cover
Contact Name
Fikriman
Contact Email
jurnalagrosains@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalagrosains@gmail.com
Editorial Address
Kampus A, Fakultas Pertanian, Universitas Muara Bungo Jalan Pendidikan, Sungai Binjai, Kec. Batin III, Kabupaten Bungo, Jambi 37211
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
JAS (Jurnal Agri Sains)
ISSN : -     EISSN : 25810227     DOI : 10.36355/jas
Core Subject : Agriculture,
JAS (Jurnal Agri Sains) adalah open access jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo. JAS menerbitkan hasil penelitian original, skripsi, tesis dan review artikel dalam bidang sosial ekonomi pertanian dan agribisnis. JAS juga menerima karya ilmiah dari luar sepanjang memenuhi kriteria terbitan ini. Penulis diharapkan mengirimkan karya tulisnya yang belum pernah dipublikasikan. Ruang lingkup JAS mencangkup bidang agribisnis, tetapi tidak terbatas pada bidang berikut: pengembangan bisnis, pembangunan dan pengembangan masyarakat, koperasi agribisnis, serta komputerisasi dan multimedia dalam bidang pertanian
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2: Desember 2019" : 10 Documents clear
PERENCANAAN PENGEMBANGAN KAWASAN BERBASIS PEMBERDAYAAN Review and Perspectives Fery Murtiningrum; Hefri Oktoyoki
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.290

Abstract

Perencanaan sebuah kawasan sangat penting sebagai dasar untuk melakukan suatu kegiatan pembangunan. Perencanaan adalah suatu upaya dalam memilih dan menghubungkan fakta- fakta dan membuat serta menggunakan asumsi - asumsi mengenai masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan - kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang dinginkan (Susanto, 2016). Kabupaten Rejang Lebong adalah salah satu Kabupaten di Provinsi Bengkulu yang masuk di dalam zona untuk pengembangan kawasan agribisnis Kopi.Perencanaan untuk pengembangan kawasan kopi di susun oleh Pemerintah Provinsi Bengkulu.Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep yang berkaitan dengan perencanaan kawasan berbasis pemberdayaan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan berdasarkan kajian literaturBerdasarkan hasil analisis kajian menunjukkan bahwa agar perencanaan yang telah di susun oleh Pemerintah untuk mencapai sasaran, maka penting dalam proses perencanaan tersebut untuk melibatkan secara aktif masyarakat yang menjadi bagian dari perencanaan. Penelitian ini berdasarkan review falsafah atau konsep perencanaan di jurnal jurnal penelitian, literaturebuku, laporan nasional, regional dan organisasi internasional, thesis,  prosiding seminar dan lainnya.Teori teori utama yang digunakan adalah konsep perencanaan, pembangunan, kawasan, dan pemberdayaan.yang di jadikan dasar pembangunan berdasarkan pemberdayaan perlu mendapatkan perbaikan dengan mengikutsertakan secara aktif objek yang menjadi sasaran perencanaan untuk bisa aktif menjadi subjek dari perencanaan itu sendiri.Kata kunci: kawasan, pembangunan, pemberdayaan masyarakat, perencanaan, ABSTRACTPlanning an area is very important as a basis for carrying out a development activity. Planning is an effort in selecting and linking facts and making and using assumptions about the future by describing and formulating the activities needed to achieve the desired outcome (Susanto, 2016). Rejang Lebong Regency is one of the Regencies in Bengkulu Province that is included in the zone for the development of the Coffee Agribusiness area. Planning for the development of the coffee area was arranged by the Bengkulu Provincial Government. This study aims to examine the concepts related to regional planning based on community empowerment. The research method used is based on a literature review.Based on the results of the analysis of the study shows that In order for the Planning that has been prepared by the Government to achieve the target, it is important in the planning process to actively involve the people who are part of the plans made. This research is based on a review of the philosophy or concept of planning in research journals, book literature, national, regional and international organization reports, theses, seminar proceedings and others. The main theories used are the concepts of planning, development, area, and empowerment. The basis of development based on empowerment needs to be improved by actively involving the objects that are the targets of planning to be actively involved in the planning itself.Keywords: region, development, community empowerment, planning.
ANALISIS KOMPARASI TINGKAT PENDAPATAN PETANI KARET GAPOKTAN BERKAH BASAMO DAN NON GAPOKTANDALAM MEMASRKAN BOKARDI KECAMATAN GUNUNG TOAR KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Desvo Saputra; Meli Sasmi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.295

