah preprostetik yang tepat untuk mengurangi tonjolan pada tulang maksila untuk pembuatan gigi tiruan.

Filter by Year

2017 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 15 No. 1 (2026): Volume 15 Issue 1 April 2026 Vol. 14 No. 3 (2025): Volume 14 Issue 3 December 2025 Vol. 14 No. 2 (2025): Volume 14 Issue 2 August 2025 Vol. 14 No. 1 (2025): Volume 14 Issue 1 April 2025 Vol. 13 No. 3 (2024): Volume 13 Issue 3 Desember 2024 Vol. 13 No. 2 (2024): Volume 13 Issue 2 Agustus 2024 Vol. 13 No. 1 (2024): Volume 13 Issue 1 April 2024 Vol. 12 No. 3 (2023): Volume 12 Issue 3 Desember 2023 Vol. 12 No. 2 (2023): Volume 12 Issue 2 Agustus 2023 Vol. 12 No. 1 (2023): Volume 12 Issue 1 April 2023 Vol. 11 No. 3 (2022): Volume 11 Issue 3 Desember 2022 Vol. 11 No. 2 (2022): Volume 11 Issue 2 Agustus 2022 Vol. 11 No. 1 (2022): Volume 11 Issue 1 April 2022 Vol. 10 No. 3 (2021): Volume 10 Issue 3 Desember 2021 Vol. 10 No. 2 (2021): Volume 10 Issue 2 Agustus 2021 Vol. 10 No. 1 (2021): Volume 10 Issue 1 April 2021 Vol. 9 No. 3 (2020): Volume 9 Issue 3 December 2020 Vol. 9 No. 2 (2020): Volume 9 No 2 Agustus 2020 Vol. 9 No. 1 (2020): Volume 9 No 1 April 2020 Vol. 8 No. 3 (2019): Vol 8 No 3 Desember 2019 Vol. 8 No. S - 2 (2019): Volume 8 Suplemen 2 2019 Vol. 8 No. 2 (2019): Vol 8 No 2 Agustus 2019 Vol. 8 No. 1 (2019): Volume 8 No 1 April 2019 Vol. 8 No. S - 1 (2019): Volume 8 Suplemen 1 2019 Vol. 7 No. 3 (2018): Volume 7 No 3 Desember 2018 Vol. 7 No. 2 (2018): Vol 7 No 2 Agustus 2018 Vol. 7 No. 1 (2018): Vol 7 No 1 April 2018 Vol. 6 No. 3 (2017): Vol 6 No 3 Desember 2017 Vol. 6 No. 2 (2017): Vol 6 No 2 Agustus 2017 Vol. 6 No. 1 (2017): Vol 6 No 1 April 2017 Vol. 6 No. S-1 (2017): Vol 6 Suplemen 1 2017 Vol. 5 No. 3 (2016): Vol 5 No 3 Desember 2016 Vol. 5 No. 2 (2016): Vol 5 No 2 Agustus 2016 Vol. 5 No. 1 (2016): Vol 5 No 1 April 2016 Vol. 5 No. S - 1 (2016): Vol 5 Suplemen 1 2016 Vol. 4 No. 6 (2015): Vol 4 No 6 Desember 2015 Vol. 4 No. 5 (2015): Vol 4 No 5 Oktober 2015 Vol. 4 No. 4 (2015): Vol 4 No 4 Agustus 2015 Vol. 4 No. 3 (2015): Vol 4 No 3 Juni 2015 Vol. 4 No. 2 (2015): Vol 4 No 2 April 2015 Vol. 4 No. 1 (2015): Vol 4 No 1 Februari 2015 Vol. 3 No. 6 (2014): Vol 3 No 6 Desember 2014 Vol. 3 No. 5 (2014): Vol 3 No 5 Oktober 2014 Vol. 3 No. 4 (2014): Vol 3 No 4 Agustus 2014 Vol. 3 No. 3 (2014): Vol 3 No 3 Juni 2014 Vol. 3 No. 2 (2014): Vol 3 No 2 April 2014 Vol. 3 No. 1 (2014): Vol 3 No 1 Februari 2014 Vol. 2 No. 6 (2013): Vol 2 No 6 Desember 2013 Vol. 2 No. 5 (2013): Vol 2 No 5 Oktober 2013 Vol. 2 No. 4 (2013): Vol 2 No 4 Agustus 2013 Vol. 2 No. 3 (2013): Vol 2 No 3 Juni 2013 Vol. 2 No. 2 (2013): Vol 2 No 2 April 2013 Vol. 2 No. 1 (2013): Vol 2 No 1 Februari 2013 Vol. 1 No. 6 (2012): Vol 1 No 6, Desember 2012 Vol. 1 No. 5 (2012): Vol 1 No 5, Oktober 2012 Vol. 1 No. 4 (2012): Vol 1 No 4, Agustus 2012 Vol. 1 No. 3 (2012): Vol 1 No 3, Juni 2012 Vol. 1 No. 2 (2012): Vol 1 No 2, April 2012 Vol. 1 No. 1 (2012): Vol 1 No 1, Februari 2012 More Issue