cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 32 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2015)" : 32 Documents clear
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERORIENTASI PENDEKATAN TASC (THINKING ACTIVELY IN SOCIAL CONTEKS) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA Asmara, Rani; Susantini, Endang; Rahayu, Yuni Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p855-891

Abstract

Teaching and learning in school only emphasizes on the aspects of knowing and understanding. An aspect of the analysis, application, synthesis and evaluation is implemented very rarely so the teaching learning process lead to remembering aspect. This study aims to fasilitate students' creative thinking skills using a TASC oriented learning at 29 senior high school students at  X-MIA3 class using one-group pretest-posttest design.  The development of the teaching learning materials used  4D models. Based on the validator’s result the average rating 4,24, while validity og lesson plan the validator’s give an average 4,15 (feasible). The  validator’s also give the average value of materials students 4,25 (feasible). Data were analyzed qualitative descriptively in the implementation of lesson plan was in and test of student learning outcomes good results (with range 3,7-4). Tests of student learning outcomes with median 89,7. Creativel thinking skills of students showed an increase of the number of relevant answers. From the response of students, generally positive response the learning with TASC approach to facility students' creativel thinking skills.  Based on the result can be concluded that the TASC oriented learning  is feasible and can facilitate students' creativel thinking skills. Proses belajar mengajar di sekolah lebih banyak menekankan pada aspek mengetahui dan memahami. Aspek analisis, aplikasi, sintesis dan evaluasi jarang sekali dilakukan sehingga mengajarkan siswa dalam belajar hafalan. Penelitian ini bertujuan untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa menggunakan perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan TASC dengan ujicoba pada 29 siswa SMA kelas X-MIA3 dengan rancangan one group pretest-posttest, pengembangan dengan model 4D. Berdasarkan hasil validasi RPP para validator memberikan nilai rata-rata 4,24, sedangkan validitas LKS rata-rata 4,15 dengan kategori layak untuk digunakan. Para validator memberikan nilai rata-rata bahan ajar siswa 4,25 dengan kategori layak digunakan. Data hasil keterlaksanaan pembelajaran  dan tes hasil belajar dianalisis dengan deskriptif kualitatif dengan hasil keterlaksanaan pembelajaran baik (dengan rentang 3,7- 4). Tes hasil belajar siswa mengalami peningkatan rata-rata skor 89,7. Keterampilan berpikir kreatif siswa menunjukkan adanya peningkatan dari jumlah jawaban yang relevan. Siswa memberikan respon positif terhadap pembelajaran TASC untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Simpulan peneliti bahwa perangkat pembelajaran berorientasi pendekatan TASC layak untuk digunakan dan dapat melatih keterampilan berpikir kreatif siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL INKUIRI TERBIMBING SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI KALOR DI SMA Hakim, Moh. Luqman; Prabowo, Prabowo; Yuanita, Yuni
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p764-768

Abstract

The purpose of this research is produce physics learning material through guided inquiry model that valid, practical, and effective to improve learning outcomes of senior high school students. The development of learning material used the Kemp model and was tested X of SMA Hangtuah 1 Surabaya second semester in academic year 2013/2014 with One-Group Pretest-Posttest Design. Data of the study collected through observation, test, and questioner. The results of this research are: 1) Learning material developed has a valid category. 2) Learning material in terms of a practical category in feasibility of lesson plans and the students’ activities in accordance with steps of guided inquiry model. 3) The learning material effectiveness in terms of: (a) the increasing of students learning outcomes seen from exhaustiveness of indicator, individual, and classical; (b) the increasing of students’ comprehensiveness seen from high level of gain; (c) The students’ responds toward material and implementation of learning are very positive. Based on the findings of the study, It’s conclusion that the learning material through guided inquiry model are valid, practical, and effective to increasing students' learning outcomes. It showed through the students' comprehensiveness of the concept, psychomotor skills and character, which are students' discipline and responsible. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika model inkuiri terbimbing yang valid, praktis, dan efektif sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa SMA. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model Kemp dan diujicobakan di kelas X SMA Hangtuah 1 Surabaya semester genap tahun ajaran 2013/2014 dengan One-Group Pretest-Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, tes, dan angket. Temuan hasil penelitian, yaitu: 1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; 2) Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP berkategori baik dan sesuai dengan tahap-tahap pada model inkuiri terbimbing; dan 3) Keefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) Peningkatan hasil belajar siswa terlihat dari ketuntasan indikator, individual, dan klasikal; (b) Peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa terlihat dari gain dengan kategori tinggi; dan (c) Respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran sangat positif. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran IPA Fisika dengan model inkuiri terbimbing, praktis dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa yang ditunjukkan oleh pemahaman konsep siswa, keterampilan psikomotor siswa, dan karakter siswa yang meliputi disiplin dan tanggung jawab siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBAHASA INGGRIS DENGAN PENDEKATAN KETERAMPILAN PROSES PADA MATERI KINGDOM JAMUR Andini, Medina; Nur, Mohamad; Rahayu, Yuni Sri
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p859-866

