cover
Contact Name
Linda Efaria
Contact Email
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Phone
+6287887655756
Journal Mail Official
jurnal.litjak@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Gedung E Lantai 19 Jalan Jenderal Sudirman Senayan, Jakarta Pusat
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan
ISSN : 02162792     EISSN : 2654427X     DOI : 10.24832
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan is a peer-reviewed journal published by Pusat Penelitian Kebijakan Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Center of Policy Education Research and Culture , Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in August and December. This journal publishes research and study in the field of policy education, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, and language.
Articles 336 Documents
DESIGN MANAGEMEN SCIENTIFICT LEARNING PROGRAMS SEBAGAI PENGUATAN AKTIVITAS BELAJAR KOLABORATIF SISWA ABAD 21 Acep Saepul Rahmat
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.239

Abstract

ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS Sekolah Dasar.Design Managemen Scientific Learning Programs (DMSL) merupakan serangkaian program pembelajaran yang mengedepankan pengembangan keterampilan proses siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Quasi Eksperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri Karamatjaya sebagai kelas eksperimen penerapan DMSL dan siswa kelas IV SD Negeri Cisolok sebagai kelas kontrol DMSL. Temuanpenelitian menunjukan hasil belajar IPA pada ranah kognitif siswa rata-rata sebesar 5,68 untuk kelas kontrol dan 7,69 untuk kelas eksperimen. Hasil belajar IPA ranah afektif dan psikomotor dengan rentang nilai (0-4 ), menunjukan bahwa hasil belajar afektif rata-rata yang diperolehsiswa kelas kontrol sebesar 1,77 dan 2,71 untuk kelas eksperimen. Hasil belajar psikomotorik siswa untuk kelas kontrol rata-rata sebesar 1,66 dan 2,88 untuk kelas eksperimen. Berdasarkan data yang diperoleh dan hasil analisis, disimpulkan Hasil belajar siswa kelas eksperimen setelah perlakuan (posttest) yang menerapan Scientific Learning Programs lebih baik daripada hasil belajar siswa kelas kontrol yang menggunakan pembelajaran konvensional.
RESENSI VIDEO PORTOFOLIO DAN SMS QUIZ UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PERBAIKAN PLAYER DI SMK 2 KUDUS Budi Susanto
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.240

Abstract

ABSTRAKPerbaikan player adalah kompetensi yang wajib dikuasai oleh siswa SMK bidang keahlian elektronika audio video. Kompetensi ini sangat diperlukan peserta didik yang mengikuti program pendidikan sistem ganda serta bekal sebagai seorang teknisi elektronika. Kenyataanyang terjadi di SMK Negeri 2 Kudus pada peserta didik untuk program kompetensi keahlian ini, mereka tidak memiliki kompetensi perbaikan dan perawatan player sebagaimana yang diharapkan. Metode pembelajaran praktik dengan menggunakan pendekatan pembelajaranResensi Video Portofolio serta Short Masage Service Quiz merupakan solusi yang diharapkan dapat memecahkan permasalahan tersebut. Hasil penelitian tindakan dengan menggunakan metode tersebut, terjadi peningkatan kualitas proses pembelajaran dimana proses pembelajaranmengalami perbaikan pada 6 indikator, serta terdapat penurunan jumlah peserta didik yang perlu melakukan remidi dari 35 % menjadi 17 % untuk siklus 1 dan 18,5 % untuk siklus 2, penurunan kelompok peserta didik remidi ini berkisar sebesar 17,2 5%. Sebaliknya terjadi peningkatan jumlah peserta didik tuntas belajar dari berkisar 65 % menjadi 83 % untuk Siklus 1 dan 81, 5% untuk siklus 2. Pembelajaran Resensi Video Portofolio serta Short Masage Service Quiz dapat meningkatkan kompetensi perbaikan player di SMK Negeri 2 Kudus.
PENGUATAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH Ikhya Ulumudin
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.241

