cover
Contact Name
Eldha Sampepana
Contact Email
editorjrti@gmail.com
Phone
+625417771364
Journal Mail Official
editorjrti@gmail.com
Editorial Address
Jl. MT. Haryono/ Banggeris No.1, Samarinda 75124 Tel.Fax: (0541) 7771364/ 745431 Whatsapp : 0821 5541 4969
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Riset Teknologi Industri
ISSN : 19786891     EISSN : 25415905     DOI : 10.26578
Jurnal Riset Teknologi Industri (JRTI) adalah jurnal ilmiah yang terbit secara berkala dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Memuat informasi bidang riset Teknologi Industri berupa hasil riset dan Ulasan Ilmiah bidang Perekayasaan Mesin, Pangan, Kimia Industri, Lingkungan dan Teknik Industri. Akreditasi Kemenristekdikti Akreditasi S2 Vol.10 No.1 Tahun 2016 samapi dengan Vol.14 No.2 tahun 2020. p-ISSN : 1978-6891, e-ISSN : 2541-5905.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016" : 9 Documents clear
Aktivitas Antioksidan Fraksi-Fraksi dari Ekstrak Kunyit Putih (Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe) Suroto Hadi Saputra
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4936.45 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2566

Abstract

Conducted research on the antioxidant activity of the extract fractions white turmeric Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe). This study aims to determine the antioxidant activity of the extract fractions of white turmericCurcuma zedoaria (Berg.) Roscoe). The method used in the test is a UV /Vis spectrophotometer 210. Fractions obtained from the fractionation of the strongest based antioxidant activity assay is hexane: ethyl acetate. Results of the highest yield 3.9766 grams, the antioxidant activity of 66%, 1 (one) spot and 0.0517 gram-shaped crystals.ABSTRAKDilakukan penelitian tentang aktivitas antioksidan dari fraksi-fraksi ekstrak kunyit putih (C. zedoaria (Berg.) Roscoe). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi-fraksi dari ekstrak kunyit putih (C. zedoaria (Berg.) Roscoe). Metode yang digunakan dalam pengujiannya adalah UV/Vis 210 spektrofotometer. Dari hari fraksinasi didapat fraksi yang terkuat berdasarkan uji aktivitas antioksidan adalah pelarut heksan: etil asetat. Hasil rendemen tertinggi 3,9766 gram, aktivitas  antioksidan 66%, 1 (satu) buah spot dan berbentuk Kristal 0,0517 gram.Kata kunci: Rendemen, antioksidan, spot, kristalisasi
Analisa Sifat Mekanik dan Struktur Mikro pada Proses Friction Stir Welding Alumunium 5052 Tarmizi Tarmizi; Boy Prayoga
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9704.258 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2562

Abstract

Friction stir welding (FSW) is solid state joining technique or the metal didn’t melt when joining process. This method is used the characteristic of the parent metal has not change. This process is widely used for materials, especially aluminum heat treatment usually must be done first before welding, FSW method invented by The Welding Institute W.Thomas from the welding institute (TWI). Friction stir welding process is used to alumunium 5052 T-0 to form butt joint as much as nine plate. Parameter which varied is pin design form with form triangle, cylinder and cone with screw. The next testing which includes the observation radiography test, tensile test, hardnest test and metallography examination. The results of the study that the variation of the form triangle screw, cylinder screw and cone screw cause hardness value and tensile strength increase and a decrease to triangle screw. Of variation this thesis hardness and tensile strength was highest in cylinder screw as big as 38.27 HV and 120.442 MPa.The microstructure results weld tool 2 (pin cylinder screw) produce finer grain structure than the tool 1 (cone with screw) and the tool 3 (triangle screw).ABSTRAK Friction stir welding  (FSW) adalah proses penyambungan material dengan kondisi solid state atau logam tidak meleleh saat di lakukan penyambungan. Metoda ini digunakan agar karakteristik dari logam induk tidak banyak berubah.  Proses ini banyak digunakan untuk  material khususnya alumunium yang biasanya harus di heat treatment terlebih dahulu sebelum dilakukan pengelasan, metoda FSW ditemukan oleh W.Thomas dari The Welding Institute (TWI). Proses FSW dilakukan pada alumunium seri 5052 T0 dengan bentuk sambungan tumpul sebanyak 9 pelat. Paramter yang divariasikan adalah design bentuk pin dengan bentuk segitiga ulir, silinder ulir dan kerucut ulir. Selanjutnya dilakukan pengujian yang meliputi pengamatan  uji radiografi, uji tarik, uji kekerasan dan pemeriksaan metalografi. Hasil penelitian bahwa dengan variasi bentuk pin segitiga ulir, silinder ulir dan kerucut ulir menyebabkan nilai kekerasan dan kekuatan tarik meningkat serta terjadi penurunan pada pin segitiga ulir. Hasil kekerasan dan kekuatan tarik tertinggi terdapat pada silinder ulir sebesar 38.27 HV dan 120.442 MPa. Struktur mikro hasil lasan  tool 2 (pin silinder ulir) menghasilkan struktur butir yang lebih halus dibandingkan dengan tool 1 (kerucut ulir) dan tool 3 (segitiga ulir).Kata kunci: silinder ulir, segitiga ulir, kerucut ulir 
Pengaruh Jenis Bahan Pengisi terhadap Karakteristik Fisikokimia, Mikrobiologi dan Sensoris Abon Udang (Panaeus indicus) Arba Susanty
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8633.791 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2567

