cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 649 Documents
IMPLEMENTASI PETA KONSEP MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TPS SEBAGAI COGNITIVE DIAGNOSTIC ASSESSMENT (CDA) Sussi Widiastuti; Leny Yuanita; Wasis Wasis
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p218-223

Abstract

The objective this research is to implement a concept maps as a learning strategy and Cognitive Diagnostic Assessment (CDA) using TPS Cooperative Learning Model. The subject of this research were X TITL 1, X TKJ 2, and X TKR 4 of SMK 1 Kediri on the subject of chemical reactions with One Group Pretest-Posttest design. The implementation of lesson plan is well categorized, the most dominant student activity is working in pairs, there is the changing of students concept understanding level. The value of the correlation between the score of concept maps and learning outcomes is 0.7, it can be interpreted that the higher score in the concept map, the higher of learning outcomes. It can be concluded that concept maps can implement  using  TPS cooperative learning model as a learning strategies and  Cognitive Diagnostic Assessment (CDA).Penelitian ini bertujuan   mengimplementasikan peta konsep menggunakan model pembelajaran kooperatif TPS sebagai strategi belajar dan Cognitive Diagnostic Assessment (CDA). Subyek penelitian ini adalah kelas X TITL 1, X TKJ 2, dan X TKR 4 SMKN 1 Kediri  pokok  bahasan  Reaksi  Kimia  dengan  rancangan  penelitian  One Group  Pretest-Posttest  design.  Temuan hasil penelitian yakni keterlaksanaan RPP berkategori baik, aktivitas siswa yang dominan ad alah bekerja berpasangan, adanya perubahan tingkat pemahaman konsep siswa. Nilai korelasi antara skor peta konsep dan nilai hasil belajar lebih dari 0,7, dapat  disimpulkan semakin tinggi skor peta konsep semakin tinggi pula nilai hasil belajar.   Disimpulan bahwa peta konsep dapat diimplementasikan menggunakan model pembelajaran kooperatif TPS Cognitive Diagnostic Assessment (CDA).
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA MELALUI PENDEKATAN CTL UNTUK MEMINIMALISIR MISKONSEPSI FLUIDA DINAMIS Susanti Susanti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p224-230

Abstract

This Research purpose is to get the proof of the Development of teaching tool through CTL approach shows decrease of misconception after the learning. The amount of research subject contains 75 students from three classes, they are XII Scienc e 1, XII Science 4, and XII Science 5 in SMA Negeri 1 Surabaya. The research has been done with CRI (Certainty of Response Index) method for measuring the Students misconception. The research result shows the students misconception of Dynamic fluid happened on the concept at the beginning of learning before the CTL approach. The average percentage of misconcepti on on the three classes replication shows on the continuity equation shows 26.4 %, on the Bernoulli principal with the application of the Bernoulli, which is Torricelli theory shows 25.3 % of misconception , and on the next concept of application of Bernoulli principal which is Venture meter shows 30.7% of misconception, and on the Aircrafts wing lifting shows 10.7% of misconception. On General Student Misconception happened on Dynamic fluid shows decrease level of misconception even though there are still few students on the three classes on the three replication classes shows increase of misconception level. The conclusion is Physic teaching and l earning through CTL approach can minimize the misconception level for Students on Dynamic fluid subject.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti dengan mengembangkan perangkat pembelajaran melalui pendekatan CTL agar terjadi penurunan miskonsepsi sesudah pembelajaran. Subyek penelitian berjumlah 75 siswa dari tiga kelas paralel yai tu kelas XII IPA1, XII IPA4, dan XII IPA5 di SMA Negeri 1 Surabaya. Penelitian dilakukan dengan metode CRI (Certainty of Response Index) untuk mengukur miskonsepsi siswa. Hasil penelitian menunjukkan miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis terjadi pada sebagian besar konsep di awal sebelum pemberian pembelajaran CTL. Persentase rata-rata miskonsepsi pada ketiga kelas replikasi, menunjukkan pada konsep persamaaan kontinuitas menyisakan miskonsepsi sebesar 26,4%, pada konsep asas Bernoulli beserta penerapannya yaitu Teori Torricelli masih menyisakan miskonsepsi sebesar 25,3%, dan pada konsep penerapan asas Bernoulli yang berikutnya yaitu pada pipa venturimeter masih menyisakan miskonsepsi sebesar 30,7%, dan gaya angkat sayap pesawat terbang masih menyisakan masing-masing 10,7%. Pada umumnya miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis mengalami penurunan meskipun ada beberapa siswa pada ketiga kelas replikasi mengalami kenaikan jumlah miskonsepi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pembelajaran fisika melalui pendekatan CTL dapat meminimalisir miskonsepsi siswa pada materi fluida dinamis
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS KOMBINASI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF YANG DI IMPLEMENTASIKAN MELALUI KEGIATAN EKSPERIMEN PADA MATERI KALOR UNTUK MELATIHKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Theo Jhoni Hartanto; Soegimin W.W; Wasis Wasis
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p231-239