Abstract

The purpose of this research is to develop biology - Fungi Kingdom learning material in English with process skill approach that applied in 10th grade students in Khadijah Senior High School. The development of this learning materials was conducted by using 4-D model that has 4 main stages. However, this research only carried out 3 out 4 stages which are define, design, and develop. Meanwhile the last stage, disseminate, was not carried out in this research. This research used one group pretest-posttest design with quantitative-descriptive analytical technique and using qualitative-descriptive analytical technique. The validation results of the learning materials: syllabus, lesson plan, worksheet, learning media, and assessments, are in very valid category. The average achievement of product learning objectives is 84%, the average achievement of process learning objectives in scientific drawing is 92%, the average achievement of integrated process skill learning objectives is 94%, the category achievement of presentation process learning objectives is 4,28 or the percentage is 85,6%, and the average achievement psychomotor objective is 100%. The class achievement for product assessment is 94,29%, class achievement for process assessment in scientific drawing is 100%, 88,57% for class achievement for integrated process skill, psychomotor assessment is 100%, and the average class achievement for presentation is 4,28 that shows good category. The students responds shows that 95% of the students like the component of the learning materials, 93,33% students state that the component of the learning materials are new, and 100% students like to learn using the learning materials. The student activities that dominate is the activity that focused on students, which are; the first meeting was observe the fungi structure, meanwhile in the second meeting the activity that dominate the learning process was discussion with the group, and in the third meeting the dominating activity was search in the internet. Based on the data obtained in this research, the learning materials that are developed are able to be used in learning activity. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran biologi berbahasa Inggris dengan pendekatan keterampilan proses sains pada materi Kingdom Jamur yang diujicobakan di kelas X SMA Khadijah Surabaya. Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan dengan menggunakan model 4-D yang terdiri atas 4 tahapan. Pada penelitian ini tahapan yang dilakukan hanya meliputi 3 tahapan awal yaitu define, design, dan develop,  sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Desain uji coba ini menggunakan one group pretest-posttest design dengan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil validasi perangkat pembelajaran yang dikembangkan yaitu Silabus, RPP, Buku Siswa, LKS, Media Pembelajaran, dan Lembar Penilaian, berkategori sangat layak/valid. Rata-rata ketuntasan tujuan pembelajaran produk adalah 84%, tujuan pembelajaran proses menggambar ilmiah memiliki rata-rata ketuntasan 92%, dan ketuntasan tujuan pembelajaran proses terpadu adalah 94%, rata-rata ketuntasan tujuan pembelajaran proses presentasi adalah 4,28 atau sebesar 85,6% dengan kategori baik, dan ketuntasan tujuan pembelajaran psikomotor adalah 100%. Ketuntasan klasikal adalah 94,29% penilaian produk, 100% untuk penilaian proses menggambar ilmiah, 88,57% untuk penilaian proses terpadu, 100% untuk penilaian psikomotor, dan rata-rata nilai siswa untuk penilaian proses presentasi adalah 4,28 dengan kategori baik. Respon siswa menunjukkan bahwa 95% siswa menyukai komponen perangkat pembelajaran yang dikembangkan, 93,33 % menyatakan bahwa komponen perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah hal baru, dan 100% siswa menyatakan bahwa mereka menyukai pembelajaran dengan menggunakan perangkat pembelajaran yang dikembangkan. Aktivitas siswa yang paling dominan adalah aktivitas yang berpusat pada siswa, diantaranya adalah pada pertemuan pertama adalah mengamati struktur tubuh jamur, sedangkan pada pertemuan kedua aktivitas yang paling dominan adalah berdiskusi kelompok, dan pada pertemuan ke tiga, aktivitas yang paling dominan adalah melakukan searching internet. Berdasarkan data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak untuk digunakan dalam pembelajaran.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT (NUMBERED HEADS TOGETHER) UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DAN MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA MATERI LARUTAN ELEKTROLIT DAN NONELEKTROLIT Hasnawati, Hasnawati; Agustini, Rudiana; Koestiari, Toeti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p830-837