Abstract

The shrimp had higher levels of protein and high biological value. Crustasea is classified as a complete protein. Protein is very susceptible to denaturation, followed by coagulation. Protein coagulation will effect on shrimps texture.  The clumping texture is not preferred by consumers. The addition of filler substances is needed to produce shredded shrimp that have a good quality and texture. The filler subtances can source from oyster mushrom, young jackfruit and banana male bud that have dietary fiber content. The purpose of this study was to know the effect of different fillers to physicochemical, microbiology dan sensory properties. This research used completelyrandomized design with various fiiler substances then analyzed of physiochemical, microbiology and sensory properties. The datawere analyzed using analysis of variance continued with least significant diffrences test to determine the significant differences at 95% confidence level.The results of this study show that different filler substances effect on protein and dietary fiber content of shredded shrimp. The addition of white oyster mushroom produces shredded with the best nutrients: proteins 17.98%, fat 14.03% and dietary fiber 9.70%. Analysis of total plate count meet the quality standar requirement ie below 5,00x 104.  Test of Salmonella sp is negative but yeast/funggi is positive.Sensory evaluation show that the addition of white oyster mushroom on shredded shrimp hasa little clumpy texture to less clumping  with score 3,89. The colour is yellowish brown to brownish yellow with score 3,07. This shreeded shrimps has a good tasty with score 3,73 and flavor has rather smelling shrimps with score 3,00. ABSTRAKUdang memiliki kadar protein dan nilai biologis yang tinggi. Jenis krustase ini  digolongkan sebagai protein lengkap. Protein sangat mudah terdenaturasi oleh suhu tinggi yang diikuti dengan penggumpalan (koagulasi) akibat pemanasan pada proses pengolahan. Sifat penggumpalan protein udang akan menghasilkan tekstur abon udang yang menggumpal dan tidak disukai oleh konsumen, hal ini dapat diatasi dengan penambahan bahan pengisiyaitu dengan menambahkan bahan nabati yang mempunyai serat. Tujuan dari  penelitian ini mengetahui pengaruh jenis bahan pengisi jamur tiram putih, nangka muda dan jantung pisang terhadap karakteristik fisikokimia, mikrobiologi dan sensoris abon udang.Penelitianini menggunakan rancangan acak lengkap dengan faktor jenis bahan pengisi yang berbeda, kemudian dilakukan pengujian sifat fisikokimia, mikrobiologi dan uji sensoris. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis varian dan dilanjutkan uji beda nyata terkecil pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian ini menunjukkan jenis bahan pengisi yang berbeda berpengaruh terhadap kandungan protein dan serat abon udang. Penambahan jamur tiram putih menghasilkan abon dengan kandungan gizi yang terbaik yaitu protein 17,98%, lemak 14,03%, dan serat kasar 9,70%. Hasil analisis angka lempeng total, memenuhi standar syarat mutu abon yaitu dibawah 5,00x 104. Hasil uji Salmonella sp adalah negatif sedangkan kapang khamir positif.Hasil uji sensoris menunjukkan penambahan jamur tiram putihmenghasilkan abon udang dengan tekstur agak menggumpal sampai kurang menggumpal dengan nilai 3,89. Warnanya coklat kekuningan sampai kuning kecoklatan dengan nilai 3,07. Memiliki rasa agak enak sampai enak dengan nilai 3,73 dan beraroma agak berbau udang dengan nilai 3,00.Kata kunci: abon, udang, protein, jamur tiram putih, nangka muda, jantung pisang
Pengaruh Jenis Co-Solvent terhadap Rendemen dan Mutu Biodiesel secara Transesterifikasi In Situ Menggunakan Radiasi Gelombang Mikro Mahlinda Mahlinda; Fitriana Djafar
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6368.011 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2563