Abstract

Penelitian ini bertujan untuk mengetahui besarnya penerimaan, pendapatan dan efisiensi petani karet Gapoktan Berkah Basamo dan Non Gapoktan di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi.Penentuan tempat penelitian dilakukan secara sengaja (purposive) di Kecamatan Gunung Toar Kabupaten Kuantan Singingi, karena mata pencarian masyarakat di Kecamatan Gunung Toar Pada umumnya merupakan petani karet.Secara ekonomis lokasinya berdekatan dengan tempat tinggal penulis dan sarana transportasi lancar.Metode analisis yang digunakan adalah metode wawancara, observasi dan pencatatan. Rata-rata biaya produksi pada petani karet Gapoktan Berkah Basamo di Desa Lubuk Terentang sebesar Rp.84,671,- /proses produksi dan rata-rata biaya produksi pada petani karet Non Kelompok di Desa Lubuk Terentang sebesar Rp. 84,928,- /proses produksi.. Sedangkan penerimaan pada petani karet Gapoktan Berkah Basamo sebesar Rp. 833,793,-/proses produksi dan rata-rata penerimaan pada petani karet Non KelompoksebesarRp.619,545,-/proses produksi. Sehingga didapat rata-rata pendapatan bersih pada petani karet Gapoktan Berkah Basamo sebesar Rp.749,122,-/proses produksi dan rata-rata pendapatan bersih pada petani karet Non Kelompok sebesar Rp.534,617,-/proses produksi. Petani karet di Desa Lubuk Terentang efisien karena menurut kriteria RCR >1 dengan nilai efisien pada Gapoktan Berkah Basamo adalah 9.83 dan efisiensi pada Non Kelompok adalah 7.26, dan dilakukan uji beda pada biaya produksi, pendapatan dan efisiensi secara statistic tidak berbeda nyata. Kata kunci : Pendapatan; Pemasaran Bokar; Gapoktan dan Non Gapoktan ABSTRAK             This study aims to determine the amount of revenue, income and efficiency of Gapoktan Berkah Basamo and Non Gapoktan rubber farmers in Gunung Toar District, Kuantan Singingi Regency. Determination of the place of research carried out intentionally (purposive) in the District of Gunung Toar, Kuantan Singingi Regency, because the livelihoods of the people in Gunung Toar District are generally rubber farmers. Economically the location is close to the author's residence and means of transportation smoothly. The analytical method used is the method of interview, observation and recording. The average production cost for Gapoktan Berkah Basamo rubber farmers in Lubuk Terentang Village is Rp. 84,671 / production process and the average production cost for Non-group rubber farmers in Lubuk Terentang Village is Rp. 84,928.- / production process .. While the acceptance to Gapoktan Berkah Basamo rubber farmers is Rp. 833,793, - / production process and average acceptance of non-group rubber farmers as much as Rp. 619,545, - / production process. So that the average net income obtained by Gapoktan Berkah Basamo rubber farmers is Rp. 749,122 / production process and the average net income for non-group rubber farmers is Rp. 534,617, - / production process. Rubber farmers in Lubuk Terentang Village are efficient because according to RCR criteria> 1 the efficient value in the Basamo Gapoktan Berkah is 9.83 and the efficiency in Non-Groups is 7.26, and different tests on production costs, income and efficiency are not statistically significantly different. Keywords: Income; Bokar Marketing; Gapoktan and Non Gapoktan
ANALISIS EFEKTIVITAS KELOMPOK TANI DI DESA PULAU TENGAH KECAMATAN JANGKAT KABUPATEN MERANGIN Etria Hayanti; Evo Afrianto; Isyaturriyadhah Isyaturriyadhah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.291

