cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jpps@unesa.ac.id
Editorial Address
Jl Lidah Wetan, Gedung CPD, Surabaya 60213, Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains)
ISSN : 20891776     EISSN : 25491597     DOI : http://dx.doi.org/10.26740/jpps.v9n1
Core Subject : Science, Education,
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) is one of the research journals in the education field which includes science, physics, chemistry, and biology education. JPPS also contains articles that discuss the latest issues about education.
Articles 649 Documents
PENERAPAN STRATEGI RECIPROCAL TEACHING PADA PEMBELAJARAN KIMIA UNSUR DENGAN SISWA SEBAGAI MODEL DALAM UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR KELAS XII-IA SMA NEGERI 3 SURABAYA Slamet H.Purwanto; Muslimin Ibrahim; Sri Poedjiastoeti
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n2.p90-93

Abstract

This research to implemented of reciprocal teaching strategies with student as a model in the chemical elements to improved student learning outcomes. This research used pretest-postest group design, as the researched target was a XII-iA grade SMA Negeri 3 Surabaya. The instrument used is a sheet implemented plan, tests, and questionnaires. Techniques of data analysis was used to learn the application of the device by calculating the percentage and analysis of student learning outcomes, if student responses used student percentage opinion. The results on this research (1) includes complex plan-oriented learning tools to students reciprocal teaching as a model for 88,95% and categorized well, (2) average student learning outcomes of both groups was 79.47, (3) the results of student responses showed 64% agreed and 32% most agreed if the reciprocal teaching strategies used in the study of chemical elements. Based on the above results the strategy of reciprocal teaching well performed, the results of both groups increased student learning, and as well as the students had a good response on reciprocal teaching strategies in the teaching of chemical elements. Penelitian ini bertujuan menerapkan strategi reciprocal teaching dengan siswa sebagai model dalam materi kimia unsur untuk meningkatkan hasil belajar. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest postest group design, sasaran penelitian adalah siswa kelas XII-iA SMA Negeri 3 Surabaya. Instrumen yang digunakan terdiri atas lembar keterlaksanaan perangkat, tes, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan yaitu menghitung persentase keterlaksanaan, analisis hasil belajar siswa, dan menghitung persentase pendapat siswa. Hasil-hasil dari penelitian ini adalah (1)keterlaksanaan perangkat pembelajaran berorientasi reciprocal teaching sebesar 87,38% dan berkategori baik, (2) rata-rata hasil belajar siswa pada pembelajaran kimia unsur sebesar 79,47, (3) respon siswa sebesar 64% setuju dan 32% sangat setuju jika strategi reciprocal teaching digunakan dalam pembelajaran kimia unsur. Simpulan dalam penelitian ini adalah keterlaksanaan perangkat strategi reciprocal teaching terlaksana dengan baik, hasil belajar siswa meningkat dan siswa memiliki respon yang baik mengenai penerapan strategi reciprocal teaching dalam pembelajaran kimia unsur.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA DENGAN TAMPILAN MACROMEDIA FLASH DI SMP Alfina Citrasukmawati; Rahardjo Rahardjo; Tjandrakirana Tjandrakirana
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n2.p94-100