Abstract

The main purpose of this research was to observer effect co-solvent type (n-Hexane, chloroform and without co-solvent)  toward yield and quality of biodiesel via in situ transesterification process using microwave irradiation. The process was studied at microwave power 450 watt, reaction time 4 minutes, methanol to seed ratio 25:1 and catalyst concentration 5%. The physicochemical parameters of the biodiesel produced such as viscosity, density and acid value were analysed and compared with the SNI 7182-2012 standard. The experimental result showed the maximum yield biodiesel 78,32% obtained by using co-solvent chloroform.Test result of physicochemical properties (viscosity, density and acid value) of biodiesel products using co solvent n-Hexane, chloroform and without co solvent showed that these products conform to the SNI 7182-2012 standars. The type of co-solvent only affectedon biodiesel yield dan not affected on biodiesel quality (viscosity, density and acid value).  ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pengaruh jenis co-solvent (n-Hexane, chloroform dan tanpa co-solvent) terhadap rendemen dan mutu biodiesel secara trasesterifikasi in situ menggunakan radiasi gelombang mikro. Proses dilakukan pada daya gelombang mikro 450 watt, waktu reaksi 4 menit, perbandingan berat metanol terhadap bahan baku 25:1 dan jumlah katalis 5%. Parameter fisiko kimia dari produk biodiesel seperti viskositas, densitas dan angka asam di analisa dan dibandingkan dengan standar SNI 7182-2012 tentang biodiesel. Hasil penelitian menunjukkan rendemen maksimum biodiesel sebesar 78,32% diperoleh dengan menggunakan co-solvent chloroform. Hasil pengujian  karakteristik fisiko kimia (viskositas, densitas dan angka asam) dari produk biodiesel menggunakan co-solvent n-Hexane, chloroform dan tanpa co-solvent menunjukkan bahwa semua parameter ini masih memenuhi standar SNI 1782-2012 tentang biodiesel. Jenis co-solvent hanya berpengaruh pada rendemen biodiesel dan tidak berpengaruh terhadap mutu biodiesel (viskositas, densitas dan bilangan asam).Kata kunci: co-solvent, in situ transesterifikasi, microwave, rendemen, mutu   
Perancangan dan Pembuatan Alat Bantu Meja Putar untuk Mesin Cnc 4 Axis Hafid Hafid; Tatang Sutisna
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7368.223 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2568

Abstract

The design and manufacturing of the rotary table with the specification Ø 170 mm (6 inches) for CNC machine 4 axis has been done. The objective of manufacturing a rotary table is to increase the efficiency of CNC machine Hardford 4 axis to be above 80% in line machining center CV. IM’s workshop. The engineering methods was taken, consist of: working preparation, manufacturing of working drawing, engineering process, the manufacturing and testing. The prototype has been tested and operated, the resulting of increasing productivity of which were as follows: the process of assembling was increased to be 3 time ( before 1 time) and processing time for a specific case reduced from 5 hours to 3 hours, number of operators for the case of assembling the rotary reduced to 1 person (before 4 persons), safety and security become to be better. The results show increased efficiency of CNC machine Hardford, from under 50% to be above 80%. Based on the economical analysis obtained by the cost of good sold (C.G.S) of the rotary table is IDR 34.060.000. The results presented in this paper is expected to be case study for developing a business of the metal and engineering SMEs domestic to the effort of improving efficiency, quality, productivity and competitiveness in global market.ABSTRAKPerancangan dan pembuatan alat bantu meja putar (rotary table) dengan spesifikasi teknis Ø 170 mm (6 inci) untuk mesin CNC 4 axis telah dilakukan. Tujuan pembuatan rotary table adalah untuk meningkatkan efisiensi mesin CNC Hardford 4 axis di atas 80% pada line machining center Bengkel CV. IM. Metode rancang bangun yang dilakukan, meliputi: persiapan kerja, pembuatan gambar kerja, proses engineering, pembuatan dan uji coba. Prototip tersebut telah diuji coba dan dioperasikan dengan hasil peningkatan produktivitas sebagai berikut: proses pengerjaan bongkar pasang meningkat menjadi 3 kali (sebelumnya 1 kali) dan waktu pengerjaan untuk kasus tertentu berkurang dari 5 jam menjadi 3 jam, jumlah operator untuk kasus bongkar pasang rotary berkurang menjadi 1 orang (sebelumnya 4 orang), keselamatan kerja dan keamanan menjadi lebih baik. Hasil peningkatan berupa efisiensi mesin CNC Hardford 4 axis dari sebelumnya di bawah 50% menjadi di atas 80%. Berdasarkan hasil perhitungan analisis ekonomi diperoleh harga pokok produksi (HPP) alat bantu meja putar adalah sebesar Rp. 34.060.000. Bahasan ini diharapkan menjadi contoh kasus bagi pengembangan usaha IKM logam dan mesin dalam negeri untuk meningkatkan efisiensi, mutu, produktivitas dan keunggulan daya saing di pasar global.Kata kunci: alat bantu meja putar, mesin CNC, harga pokok produksi
Pemanfaatan Limbah Trimming Kulit Pikel sebagai Sumber Gelatin Tipe B Melalui Pencucian Menggunakan Drum Berputar Dona Rahmawati; Sugihartono Sugihartono; Sri Sutyasmi
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7040.676 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2564