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui tingkat efektivitas kelompok tani, tingkat faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani  dan untuk mengetahui hubungan antara tingkat faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani dengan tingkat efektivitas kelompok tani di Desa Pulau Tengah Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin.                Metode penelitian dalam penelitian ini  untuk mengetahui tingkat efektivitas kelompok tani dan tingkat faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani di Desa Pulau Tengah Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin dilakukan dengan analisis deskriptif melalui scoring dengan menggunakan Skala Likert. Sedangkan untuk mengetahui hubungan antara tingkat faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani dengan tingkat efektivitas kelompok tani di Desa Pulau Tengah Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin, dianalisis secara statistik non parametrik dengan megunakan Uji Koefisien Rank Spearman.                Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas kelompok tani di Desa Pulau Tengah Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin menunjukkan berada dalam kategori tinggi yaitu produktivitas kelompok, kepuasaan anggota kelompok, semangat kelompok. Dan tingkat faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani menunjukkan dalam kategori tinggi yaitu kepemimpinan kelompok, kehomogenan kelompok, waktu pertemuan kelompok, fungsi tugas kelompok, tingkat penguasaan materi oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan). Sedangkan hubungan antara tingkat faktor-faktor yang mempengaruhi efektitas kelompok tani dengan tingkat efektivitas kelompok tani menunjukkan hubungan positif dimana  ada hubungan antara tingkat faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas kelompok tani dengan tingkat efektivitas kelompok tani di Desa Pulau Tengah Kecamatan Jangkat Kabupaten Merangin.Kata Kunci : Efektivitas, Kelompok Tani. ABSTRACT                 This study was conducted to determine the level of effectiveness of farmer groups, the level of factors that affect the effectiveness of farmer groups and to determine the relationship between the level of factors that affect the effectiveness of farmer groups with the level of effectiveness of farmer groups in Pulau Tengah Village, Jangkat District, Merangin District.                The research method in this study was to determine the level of effectiveness of farmer groups and the level of factors that influence the effectiveness of farmer groups in Pulau Tengah Village, Jangkat District, Merangin District, which was carried out by descriptive analysis through scoring using a Likert Scale. Meanwhile, to find out the relationship between the level of factors that influence the effectiveness of farmer groups and the level of effectiveness of farmer groups in Pulau Tengah Village, Jangkat District, Merangin District, statistically non-parametric analysis using Spearman Rank Coefficient Test.                The results showed that the level of effectiveness of farmer groups in Pulau Tengah Village, Jangkat District, Merangin District showed that they were in the high category of group productivity, group member satisfaction, group spirit. And the level of factors that influence the effectiveness of farmer groups shows in the high category of group leadership, group homogeneity, group meeting time, group task function, level of mastery of the material by PPL (Field Agricultural Extension). While the relationship between the level of factors that affect the effectiveness of farmer groups with the level of effectiveness of farmer groups shows a positive relationship where there is a relationship between the level of factors that affect the effectiveness of farmer groups with the level of effectiveness of farmer groups in Pulau Tengah Village, Jangkat District, Merangin District.Keywords: Effectiveness, Farmer Group.
ANALISIS USAHA AGROINDUSTRI KERIPIK TEMPEDI DESA SUMBER DATAR KECAMATAN SINGINGIKABUPATEN KUANTAN SINGINGI (Studi Kasus Pada Usaha Keripik Tempe Djokam) Febry Nugroho; Jamalludin Jamalludin; Elfi Indrawanis
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.296

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Desa Samber Datar Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi, Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pendapatan, efesiensi usaha R/C dan untuk mengetahui BEP produksi dan BEP harga pada usaha Agroindustri Keripik Tempe Djokam di Desa Sumber Datar Kecamatan Singingi Kabupaten Kuantan Singingi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pendapatan keripik tempe djokam Rp 425.327/produksi dengan total biaya yang dikeluarkan sebesar Rp 574.673, yang terdiri dari biaya tetap dan biaya tidak tetap, nilai R/C sebesar 1,74, artinya setiap biaya yang dikeluarkan 1 rupiah maka diperoleh penerimaan sebesar 1,74 rupiah atau keuntungan sebesar 0,74 rupiah dan Break Even Poin produksi dengan total biaya sebesar Rp 574,673, maka harus memproduksi sebanyak 11,49 Kg dengan harga jualnya Rp 50.000, agar mencapai titik impas. Break Even Poin harga  dengan biaya sebesar Rp 574.673 maka Agroindustri Keripik Tempe harus memproduksi sebanyak 20 Kg dengan harga jual sebesar Rp 28.733, supaya mencapai titik impasnya.Kata Kunci : Agroindustri; Keripik Tempe; Pendapatan; R/C Ratio; BEP ABSTRACTThis research was conducted in Samber Datar Village, Singingi Subdistrict, Kuantan Singingi District. This study aims to determine the amount of revenue, efficiency of the R / C business and to determine the production BEP and price BEP in the Agroindustry of Tempe Djokam chips in Sumber Datar Village, Singingi District, Kuantan Singingi District. The results of this study indicate that the income of tempe chips djokam Rp 425,327 / production with a total cost incurred in the amount of Rp 574,673, consisting of fixed costs and variable costs, R / C value of 1.74, meaning that each cost incurred 1 rupiah is obtained revenue of 1.74 rupiahs or profit of 0.74 rupiahs and Break Even Points of production with a total cost of Rp 574,673, it must produce as much as 11.49 kg with a selling price of Rp 50,000, in order to break even. Break Even Price point at a cost of Rp 574,673 then the Tempe Chips Agroindustry must produce 20 kg with a selling price of Rp 28,733, in order to break even.Keywords: Agro-industry; Tempe Chips; Revenue; R / C Ratio; BEP
PENGARUH PENGEMBANGAN USAHA GAPOKTAN TERHADAP KEBERHASILAN PROGRAM PUAP DI KECAMATAN BENAI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI Zulfan Hendri; Mahrani Mahrani; Meli Sasmi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.292