Abstract

ABSTRAKMembaca buku dapat membuka cakrawala dunia sehingga dapat menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Artinya jika suatu negara masyarakatnya gemar membaca, akan berdampak pada kemajuan suatu bangsa itu sendiri. Masalah yang dihadapi Indonesia yaitu masihrendahnya minat membaca. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan gerakan literasi sekolah di sekolah menengah atas dan menyusun langkah penguatannya. Penelitian ini menggu-nakan pendekatan kualitatif. Data pelaksanaan gerakan literasi sekolah dilakukan melalui focus group discussion bersama guru terkait yang tersebar di enam provinsi sebanyak 72 orang guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) terdapat satuan pendidikan SMA yangtelah menerapkan gerakan literasi sekolah yang dengan ditandai gerakan membaca 15 menit sebelum jam pelajaran dimulai, dan 2) jenis kegiatan gerakan literasi sekolah diantaranya persiapan, pelaksanaan, dan tindak lanjut. Simpulan dalam penelitian ini adalah gerakan literasisekolah di sekolah menengah atas belum berjalan secara optimal, sehingga perlu dilakukan langkah-langkah strategis untuk mencapai hasil yang diharapkan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAM ACHIEVEMENTS DIVISIONS Kamila Harahap
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.242

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe Student Team Achievements Divisions (STAD) yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika kelas VIII-3 SMP Negeri 3 Pantai Labu. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaboratif antara peneliti dengan teman sejawat sebagai observer. Pengumpulan data dilakukan secara observasidan tes. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Urutan kegiatan penelitian mencakup: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) observasi, (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkanhasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari pesentase ketuntasan klasikal pada kondisi siklus I sebesar 46,15%, dan pada siklus II sebesar 86,38% atau meningkat sebesar 40,23%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi luas dan volume kubus dan balok di kelas VIII-3 SMP Negeri 3 Pantai Labu Tahun Ajaran 2015/2016.
PENGGUNAAN PENGETAHUAN METAKOGNITIF PADA KOMPETENSI INTI SISWA SMA DALAM MEMECAHKAN MASALAH MATEMATIKA Marni Zulyanty
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.243

Abstract

ABSTRAKMetakognisi merupakan hal yang penting dalam kegiatan belajar mengajar. Pengetahuan metakognitif merupakan komponen dari metakognisi. Seseorang akan dipandu untuk memilih, mengevaluasi, meninjau kembali, dan memutuskan tugas kognitif dengan pengetahuanmetakognitif. Di Indonesia pengetahuan metakognitif merupakan salah satu jenis pengetahuan yang harus diperoleh oleh siswa SMA. Hal ini termuat dalam Kompetensi Inti SMA mata pelajaran matematika. Dalam proses pembelajaran matematika, memecahkan masalah merupakan salah satu standar proses yang harus ada. Hubungan pengetahuan metakognitif dan pemecahan masalah matematika adalah pengetahuan metakognitif dapat membantu siswa menentukan umpan balik saat memecahkan masalah dan umpan balik tersebut memberikan kesempatan untuk mencari kembali tindakan yang lebih tepat dari sebelumnya. Berdasarkan hubungan antara pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalah matematika tersebut, maka peneliti melakukan penelitian dengan judul “Penggunaan Pengetahuan Metakognitif pada Kompetensi Inti Siswa SMA dalam Memecahkan Masalah Matematika”. Tujuannya untuk memberikan deskripsi penggunaan pengetahuan metakognitif dalam memecahkan masalahmatematika. Penelitian dilakukan pada mahasiswa semester III UIN STS Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deksriptif. Instrumen utama adalah peneliti dan instrumen pendukung adalah lembar pemecahan masalah dan pedoman wawancara. Dari hasilpenelitian disimpulkan bahwa pengetahuan metakognitif membantu seseorang mengetahui kebenaran dan kesalahan yang dilakukan dalam memecahkan masalah. Selain itu juga membantu mengetahui letak kesalahan dalam memecahkan masalah.
PERSEPSI GURU DAN SISWA TERHADAP KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SMA NEGERI I KALASAN SLEMAN Sabar Budi Raharjo
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 10 No. 3 (2017)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v10i3.244

