cover
Contact Name
J-Proteksion
Contact Email
j-proteksion@unmuhjember.ac.id
Phone
+6281217455000
Journal Mail Official
j-proteksion@unmuhjember.ac.id
Editorial Address
Jl. Karimata No. 49 Jember - Jawa Timur - Indonesia
Location
Kab. jember,
Jawa timur
INDONESIA
J-Proteksion: Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Teknik Mesin
ISSN : 25286382     EISSN : 25413562     DOI : http://dx.doi.org/10.32528/jp
Jurnal Kajian Ilmiah dan Teknologi Mesin (J-Proteksion) adalah jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Jember, dan diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Jember secara berkala (p-ISSN:2528-6382) dan (e-ISSN: 2541-3562). Artikel yang termuat adalah artikel hasil penelitian asli dan komprehensif dari kontributor yang telah melalui tahap review dalam bidang teknik mesin yang mencakup manufaktur, konversi energi, manajemen energi, analisis kegagalan, kontrol, korosi, energi terbarukan, dan ilmu material. Pertama kali terbit pada tahun 2016.
Articles 127 Documents
Simulasi Audit Energi pada Rumah Sakit Umum Daerah Banyumas Isra' Nuur Darmawan
J-Proteksion Vol 5, No 2 (2021): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v5i2.4130

Abstract

Rumah Sakit memiliki konsumsi energi yang besar dan menurut Peraturan Pemerintah No.70 Tahun 2009 Pasal 12, termasuk kategori wajib melakukan manajemen energi. Manajemen harus dilakukan dengan tetap menjaga keamanan dan kenyamanan pasien selama perawatan untuk membantu proses penyembuhan pasien. Penelitian ini bertujuan menyimulasikan konsumsi energi dari RSUD Banyumas sebagai pertimbangan langkah penghematan energi dengan tetap menjaga kualitas pelayanan. Simulasi dilakukan dengan menggunakan model 3D DesignBuilder yang dianalisis dengan software EnergyPlus. Digunakan data cuaca dari daerah Surakarta yang memilik kemiripan iklim dengan Banyumas karena data EnergyPlus tidak memiliki rekam data Banyumas. Hasil simulasi penggunaan selama 1 tahun menunjukkan penggunaan energi sebesar 3.366.904,81 kWh, dengan 92% merupakan pendingin dan 8% merupakan pencahayaan. Skenario penghematan energi menggantikan Constant Air Volume menjadi Variable Air Volume menghasilkan 7,94% penghematan dengan nominal Rp. 247.293.126,57 dan nilai IKE sebesar 254,97 kWh/m2 sehingga masih tergolong bangunan hijau menurut standar GBCI.
PERBANDINGAN CDI STANDAR DAN CDI VARIASI TERHADAP PERFORMA MOTOR 4 TAK 100 CC Ikhfan Tri Wahyulianto Putra; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 2, No 2 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i2.2225

Abstract

Motor bakar torak bensin merupakan mesin pembangkit tenaga yang mengubah bahan bakar bensin menjadi tenaga panas dan akhirnya menjadi tenaga mekanik. Pada saat awal sepeda motor mulai diproduksi sistem pengapian pada motor bensin menggunakan sistem pengapian konvensional (platina). Sistem pengapian sepeda motor sekarang kebanyakan menggunakan system pengapian CDI (Capacitor Discharge Ignation) yang memiliki karakteristik lebih baik di bandingkan dengan system pengapian konvensional.Sistem pengapian merupakan sistem yang sangat penting pada speda motor. Metode eksperimental adalah metode yang digunakan untuk menguji pengaruh dari suatu perlakuan atau desain baru dengan cara membandingkan desain tersebut dengan desain tanpa perlakuan sebagai kontrol atau pembanding.melakukan pengambilan data torsi dan daya dan pengaruh bahan bakar terhadap performa motor 4 tak 100 cc tersebut dilakukan dengan proses dial Test.
ANALISIS RELIABILITY CENTERED MAINTENANCE (RCM) PADA MESIN HYDRAULIC PRESS PLATE MACHINE 1000 TON (Studi Kasus PT. X) Mohammad Amarrudin Firmansyah; Nurhali Nurhalim
J-Proteksion Vol 4, No 2 (2020): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v4i2.3144

