Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal published by Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Center of Policy Education Research and Culture , Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in August and December. This journal publishes research and study in the field of policy education, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, and language.
Articles
336 Documents
TEACHING FACTORY SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU LULUSAN DI SMK
Sudi Sion Sudiyono
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.271
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan rekomendasi kebijakan tentang Pelaksanaan Teaching Factory sebagai upaya Peningkatan Mutu Lulusan di SMK. Metode penelitian menggunakan studi dokumentasi dan verivikasi data lapangan dengan analisis data deskriptif kualitatif. Pelaksanaan verifikasi data dilakukan di 5 wilayah dengan jumlah sampel sebanyak 15 SMK yang telah melaksanakan program teaching factory. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMK belum memahami sepenuhnya tentang teaching factory sehingga pelaksanaannya belum maksimal khususnya terkait dengan perencanaan, pelakasanaan pembelajaran, kegiatan produksi, kerjasama industry, dan dampak program.
MEMPERKUAT GERAKAN LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA MENUMBUHKAN MINAT BACA SISWA SMA DI BALIKPAPAN
Bambang Suwardi Joko
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.281
Abstrak: Tujuan kajian ini adalah untuk mengidentifikasi kebijakan gerakan literasi pemerintah Kota Balikpapan, dampaknya bagi guru dan siswa dalam menumbuhkembangkan gerakan membaca;  serta upaya yang dilakukan sekolah dan guru dalam menumbuhkan gerakan membaca bagi siswa. Kajian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melakukan analisis deskriptif yang mencakup komponen pelaksanaan program pengajaran dalam mendorong siswa meningkatkan gemar membaca. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan pengisian instrumen atau daftar isian, wawancara, observasi, dan diskusi kelompok terpumpun (focus group discussion) dengan responden guru-guru pada 3 SMA Negeri di Kota Balikpapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sosialisasi gerakan membaca yang menjadi program literasi pemerintah Kota Balikapapan sampai ke para guru, pihak sekolah sebatas mensosialisasikan kepada guru-guru mata pelajaran terkait seperti guru bahasa Indonesia. Ditinjau dampak program gerakan literasi pemerintah kota bagi kalangan guru, sebanyak 41,67 persen guru menjawab ada dampaknya dan 58,33 persen tidak ada dampaknya. Salah satu program pemerintah kota, yaitu mematikan televisi setelah maghrib hingga pukul 11 malam merupakan program lama, yang perlahan mulai kurang diminati siswa. Upaya sekolah dalam menumbuhkan gerakan minat baca, seluruh guru menilai bahwa dampak kebijakan sekolah seperti membaca kitab suci di awal pelajaran anak menjadi rajin membaca buku keagamaan karena dibiasakan.
Strategies For Achieving Under School (ATS) Through Smart Indonesia Programs (PIP)
Herlinawati Syaukat;
Arie Budi Susanto
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.284
This study aims to: 1) Data Collection of Non-School Children (ATS), 2) Factors that cause ATS and return to school, 3) Attempts and motivation of ATS back to school. Using qualitative and quantitative methods with purposive sampling. The ATS data collection is constrained by synchronization of data from the district / city starting from the village and kelurahan level to facilitate verification of PIP data on children who have not yet received access to education in Surabaya City and Padang City according to the target because HR / data is less than the location and difficult geographical conditions, while the data collection time is limited. For this reason, a one-door mechanism is needed for data synchronization. Whereas the regions which were well recorded even exceeded the target achievement due to the area being the ATS enclave was Bogor Regency and Gorontalo Regency. The most common factors causing ATS are economic, geographical, social environment influences, and lack of self motivation in students. Efforts are being made so that ATS can return to education, among others; 1). The government and regional government guarantee that registered ATS will receive financial assistance and can continue schooling again; 2). Provide a learning place for ATS of at least one village, one study group with adequate facilities; 3). To provide guidance or assistance to ATS to motivate the ATS to get education services again; 4). Bring a psychologist or motivator to encourage ATS to come to learning; 5). Persuasive approach both to ATS and to parents; 6). Bringing ATS alumni who are successful and successful as an example / figure that is expected to generate enthusiasm and motivation for ATS to succeed as its alumni.