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana: 1) persepsi guru terhadap kepemimpinan kepala sekolah, 2) persepsi siswa terhadap kepemimpinan kepala sekolah, 3) bagaimana realitas kepemimpinan kepala sekolah di SMA N I Kalasan Sleman. Penelitian ini menggunakanmetode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data dalam ini adalah guru, kepala sekolah, wakil kepala sekolah bagian kurikulum, dan siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Validitas data menggunakan teknik umpan balik informan dan triangulasi metode, data, dan teori. Analisis data menggunakan model analisis jalur untuk menganalisis data kualitatif dan kuantitatif melalui langkah-langkah pengumpulan data, reduksi data, sajian data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) guru memiliki persepsi yangpositif terhadap kepemimpinan kepala sekolah baik menyangkut kepemimpinan akademik atau pembelajaran, kepemimpinan manajerial, dan kepemimpinan organisasi, 2) siswa memiliki persepsi yang positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah baik menyangkut kepemimpinanakademik atau pembelajaran, kepemimpinan manajerial, dan kepemimpinan organisasi. Kepala sekolah dipersepsikan telah professional dalam memimpin SMA N I Kalasan Sleman sehinggaantara sivitas akademik sekolah memiliki sinergisitas yang baik. Roda kepemimpinan berjalan dengan baik dibuktikan melalui capaian akademik yang baik, prestasi siswa, dan prestasiprestasi guru dan siswa dalam mengembangkan kualitas pembelajaran. Simpulan Penelitianini adalah bahwa persepsi guru dan siswa positif terhadap kepemimpinan kepala sekolah, di mana realitas kepemimpinan memang telah menunjukkan kinerja yang baik.
KAJIAN PENINGKATAN PROFESIONALISME GURU MELALUI MGMP DI DAERAH TERPENCIL YANG WILAYAHNYA TERDIRI DARI PULAU-PULAU KECIL (studi KASUS DI KABUPATEN FLORES TIMUR (FLOTIM) PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)) Simon Sili Sabon
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.254

Abstract

Abstrak [P1] Tujuan kajian ini adalah mencari solusi yang dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan pemberdayaan MGMP sehingga mampu meningkatkan kualitas guru khususnya di daerah terpencil kepulauan. Untuk mencapai tujuan tersebut maka kajian akan melakukan: (i) mengetahui profil dan keaktifan MGMP khususnya penyusun soal USBN, (ii) mengetahui perencanaan kegiatan oleh MGMP; (iii) mengetahui realisasi perencanaan kegiatan oleh MGMP, (iv) mengetahui hasil pelaksanaan kegiatan MGMP, (v) mengetahui diseminasi hasil kegiatan, (vi) mengetahui transfer/pembelajaran hasil kegiatan kepada peserta didik, dan (vii) mengidentifikasi praktik baik penyelenggaraan MGMP yang dapat dicontoh di daerah lain. Pendekatan kajian ini adalah evaluasi. Kajian ini mengevaluasi pelaksanaan salah satu kegiatan MGMP yaitu penyusunan soal USBN. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dikumpulkan di Kabupaten Flotim melalui Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT) dan pengisian kuesioner oleh 10 orang ketua MGMP Mapel K-13. Data dianalisis dengan teknik statistik deskriptif. Kajian menyimpulkan bahwa (i) umumnya MGMP penyusun soal USBN memenuhi persyaratan yang ditetapkan sebagai penerima bantuan block grant karena semua MGMP memiliki susunan organisasasi sesuai ketentuan yaitu minimal terdiri atas ketua, sekretaris dan bendahara; namun sebagian besar tidak memenuhi persyaratan lainnya yaitu mengadakan 12 kali kegiatan dalam tahun sebelumnya, (ii) sejumlah besar MGMP tidak membuat perencanaan kegiatan, (iii) tidak semua MGMP yang membuat perencanaan kegiatan merealisasikan perencanaannya, (iv) hasil kegiatan adalah sekumpulan soal-soal aras tinggi, hanya saja guru-guru tidak yakin bahwa soal-soal yang disusunnya tersebut merupakan soal aras tinggi karena tidak ada langkah validasi dan verifikasi oleh tim ahli, (v) diseminasi hasil kegiatan merupakan langkah yang sangat penting namun tidak maksimal dilakukan karena tidak dijadwal, (vi) pembelajaran/transfer hasil kegiatan kepada peserta didik juga tidak maksimal dilakukan karena tidak dijadwalkan dalam perencanaan kegiatan, dan (vii) ada praktek baik penyelenggaraan MGMP di Flotim yang dapat dicontoh yaitu cara membiayai kegiatan MGMP dan strategi pembentukan MGMP untuk menekan biaya transportasi dan untuk penghematan waktu. [P1]Mhn hinder singkatan dalam abstrak
KEBUTUHAN GURU PEMINATAN KEJURUAN DAN PEMENUHANNYA DI SMK Supriyadi Teguh
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.259