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat pembelajaran fisika berbasis kombinasi model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif pada materi kalor yang valid, praktis, dan efektif untuk melatih keterampilan pros es sains. Pengembangan perangkat dalam penelitian ini mengadaptasi model. Validitas perangkat menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran. Kepraktisan perangkat ditinjau dari: (a) Keterlaksanaan RPP 1 dan keterlaksanaan RPP 2 memperoleh kategori baik; dan (b) Aktivitas siswa yang dominan pada pertemuan pertama adalah memperhatikan penjelasan guru dan aktivitas yang dominan pada pertemuan kedua adalah mengerjakan LKS. Keefektifan perangkat ditinjau dari: (a) Ketuntasan hasil belajar kognitif produk sebesar 87,5% di kelas VII-A dan 86,36% di kelas VII-B; (b) Keterampilan proses sains melalui tes kinerja menghasilkan ketuntasan sebesar 75,00% di kelas VII-A dan 86,36% di kelas VII-B; dan (c) Respon siswa pada umumnya sangat positif terhadap perangkat dan kegiatan pembelajaran.  Berdasarkan temuan-temuan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis model pembelajaran langsung dan model pembelajaran kooperatif melalui kegiatan eksperimen yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif untuk digunakan dalam kegiatan pembelajaran fisika pada materi kalor.
IMPLEMENTASI PERANGKAT PEMBELAJARAN BERKARAKTER BERORIENTASI MODEL PEMBELAJARAN PEMAKNAAN UNTUK MELATIHKAN SIKAP MORAL SISWA Agustina Pertiwiningrum; Muslimin Ibrahim; Yuni Sri Rahayu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p240-249

Abstract

Implementation peripheral of study with character aim to overcome student moral decadence with moral attitude and improve result learn cognate at Human Reproductive System being use meaningful model study.The researcher use One Group Pretest-Postest Design during the implementation. The data were analized using quantitative and qualitative descriptive analysis. Result of implementation peripheral of study with character orient model study of meaningful in this research categorized very good. The implementation of the four lesson plans were very good. The 23 learning objectives were achieved. The achievement of moral attitude in moral knowing, moral feeling, and moral acting were very good. Suggestion the proposed is require to be developed by peripheral of study with character at different discussion fundamental to inculcate character values to educative participant Implementasi perangkat pembelajaran berkarakter bertujuan untuk mengatasi dekadensi moral siswa dengan membelajarakan sikap moral dan meningkatkan hasil belajar kognitif pada pokok bahasan Sistem Reproduksi Manusia menggunakan model pembelajaran pemaknaan. Rancangan penelitian yang dipakai adalah One Group Pretest-Postest Design dan hasil penelitian dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil implementasi perangkat pembelajaran berka rakter berorientasi model pembelajaran pemaknaan dalam penelitian ini dikategorikan sangat baik. Keterlaksanaan rata -rata dari keempat RPP dikategorikan sangat baik. Ketuntasan dari 23 Tujuan Pembelajaran tercapai. Hasil belajar kognitif mencapai 95% tuntas. H asil belajar sikap moral pada aspek pengetahuan moral (moral knowing), perasaan moral (moral feeling), dan tindakan moral (moral acting) mencapai 100% tuntas dengan kategori sangat baik. Saran yang diusulkan adalah perlu dikembangkan perangkat pembelajaran berkarakter pada pokok bahasan yang berbeda untuk menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik.
PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF SISWA MENGGUNAKAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI DENGAN PENDEKATAN TASC (THINKING ACTIVELY IN SOCIAL CONTEXT) Irsad Rosidi; Muslimin Ibrahim; Tjandrakirana Tjandrakirana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p250-257