Abstract

This study aims to determine the characterization of type B gelatin produced from pickled skintrimming, through the washing using a rotating drum. The base solution used  for partial hydrolysis of pickled skin trimming collagen are sodium hydroxide (NaOH) and potassium hydroxide (KOH). The experimental design applied in this study was CRD non factorial with 3 replications. While the treatment applied in the study was concentration of material for hydrolysis (1 and 2%).  The results showed that hydrolysis with NaOH produced gelatin with a higher yield (37.96 to 46.47 %) than with KOH (35.82 to 42.80 %). The hydrolysis treatment using NaOH solution of 2 % produced gelatin with the best characteristics for the parameters of yield (46.47 %), protein (64 %), ash content (3.38%), water content (7.59%) when compared to other treatments. However, the molecular weight of gelatin produced from hydrolysis using 1-2% NaOH solution (70kDa) is lower than 1-2% KOH solution (100-130 kDa).ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakterisasi gelatin tipe B yang diproduksi dari trimming kulit pikel, melalui pencucian menggunakan peralatan drum berputar. Jenis basa yang digunakan untuk hidrolisis parsial kolagen trimming kulit pikel adalah Natrium Hidroksida (NaOH) dan Kalium Hidroksida (KOH). Desain penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial dengan 3 kali ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah konsentrasi bahan hidrolisis (1 dan 2%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hidrolisis dengan NaOH menghasilkan gelatin dengan rendemen (37,96 - 46,47%) lebih tinggiapabila dibandingkan denganKOH (35,82 - 42,80%). Perlakuan hidrolisis menggunakan larutan basa NaOH 2% menghasilkan gelatin dengan karakteristik terbaik untuk parameter rendemen (46,47%), protein (64%), kadar abu (3,38%), kadar air (7,59%)apabila dibandingkan perlakuan lainnya. Namun demikian bobot molekul gelatin yang dihasilkan dari hidrolisis menggunakanlarutan basa NaOH 1-2% (70kDa) lebih rendah dari larutan basa KOH 1-2% (100-130 kDa).Kata kunci: basa, gelatin tipe B, kulit pikel, limbah
A Review on Recent Researches of Morinda Citrifolia, L. (Noni) as Functional Foods and Medical Herbs Agus Sudibyo; Tiurlan F. Hutajulu
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11944.445 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2569

