cover
Contact Name
Jurnal Sasindo Unpam
Contact Email
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal_sasindo@unpam.ac.id
Editorial Address
Fakultas Sastra Universitas Pamulang, Jalan Raya Puspiptek, Buaran, Kec. Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Banten 15310
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Sasindo Unpam
Published by Universitas Pamulang
Core Subject : Education,
Jurnal Sasindo Unpam merupakan media publikasi penelitian dan kajian pemikiran bidang Sastra, Linguistik, dan kegiatan lainnya yang relevan. Diterbitkan oleh Prodi Sastra Indonesia Universitas Pamulang
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM" : 6 Documents clear
PERGULATAN IBU DAN GADIS KECIL MISKIN DALAM MERAIH PENDIDIKAN (Sebuah Pendekatan Feminisme dalam Novel Ma Yan) Didah Nurhamidah
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Analisis dalam kajian ini adalah bertujuan untuk mendeskripsikan aspek-aspek feminisme yang dikaji dalam tokoh yaitu Ma Yan dan ibunya Bai Juhua dalam novel Ma Yan karya Sanie B. Kuncoro serta nilai-nilai pendidikan yang ditanamkan oleh tokoh tersebut. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan bidang kajian sastra. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis isi, menganalisis isi novel berupa kata-kata atau kalimat dalam novel dengan menggunakan pendekatan feminisme. Pemasalahan yang di hadapi dari kisah novel Ma Yan menyangkut tridisi patriarki yang sangat melekat dan sulit untuk dilepaskan, serta perjuangan seorang gadis kecil dan ibunya dalam mendapatkan pendidikan dalam tradisi patriarkat. Kata Kunci: Ma Yan, Novel, kualitatif, Feminisme, pendidikan
ANALISIS FRASE PREPOSISIONAL DALAM MAJALAH BOBO “MISTERI KARTU UCAPAN Lutfii Syauk Faznur
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Analisis dalam kajian ini menggunakan dongeng yang ada di dalam majalah bobo yang berjudul “Misteri Kartu Ucapan”. Analisis ini difokuskan untuk melihat frase preposisional secara pribadi yang bertujuan untuk mendeskripsikan aspek-aspek yang ada di dalam frase preposisional. Aspek yang diteliti dalam analisis ini mencangkup fungsi yang terdapat dalam frase preposisional, elemen-elemen yang membentuk frase preposisional serta distribusi posisi yang terdapat dalam frase preposisional. Data frase preposisional yang terdapat dalam novel sebanyak 13 frase preposisi dari 52 klausa. Analisis yang peneliti lakukan telah membuktikan bahwa frase preposisi dapat dibentuk yang mempresentasikan nomina, tempat atau lokasi dan proses. Serta beberapa penemuan di antaranya Frase preposisional dasar  untuk yang merepresentasikan proses, data Frasa Preposisional Gabungan  seperti di bawah yang menyatakan lingkup situasi tempat, menggunakan gabungan preposisi ‘di’ dan ‘bawah’. Termasuk preposisi gabungan yang terdiri dari preposisi dan preposisi. Beberapa frase preposisi gabungan yang menunjukkan bahwa frase preposisi gabungan dapat dibentuk dari preposisi + adverbia + preposisi + verba. Kata Kunci: frase, preposisional, fungsi, elemen, distribusi posisi 
WAWASAN ALQURANTENTANGAMTHA M. Wildan .
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Alquran kitab suci bagi umat Islam.Di dalamnya membincangkan seluk-beluk kehidupan duniawi dan ukhrawi.Di samping tidak terkecuali turut serta memuat ayat-ayat amtha>l (perumpamaan) sebagai bentuk komunikasi literal khaliq kepada makhluq-Nya.Di antara tujuan kehadirannya menyingkapkan hakikat dan mengemukakan sesuatu yang tidak tampak menjadi tampak. Kata Kunci: Alquran, Amtha>l, duniawi, ukhrawi, dan perumpamaan
IKONISITAS JILBAB APRIL JASMINE Rina Andriani
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai jilbab yang menjadi tren kekinian. Sebagaimana yang telah diketahui jilbab adalah representasi perempuan muslim. Jilbab digunakan untuk menutup aurat (rambut) yang menjadi syariat umat Islam. Pada masa orde baru pemakaian jilbab sempat mendapat diskriminasi dari berbagai pihak, seperti bidang politik, dunia kerja, sehingga ada berbagai lembaga sekolah yang menyarankan bagi kaum perempuan untuk tidak menggunakan jilbab. Penggunaan jilbab pada masa orde baru sangat terbatas karena beberapa faktor yang memengaruhinya, rasa saling menghargai antara umat beragama belum ditanamkan sebagai mana mestinya, mitos yang berkembang bahwa menggunakan jilbab merupakan sebuah kefanatikan terhadap agama. Tetapi berbeda halnya dengan sekarang, pemakaian jilbab tidak mendapat sorotan negatif dari berbagai khalayak umum, dan orang sudah mulai banyak yang menggunakannya. Namun, dari masa ke masa penggunaan Jilbab mulai berubah. Jilbab diidentikan dengan style modern, fasionable, sehingga tidak monoton dan kuno ketika memakainya. Orang yang mengenakan Jilbab bisa memiliki style yang berbeda-beda sehingga masih tetap gaya dan modis. Maka, penelitian ini mengkaji mengenai foto selebritis yang menjadi ikon jilbab kekinian yaitu April Jasmine dengan menggunakan analisis semiotik  Roland Barthes mengenai mitos (konotasi-denotasi) dan ikonisitas Saussure, kemudian tidak terlepas dari gesture foto April. Untuk menganalisis makna dari simbol-simbol visual pada jilbab modis, tanda mewakili konsep-konsep, ide, dan perasaan dalam cara tertentu sehingga memungkinkan orang lain untuk membaca, menyandi balik, atau menafsirkan makna dalam cara yang kira-kira sama dengan yang dilakukan oleh si pemilik pesan. Langkah-langkah yang dilakukan dalam menganalisis data adalah  menampilkan data yang berupa foto April Jasmine yang memakai Jilbab. Tujuan penelitian ini meneliti mitos yang ada pada masyarakat ketika memakai ‘Jilbab April’, meneliti foto jilbab selebritis sebagai ikon bahwasanya seorang perempuan yang menggunakan jilbab seperti yang digunakan oleh April Jasmine tampil modis dan cantik. Hal tersebut tidak terlepas dari pemilihan warna dan model Jilbab yang sesuai.  Kata Kunci: Ikonitas, Jilbab, April Jasmine
PENGARUH HAMZAH FANSURI TERHADAP BAHASA DAN SASTRA MELAYU Zamzam Nurhuda
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Sejarah membuktikan betapa besar kaitannya antara Nusantara dengan proses islamisasi. Hal ini bisa dibuktikan banyaknya kebudayaan-kebudayaan Islam yang menjadi bagian kebudayaan Nusantara atau lebih jelas lagi kebudayaan-kebudayaan tersebut menjadi pola hidup dan rujukan bagi sebagian masyarakat yang bermukim di wilayah Nusantara. Salah satu sisi budaya yang dapat menjadi kiblat di Nusantara adalah dari aspek bahasa. Bahasa Melayu yang begitu memiliki peran besar di Nusantara menjadi salah satu bahasa yang dapat menjadi lingua franca (bahasa penghubung), bahasa Melayu merupakan bahasa yang menjadi rujukan masyarak Nusantara. Islamisai dalam konteks bahasa bisa kita lihat banyaknya kosakata bahasa Arab yang digunakan dan menjadi bagian dari bahasa Melayu, sehinga pada masa keemasannya muncul sastra Ilsam yang begitu menyita perhatian masyarakat Nusantara. Tentunya banyak tokoh-tokoh yang andil dalam proses islamisai bahasa dan sastra Melayu tersebut, salah satunya adalah Hamzah Fansuri.  Kata Kunci: Hamzah Fansuri, bahasa melayu, sastra Melayu. 
KAJIAN TINDAK TUTUR PEDAGANG SUVENIR DI PANTAI PANGANDARAN BERDASARKAN PERSPEKTIF GENDER (Tinjauan Sosiolinguistik) Tri Pujiati; Rai Bagus Triadi
Jurnal Sasindo UNPAM Vol 4, No 1 (2016): SASINDO UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.276 KB) | DOI: 10.32493/sasindo.v4i1.%p