Abstract

Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui pengembangan usaha Gapoktan dalam mengembangkan program PUAP di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi, Untuk mengetahui tingkat keberhasilan Gapoktan terhadap program PUAP di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi, dan Untuk mengetahui pengaruhpengembangan usaha Gapoktan terhadap keberhasilan (outcome)program PUAP di Kecamatan Benai Kabupaten Kuantan Singingi.Penelitian dimulai pada bulan April 2019 sampai bulan Juli 2019.Penelitianinidilakukanterhadap anggota kelompoktani yang tergabung ke dalam Gapoktan  yang masuk kedalam daftar penerima dana PUAP. Hasil penelitian menunjukan analisis Pengembangan usaha Gapoktan di Kecamatan Benai dinilai tidak baik oleh anggota Gapoktan penerima dana program PUAP hal ini dapat dilihat dari hasil rata-rata sebesar 2,3 yang termasuk kedalam kategori tidak baik, Keberhasilan program di Kecamatan Benai dinilai oleh anggota Gapoktan PUAP tidak baik atau Gapoktan tidak mampu untuk mengelolah dan PUAP supaya berhasil.  Hal ini juga dapat dilihat dari hasil rata-rata sebesar 2,4yang termasuk kedalam kategori tidak baik dan pengembangan usaha Gapoktan (X) berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan program PUAP (Y).Kata kunci : Keberhasilan PUAP, Pengembangan Usaha Gapoktan, Uji Regresi ABSTRACTThis study aims to determine the Gapoktan business development in developing PUAP programs in Benai District, Kuantan Singingi District, To find out the level of success of Gapoktan to the PUAP program in Benai District, Kuantan Singingi District, and to determine the effect of Gapoktan business development on the success of the PUAP program in the District Benai Kuantan Singingi Regency. The study began in April 2019 until July 2019. This study was conducted on farmer group members who are members of the Gapoktan who are included in the list of recipients of PUAP funds. The results showed an analysis of Gapoktan business development in Benai Subdistrict was considered not good by Gapoktan members receiving PUAP program funding. This can be seen from the average results of 2.3 included in the category of not good. The success of the program in Benai District was assessed by Gapoktan PUAP members not good or Gapoktan is unable to manage and PUAP to succeed. This can also be seen from the average yield of 2.4 which is included in the bad category and the development of the Gapoktan (X) business has a significant effect on the success of the PUAP (Y) program.Keywords: Success of PUAP, Gapoktan Business Development, Regression Test
ANALISIS RANTAI PASOKAN (SUPPLY CHAIN) KOMODITAS TELUR AYAM RAS PETELUR (LAYER) Asnawati Is
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.297