Abstract

The topic Nutrition and Energy Transformation concepts are abstract and difficult to comprehend. To overcome such a difficulty, it is necessary to develop a set of instructional package incorporating Macromedia flash. The Dick and Carey instructional development model was used for that purpose. Before the implementation of the instructional programs, all of the components of the instructional package consisted of lesson implementation plan, media, student worksheet Guided discovery type, student workbook, and assesment intrument, were validated and met the prescribed criteria. Implementation in the school only observe one class without replication. Thirty Junior High School Students involvedin this investigation using One Group Pretest-Postest Design. Result of this research shows the lesson plan is good (3,5), learning modul is good (3,0), student worksheet type Guided discovery is good (3,5), media is good (3,5), and student achievement mastery also good (3,0). Implementation lesson plan in class using direct instruction is good (3,67), with reliability around 82% (good/reliable). Student activity commonly is good (13,25) with reliable average 92%. Student respon is good, above 83%. Student achievement increase with Gain score above 0.7. The result of observation of the teaching and learning process, conducted during its implementation, showed that there was a consistency betweenthe prescribed teaching and learning experienced with its implementation. Students had met the 80% minimum mastery criteria. So it can be concluded that the development instructional package is effective to increase the junior High School student achievement. Materi proses perolehan nutrisi dan transformasi energi pada tumbuhan hijau sulit dipahami oleh siswa karena bersifat abstrak, sehingga tidak dapat dilihat secara nyata. Atas dasar itu, perlu kiranya mengembangkan perangkat pembelajaran dengan bantuan tampilan media Macro flash. Untuk itu, telah dilakukan suatu penelitian pengembangan perangkat pembelajaran, yang berorientasi Dick and Carey dan bertujuan meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini hanya dilakukan pada satu kelas saja, tanpa melakukan ulangan. Subyek penelitian 30 orang siswa kelas VIII SMP Negeri 22 Surabaya, dengan rancangan Short Case Pretest-Postest, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif. Hasil penilaian RPP baik (3,5), BAS baik (3,0), LKS bercirikan Guided discovery baik (3,5), media baik (3,5) dan tes hasil belajar baik (3,0). Pengelolaan pelaksanaan di kelas dengan pembelajaran langsung termasuk baik (3,67) dengan reliabilitas 82% (baik/reliabel). Aktivitas siswa secara umum baik (13,25)dengan reliabilitas rata-rata 92%. Respon siswa secara umum tertarik sebesar 83% lebih. Tes hasil belajar menunjukan peningkatan tinggi dengan Gain score diatas 0,7. Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan perangkat pembelajaran biologi berbasis Macromedia flash di SMP, layak digunakan, keterlaksanaan pembelajaran, aktivitas dan respon siswa baik, serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
AN EVALUATION OF THE EFFECTIVENESS OF THE AUTHENTIC TASK ON STUDENTS LEARNING ACHIEVEMENT OF PLANT ANATOMY CONCEPTS IN SURABAYA STATE UNIVERSITY Enny Susiyawati; Muslimin Ibrahim; Bill Atweh; Yuni Sri Rahayu
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n2.p101-107

Abstract

To promote the knowledge of plant anatomy which is frequently taught using traditional method, students need to be involved in authentic learning by providing them an authentic task. Therefore, the aims of this current research are to implement a certain authentic task of plant anatomy; to evaluate the effectiveness of the task on the students learning achievement includes their performances, knowledge mastery, and perceptions of the task; and to describe some difficulties that occurred during the implementation of the authentic task. This case study research involved a single class consisted of 25 bachelor degree students as the subjects of this research. Observation, interview, and test were implemented to collect variety information during implementation ofthe authentic task. The findings showed that the students performance scores and the percentage of mastered indicators met the minimum mastery criteria, but the percentage of classical mastery was less than the criteria. It means the authentic task had positive impact only on students performance, but it could not help the whole students to master the topic. However, regarding to perception, both higher and lower achiever students thought the task was authentic. Nevertheless, there were four obstacles occurred during implementation of the authentic task, they were students confusion of the task, students difficulty to make microscope slides,students difficulty to identify plant structures, and the limited time. Overall, it can be concluded that, contrary to what was expected, the implemented authentic task in this study was not effective for the learners in order to get a good holistic learning achievement due to the difficulties. Therefore, in designing a well authentic task, the educators or developer need to think not only the task, but also students skills and time allocation. Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang anatomi tumbuhan yang biasanya diajarkan melalui metode tradisional, siswa perlu dilibatkan dalam pembelajaran autentik melalui pemberian tugas autentik. Oleh karenanya, tujuan penelitian ini ialah untuk menerapkan suatu tugas autentik tentang anatomi tumbuhan; untuk mengevaluasi keefektivan tugas tersebut terhadap hasil belajar siswa yang meliputi hasil kinerja, ketuntasan materi ajar, dan persepsi siswa terhadap tugas tersebut; serta untuk mendeskripsikan kesulitan-kesulitan yang terjadi selama penerapan tugas autentik. Penelitian dengan tipe penyelidikan kasus ini melibatkan satu kelas yang terdiri atas 25 siswa S1 sebagai subjek penelitian. Pengamatan, wawancara, dan tes diterapkan untuk mengumpulkan berbagai informasi selama penerapan tugas autentik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kinerja siswa dan persentase ketuntasan indikator memenuhi kriteria ketuntasan minimum, tetapi persentase ketuntasan klasikal tidak mencapai kriteria tersebut. Hal tersebut berarti tugas autentik yang diterapkan memiliki dampak positif hanya terhadap hasil kinerja siswa, tetapi tugas tersebut belum dapat membantu seluruh siswa untuk menuntaskan materi ajar. Walaupun demikian, berkaitan dengan persepsi siswa, baik siswa yang memperoleh nilai tinggi maupun rendah menganggap tugas tersebut autentik. Akan tetapi, terdapat empat kendala yang terjadi selama penerapan tugas autentik tersebut, yaitu: kebingungan siswa terhadap tugas yang diberikan; kesulitan siswa dalam membuat preparat dan mengidentifikasi struktur tanaman; serta keterbatasan waktu yang tersedia. Jadi, dapat disimpulkan bahwa, berbeda dengan yang diharapkan, tugas autentik yang diterapkan dalam penelitian ini tidak effektif bagi siswa dalam rangka memperoleh hasil belajar holistik yang baik karena kesulitan-kesulitan yang muncul selama penerapannnya. Oleh karena itu, dalam merancang suatu tugas autentik yang baik, pengajar perlu memikirkan tidak hanya tugas autentik itu sendiri, tetapi juga keterampilan siswa dan alokasi waktu.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN IPA BERORIENTASI METODE PENEMUAN TERBIMBING (GUIDED DISCOVERY) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS Sri Astutik Handayani; Tjandra Kirana; Soeparman Kardi
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n2.p108-115