Abstract

Morinda Citrifolia, L.  known as Noni or Mengkudu is planting belonging to the family of Rubiaceae. A number of major components have been identified in leaves, roots, fruits of Noni plant, such as scopoletin, octanoic acid, vitamin C, iridoid, terpenoids, alkaloids, anthraquinones, beta-sitosterol, carotene, vitamin A, flavone glycosides, alizarin, amino acids, acubin, austin, caproic acid, caprylic acid and putative procyonine. Its use as a botanical dietary supplement has grown tremendously in recent years. The results of epidemiological studies suggest that the Noni consumption may help prevent several chronic diseases, including cancer disease, cardiovascular disease, type 2 diabetes mellitus, heart disease, artherosclerosis, blood vessel problem, gastric ulcer, drug addiction, muscle ached and pein. Several studies have also demonstrated anti-inflammatory, antioxidant, antimicrobial, analgesic, and immunologicalactivity. Based on a toxicological assessment, Noni juice was considered as safe. Although, a large number of in vitro and to a certain extent, and in vivo studies demonstrated a range potentially beneficial effects, clinical information data are still lacking completely. Therefore, to what extent the information findings from experimental pharmacological studies is not complete at present, so this article reviews potential health benefits for consumptions, its biological effects and looking for a new informationthat needs to be explored in detail before a recommendation can be madeABSTRAKMorinda citrofolia, L (mengkudu) merupakan jenis tanaman yang termasuk dalam golongan Rubiaceadan buahnya dikenal dengan nama Noni atau mengkudu. Beberapa komponen utama dalam tanaman tersebut telah diidentifikasi, mulai dari bagian akar, daun, dan buah, seperti kandungan scopoletin, asam oktanoad, vitamin C, iridoid, terpenoid, alkaloid, anthraquinon, beta-sitosterol, karotene, vitamin A, flavon glikosida, alizarin, asam amino, acubin, austin, asam kaproat, asam kaprilat dan putativ prokseronin. Buah tersebut akhir-akhir ini telah sukses banyak dimanfaatkan sebagai diet suplemen. Hasil studi secara epidemiologi menyatakan bahwa konsumsi mengkudu dapat membantu mencegah beberapa penyakit kronis, seperti penyakit kanker, kardiovaskular, diabetes tipe 2, penyakit jantung, artherosklerosis, masalah pembuluh darah, pencernaan, dan sakit otot. Beberapa studi juga menunjukkan bahwa mengkudu dapat berfungsi sebagai anti inflamasi, antioksidan, antimikroba, analgesik, dan bersifat immunlogis.Berdasarkan kajian secara toksikologi, buah dan jus mengkudu dinyatakan aman untuk dikonsumsi.  Penelitian secara in vitro pada beberapa jenis penyakit tertentu sedang diperluas, dan penelitian secara in vivo menunjukkan bahwa mengkudu mempunyai rentang potensi pengaruh yang baik bagi kesehatan, meskipun data informasinya secara klinis kurang lengkap. Oleh karena itu, untuk mengetahui apa yang sudah ditemukan dari hasil penelitian secara farmalogis yang belum lengkapsaat ini, maka dalam tulisan ini membahas potensi keuntungan kesehatan bila dikonsumsi, pengaruh biologinya dan pencarian informasibaru yang  perlu dikaji lebih rinci sebelum rekomendasi ditetapkan.Kata kunci: Mengkudu (Morinda citrifolia, L), pangan fungsional, rempah medis. 
Pemanfaatan Ekstrak Abu Sabut Kelapa (Soda Abu) sebagai Pengenyal Mie Basah Fahri Ferdinand Polii
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8637.428 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2565

Abstract

Utilization of ash extract coir (soda ash) as chewy wet noodle has done the research to find out the purpose of the composition, and properties of soda ash from coconut husk, as chewy a wet noodle. Soda ash  extracted from copra fogging units around Manado city is then extracted with water 1:1 b/v, then the fluid extract (filtrate), dried up to gained the Crystal solid colored Crystal-shaped whitish until creamy. Soda ash research results contain a compound of sodium and potassium carbonate. Soda ash is added to process wet noodles as much as 0.00%-2% b/b. observations showed the higher concentration of soda ash is added will increase the value of organoleptik wet noodles. The use of 5oBe soda ash solution (0.98% in product) a wet noodle producing ashes favored by panelists (consumer) i.e. value = 2.9, taste texture = 3.2, color = 3.0. Chemical test results 5.20% protein, contains no boraks. Soda ash extracted from the ashes of coir-burning can be used as ingredients in the manufacture of chewy  wet noodle that is safe for consumption.ABSTRAKPemanfaatan ekstrak abu sabut kelapa (soda abu) sebagai pengenyal mie telah dilakukan  Tujuan penelitian ini untuk mengetahui komposisi, dan sifat-sifat soda abu dari sabut kelapa, sebagai bahanpengenyal  mie basah.Abu sabut kelapa  diambil dari unit pengasapan kopra di sekitar Kota Manado kemudian diekstrak dengan air 1:1 b/v, kemudian cairan  ekstrak (filtrate), dikeringkan hingga diperoleh hablur padat berbentuk kristal  berwarna keputih-putihan hingga krem. Soda abu hasil penelitian mengandung senyawanatrium dan kalium karbonat. Soda abuyang ditambahkan untuk memproses mi basah sebanyak 0,00%  - 2 % b/b. Hasil pengamatan  menunjukkan semakin tinggi konsentrasi soda abu yang ditambahkan akan meningkatkan nilai  organoleptik mie basah. Penggunaan larutan 5oBe  soda abu (0,98 % dalam produk) abumenghasilkan mie basah yang disukai oleh panelis(konsumen) yakni nilai tekstur=2,9, rasa=3,2, warna=3,0. Hasil uji kimia kadar protein 5,20 %, tidak mengandung boraks. Soda abu yang diekstrak dari abu pembakaran sabut kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengenyal pada pembuatan mie basah yang aman dikonsumsi.Kata kunci: sabut kelapa,soda abu, mie basah, organoleptic. 
Pengaruh Klorida pada Logam (Ag, Pb, Hg, Fe, Cr, Ni, Zn) terhadap Sedimentasi di Kolam Equalisasi Ipal Handaru B Cahyono; Nurul Mahmida A; Rieke Yuliastuti
Jurnal Riset Teknologi Industri VOL 10 NO.2 DESEMBER 2016
Publisher : Balai Riset dan Standardisasi Industri Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (9519.433 KB) | DOI: 10.26578/jrti.v10i2.2561