Abstract

Research learning characterized biology with Thinking Actively in Social Context (TASC) approach to increase creative thinking skills of students has been done tested to applied in 30 students of class X SMA Negeri 1Kebomas-Gresik with one-group pretest-posttest design. The results of this research are learning performance categorized good (3.82) in the score range 1-4, the ability to think creatively students increased due to treatment (Gain Score = 0.9 and T test = -tmearure < -ttable = -21.028 -2.045), thoroughness student learning outcomes in classical (0.93) and the individual (0.86) and thoroughness indicators (0.92) increased by the treatment (Gain score = 0.8) and categories are complete, and the response students positive (98 percent). The conclusions this research, learning with TASC approach can improve the creative thinking ability of senior high school student.Telah dilakukan penelitian pembelajaran biologi dengan pendekatan Thinking Actively in Social Context (TASC) dengan tujuan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa dan diujicobakan pada 30 siswa kelas X SMA Negeri 1 Kebomas-Gresik dengan  desain  one  group  pretest-posttest.  Analisis  data  secara  deskriptif  kualitatif  dengan  hasil  pengamatan  keterlaksanaan pembelajaran kategori baik (3,82) dalam rentang skor 1-4, kemampuan berpikir kreatif siswa meningkat akibat perlakuan (Gain Score = 0,9 dan uji T = -thitung < -ttabel = - 21,028 < -2,045), ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal (0,93) dan individu (0,86) serta ketuntasan indikator (0,92) meningkat akibat perlakuan (Gain score = 0,8) dan kategori tuntas, serta respon siswa positif (98%). Simpulan penelitian ini, pembelajaran dengan pendekatan TASC dapat meningkatkan kemampuan  berpikir kreatif siswa SMA.
PENGEMBANGAN INSTRUMEN ASESMEN KOMPREHENSIF BERBASIS KOMPETENSI PADA MATA PELAJARAN IPA/BIOLOGI Anang Triyoso; Muslimin Ibrahim; Raharjo Raharjo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 2 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n2.p258-263

Abstract

This  research  aims  was  to develop  a competency-based  assessment  instruments  in subject  of  Science/Biology.  This research was carried out through the development of the following 4-D design models of Thiagarajan (1974) and then continued the implementation the classroom using One Shot Case Study Design. The data were obtained as follows: the results of the validation instruments decent role in the category; legibility of instruments indicates that the content, appearance, difficulty sentences and interesting pictures and easy to understand students; enforceability of good category; effectiveness of the instrument showed that cognitive assessment to have a reliability tes objective 0.39, the level of difficulty of items were easily as many as 11 items (36.7%), medium as many as 16 items (53.3%), and difficult as many as 3 items (10%), sensitive items as many as 27 items (90%) and less sensitive as many as 3 items (10%), while the essay test has a reliability of 0.45, an easy difficulty level items as many as 2 items (20%), medium as many as 4 items (40%), and difficult as many as 4 items (40%), sensitive items as many as 6 items (60%) and less sensitive as many as 4 items (40%); assessment of the affective domain has a reliability 0.81; assessment of psychomotor domains I has a reliability  of 0.52 and psychomotor  II has a reliability  of 0.62.  Student  field  constraints  are not  accustomed  to using competency-based assessment instrument. Based on the analysis of data, it can be concluded that a Competency-Based Assessment Instruments in subject of Science/Biology that have been developed are valid, practical, and effective.Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengembangkan  instrumen  asesmen  komprehensif  berbasis  kompetensi  pada  mata pelajaran IPA/Biologi. Penelitian ini dilaksanakan melalui pengembangan instrumen mengikuti rancangan 4-D model dari Thiagarajan  (1974)  kemudian  dilanjutkan  implementasi  di  kelas  menggunakan  rancangan  One  Shot  Case  Study.  Data  hasil penelitian yang diperoleh sebagai berikut: hasil validasi instrumen dalam kategori layak; keterbacaan instrumen  menunjukkan bahwa isi, penampilan, kesulitan kalimat dan gambar menarik dan mudah dipahami siswa; keterlaksanaan instrumen berkategori sangat baik; keefektifan instrumen menunjukkan bahwa asesmen ranah kognitif untuk tes objektif memiliki reliabilitas 0,39, tingkat kesukaran butir soal mudah sebanyak 11 butir soal (36,7%), sedang sebanyak 16 butir soal (53,3%), dan sukar sebanyak 3 butir soal (10%), butir soal sensitif sebanyak 27 butir soal (90%) dan kurang sensitif sebanyak 3 butir soal (10%), sedangkan tes uraian memiliki reliabilitas 0,45, tingkat kesukaran butir soal mudah sebanyak 2 butir soal (20%), sedang sebanyak 4 butir soal (40%), dan sukar sebanyak 4 butir soal (40%), butir soal sensitif sebanyak 6 butir soal (60%) dan kurang sensitif sebanyak 4 butir soal (40%); asesmen ranah afektif memiliki reliabilitas 0,81; asesmen ranah psikomotor I memiliki reliabilitas 0,52 dan psikomotor II memiliki reliabilitas  0,62.  Kendala  lapangan  adalah  siswa  belum  terbiasa  menggunakan  instrumen  asesmen  komprehensif  berbasis kompetensi. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa instrumen asesmen komprehensif berbasis kompetensi pada mata pelajaran IPA/Biologi yang dikembangkan valid, praktis, dan efektif.
THE EFFECTIVENESS OF THE 5Es MODEL WITH ANALOGY IN PROMOTING STUDENTS DEEP UNDERSTANDING AND ATTITUDES TO LEARN SCIENCE IN BIOLOGY LEARNING Purnomo Purnomo; Tjandra Kirana; Muslimin Ibrahim
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 3 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n1.p264-268