POSTURE ANALYSIS APBD AND EDUCATION APBD IN KOTA KUPANG
Fellyanus Habaora
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.290
This research uses an ex post facto design because researchers only took data from the Education Budget from in 2013-2019 which was subsequently concluded to be a conclusion. This research uses data collection with documentation techniques. Information can be obtained through facts stored in the form of documents. This research was conducted for 6 months, namely January-June 2019. Posture of APBD in Kota Kupang shows two different paradigms, namely the period 2013-2016 shows the proportion for indirect expenditure (apparatus expenditure) is higher than direct expenditure (expenditure for the public), while the 2017-2019 period shows that direct expenditure on society is greater than indirect expenditure for apparatus. Then the posture APBD of Education for the period 2013-2017 shows that alignments government to expenditure public are still very weak because indirect expenditure is greater than direct expenditure, but the period 2013-2017 showed a significant increase in direct expenditure compared to indirect expenditure. Likewise, the commitment of Kota Kupang Government to the implementation of the National Education System Law shows that the support Kota Kupang Government in the 2013-2017 period against the provisions Law tends to weaken because of the proportion of the education budget from the total APBD in decreased significantly from 42.36% to 25.75%. While the 2017-2019 period shows the existence of the government's partiality towards the world of education where Kota Kupang Government in addition to increasing the direct expenditure budget that oriented to reduce the burden on the households of its population also increases the education budget posture from 25.75% to 29.56%. In general, factors of leadership and commitment to development of public welfare have more influence on the preparation of budget postures in APBD Kota Kupang.
STRATEGI PENGENDALIAN MUTU PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD)
Yunita - Murdiyaningrum;
Relisa - Rahman
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.292
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran mekanisme sekaligus strategi pengendalian mutu penyelenggaraan PAUD yang dilakukan di Kabupaten Sleman untuk dapat dijadikan rujukan bagi daerah lain dalam penyelenggaraan PAUD khususnya dalam mengendalikan mutu lembaga untuk melayani pendidikan bagi anak usia dini. Data dikumpulkan melalui teknik wawancara, Focus Group Discussion (FGD), penyebaran angket, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengendalian mutu dilaksanakan dengan jumlah SDM yang terbatas, dengan rasio penilik/ pengawas: lembaga sejumlah 1:70/33 dengan demikian pengendalian mutu dilaksanakan dengan melibatkan oragnisasi mitra dan kunjungan ke lembaga diprioritaskan untuk lembaga yang akan dilakukan akreditasi dengan melihat kesiapan berkas administrasi tanpa ada visitasi pembelajaran. Ketidaksesuaian kualifikasi dan kompetensi pengawas TK dan penilik PAUD merupakan kendala lainnya, proses rekrutmen terutama penilik tidak memiliki kualifikasi yang relevan dengan PAUD, selain itu pendidikan dan pelatihan belum diikuti oleh semua pengawas TK dan penilik PAUD. Pengendalian mutu dilakukan tidak melalui koordinasi yang baik antara bidang PAUD Dikmas dengan pengawas TK dan penilik PAUD karena tanggungjawab terhadap tugas kepengawasan tidak diberikan kepada bidang PAUD Dikmas
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN INVESTIGASI KELOMPOK TERHADAP KEMAMPUAN MENYELESAIKAN SOAL HIGHER ORDER THINKING SKILL (HOTS) MATA PELAJARAN IPS BERDASARKAN KEMAMPUAN AWAL SISWA (STUDI KASUS PADA SISWA KELAS VIIB SMP NEGERI 2 CIHAMPELAS TAHUN PELAJARAN 2017/2018)
Nina Anggraeni
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.299