Abstract

Penelitian ini dilakukan dalam upaya untuk menentukan kebijakan perawatan yang optimal dengan menggunakan metode RCM dan menetapkan biaya yang harus di keluarkan untuk perawatan mesin hydrolic press plate machine 1000 ton. Manfaat penelitian ini adalah dapat menjadi sumber informasi bagi industri yang akan melakukan perawatan dengan metode RCM. Dalam metodologi penelitian ini menggunakan metode observasi, wawancara, dokumentasi, dan RCM. Hasil penelitian ini berupa tahapan untuk menentukan tindakan perawatan yang optimal pada mesin hydrolic press plate machine 1000 ton berdasarkan reliability centered maintenance (RCM) dengan membuat hirarki fungsi sistem  dan analisis fungsi sistem serta kegagalan sistem, selanjutnya melakukan analisis FMEA diperoleh 2 komponen kritis v-packing dan kontaktor dengan nilai RPN 126 untuk v-packing dan 120 untuk kontaktor. Kemudian menghitung analisis keandalan untuk menghitung MTBF dan MTTR yang masing-masing mendapat nilai 1.742 untuk MTBF dan 31,66 untuk MTTR.
ANALISA HASIL PENGELASAN SMAW (SHIELDED METAL ARC WELDING) DAN GTAW (GAS TUNGSTEN ARC WELDING) DENGAN VARIASI MEDIA PENDINGIN TERHADAP KEKERASAN STAINLESS STEEL AISI 304 Yuslih Lakum; Nely Ana Mufarida; Asmar Finali
J-Proteksion Vol 1, No 2 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i2.2199

Abstract

eknologi pengelasan merupakan salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan dalam suatu proses manufaktur karena pengelasan memegang peranan penting dalam setiap rekayasa logam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi media pendingin terhadap nilai kekerasan Stainless Steel AISI 304 hasil pengelasan SMAW dan pengelasan GTAW pada daerah logam induk, logam las dan HAZ. Pada penelitian ini pengelasan yang dilakukan adalah pengelasan SMAW menggunakan elektroda E308-16 Ø 3,2 mm dan GTAW menggunakan elektroda ER308L Ø 3,2 mm pada material Stainless Steel AISI 304 dengan sambungan pengelasan berbentuk kampuh V tunggal dengan sudut kampuh 60° dan variasi media pendingin yang digunakan adalah coolant, oli SAE 40 dan udara. Dari hasil penelitian nilai kekerasan tertinggi pada logam las terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin coolant yaitu 130,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin yaitu 137,0 HB, nilai kekerasan terendah pada logam las terdapat pada hasil pengelasan SMAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 121,6 HB dan pada HAZ terdapat pada hasil pengelasan GTAW dengan variasi media pendingin udara yaitu 131,0 HB, dan nilai kekerasan pada logam induk hasil pengelasan SMAW dan GTAW dengan variasi media pendingin coolant, oli SAE 40, dan udara memiliki nilai yang konstan yaitu 118,7 HB.
PENGARUH SUAIAN SINGLE ROW DEEP GROOVE BALL BEARING TERHADAP ROLLING RESISTANCE Rizki Abdus Syatar; Franciscus Xaverius Kristianta; Boy Arief Fachri
J-Proteksion Vol 3, No 1 (2018): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i1.2279

Abstract

Bearing clearance adalah jumlah dari free ball bearing yang bergerak sebelum instalasi. Bearing clearance sangat berpengaruh terhadap nilai rolling resistance. Semakin besar nilai clearance, semakin kecil nilai rolling resistance-nya. Rolling bearing tahan terhadap ball bearing yang telah dan akan terguling karena gesekan. Pada penelitian ini, tipe bearing yang digunakan adalah 6301 ZZ C3 dan 6301 ZZ C4 dengan kecepatan rotasi sebesar 29 rpm, 310 rpm, 330 rpm, dan diberikan gaya 165 N, 175 N, dan 200 N. Uji tes bearing dilakukan secara eksperimen menggunakan peralatan rolling resistance test. Hasil pengujian menunjukkan bahwa bearing dengan tipe 6301 ZZ C4 mempunyai nilai rolling resistance yang lebih kecil sebesar 0.22 N daripada bearing tipe 6301 ZZ C3. Nilai rolling resistane bearing 6301 ZZ C3 adalah sebesar 1.15 N dan nilai rolling resistance 6301 ZZ C4 adalah 0.93 N.
PENGARUH KADAR PARTIKEL ADITIF MONTMORILLONITETERHADAP SIFAT MEKANIK SIKLUS TERMAL KOMPOSIT POLYESTER SERAT KAYU KOPI Ahmad Adib Rosyadi
J-Proteksion Vol 1, No 1 (2016): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v1i1.187