Abstract

The impact from chloride ions to metal cations Ag, Pb, Hg, Fe, Cr, Ni and Zn contained in wastewater equalization pool WWTP of product quality testing laboratory has been studied.Chloride is able to form a suspension and precipitate contaminant metals such as silver (Ag), lead (Pb) and Mercury (Hg) in the acid environment with pH <3. But this does not applicable to metals such as iron (Fe), chromium (Cr), nickel (Ni) and Zinc (Zn).Removal of Ag reached 99.83%, with an initial concentration of about 37.739 mg / L, while Pb and Hg respectively is 70.27% with an initial concentration of approximately 0.381 mg / L and 81.62% with an initial concentration of approximately 2.061 mg Hg / L on the concentration of chlorides in wastewater of about 22,835 mg / L.That reaction forming suspended solid about 584 mg / day and then join with a solid suspension from compound / other material form, so the Total Suspended Solid (TSS) is estimated at 30,295,4 mg / day.TSS will form a sludge at the bottom of the pool equalization so that potentially degrade the performance of the WWTP. Sludge removal process should be performed at least 1 (one) within a period of 7 to 10 months assuming an equalization capacity of 1 - 1.5 m3, so the effectiveness of the WWTP performance can be maintained.ABSTRAKTelah dilakukan penelitian pengaruh ion klorida terhadap kation logam Ag, Pb, Hg, Fe, Cr, Ni dan Zn yang terdapat pada limbah cair dalam kolam Equalisasi IPAL laboratorium uji kualitas produk.  Klorida mampu membentuk suspensi dan mengendapkan cemaran logam seperti Perak (Ag), Timbal (Pb) dan Merkuri (Hg) pada suasana asam dengan pH<3. Namun hal ini tidak berlaku untuk logam seperti Besi (Fe), Chrom (Cr), Nikel (Ni), dan Zink (Zn). Pengurangan logam Ag mencapai 99,83 %  dengan konsentrasi awal sekitar 37,739 mg/L sedangkan logam Pb dan Hg berturut-turut adalah 70,27% dengan konsentrasi awal sekitar 0,381 mg/L dan 81,62% dengan konsentrasi awal Hg sekitar 2,061 mg/L pada konsentrasi Klorida dalam limbah cair sekitar 22.835 mg/L.Suspendedsolidyang terbentuk dari reaksi tersebut adalah 584 mg/hari dan bergabung dengansuspensi solid yang terbentuk dari senyawa/material lain, sehingga Total Suspended Solid (TSS) diperkirakan sebesar 30,295,4 mg/hari. TSS tersebut akan membentuk lumpur pada dasar kolam ekualisasi sehingga berpotensi menurunkan kinerja IPAL. Proses pengangkatan lumpur harus dilakukan minimal 1 (satu) kali dalam kurun waktu 7 hingga 10 bulan dengan asumsi kapasitas kolam equalisasi 1 – 1,5 m3, sehingga efektifitas kinerja IPAL dapat terjaga.Kata kunci: IPAL laboratorium, klorida, padatan tersuspensi, pengendapan

Page 1 of 1 | Total Record : 9