Mulai tahun 2016 pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mulai mengembangkan soal – soal berbasis HOTS (higher order thinking skill) yang mulai dimasukkan pada Ujian Nasional ataupun Ujian Akhir Sekolah, berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa kemampuan menyelesaikan soal berbasis HOTS siswa SMP Negeri 2 Cihampelas masih rendah terutama pada mata pelajaran IPS. Untuk mengatasi permasalahan tersebut dilakukan berbagai model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal berbasis HOTS salah satunya model pembelajaran investigasi kelompok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran investigasi kelompok terhadap kemampuan penyelesaian soal HOTS mata pelajaran IPS berdasarkan kemampuan awal siswa. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode eksperimen 2 x 2 faktorial dimanah kelas eksperimen melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran investigasi kelompok sedangkan kelas kontrol diberikan metode konvensional masing-masing kelompok dibedakan menjadi dua yakni siswa berkempuan awal tinggi dan siswa berkemampuan awal rendah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran investigasi mampu meningkatkan kemampuan menyelesaikan soal HOTS mata pelajaran IPS baik yang berkemampuan awal tinggi ataupun berkemampuan awal rendah.Kata Kunci: Model Pembelajaran, kemampuan, soal HOTS
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 1 TAHUN 2019
Jurnal Litjak
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.320
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 1 TAHUN 2019
DAFTAR ISI, EDITORAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 2 TAHUN 2019
Jurnal Litjak
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
DAFTAR ISI, EDITORIAL DAN LEMBAR ABSTRAK VOL. 12, NO. 2 TAHUN 2019
EFEKTIVITAS PEMANFAATAN DANA BANTUAN OPERASIONAL PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (BOP PAUD) TAHUN 2019
Sudiyono;
Yunita Murdiyaningrum
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.340
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, penyebaran kuesioner secara online menggunakan google form, dan Diskusi Kelompok Terpumpun. Penelitian dilaksanakan di 12 wilayah kabupaten/kota di Jawa dan luar Jawa dengan metode stratified random sampling dengan kriteria jumlah wilayah penerimaan Bantuan Operasional Pendidikan kategori besar, sedang dan kecil. Hasil penelitian menunjukkan Dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini di semua wilayah sampel cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan kegiatan pembelajaran, dan meringankan beban pembiayaan orang tua siswa, namun penerimaan dana belum tepat waktu dan pemanfaatan dana juga belum sesuai dengan petunjuk teknis. Kontribusi dana Bantuan Operasional Penyelenggeraan Pendidikan Anak Usia Dini untuk Kelompok Bermain sebesar 59%, Satuan Pendidikan Anak Usia Dini Sejenis sebesar 56%, Taman Kanak-kanak 33% dan Tempat Peneitipan Anak sebesar 29%. Kesimpulan penelitian yaitu Bantuan Operasional Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini cukup efektif dalam membantu biaya operasional, meningkatkan pembelajaran dan meringankan beban orangtua, dan berkontribusi cukup besar dalam biaya operasional Pendidikan Anak usia Dini. Ketepatan waktu penerimaan dana dan kesesuaian penggunaan dana perlu mendapat perhatian.
PROBLEMATIK PEMENUHAN BEBAN KERJA GURU DAN ALTERNATIF PEMENUHANNYA (Studi Kasus di Kota Depok Provinsi Jawa Barat)
Simon Sili Sabon
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 13 No. 1 (2020)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24832/jpkp.v13i1.345
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kekurangan beban kerja mengajar guru dan strategi sekolah dalam memenuhi kekurangannya. Penelitian ini merupakan studi kasus. Data primer dikumpulkan melalui pengisian kuesioner oleh guru, diperkaya dengan wawancara dan diskusi. Jumlah kuesioner yang diolah sebanyak 34 responden. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian mendapatkan masih banyak guru terkendala dalam pemenuhan beban kerja minimal sehingga mereka kehilangan peluang mendapat tunjangan profesi. Salah satu sebabnya adalah terbatasnya jumlah tugas tambahan. Strategi sekolah dalam memenuhi beban kerja adalah mengutamakan guru yang sudah bersertifikat pendidik memenuhi beban kerjanya dengan cara diberi tugas tambahan dan/atau ditugaskan mengajar di sekolah lain. Direkomendasikan dalam upaya pemenuhan beban kerja, hendaknya guru dicarikan alternatif kegiatan, baik melalui penambahan jam mengajar di sekolah asal dengan melibatkannya dalam kegiatan ekstra dan kokurikuler, atau sekolah lain. Selain itu program lima hari sekolah dengan menambah jam kerja di sekolah dan tugas tambahan dapat menjadi alternatif pemenuhan beban kerja minimal.