Abstract

The aims of this study are to develop a cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together). The typeis feasible (valid, practical, and effective) and can to practice communication skills, learning outcomes in the material of electrolyte and nonelectrolyte solution in the second semester students of class X State High School 1 Peso. Development of the learning is done based on the models of four-D. This study use done group pretest posttest design. Based on research data obtain findings: the validity of the research developed a good categorized; text book readability level students the developed a good category; good categorized enforceability of RPP; student’s dominant activity is to communicate information ideas/ opinions, ask questions, and presentations with the percentage of 18.88%; the obstacles encountered during the implementation of the learning device that students are not familiar with the cooperative model type NHT (Numbered Heads Together) and the majority of students are less active in the learning process; students responded positively to the learning process; teaching and learning process using cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together) is able to practice the students communication skills; and student learning outcomes after participating in the learning process is completed 100%. The conclusion of this studyis the cooperative learning type NHT (Numbered Heads Together) feasible (valid, practical, andeffective) used to practice communication skills and learning out comes on the material of electrolyte and nonelectrolyte solution. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) yang layak (valid, praktis, dan efektif), melatihkan keterampilan berkomunikasi serta mengetahui hasil belajar pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit pada siswa kelas X semester II SMA Negeri 1 Peso. Pengembangan perangkat pembelajaran dilakukan berdasarkan model four-D. Rancangan penelitian menggunakan One Group Pretest-Posttest Design. Berdasarkan data penelitian diperoleh beberapa temuan:validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori baik; tingkat keterbacaan Buku Ajar Siswa yang dikembangkan berkategori tepat untuk pembelajaran; keterlaksanaan RPP berkategori baik; aktivitas siswa yang dominan adalah mengkomunikasikan informasi ide/pendapat, bertanya, dan presentasi dengan persentase 18,88%; hambatan yang ditemui selama penerapan perangkat pembelajaran yaitu siswa belum terbiasa dengan model kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dan sebagian siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran; siswa memberikan respon positif terhadap proses pembelajaran; pembelajarankooperatif tipe NHT(Numbered Heads Together) dapat melatihkan keterampilan berkomunikasi siswa; dan hasil belajar siswa setelah mengikuti proses belajar mengajar adalah tuntas 100%.  Kesimpulan dari penelitian ini adalah perangkat pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) layak (valid, praktis, dan efektif) digunakan untuk melatihkan keterampilan berkomunikasi dan hasil belajar pada materi larutan elektrolit dan nonelektrolit.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PENDETEKSI PEMAHAMAN WACANA SISWA TENTANG ATOM Verawahyuni, Helda; Suyono, Suyono; Erman, Erman
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p838-847

