cover
Contact Name
Dede Salim Nahdi
Contact Email
educatio@unma.ac.id
Phone
+6285224977367
Journal Mail Official
educatio@unma.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Majalengka Jl. KH. Abdul Halim No. 103 Majalengka 45418
Location
Kab. majalengka,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Educatio FKIP UNMA
Published by Universitas Majalengka
ISSN : 24599522     EISSN : 25486756     DOI : http://dx.doi.org/10.31949/educatio
Core Subject : Education,
Education curriculum, instruction, learning, policy, preparation of teachers, Learning Media, Development Subject of Education, and Management of Education
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2019): December" : 15 Documents clear
RMD METHOD WITH COLLABORATIVE WRITING APPROACH TO INCREASING STUDENT’S ABILITY TO CREATE A BOOK Titin Kustini; Afief Fakhruddin
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.424 KB) | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.65

Abstract

Penelitian ini berlangsung di universitas/sekolah tinggi di Kabupaten Majalengka pada mahasiswa semester empat dengan berdasar pada asumsi bahwa kemampuanmenulis harus dikembangkan secara berkesinambungan sebagai salah satu upaya untuk menciptakan budaya literasi di kampus. Metode RMD merupakan pengembangan dari metode RCM yang telah berhasil meningkatkan kemampuan menulis pada siswa SD kelas tinggi. Penulis mencoba mengadaptasinya agar bisa diterapkan pada mahasiswa yang memiliki tingkat kemampuan lebih tinggi. Metode itu dilakukan dengan pendekatan Collaborative Writing untuk membuat pembelajaran writing menjadi lebih menyenangkan dan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa untuk membuat karangan yang layak publikasi. Data penelitian diperoleh dari beberapa cara, yakni melalui analisis dokumen, observasi, kuesioner dan wawancara. Hasil observasi awal, kemampuan menulis mahasiswa masih rendah, mereka sulit menemukan ide dan mengembangkan karangan sehingga perlu dicari metode dan pendekatan yang cocok untuk mengatasinya. Penelitian menyimpulkan bahwa penggunaan metode RMD dikombinasikan dengan pendekatan collaborative writing bisa digunakan karena hal itu memberikan ide dan merangsang imajinasi dan kreatifitas mahasiswa sehingga mereka mampu mengembangkan karangan. Hasil penelitian ini membuktikan kemampuan menulis mahasiswa menigkat signifikan dengan menggunakan metode RMD yang dikombinasikan dengan collaborative writing sehingga mereka mampu membuat buku.
PENERJEMAHAN TEKS AUDIO VISUAL (SUBTITLING) Rahma Ilyas; Yayah Nurhidayah
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penerjemahan teks-audio visual atau dikenal dengan istilah subtitling merupakan penerjemahan unsur verbal dan non-verbal dari unsur-unsur semiotik yang berupa channel atau mode yang terdapat dalam teks multichannel/multimodal/polysemiotic (writing, image, sound effects and speech) ke dalam unsur verbal dalam bentuk mode writing yang berupa caption yang terintegrasi dan sinkron dengan unsur-unsur semiotik dalam wujud mode/channel tersebut. Subtitling merupakan penerjemahan conventionalized, diasemiotic dan intersemiotic. Produk hasil subtitling, subtitle, memiliki batasan waktu dan ruang yang membuat banyak sekali pertimbangan yang harus dilakukan untuk melakukan penerjemahan ini, selain pertimbangan utama yaitu interaksi dan integritas unsur-unsur semiotik dalam teks audio-visual dalam memproduksi makna.
IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN BERMAIN PERAN DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS SISWA Nurfatimah Kurnia Kusuma
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.584