Abstract

Secara umum penelitian ini bertujuan mendeskripsikan rantai pasok komoditas telur ayam ras petelur yang meliputi anggota, proses, produk, sumberdaya dan manajemen, serta hubungan antar atribut didalamnya yang akan dianalisis menggunakan kerangka proses Food Supply Chain Network (FSCN) yang dikaji meliputi sasaran rantai pasok, manajemen rantai pasok, struktur rantai pasok, sumber daya rantai pasok, dan proses bisnis rantai pasok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rantai pasok komoditas telur ayam ras (layer) di Kabupaten Bungo memiliki sasaran pasar yang cukup jelas, namum terdapat sasaran pengembangan yang harus dilakukan berupa penambahan jumlah kandang dan skala usaha ternak dalam meningkatkan produksi dan meningkatkan kualitas komoditas telur ayam ras (layer). Penerapan manajemen rantai pasok berjalan dengan baik. Selain itu dukungan pemerintah di Kabupaten Bungo sebelumnya hanya fokus pada sarana fisik. Struktur hubungan rantai pasok terdiri dari peternak ayam ras petelur (layer), PPP, PPB, agen/ distributor, PP, dan konsumen akhir. Sumber daya rantai pasok khususnya sumber daya fisik dan teknologi di Kabupaten Bungo masih sederhana. Proses bisnis rantai pasok berjalan dengan baik karena aliran produk, finansial, dan informasi berjalan lancar dan terintegrasi dengan baik.  Kata kunci: rantai pasokan; telur; ayam ras petelur ABSTRACT            In general, this study aims to describe the supply chain of egg laying hens which includes members, processes, products, resources and management, as well as the relationships between attributes that will be analyzed using the Food Supply Chain Network (FSCN) process framework that is reviewed including supply chain targets, supply chain management, supply chain structure, supply chain resources, and supply chain business processes. The results showed that the supply chain of broiler egg commodities (layer) in Bungo District had a fairly clear market target, however there was a development target that had to be done in the form of increasing the number of cages and scale of livestock business in increasing production and increasing the quality of the commodity of broiler eggs (layer). The implementation of supply chain management is going well. In addition, government support in the Bungo Regency previously only focused on physical facilities. The supply chain relationship structure consists of layer broiler breeders, PPP, PPB, agents / distributors, PP, and end consumers. Supply chain resources, especially physical and technological resources in Bungo Regency are still simple. The supply chain business process runs well because the flow of products, finances, and information runs smoothly and is well integrated. Keywords: supply chain; egg; laying hens
KETAHANAN PANGAN SUKU ANAK DALAM (SAD) DI PROPINSI JAMBI Artikel Review Isyaturriyadhah Isyaturriyadhah
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.293

Abstract

Tulisan yang disusun dari berbagai literatur/jurnal ini bertujuan pertama, mengetahui ketersediaan pangan Suku Anak Dalam (SAD) di Propinsi Jambi. Kedua, mengetahui akses SAD dalam rangka pemenuhan pangan untuk pencapaian ketahanan pangan SAD di Propinsi Jambi. Ketiga, mengetahui kebijakan untuk meningkatkan aksessibilitas SAD terhadap pangan dalam rangka meningkatkan akses SAD terhadap pangan di Propinsi Jambi. Metode yang dilakukan pada penelitian ketahanan pangan sebelumnya adalah metode kualitatif dan kuantitatif melalui teknik wawancara pada sejumlah responden di lokasi penelitian. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya diketahui bahwa kondisi rawan pangan masih banyak ditemui di berbagai wilayah dan belum pernah dilakukan penelitian tentang ketersediaan pangan dan akses pangan pada Suku Anak Dalam yang ada di Propinsi Jambi. Kata Kunci : Suku Anak Dalam (SAD), Ketahanan Pangan dan Akses Pangan. FOOD SECURITY OF SUKU ANAK DALAM (SAD) IN JAMBI PROVINCE ABSTRACTWriting compiled from various literatures / journals the first aims to know the food availability of Suku Anak Dalam (SAD) in Jambi Province. Second, to know the access of SAD in order to fulfilling food for the achievement of SAD food security in Jambi Province. Third, to know the policy to increase SAD accessibility to food in order to increase SAD access to food in Jambi Province. The method used in the previous food security study was qualitative and quantitative methods through interview techniques to a number of respondents at the study site. Based on previous studies, it is known that the condition of food insecurity is still widely found in various regions and there has never been a study of food availability and food access of SAD in Jambi Province. Keywords: Suku Anak Dalam (SAD), Food Security and Food Access.
ANALISIS KONTRIBUSI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TERHADAP PEMBANGUNAN PEREKONOMIAN DI KABUPATEN BUNGO Pitriani Pitriani; H. Edison; DMT Napitupulu
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.298