Abstract

This study aimed to obtain instrument to detect student’s comprehension text on the atomic structure of eligible on validity, reliability, and clarity in the language. The required of validity include: construction, content, psychometric, and predictive validity, and use simple language (straightforward). This instrument was developed following stages: (1) the development of specifications test, (2) writing a matter, (3) a review a matter, (4) assembly a matter (for testing purposes), (5) the trial tests, (6) items analysis, and (7) the selection and assembly matter. The variables in this study include: construct, content, clarity of sentences and grammar, psychometric (item validity, difficulty index, different power, and reliability), and predictive validity. To getting the predictive variables are needed another variable that distinguished the predictor variables and the criterion variable. Predictor variables consist of the ability of perception on the structure of atoms and  the criterion variable is the number of misconceptions students on the concepts of atomic structure. The subject of research for content validity, construct and directness languages are experts in relevant fields to the product of developed instrument, who are  4 (four) chemistry lecturer for instruments which is includes chemistry concepts. The subject of research for psychometric and predictive validity is 130 students of class XI on SMAN 1 Sumberrejo and SMAN Model Terpadu, Bojonegoro. Connectivity test to measure comprehension text to  the number of misconceptions experienced by students was done using descriptive and inferential analysis used X2 test. The results showed that instrument to detect student’s comprehension text was feasible on validity (construction, content, and linguistic), psychometric, reliability, and predictive validity. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh intrumen pendeteksi pemahaman wacana siswa pada struktur atom yang memenuhi syarat validitas, reliabilitas, dan kelugasan dalam bahasa. Validitas yang dipersyaratkan meliputi validitas konstruksi, validitas isi, validitas psikometrik, dan validitas prediktif, serta menggunakan bahasa yang sederhana (lugas). Intrumen ini dikembangkan mengikuti tahapan: (1) pengembangan spesifikasi tes, (2) penulisan soal, (3) penelaahan soal, (4) perakitan soal (untuk keperluan uji coba), (5) uji coba tes, (6) analisis butir soal, dan (7) seleksi dan perakitan soal. Variabel dalam penelitian ini antara lain: validitas konstruk, validitas isi, kelugasan kalimat dan tata tulis, validitas psikometrik (validitas butir, indeks kesukaran, daya beda, dan reliabilitas), dan validitas prediktif. Untuk mendapatkan variabel prediktif dibutuhkan variabel lain yang dibedakan atas variabel prediktor dan variabel kriterium. Variabel prediktor terdiri atas kemampuan siswa memahami wacana pada struktur atom dan sebagai variabel kriterium adalah jumlah miskonsepsi siswa pada konsep-konsep struktur atom. Subyek penelitian untuk validitas isi, konstruk dan kelugasan bahasa adalah para ahli di bidang yang relevan dengan produk instrumen yang dikembangkan,  yang dalam penelitian ini adalah 4 (empat) orang dosen kimia untuk instrumen yang di dalamnya memuat konsep-konsep kimia. Subjek penelitian untuk validitas psikometrik dan validitas prediktif adalah 130 orang siswa kelas XI dari SMAN Sumberrejo dan SMAN Model Terpadu, kabupaten Bojonegoro. Uji keterhubungan data ukur pemahaman wacana siswa terhadap data ukur jumlah miskonsepsi yang dialami siswa dilakukan secara diskriptif dan secara inferensial menggunakan uji X2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intrumen pendeteksi pemahaman wacana siswa telah memenuhi validitas logis (validitas konstruksi, validitas isi, dan kebahasaan), validitas psikometrik, reliabilitas, dan validitas prediktif.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL PEMAKNAAN PADA MATERI GELOMBANG DAN BUNYI UNTUK MELATIHKAN SENSITIVITAS MORAL SISWA SMP Sudiyono, Abdul Hamid; Widodo, Wahono; Susantini, Endang
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p811-821

Abstract

This research was aimed to produce a valid, practical, and effective teaching material using “internalization model” on subject matter ‘wave and sound’, to increase moral sensitivity of student in Junior High School. The development of it used 4-D model which was reduced to 3-D, that is ‘define, design, and develop’, and was try outed on grade VIII of SMP Negeri 1 Ketapang using One Group Pretest and Posttest Design. The data collection consisted of observation, test, documentation, and questionnaire. The data analysis technique used in the study was descriptive quantitative and qualitative analysis. From the study it was found that: 1) The developed teaching materials valid; 2) The practicality of the teaching material, viewed from the realization of the lesson plan, and the students’ activity is suitable with the steps of the “internalization model”; and 3) The teaching material is The effective viewed from (a) The mastery of students’ study on aspects of moral sensitivity; (b) The increase of moral sensitivity shown by 80,98% students after the learning process, and (c) Students response towards the teaching material and implementation reaches 98,15%, categorized as very strong. The result of the study showed that the teaching material using internalization model on subject matter ‘wave and sound’ is valid, practical, and effective to increase moral sensitivity of student in Junior High School. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran model pemaknaan pada materi gelombang dan bunyi yang valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan sensitivitas moral siswa SMP. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan model 4-D yang direduksi menjadi 3-D, yaitu define, design, dan develop dan diujicobakan di kelas VIII SMP Negeri 1 Ketapang dengan menggunakan One Group Pretest and Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan metode pengamatan, pemberian tes, dokumentasi dan penyebaran angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Temuan hasil penelitian, yaitu: 1) Perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; 2) Kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari keterlaksanaan RPP dan aktivitas siswa sesuai dengan tahap-tahap pada model pemaknaan; dan 3) Perangkat pembelajaran efektif ditinjau dari: (a) Ketuntasan hasil belajar siswa pada aspek sensitivitas moral; (b) Peningkatan sensitivitas moral dengan kategori sensitif yang ditunjukkan 80,98% siswa setelah pembelajaran mencapai tingkatan sensitif, dan (c) Respon siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran mencapai 98,15% dengan kriteria sangat kuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran model pemaknaan pada materi gelombang dan bunyi valid, praktis, dan efektif untuk melatihkan sensitivitas moral siswa SMP.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL GUIDED DISCOVERY LEARNING MENGGUNAKAN ALAT SEDERHANA UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI SISWA SMA PADA MATERI FLUIDA STATIS Tangke Allo, Alberto Yonathan; Jatmiko, Budi; Agustini, Rudiana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p769-778