Abstract

The objective of this research is to improve the Junior High School students science process skills. A set of instructional programs consisting of lesson implementation plan, student workbook, student worksheet, and assessment sheet, were developed based on the guided discovery method. Before the implementation, all of the instructional programs were validated and met the defined criteria. Thirty Blega Junior High School students involved in this investigation using One Group Pretest-Postest Design.Instructional package is valid, management of guided discovery learning between 3.5 until 4,0 (good)with reliability between 99% until 100% (reliabel). The most dominant student activity is practice science process skills (20,07%). Mastery tests of student learning outcomes and processes to better cognitive test increase 93%, science process skills 100% with gain score both of them 71% (high). Based on the results of this investigation can be concluded the developed guided discovery instructional programs is effective to improve the Junior High School students science process skills. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil belajar siswa mata pelajararan IPA yang rendah, kemungkinan di sebabkan keterampilan proses yang rendah, untuk itu perlu kiranya membuat perangkat pembelajaran IPA untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Pengembangan perangkat pembelajaran yang dimaksud adalah silabus, RPP, LKS, buku siswa, instrumen penilaian hasil belajar. Pengembanga nperangkat berorientasi Dick dan Carey dengan metode penemuan terbimbing dan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa. Sampel penelitian 30 orang siswa SMP Negeri 1 Blega dengan rancangan One Group Pretest-Postest. Data penelitian dianalisis secara deskriptif dengan hasil: Perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah tervalidasi baik sampai sangat baik. Pengelolaan pembelajaran dengan penemuan terbimbing pada setiap tahapan /sintak penemuan terbimbing antara 3,5 sampai dengan 4,0 (baik ) dengan reliabilitas instrumen antara 99% dan 100% (reliabel). Aktivitas siswa yang paling dominan adalah berlatih keterampilan proses sains (20,07%), respon siswa terhadap pembelajaran positif. Ketuntasan  tes  hasil belajar kognitif siswa  93% sedangkan tes keterampilan proses sains 100% dengan skor peningkatan keduanya 71% (tinggi). Simpulan penelitian didapatkan bahwa perangkat pembelajaran berorientasi metode penemuan terbimbing dapat meningkatkan hasil belajar dan keterampilan proses sains siswa pada konsep sistem pernafasan manusia.
PERBEDAAN IMPLEMENTASI TIPE DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN KOGNITIF, KETERAMPILAN FREE DISCOVERY, DAN PENGEMBANGAN KARAKTER KEMANDIRIAN SISWA SMP Tunjung Paryana Karumikawati; Leny Yuanita; Endang Susantini
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 1 No. 2 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v1n2.p116-119

