cover
Contact Name
Putri Keumala Sari
Contact Email
putkemalasari@gmail.com
Phone
+6282214066169
Journal Mail Official
putkemalasari@gmail.com
Editorial Address
Jl. Alue Peunyareng, Ujong Tanoh Darat, Meureubo, Kabupaten Aceh Barat, Aceh 23681, Indonesia
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan
Published by Universitas Teuku Umar
ISSN : 26145723     EISSN : 26206617     DOI : 10.35308
Core Subject : Social,
Jurnal Ius Civile intents to publish issues on law studies and practices in Indonesia covering several topics related to International Law, Environmental Law, Criminal Law, Private Law, Islamic Law, Agrarian Law, Administrative Law, Criminal Procedural Law, Commercial Law, Constitutional Law, Human Rights Law, Civil Procedural Law and Adat Law.
Arjuna Subject : Ilmu Sosial - Hukum
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019): April" : 5 Documents clear
IMPLEMENTASI SISTEM KEUANGAN DESA (SISKEUDES) PADA PEMERINTAHAN GAMPONG BLANG NEUANG KECAMATAN BEUTONG KABUPATEN NAGAN RAYA Nila Trisna; Reli Wahyuni
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (100.431 KB) | DOI: 10.35308/jic.v3i1.1435

Abstract

The application is aimed at village government officials to facilitate the management of Village Finance. This study uses normative juridical methods and Empirical Juridical This study uses normative legal research methods. The research material is analyzed with a qualitative approach, with the aim of understanding the meaning of the collected legal material, which is then interpreted normatively, logically and systematically by using the inductive method. In the implementation of the Village Financial System Application (SISKEUDES) there are still constraints on how to collect data on the siskeudes. So that the implementation of the Village Financial System Application (SISKEUDES) has not proceeded as expected by the Statutory Regulations. Keywords: Implementation, siskeudes, Gampong government
DISPARITAS DAN TANTANGAN PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI ACEH DITINJAU DARI QANUN ACEH NOMOR 9 TAHUN 2015 Cut Asmaul Husna
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.107 KB) | DOI: 10.35308/jic.v3i1.1462

Abstract

Global competitiveness index at the World Economic Forum 2017-2018, Indonesia ranks 36th, up five ranks from the previous year 41st position out of 137 countries. When compared to Malaysia, Singapore and Thailand, we are still below. In regulating all these aspects the Aceh Government has established the Aceh Qanun Number 11 of 2014 concerning the Implementation of Education and the Aceh Qanun Number 9 of 2015 Amendment to the Aceh Qanun Number 11 of 2014 concerning the administration of Education. However, there are still many things that happen in the reality of education in Aceh that causes the quality of education in Aceh is still low. The problem discussed in this journal is how does the Government of Aceh make efforts to improve the quality of education in Aceh? This research is a qualitative research with a descriptive approach. This research seeks to understand and describe the efforts made by the Government of Aceh to improve the quality of education in Aceh. The results of the study show that Aceh already has policies and a strong legal foundation in the delivery of education, it's just that synergy between parties must be built so that what has become guidelines, foundations and rules can be implemented to reduce disparity and make opportunities to face challenges so influence the advancement of education which in turn can contribute to the level of welfare of the people of Aceh. The various challenges that exist with Aceh's potential must be used as opportunities in developing good future education plans in improving the quality of education in Aceh and global competitiveness.Keywords: Disparity, Challenges for Improvement, Aceh's Quality of Education
PENERAPAN HUKUM QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAT TERKAIT TINDAK PIDANA (JARIMAH) KHALWAT Muhammad Yunus Bidin
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.256 KB) | DOI: 10.35308/jic.v3i1.1437

Abstract

Law Number 44 of 1999 concerning the Privileges of Aceh is a juridical basis for the implementation of the Islamic Sharia in a comprehensive, besides organizing customary life, organizing education and the role of ulama in the determination of regional policies. In connection with this the Aceh Government has issued several derivative legal products in the form of qanun as implementing technical regulations, namely: First, Aceh qanun Number 11 of 2003 concerning the Implementation of Islamic Sharia in the Field of Aqeedah, Worship, and Islamic Sharia; Second, Aceh qanun Number 12 of 2003 concerning Khamar; Third, Aceh qanun Number 13 of 2003 concerning Maysir or Gambling; Fourth, Aceh Qanun Number 14 of 2014 concerning Seclusion as amended in Aceh Qanun Number 6 of 2014 concerning criminal Law. This is an unusual breakthrough in the conception of positive law, which then has implications for its application to achieve expectations in the future, as a prosperous and Islamic society.Keywords: Aceh, Qanun, Law.
MENGANALISIS PERAN ASISTENSI DALAM PEMBANGUNAN DAERAH DI KABUPATEN ACEH BARAT Irsadi Aristora
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.722 KB) | DOI: 10.35308/jic.v3i1.1433