Abstract

The purpose of this research is produce physics instructional materials based-on guided discovery model using simple equipment with criteria:  valid, practical, and effective to reduce Senior High School students’ misconceptions in static fluid. The development of instructional materials used four-D model and tested to three class are class X-2, class X-3, and class X-4 and involved 90 students at SMAN 19 Surabaya, second semester in academic year 2013/2014 with one group pretest – posttest design. The data collected include data instructional materials validation, data implementation of learning, data learning outcome, student’s activity data, student’s responses data, and data of documentations. The data analysis techniques used are: 1) quantitative descriptive analysis among others: completeness indicator, learning outcome, and reduction misconceptions. 2) analysis CRI among others: intensity misconceptions and reduction potential misconceptions. 3) analysis statistic parametric among others: normality test, homogeneity test, and paired t-test. The results of this research are: 1) the validity of instructional materials to develop is invalid category; 2) the instructional materials practicality in terms of: textbook students and exercise book students; the instructional materials in terms of a very good category; 3) the instructional material effectiveness in terms of: (a) mastery learning of classical 100%; (b) reduction misconception the same as lowering misconception, the average result of students misconceptions reduction were  class X-2 average 59,92%, class X-3 average 24,52%, class X-4 average 32,50%; and (c) the students’ responses to instructional materials are very positive. It’s conclusion that the instructional materials through guided discovery learning model using simple equipment are valid, practical, and effective so worthy to reduce Senior High School Students misconceptions in static fluid materials. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika model guided discovery learning dengan menggunakan alat sederhana yang memenuhi kriteria: valid, praktis, dan efektif sehingga layak untuk mereduksi miskonsepsi siswa SMA pada materi fluida statis. Pengembangan perangkat pembelajaran menggunakan four-D model dan diujicobakan pada tiga kelas yaitu kelas X-2, kelas X-3, dan kelas X-4 dengan jumlah siswa seluruhnya sebanyak 90 siswa di SMA Negeri 19 Surabaya semester genap tahun ajaran 2013/2014 dalam bentuk one group pretest–posttest design. Data-data yang dikumpulkan berupa data validasi perangkat pembelajaran, data keterlaksanaan pembelajaran, data hasil belajar, data aktivitas siswa, data respons siswa, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan antara lain: 1) analisis deskriptif kualitatif meliputi: ketuntasan indikator, hasil belajar, penurunan miskonsepsi. 2) analisis CRI meliputi: intensitas miskonsepsi dan penurunan potensi miskonsepsi. 3) analisis statistik parametrik meliputi: uji normalitas, uji homogenitas, dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) validitas perangkat pembelajaran yang dikembangkan berkategori valid; 2) kepraktisan perangkat pembelajaran ditinjau dari: keterbacaan BAS dan LKS berkategori tinggi, keterlaksanaan pembelajaran berkategori baik; 3) keefektifan perangkat pembelajaran ditinjau dari: (a) ketuntasan klasikal semua kelas mencapai 100%; (b) reduksi miskonsepsi merujuk pada penurunan miskonsepsi yang dialami oleh rata-rata siswa kelas X-2 mencapai 59,29%, kelas X-3 mencapai 24,52%, kelas X-4 mencapai 32,50%;  dan (c) respons siswa terhadap perangkat dan pelaksanaan pembelajaran sangat positif.  Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran fisika model guided discovery learning menggunakan alat sederhana yang dikembangkan telah memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan keefektifan sehingga layak digunakan untuk mereduksi miskonsepsi siswa SMA pada materi fluida statis.
IMPLEMENTASI MODEL SIKLUS BELAJAR HIPOTETIKAL DEDUKTIF UNTUK MENINGKATKAN PENGUASAAN KONSEP DAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF SISWA SMA Khoirunah, Wahdatun Nisa; Suyatno, Suyatno; Ibrahim, Muslimin
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p795-801