Abstract

Komposit merupakan kombinasi dua material atau lebih sehingga memberikan sifat yang lebih baik dari material penyusunnya. Penelitian ini menggunakan penguat serat kayu kopi yang masih muda dan Resin polyester Yukalac BQTN–EX 157 sebagai matriks. Pemilihan serat kayu kopi sebagai penguat karena sifatnya yang ringan dan banyaknya dahan kopi yang dibuang menjelang berbuah. Ranting kopi biasanya dibakar atau dibiarkan supaya menjadi kompos. Penelitian ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dari dahan kayu kopi yang dibuang tersebut. Penambahan aditif montmorillonitediharapkan memberikan sifat tahan panas pada material yang dibuat. Sedangkan siklus termal digunakan untuk mengetahui seberapa tahan material tersebut menerima perubahan temperatur secara ekstrim.Kata kunci: serat kayu kopi, montmorillonite, siklus termal
PENGARUH PENERAPAN WPS (WELDING PROCEDURE SPECIFICATION) AL 6005 TIPE BUTT JOINT TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN LAS AL 6061 Ahmad Abi Sodik; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 3, No 2 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v3i2.2246

Abstract

Dokumen WPS (welding procedure specification) merupakan dokumen yang sangat penting dalam pengelasan masal di suatu industri. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh penerapan WPS aluminium 6005 tipe butt joint terhadap pengelasan sambungan aluminium 6061 dengan posisi pengelasan 1G (flat) dan 3G (vertikal) serta pada ketebalan 3 mm, 5 mm, dan 8 mm dan menggunakan filler metal ER 5356. Pengelasan aluminium 6061 ini dilakukan oleh welder bersertifikat dengan menggunakan las GTAW (gas tungsten arc welding) atau TIG (tungsten inert gas) dengan detail sambungan pengelasan single V-butt joint sudut 60o. pengujian material dilakukan dengan menggunakan pengujian kekuatan tarik, bending dan juga pengujian cacat dengan menggunakan radiography dan dye penetrant. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengelasan aluminium 6061 dengan menggunakan WPS aluminium 6005 dengan posisi 1G menghasilkan las yang lebih baik dibandingkan posisi 3G dari hasil pengujian cacat luar maupun dalam. Cacat porositas terjadi pada posisi pengelasan 1G dengan jumlah dan ukuran yang sangat kecil sedangkan pada posisi pengelasan 3G terjadi cacat porositas dan incomplete fusion dengan ukuran dan jumlah di luar syarat penerimaan pengujian berdasarkan ISO. Selain pengujian cacat las, hasil dari pengujian kekuatan material las yang dilakukan dengan menggunakan uji tarik dan uji tekuk juga menunjukan kekuatan yang signifikan terjadi pada posisi pengelasan 1G baik material tebal 3 mm, 5 mm maupun tebal 8 mm.
Pengaruh Variasi Media Pendinginan terhadap Kekuatan Tarik Baja AISI 1045 Galang Goldy Putra A.S.B; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 5, No 1 (2020): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v5i1.4359