Abstract

In evaluating the effectiveness of the 5Es model with analogy to providing access of deep understanding and attitudes to learn science, a case study research was brought involving 27 undergraduates who took The Human Anatomy and Physiology course. The data gathered were then analyzed using qualitative descriptive technique. The results informed that most students were successful to have deep understanding towards abstract concepts showing by grade of at least C or acceptable level and good attitudes  to  learn  science  within  which  all  students  possessed  the  same  perception  corresponding  to  interest  and  enjoyment regardless any different level of achievement. Overall, it could be concluded that the 5Es model with analogy was quietly effective to make deep understanding and attitudes to learn science appear in students learning.Dalam mengevaluasi keefektifan model 5Es dengan analogi terhadap pemahaman mendalam dan sikap belajar sains, sebuah studi kasus dilakukan dengan melibatkan 27 mahasiswa yang memprogram Mata Kuliah Anatomi dan Fisiologi Manusia. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian tersebut menginformasikan bahwa umumnya siswa berhasil untuk memahami konsep yang abstrak secara mendalam yang ditunjukkan dengan nilai minimal C dan memiliki sikap belajar sains yang baik terkait dengan kesenangan dan minat belajar tanpa menghiraukan pencapaian hasil belajar mereka. Oleh karena itu, dapat simpulkan bahwa model pengajaran 5E dan analogi terbukti efektif untuk memunculkan pemahaman konsep secara mendalam dan sikap belajar sains.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BIOLOGI MATERI ENZIM BERBASIS METODE GUIDED DISCOVERY LEARNING UNTUK MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS Riyanto Riyanto; Susantini Susantini; Rahayu Rahayu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 3 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n1.p269-273

Abstract

This study aims to determine the feasibility of learning biologi guided discovery-based learning methods, critical thinking skills and learning outcomes after the implementation of learning in students of class XII Science 4in SMAN 19 Surabaya. The research carried out by using 4-D design models and the implementation of learning in the classroom using the one-group pretest- posttest design with one treatment. Data collection was done using observation, tests, documentation and questionnaires. Data analysis was done by using descriptive statistical analysis. Based on the result of this study concluded that the developed learning package for learning to improve critical thinking skills and student learning outcomes.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan perangkat pembelajaran biologi berbasis metode  guided discovery learning, keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar setelah implementasi perangkat pembelajaran pada siswa kelas XII IPA 4 SMA Negeri 19 Surabaya. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan rancangan 4-D model dan pelaksanaan pembelajaran di kelas menggunakan rancangan one group pretest-posttest design dengan satu perlakuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik pengamatan, tes, dokumentasi, dan angket. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelaja ran untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa.
MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) PADA SISWA SMP Windarti Windarti; Tjandra Kirana; Wahono Widodo
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 3 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n1.p274-281