Abstract

This study aimed to describe the feasibility, student activities, student response, student mastery of concepts, creative thinking skills, and the relationship between creative thinking skills with concept mastery, and obstacles after implementation of the Hypothetical Deductive learning cycle model on buffer solution topic. This study was conducted in three stages, namely preparation of teaching materials, validation and revision stages of teaching materials, and  implementation the Hypothetical Deductive learning cycle model using the one group pretest-posttest design. Results of research showed that the feasibility of the lesson plan included in the excellent category, the dominant activity of students were to discuss with their group, students indicated a positive response to learning, the average gain score of concept mastery was 0.78 (high gain) and those of creative thinking skill was 0.62 (moderate gain), and there was a strong and significant correlation between creative thinking skill and student concept mastery with correlation value of 0.905, and the main obstacles found at the first meeting was students difficulties in designing experiments and still not familiar with the learning model that applied. Based on the data analysis, it had been concluded that the hypothetical Deductive learning cycle model could increased students’ creative thinking skills and student’s concept mastery. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan keterlaksanaan, aktivitas siswa, respons siswa, penguasaan konsep siswa, keterampilan berpikir kreatif, hubungan antara keterampilan berpikir kreatif dengan penguasaan konsep siswa, dan hambatan-hambatan setelah implementasi model siklus belajar Hipotetikal Deduktif pada pokok bahasan larutan penyangga. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembuatan perangkat pembelajaran, tahap validasi dan revisi perangkat pembelajaran, serta tahap implementasi model pembelajaran siklus belajar Hipotetikal Deduktif menggunakan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlaksanaan RPP termasuk dalam kategori sangat baik, aktivitas siswa yang dominan adalah berdiskusi dengan teman sekelompok, siswa menunjukkan respon positif terhadap pembelajaran, skor peningkatan penguasaan konsep siswa rata-rata sebesar 0,78 (gain tinggi) sedangkan skor peningkatan keterampilan berpikir kreatif rata-rata sebesar 0,62 (gain sedang), serta terdapat korelasi yang kuat dan signifikan antara keterampilan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa, dengan harga koefisien korelasi sebesar 0,905, dan hambatan utama yang ditemukan pada pertemuan pertama yaitu siswa kesulitan dalam merancang eksperimen serta masih canggung dengan model pembelajaran yang diterapkan. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa model siklus belajar Hipotetikal Deduktif dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan berpikir kreatif dan penguasaan konsep siswa.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI BERBASIS INKUIRI MATERI SISTEM EKSKRESI MANUSIA UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN KERJASAMA SISWA SMA Fadilah, Sri Istinafiatin; Kardi, Soeparman; Supardi, Z.A. Imam
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p779-787

Abstract

The aim of this research is to develop biology inquiry-based instructional materials, on the topic Human Excretion System to facilitate senior high school students to think critically and work cooperatively. The instructional materials consisted of the lesson plan, worksheet, learning material, and evaluation instruments. Before the try-outing, the instructional materials had been validated by expert and good categorized.  The result showed that: 1) the developed instructional materials were feasible; 2) the lesson plan had been well implemented (98%); 3) the highest students activities were discussion (27,56%), writing hypotheses (22,16%), formulating conclusion (13,70%), and testing hypotheses using the data collection (13,14%); 4) student learning outcomes including the ability of the achievement of competence indicators completeness 88% and  the think critically had reached 95,6% of mastery level in the indicator gives the argument (92,6%) and take decisions and actions (88,1%); 5) student motivation level based on the ARCS instrument were respectively: 4,48 for Attention, 4,44 for Relevance, 4,22 for Confidence, and 4,47 for Satisfaction. The percentage of student response to the instructional process was 80,77% , 84,62% to the teaching materials, 82,05% to the worksheets; and 6) 87,3% in collaboration work. Based on the above result showed that developed biology inquiry based instructional materials on the topic Human Excretion System were feasible to facilitate senior high school students to think critically and work cooperatively. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang layak berdasarkan pendekatan berbasis inkuiri pada pokok bahasan sistem eksresi manusia dalam upaya untuk melatih keterampilan berpikir kritis dan kerjasama siswa SMA. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah Silabus, RPP, Materi Ajar, LKS, dan Instrumen Penilaian. Sebelum diujicobakan perangkat pembelajaran telah divalidasi oleh pakar dan hasilnya valid dan berkategori baik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan secara keseluruhan layak digunakan; 2) keterlaksanaan RPP adalah 98% terlaksana baik; 3) aktivitas siswa dalam proses pembelajaran yang tertinggi adalah berdiskusi dengan guru  atau siswa lain, yaitu (27,56%), menuliskan hipotesis (22,16%), membuat kesimpulan (13,70%), dan menguji hipotesis (13,14%); 4) hasil belajar siswa yang meliputi ketuntasan indikator ketercapaian kompetensi 88,8% dan keterampilan berpikir kritis rata-rata (95,6%) dengan persentase tertinggi pada indikator memberikan argumen (96,2%) dan mengambil keputusan dan tindakan (88,1%); 5) respon siswa siswa terhadap pembelajaran dapat dilihat dari nilai angket dengan menggunakan ARCS, yaitu untuk Attention (perhatian) = 4,48, Relevance (relevansi) = 4,44, Convidence (keyakinan) = 4,22, dan Satisfacation (kepuasan) = 4,47, Persentase respon untuk proses pembelajaran 80,77%, materi ajar 84,62%, dan LKS 82,05%; 6) kemampuan kerjasama siswa tertinggi pada aspek menghargai anggota kelompok, yaitu 87,3 %. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa  perangkat pembelajaran biologi berbasis inkuiri yang dikembangkan adalah layak dan dapat melatih keterampilan berpiki kritis dan kerjasama siswa SMA pada materi Sistem Ekskresi Manusia.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA Sulardi, Sulardi; Nur, Mohamad; Widodo, Wahono
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol 5, No 1 (2015)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v5n1.p802-810