Abstract

Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui kebutuhan guru SMK, dan (2) mengidentifikasi upaya-upaya pemenuhan kebutuhan guru SMK. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis data sekunder, yaitu memanfaatkan data kuantitatif yang sudah ada dari berbagai sumber data. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebutuhan guru peminatan kejuruan masuk dalam ketegori kekurangan. Kekurangan guru peminatan kejuruan terjadi di sekolah negeri maupun swasta. Kekurangan guru di sekolah swasta lebih besar daripada di sekolah negeri. Kekurangan guru peminatan kejuruan terjadi di semua bidang keahlian dan provinsi. Perkecualian di sekolah negeri di Provinsi Aceh sudah kelebihan guru. Upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan telah dilakukan oleh pemerintah. Program yang sudah/sedang/belum dilakukan pemerintah antara lain: Program Keahlian Ganda, Program Guru Tamu, Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), maupun Program Magang Mahasiswa PPG. Upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan dapat lebih maksimal lagi dengan memberdayakan: (1) UU Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara (2) Permendikbud Nomor 34 Tahun 2018 Tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan: Standar Pendidik Dan Tenaga Kependidikan, dan (3) UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi. Dengan memberdayakan peraturan-peraturan tersebut, maka upaya pemenuhan guru peminatan kejuruan yang dapat dilakukan adalah program guru PPPK, program Instruktur kejuruan yang berasal dari dunia usaha/industry, dan program Kerjasama dengan perguruan tinggi.
PEMETAAN LEVEL MOTIVASI SISWA TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA BERPENDEKATAN SAINTIFIK Zainul Mustofa
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 2 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i2.262

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan level motivasi siswa terhadap pembelajaran fisika berpendekatan saintifik. Hal ini penting karena motivasi berkorelasi positif dengan pencapaian tujuan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian survei dengan jumlah responden 24 siswa kelas X di SMK Al Munawwariyyah, Malang pada semester genap tahun pelajaran 2017-2018. Kuisioner terdiri atas 6 domain yaitu physics learning value, active learning strategies, self-efficacy, performance goal, Achievement goal, dan Learning Environment Stimulation. Domain physics learning value menunjukkan bahwa sekitar 75% menyatakan bahwa fisika adalah penting dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Domain active learning strategies menunjukkan bahwa sekitar 50% siswa aktif dalam menghubungkan konsep dengan pengalaman sebelumnya. Domain self-efficacy menunjukkan sekitar 50% berkeyakinan dapat memahami fisika dengan baik, tetapi hanya sekitar 30% yang berkeyakinan mampu menyelesaikan soal fisika dan cenderung menyerah saat bertemu dengan soal yang sulit. Domain performance goal menunjukkan bahwa 50% siswa berusaha aktif agar mendapatkan nilai yang baik, tetapi tidak bertujuan untuk kelihatan lebih baik dari yang lain maupun mendapatkan perhatian dari guru. Domain Achievement goal menunjukkan bahwa sekitar 60% saja yang merasa puas dengan nilai baik, tetapi 96% siswa lebih puas ketika mampu memahami dan memecahkan masalah fisika. Domain Learning Environment Stimulation menunjukkan bahwa lebih dari 60% siswa berpartisipasi aktif di kelas karena guru menggunakan berbagai macam metode, tidak menekan siswa, memfasilitasi siswa untuk aktif dalam setiap kegiatan baik teori maupun praktek. Temuan ini bermanfaat dalam penyusunan pembelajaran fisika lebih lanjut yang mempertimbangankan faktor motivasi agar dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas fisika.
PENGGUNAAN METODE 3-IN-1 BERBANTUAN CTL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMBUAT POLA DASAR KONSTRUKSI PESERTA DIDIK KELAS X BUSANA 3 SMK NEGERI 6 SEMARANG Sri Murnisari
Jurnal Penelitian Kebijakan Pendidikan Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : usat Standar dan Kebijakan Pendidikan, BSKAP, Kemendikbudristek

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpkp.v12i1.263

Abstract

METODE INOVATIF UNTUK PEMBUATAN POLA DASAR KONSTRUKSI BUSANA DENGAN MENGGUNAKAN 4 UKURAN TUBUH (UNTUK PESERTA DIDIK JURUSAN TATA BUSANA)