Abstract

The reality found in school showed that the teaching and learning experiences were dominated by the use of the Direct Instruction model and there were no activities to facilitate students to think criticaly. Thus, it is necessary to develop  guided discovery learning materials to overcome it. The one group pretest-posttest design was used as a the research design involving 30 Junior High School students. The data were analyzed through descriptive qualitative technique. The results showed that students activities were consistent with each stage of the guided discovery learning, students responses were good, and N-gain test informed that the students learning outcome and their  capability  to use  critical  thinking  skills  increased.  Based  on  those  findings,  it  can  be  concluded  that  the  guided  discovery instructional materials were effective to facilitate Junior High School students by think critically.Kenyataan di sekolah metode pembelajaran yang digunakan lebih berorientasi pada Direct Instruction dan belum  tersedia    perangkat  pembelajaran yang  dapat  melatih  keterampilan  berpikir  kritis  siswa  sehingga  perlu dikembangkan pembelajaran yang berorientasi pada penemuan terbimbing untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis kepada siswa SMP. Rancangan penelitian one group pretest-posttest design dengan subyek 30 orang siswa SMP. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas siswa sesuai dengan tahapan penemuan terbimbing, respon siswa baik, uji N Gain menunjukkan peningkatan hasil belajar dan kemampuan berpikir kritis serta pembelajaran penemuan terbimbing, pokok bahasan peran manusia dalam pengelolaan lingkungan efektif untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis siswa SMP.
Evaluation of the Effectiveness of Authentic Assessment on Students Attitudes Sabtiawan Sabtiawan; Leny Yuanita; Yuni Sri Rahayu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 3 No. 1 (2013)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v3n1.p282-285

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of using the authentic assessment on students attitudes involving interest and enjoyment when they learned Atomic Absorption Spectroscopy Topic. Selected sample of this research was 37 students of chemistry who enrolled in the Spectroscopic Methods of Analysis Subject, Mathematics and Natural Sciences Faculty, The State University of Surabaya. This research was conducted by using case study research. The data were gained through two techniques, namely, observation and interview, and were analyzed using descriptive qualitative. The findings informed that the students showed positive feelings toward the topic after and during learning constructed by using authentic assessment dimensions with embedded cooperative learning syntax, especially students interest and enjoyment. They felt interested to the topic because of three reasons, that are, learning the theory through practice, discussion intensively, and activity like the real workplace. Moreover, they enjoyed during the learning because of four reasons also, that are, discussion without reluctance, no forcing all concept at once, synchronizing between  theory  and  practice  occurring  well,  and  learning  in  a  team.  In  conclusion,  the  learning constructed through the authentic assessment dimensions was effective to foster students attitudes.belajar mahasiswa meliputi aspek students interest dan enjoyment pada Mata Kuliah Metode Spektroskopi Analisis (Analitik III). Subjek penelitian ini adalah 37 mahasiswa kimia yang memprogram Mata Kuliah Analitik III di FMIPA-UNESA. Penelitian  ini  dilakukan  menggunakan desain  studi  kasus  yang  mana  teknik  pengambilan data dilakukan melalui observasi dan interview. Data yang diperoleh menunjukkan respon positif selama pembelajaran (pembelajaran yang dirancang menggunakan dimensi-dimensi penilaian otentik) pada mata kuliah ini. Mereka merasa tertarik (students interest) belajar pada topik yang mereka pelajari karena tiga alasan yaitu belajar teori melalui praktik, diskusi secara intensif dan aktifitas seperti seorang profesional. Kesenangan belajar (students enjoyment) timbul karena empat hal, antara lain adanya diskusi, tidak dipaksa memahami semua konsep pada satu kali pertemuan, adanya integrasi yang baik antara teori dan praktek dan belajar dalam kelompok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penilaian otentik efektif untuk menimbulkan dan mendorong sikap belajar mahasiwa.