Abstract

This developmental research aims to produce physics learning device using qualified Problem Based Learning model (PBL) (validity, practicality, and effectiveness) to practice students's critical thinking skills in the subject of rotational dynamics and the weight of the object point. This research was implemented into stages, namely device development using the 4-D model of Thiagarajan (1974) and learning device implementation for 4 meetings with 25 students of eleventh grade of the State senior high school 1 Muara Lawa, in the second semester the academic year 2014/2015 by using one group pretest-posttest design the results of the research was analyzed by using descriptive analysis techniques. The obtained data: validator assessment of the lesson plan (RPP), student’s worksheet (LKS), Student’s Books, and assessment sheets with valid category. Student’s worksheet assessment and student’s book also have a high degree of readability. Lesson plan feasibility with the score of 4.04 is well performed category. Student learning outcomes (knowledge, critical thinking skills, psychomotor skills and attitudes) is classically completed. All students got critical thinking improvement: 16% (not skillful-less skillfull), 48% (not skillful-skillful), 36% (not skillful-very skillful). Based on the observation 65% of the learning was student’s activity. The students responded the learning activities of PBL models positively.The research shows that the physics learning device using problem based learning model is valid, practical, and effective to train the students' critical thinking skills. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika model Problem Based Learning (PBL) yang berkualitas (validitas, kepraktisan, dan keefektifan) untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa pada materi dinamika rotasi benda tegar dan titik berat benda. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pengembangan perangkat mengikuti rancangan 4-D model dari Thiagarajan (1974) dan dilanjutkan dengan tahap implementasi perangkat pembelajaran sebanyak 4 pertemuan terhadap 25 siswa kelas XI-IPA di SMA Negeri 1 Muara Lawa semester genap tahun pelajaran 2014/2015 dengan menggunakan rancangan one group pretest-posttest design sedangkan hasil penelitian dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Data hasil penelitian diperoleh: penilaian validator terhadap RPP, LKS, Buku Siswa, dan lembar penilaian dengan kategori valid. LKS dan Buku siswa juga memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi. Penilaian keterlaksanaan RPP dengan skor 4,04 berkategori terlaksana dengan baik. Hasil belajar siswa (pengetahuan, keterampilan berpikir kritis, keterampilan psikomotor dan sikap) secara klasikal tuntas. Semua siswa mengalami peningkatan keterampilan berpikir kritis: 16% (tidak terampil-kurang terampil), 48% (tidak terampil-terampil), 36% (tidak terampil-sangat terampil). Hasil pengamatan sebesar 65% dari pembelajaran adalah aktivitas siswa. Siswa memberikan respon yang positif terhadap kegiatan pembelajaran model PBL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran fisika dengan model PBL telah valid, praktis, dan efektif untuk melatih keterampilan berpikir kritis siswa.

Page 3 of 4 | Total Record : 32