Abstract

Penelitian ini mengkaji aspek sosial berupa gender dikaitkan dengan penggunaan bahasa dalam kehidupan sosial. Penelitian ini akan menelusuri adanya perbedaan penggunaan bahasa antara pria dan wanita.  Penelitian ini mengkaji tindak tutur pedagang di Pantai Pangandaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan (1) bentuk tuturan pedagang suvenir pria saat menjajakan barang dagangannya di Pantai Pangandaran, (2) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita saat menjajakan barang dagangannya di Pantai Pangandaran, (3) bentuk tuturan pedagang suvenir pria pada saat proses tawar menawar di Pantai Pangandaran, (4) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita pada saat proses tawar menawar di Pantai Pangandaran, (5) bentuk tuturan pedagang suvenir pria pada saat proses deal harga dengan pembeli di Pantai Pangandaran, (6) bentuk tuturan pedagang suvenir wanita pada saat proses deal harga  dengan pembeli di Pantai Pangandaran, dan (7) perbedaan bentuk tuturan pedagang suvenir pria dan wanita pada pada saat transaksi jual beli di Pantai Pangandaran. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data berupa tuturan dari pedagang suvenir di Pantai Pangandaran, Jawa Barat. Teknik pengumpulan data melalui teknik observasi dan teknik rekam. Data pada penelitian ini diambil pada bulan Desember 2015.Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) pedagang laki-laki cenderung kurang aktif dalam menyapa pembeli, (2) pedagang wanita lebih aktif menawarkan barang dagangannya kepada pembeli, (3) pedagang laik-laki cenderung bertahan dengan harga yang ia tawarkan dan pandai untuk bernegosiasi, (4) pedagang wanita cenderung fleksibel dan mau memberikan diskon kepada pembeli, (5) ada beberapa pedagang pria yang sepakat dengan harga yang ditawarkan dan ada beberapa yang tidak sepakat. Kesepakatan harga biasanya terjadi karena penjual pria menurunkan harga, (6) pedagang wanita relatif lebih mudah mencapai kata sepakat, (7) pedagang wanita cenderung lebih berusaha menarik calon pembeli dengan menggunakan kata sapaan sedangkan pedagang pria menunggu respon calon pembeli untuk bertanya terlebih dahulu. Dalam tawar menawar, pedagang pria lebih berani mempertahankan harga sedangkan pedagang wanita lebih fleksibel. Pada bentuk tuturan kesepakatan terkadang pedagang pria sepakat dengan harga yang ditawarkan dan ada yang tidak sepakat. Berbeda dengan pedagang wanita yang berhasil mencapai kesepakatan, hal ini diakibatkan karena pedagang wanita lebih fleksibel dalam hal tawar menawar dengan calon pembeli.  Kata Kunci: gender, tindak tutur, pedagang suvenir  

Page 1 of 1 | Total Record : 6