Abstract

Peningkatan perekonomian dapat diukur melalui kenaikan pendapatan nasional /Produk Domestik Bruto (PDRB) dalam jangka waktu panjang, kenaikan pendapatan perkapita dan terciptanya kesejahteraan ekonomi. Subsektor Pertanian dan perkebunan merupakan subsektor yang banyak memberikan kontribusi untuk pembangunan perekonomian Kabupaten Bungo . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi perkebunan kelapa sawit terhadap pembangunan ekonomi di Kabupaten Bungo dan untuk menganalisis pengaruh luas lahan terhadap kontribusi perkebunan kelapa sawit dalam pembangunan perekonomian di Kabupaten Bungo. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Bungo dari bulan Februari sampai dengan April tahun 2018. Daerah penelitian diambil dengan pertimbangan bahwa Kabupaten Bungo memiliki komoditas kelapa sawit yang cukup lengkap (perkebunan rakyat, perkebunan milik swasta, industri pengolahan kelapa sawit dan sektor pendukung lainnya). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Bungo dan Dinas . Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kontribusi perkebunan kelapa sawit terhadap PDRB Kabupaten Bungo cenderung meningkat  dari tahun  ketahun dan  faktor produksi luas lahan tidak berpengaruh nyata terhadap kontribusi perkebunana kelapa sawit  di Kabupaten Bungo besar pengaruh luas lahan terhadap kontribusi perkebunan kelapa sawit dalam pembangunan ekonomi yaitu 88,9% dan sisanya 11,1% disebabkan oleh pengaruh lain yang tidak diteliti. Kata Kunci : Kelapa Sawit, Kontribusi ,dan Pembangunan Perekonomian ABSTRACT                Economic improvement can be measured through an increase in national income / Gross Domestic Product (GRDP) in the long run, an increase in per capita income and the creation of economic prosperity. The Agriculture and plantation subsector is a sub-sector that contributes a lot to the economic development of Bungo Regency. This study aims to analyze the contribution of oil palm plantations to economic development in Bungo District and to analyze the influence of land area on the contribution of oil palm plantations in economic development in Bungo District. This research was carried out in Bungo Regency from February to April 2018. The research area was taken with the consideration that Bungo Regency has fairly complete oil palm commodities (smallholder plantations, privately owned plantations, palm oil processing industries and other supporting sectors). The data used in this study were secondary data from the Bungo Regency Central Bureau of Statistics and the Office. The results showed that the contribution of oil palm plantations to Bungo Regency GRDP tended to increase from year to year and the area of production factors significantly affected the contribution of oil palm plantations in Bungo Regency to the influence of land area on the contribution of oil palm plantations in economic development, namely 88.9% and the remaining 11.1% is caused by other effects not examined.Keywords: Oil Palm, Contribution and Economic Development 
EKSISTENSI PERKEBUNAN TEBU RAKYAT SEBAGAI SUMBER PENDAPATAN PETANI Wawan Sumarno; Fikriman Fikriman
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.289