Abstract

Keterampilan berbicara bahasa inggris merupakan keterampilan yang penting dimiliki siswa agar kelak mampu berkomunikasi secara internasional. Namun berdasarkan hasil observasi menunjukkkan fakta keterampilan berbacara bahasa inggris siswa kelas VIII masih rendah. Sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkannya, diantaranya menerapkan metode pembelajaran bermain peran. Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan berbicara melalui metode bermain peran pada siswa Kelas VIII SMP IT Tazkia Insani . Subjek penelitian adalah pada siswa kelas VIII SMP IT Tazkia Insani yang berjumlah 31 siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan keterampilan berbicara bahasa inggris siswa meningkat pada setiap siklus. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan metode pembelajaran bermain peran dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa kelas VIII SMP IT Tazkia Insani Majalengka.
EVALUASI RPP DAN PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MELALUI MODEL BEBAS TUJUAN PADA MATERI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI Mila Roysa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.11

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi program RPP dan pelaksanaan program RPP di SMA 1 Pecangaan kelas X selama tahun ajaran 2017/2018 dengan menggunakan metodologi observasi sederhana. Proses evaluasi berfokus pada efek sampingan positif, negatif, dan positif yang relevan dengan tujuan atau di luar program. Subjek penelitian adalah siswa kelas X dan guru bahasa Indonesia di SMA 1 Pecangaan. Metode analisis yang digunakan adalah kualitatif dengan studi literatur. Selain itu, teknik analisis data seperti observasi, wawancara, dokumentasi, dan kuesioner digunakan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi RPP dan kegiatan pembelajaran menghasilkan pengembalian investasi positif sebesar 81,8%, pengembalian investasi negatif sebesar 69,6%, dan pengembalian investasi positif sebesar 76,1%. Berdasarkan temuan penelitian, efek positif dan negatif lebih menonjol daripada efek negatifnya. Dari hasil temuan disimpulkan evaluasi RPP dan proses pembelajaran telah selesai atau memuaskan namun, dampak negatif yang terjadi harus dipertimbangkan dan dicari solusinya.
BULLYING VERBAL SEBAGAI BENTUK DISFEMISME TUTURAN DI SEKOLAH Ristiyani Ristiyani; Mila Roysa
Jurnal Educatio FKIP UNMA Vol. 5 No. 2 (2019): December
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/educatio.v5i2.276

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bullying verbal sebagai bentuk disfemisme tuturan di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian mixed methods. Mixed methods menggabungkan penelitian kualitatif dan penelitian kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di sebuah sekolah dasar di Kota Kudus Indonesia. Populasi dalam penelitian  ini adalah guru dan siswa kelas 5 di sekolah tersebut. Teknik pengambilan sample dilakukan dengan total sampling untuk siswa SD. Ada 17 murid kelas 5 di sekolah tersebut dan semuanya menjadi responden dalam penelitian ini. Sementara itu, untuk guru, teknik pengambilan sample dilakukan melalui purposif sampling. Hanya guru Matematika kelas 5 yang menjadi informan dalam penelitian ini.  Dipilihnya guru Matematika sebagai informan didasarkan pada pertimbangan bahwa Mata Pelajaran Matematika adalah mata pelajaran yang dirasakan susah dan menakutkan bagi siswa di sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hampir seluruh responden menyatakan bahwa  ketika mereka diberi tugas Matematika oleh guru,  guru akan memberikan peringatkan bahwa siswa harus bisa mengerjakannya (94,11%) dan meminta siswa cepat mengerjakannya (82,35%). Guru memberikan ancaman kepada siswa bahwa apabila mereka tidak dapat mengerjakan tugas, maka mereka tidak bisa naik kelas (76,47%); diberi hukuman  menulis kalimat “saya salah 30 kali”, berdiri di depan kelas dan  menyapu kelas (94,11%); guru mengucapkan kata “bodoh/ kamu tidak mengerti/ kenapa anak ini tidak bisa-bisa (88,24%). Hanya sedikit siswa (17,65%) yang menyatakan diminta keluar kelas oleh guru ketika mereka tidak dapat mengerjakan tugas atau mereka tidak mengerjakan pekerjaan rumah mereka.  Namun demikian,  hampir seluruh siswa (94,115) sepakat, ketika mereka mengerjakan tugas maka guru tidak menyuruh mereka  lari keliling lapangan/ menulis kalimat berulang-ulang/ push up/ membersihkan ruangan.

Page 2 of 2 | Total Record : 15