Abstract

Dalam pembangunan daerah merupakan bahagian penting dari pencapaian tujuan pembangunan nasional. Secara rinci dapat kita baca pada ketentuan Pasal 1 angka 3 dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, disebutkan bahwa “Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional adalah satu kesatuan tata cara perencanaan pembangunan untuk menghasilkan rencana-rencana pembangunan dalam jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang dilaksanakan oleh unsur penyelenggara negara dan masyarakat di tingkat Pusat dan Daerah“. Oleh sebab itu pembangunan daerah harus direncanakan secara tepat, sesuai dengan kebutuhan pembangunan yang selalu berubah secara dinamis. Mengingat pembangunan  daerah harus mampu mengakomodir dua aspirasi sekaligus, yakni aspirasi pemerintah atasan dan aspirasi masyarakat tempatan. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah yang diperbaharui dengan  Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 maupun Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Tujuan utama dari Otonomi Daerah adalah peningkatan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat semakin baik dan pengembangan kehidupan demokrasi, keadilan dan pemerataan pembangunan, karenanya kebebasan informasi dan pelibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan merupakan salah satu cara untuk tercapainya tujuan dari Otonomi Daerah dimaksud. Berdiri nya tim asistensi TP2D Aceh Barat berdasarkan legalitas hukum tersebut dalam Peraturan Bupati Aceh Barat Nomor 37 Tahun 2017 tentang Pedoman Percepatan Pembangunan Daerah, Tanggal 24 Oktober 2017, setelah 14 (empat belas) hari dilantik nya Bupati Aceh Barat terpilih Ramli MS. Memperkuat dan mempercepat proses pembangunan Aceh Barat, maka Bupati Aceh Barat mengeluarkan Keputusan Bupati Aceh Barat Nomor 610 Tahun 2018 tentang Pembentukan dan Sekertariat Percepatan Pembangunan Daerah Kabupaten Aceh Barat Tahun Anggaran 2018, pada tanggal 4 Desember 2017.
Zakat sebagai Pengurang Kewajiban Pembayaran Pajak : adilkah bagi umat Islam ? Iskandar Iskandar
Ius Civile: Refleksi Penegakan Hukum dan Keadilan Vol 3, No 1 (2019): April
Publisher : Prodi Ilmu Hukum, Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (161.031 KB) | DOI: 10.35308/jic.v3i1.1434

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis sisi keadilan bagi umat Islam  yang membayar zakat hanya dapat mengurangi kewajiban membayar pajak dari wajib pajak. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian yuridis normatif atau disebut juga dengan penelitian hukum dokrinal dan menggunakan metode penelitian perskriptif, melalui studi perpustakaan. Kebijakan pemerintah  tentang pembayaran zakat yang dapat mengurangi penghasilan kena pajak dari seorang wajib pajak masih dirasakan kurangnya rasa keadilan  oleh sebagian masyarakat yang beragama Islam yang ada di Negara Indonesia,  dimana mereka sebagai warga negara Indonesia, disamping membayar zakat, juga diwajibkan membayar pajak. Sebagian masyarakat tidak membayar secara maksimal zakat dari harta yang mereka miliki, salah satu sebabnya karena mereka juga diwajibkan membayar pajak (dua tagihan untuk satu objek). Sebagai bahan perbandingan, di Arab Saudi,  Malaysia, Brunai Darussalam dan Pakistan ada diterapkan pelaksanaan kewajiban membayar zakat yang berbeda dengan yang diterapkan di Indonesia. Masyarakat berharap pemerintah mengeluarkan regulasi baru yang mengatur tentang pembayaran zakat mengurangi kewajiban membayar pajak sehingga masyarakat menjadi sangat termotivasi untuk mengeluarkan zakat atas harta benda yang wajib dizakati.key word/ kata kunci : keadilan , zakat, pajak,

Page 1 of 1 | Total Record : 5