Abstract

Tebu dan gula yang awal mulanya menjadi primadona dan komoditi unggulan di Desa Sungai Asam khususnya dan Kecamatan  Kayu Aro Barat umumnya, dewasa ini mengalami penurunan luas lahan dan produksi dari tahun ketahun, bahkan ada salah satu Desa yang mengkonversi total areal perkebunan tebu rakyat menjadi perkebunan hortikultura. Sehingga hal ini menyebabkan perubahan mata pencarian dan social ekonomi petani di Kecamatan Kayu Aro dan Kayu Aro Barat khususnya di Desa Sungai Asam.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui Bagaimana eksistensi perkebunan tebudi Desa Sungai Asam sebagai sumber pendapatan petani. Penelitian ini dilakukan di Desa Sungai Asam Kecamatan Kayu Aro Barat Kabupaten Kerinci. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dan wawancara. Hasil penelitian eksistensi perkebunan tebu di desa sungai asam masih bertahan hingga sekarang karena tanaman tebu sudah menjadi kebiasaan dan menjadi tanaman turun menurun masyarakat Desa Sungai Asam dan juga menjadi bagian dari kehidupan petani, selain itu masih tersedianya tenaga kerja yang berkompenten sehingga tanaman tebu dan gula merah tebu masih eksis hingga sekarang, luas lahan dan kepemilikan lahan merupakan faktor yang yang sangat kuat mempengaruhi eksistensi perkebunan tebu, karena mayoritas petani memiliki luas lahan yang cukup dan kepemilikan lahan juga milik sendiri, sehingga tidak ada intervensi untuk beralih pada tanaman lain.Kata Kunci : Perkebunan Tebu Rakyat ABSTRACTSugar cane and sugar were initially superior and leading commodities in Sungai Asam Village in particular and Kayu Aro Barat District in general, Nowadays there is a decrease in land area and production from year to year, there is even one village that converts the total area of people's sugar cane plantations into horticultural plantations. So this causes changes in farmers' livelihoods and socio-economic conditions in Kayu Aro and Kayu Aro Barat Districts, especially in Sungai Asam Village. The formulation of the problem from this research is: How is the existence of sugar cane plantations in Sungai Asam Village as a source of income for farmers. This research uses the case study method and interviews with key informants he results of the research into the existence of sugar cane plantations in Asam river village still survive up to now because sugar cane plants have become a habit and become a crop down and down the acid river village community and also become part of the lives of farmers Sungai Asam village and also a part of the life of farmers, besides that there is still a workforce that is competent so that sugar cane and brown sugar cane plants still exist until now, land area and land ownership are factors that are very strongly affecting the existence of sugar cane plantations, because the majority of farmers has sufficient land area and land ownership is also their own, so there is no intervention to switch to other plants Keywords :Sugar Cane Plantation
ISU DAN PEMBAHARUAN PENGELOLAAN SISTEM IRIGASI Review and Perspectives Nelvi, Yusmi
JAS (Jurnal Agri Sains) Vol 3, No 2: Desember 2019
Publisher : Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/jas.v3i2.294

Abstract

Pengelolaan irigasi adalah salah satu faktor pendukung utama bagi keberhasilan pembangunan pertanian terutama dalam rangka peningkatan serta perluasan tujuan pembangunan pertanian dari program swasembada beras menjadi swasembada pangan. Pemerintah telah mencanangkan pokok-pokok pembaharuan kebijaksanaan pengelolaan irigasi, petani pemakai air sesuai dengan hakekat  pembangunan dari, oleh dan untuk masyarakat agar pokok-pokok pembaharuan kebijaksanaan pengelolaan irigasi tersebut dapat mencapai sasaran tepat guna. Adanya pergeseran nilai air, dari sumberdaya milik bersama (public goods) yang melimpah dan dapat dikonsumsi tanpa biaya, menjadi sumberdaya ekonomi (economic goods) yang mempunyai fungsi sosial; terjadinya kerawanan ketersediaan air secara nasional; adanya persaingan pemanfaatan air antara irigasi dengan penggunaan oleh sektor-sektor lain; dan konversi lahan beririgasi untuk kepentingan lainnya, memerlukan adanya kebijakan. Kebijakan pengelolaan irigasi yang efektif, sehingga keberlanjutan sistem irigasi dan hak-hak atas air bagi semua pengguna dapat terjamin. Mengingat irigasi tidak terlepas dari pengelolaan sumberdaya air secara keseluruhan, maka reformasi kebijakan dalam bidang keirigasian harus dilaksanakan secara simultan dan konsisten dengan reformasi pengelolaan sumberdaya air secara keseluruhan. Kata Kunci : isu, pembaharuan, irigasiIrrigation management is one of the main supporting factors for the success of agricultural development, especially in the context of increasing and expanding agricultural development goals from rice self-sufficiency to food self-sufficiency. that the Government has set out the principles of renewal of irrigation management policies, water user farmers in accordance with the nature of the development of, by and for the community that the principles of renewal of irrigation management policies can achieve effective targets. There is a shift in the value of water, from abundant public goods resources that can be consumed without cost, to economic resources that have social functions; the occurrence of national water availability insecurity; competition over water use between irrigation and use by other sectors; and conversion of irrigated land for other purposes, requires an effective irrigation management policy, so that the sustainability of the irrigation sistem and the rights to water for all users can be guaranteed. Since irrigation is inseparable from the overall management of water resources, policy reforms in the field of irrigation must be carried out simultaneously and consistently with reforms in the management of water resources as a whole. Keywords: issues, renewal, irrigation

Page 1 of 1 | Total Record : 10