Abstract

Baja merupakan campuran antara besi dan elemen pemadu utama besi yaitu karbon. Pada penelitian ini baja yang digunakan adalah Baja AISI 1045. Baja AISI 1045 merupakan baja karbon kelas menengah. AISI sendiri merupakan standarisasi baja American Iron and Steel Institute dengan kode 1045, yang mana dari angka 1045 menunjukkan bahwa 45 adalah kandungan atau kadar karbon pada baja tersebut yaitu 0,45% sedangkan angka 10 menunjukkan plain karbon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai uji tarik dan struktur mikro melalui proses perlakuan panas dengan variasi media pendingin Oli SAE 10 dan Oli SAE 140 terhadap baja AISI 1045. Metode pengujian yang digunakan adalah metode eksperimen menggunakan baja AISI 1045 yang diperlakukan panas suhu 8500C dengan variasi media pendingin Oli SAE 10 dan Oli SAE 140 yang berfungsi untuk mengetahui nilai uji tarik dan sifat karakteristik yang terjadi serta daya tahan baja tersebut. Berdasarkan metode pengujian yang digunakan diperoleh hasil adalah penggunaan media pendingin Oli SAE 10 dan Oli SAE 140 sangat berpengaruh terhadap nilai kekuatan uji tarik dan terbentuknya struktur mikro yang dihasilkan serta dari semua uji tarik yang telah dilakukan diperoleh nilai rata-rata paling tinggi pada penggunaan media pendingin Oli SAE 140 dengan hasil nilai tegangan luluh 1009,94 MPa, tegangan maksimum 1173,41 MPa, tegangan patah 1123,86 MPa dan untuk kekuatan uji tarik terendah terjadi pada material tanpa perlakuan dengan nilai tegangan luluh 499,37 MPa, tegangan maksimum 730,62 MPa, dan tegangan patah 554,75 MPa.
PENGARUH VARIASI BORING SILINDER LINER TERHADAP PERFORMA MOTOR 4 TAK 102CC Febri Ari Sandi; Nely Ana Mufarida; Kosjoko Kosjoko
J-Proteksion Vol 2, No 1 (2017): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v2i1.2221

Abstract

Silinder bertujuan untuk meningkatkan performance mesin sepeda motor. Piston adalah komponen penggerak utama mesin yang sangat penting, dimana piston bergera kturun naik di dalam silinder membuat langkah hisap, kompresi, usaha dan langkah buang. Dua kemungkinan dilakukannya oversize yaitu untuk meningkatkan performance mesin dari yang sebelumnya atau akibat dari pemakaian motor dalam jangka waktu yang lama, sehingga terjadi keausan yang menyebabkan celah (clearence) antara piston dengan silinder. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Metode eksperimental yaitu metode yang digunakan untuk menguji atau desain baru dengan cara membandingkan Variasi silinder liner boring standart, silinder liner boring 0,50mm dan silinder liner boring 1,00 mm. Dari data hasil pembahasan performa motor 4 tak 102 CC yang diuji, telah mendapa tnilai rata-rata dari daya, torsi, dankonsumsi bahan bakar spesifik yang berbeda. Yaitu menggunakan boring silinder liner standart dengan daya 5,8 sedangkan untuk torsi 6,66 dan konsumsi bahanbakar specific 1,166 (L/h). Nilai yang diperoleh dari data hasil rata-rata menggunakan boring silinder liner 0,50 mm dengan daya 5,4 sedangkan nilai torsi 5,5 dan untuk bahan bakar spesifik 1,136 ( L/h). Sedangkan untuk nilai yang diperolehdari data hasil rata-rata menggunakan boring silinder liner 1,00 mm dengan daya 5,5 sedangkan nilai torsi 6,23 dan untuk bahan bakar spesifik 1,198(L/h).
ANALISIS VARIASI PANJANG PIPA KAPILER DENGAN SEPARATION CONDENSER TERHADAP PRESTASI MESIN PENDINGIN MENGGUNAKAN DOUBLE EVAPORATOR Ahmad Adib Rosyadi; William Prizkiabi; Agus Triono
J-Proteksion Vol 4, No 1 (2019): J-Proteksion
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32528/jp.v4i1.3019

Abstract

Pipa kapiler merupakan alat ekspansi yang umum digunakan pada mesin pendingin. Alat ekspansi termasuk komponen mesin pendingin yang berfungsi menurunkan tekanan refrigerant cair dan mengatur aliran refrigerant menuju evaporator. Penelitian sebelumnya menunjukkan peningkatan COP sebesar 0,6 pada penggunaan panjang pipa kapiler 2,1 meter dibandingkan panjang pipa kapiler 1,5 meter. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan membandingkan beberapa jenis variasi antara panjang pipa kapiler 1,5 meter; panjang pipa kapiler 1,8 meter dan panjang pipa kapiler 2,1 meter pada kondensor standar dan kondensor separasi dengan menggunakan double evaporator. Hasil penelitian menunjukkan nilai COP terbesar pada kondensor separasi panjang pipa kapiler 2,1 meter dengan nilai rata-rata 23,66. Kondensor separasi dengan panjang pipa kapiler 2,1 meter dapat meningkatkan nilai COP sebesar 25,72%

Page 9 of 13 | Total Record : 127