Abstract

The objective of this research is to compare the effectiveness of the guided discovery and the less structured discovery methods cognitive ability, free discovery skill, and autonomous character of the Junior High School. Forty Ponorogo Junior High School students have divided into two research classes were involved in this investigation using The Method of Science as the subject matter. The research was implemented in two phase, the development of the discovery learning resources, using the Kemp model, and the implementation of learning resources using the matching only pretest-posttest control group design (quasi experiment). From the hypothesis test (α: 0,005) showed that: (1)Cognitive skill of less structured discovery class higher than guided discovery class (Sig. 0.0025<α). The individual cognitive skill of guided discovery students increased from 20% to 65%, and for less structured discovery students increased from 10% to 80%; (2)Free discovery skill and autonomous character of less structured discovery class not higher than guided discovery class (free discovery skill Sig. 0,467>α; autonomous Sig.; 0,031; 0,028>α)  . Free discovery skill of guided discovery students increased from 20% to 80%, and that of less structured discovery students increased from 10% to 35%. The average percentage of autonomous character of guided discovery students ranges from 64,29% to 90,48%, and that of less structured discovery students ranges from 71,43% to 90,48%. The shortage of time allocation for the teaching and learning process was the main obstacle. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan tipe pembelajaran discovery (guided discovery dan less structured discovery) terhadap kemampuan kognitif, keterampilan free discovery, dan kemandirian siswa SMP. Subjek penelitian sejumlah 40 siswa yang dibagi dalam 2 kelas penelitian di SMP Negeri 1 Ponorogo kelas VII dengan materi pembelajaran metode ilmiah. Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yakni tahap pengembangan perangkat pembelajaran discovery mengikuti rancangan Kemp dan tahap penerapan perangkat pembelajaran menggunakan rancangan penelitian the matching only pretest-posttest control group design (quasi experiment). Hasil uji hipotesis (α: 0,005) menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan kognitif kelas less structured discovery lebih tinggi dari kelas guided discovery (Sig. 0,0025<α). Pada kelas guided discovery, kemampuan kognitif berdasarkan ketuntasan individu mengalami peningkatan dari 20% menjadi 65% dan pada kelas less structured discovery mengalami peningkatan dari 10% menjadi 80%. 2) Keterampilan free discovery dan kemandirian siswa kelas less structured discovery tidak lebih tinggi dari kelas guided discovery (keterampilan free discovery Sig. 0,467> α; kemandirian Sig. 0,031; 0,028>α). Pada kelas guided discovery, keterampilan free discovery mengalami peningkatan dari 20% menjadi 80% dan pada kelas less structured discovery mengalami peningkatan dari 10% menjadi 35%. Rata-rata persentase kemandirian pada kelas guided discovery bervariasi 64,29%  hingga 90,48% dan kelas less structured discovery antara 71,43%  hingga 90,48%. Waktu menjadi hambatan utama dalam penelitian ini sehingga dibutuhkan pengalokasian yang lebih baik pada setiap tahapan pembelajaran.
ASESMEN AUTENTIK DALAM ACTIVE LEARNING UNTUK MEMONITOR KEMAJUAN BELAJAR CALON GURU FISIKA Lia Yuliati
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p120-126

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memonitor kemajuan belajar mahasiswa peserta matakuliah strategi pembelajaran fisika Prodi Pendidikan Fisika FMIPA Universitas Negeri Malang melalui asesmen autentik.  Asesmen ini digunakan dalam pembelajaran aktif sebagai salah satu upaya menyiapkan calon guru fisika di abad 21.Kemajuan belajar mahasiswa yang diamati mencakup kemampuan  merancang, melaksanakan dan mengevaluasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan proses yang terjadi dalam pembelajaran secara apa adanya melalui pengumpulan data. Penelitian dilaksanakan dalam 3 tahap. Setiap tahap mahasiswa melaksanakan penilaian autentik sesuai dengan materi dan tugas yang diberikan. Instrumen yang digunakan meliputi SAP sebagai panduan pembelajaran, Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), butir soal tes, lembar observasi kemampuan melaksanakan pembelajaran, rubrik penilaian tugas-tugas, rubrik penilaian portofolio, jurnal belajar dan panduan wawancara. Pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan partisipatif, wawancara dan observasi. Analisis data dilakukan dengan analisis data kualitatif dengan dukungan data kualitatif dan kuatitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen autentik dapat digunakan untuk memonitor kemajuan belajar calon guru fisika. Asesmen autentik dapat memonitor hasil belajar mahasiswa dengan mengoptimalkan berbagai aspek kemampuan melalui berbagai aspek penilaian.
MELATIH KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS MELALUI FACEBOOK DALAM MATA KULIAH MULTIMEDIA PADA MAHASISWA FISIKA UNESA Rudy Kustijono
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p127-134

Abstract

Telah dilakukan penelitian pengembangan pembelajaran melalui facebook yang dapat melatihkan keterampilan berpikir kritis dalam mata kuliah multimedia. Penelitian tersebut dilakukan untuk mencari satu alternatif pembelajaran efektif yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Di samping itu adalah menjadi pendorong agar tren penggunaan facebook khususnya oleh kalangan pelajar dan mahasiswa dapat diberdayakan untuk penggunaan yang lebih bermanfaat. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian dan Pengembangan atau Research and Development (R&D), dengan langkah penelitian studi pendahuluan, pengembangan produk dan ujicoba produk. Pokok bahasan penelitian adalah materi yang berhubungan dengan fisika dan aplikasinya, sedangkan ujicoba terbatas diterapkan pada mahasiswa Jurusan Fisika Unesa yang berjumlah 50 orang yang sedang memprogram mata kuliah multimedia pada semester gasal tahun akademik 2012-2013. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran melalui facebook dapat digunakan untuk melatihkan keterampilan berpikir kritis mahasiswa berdasarkan penilaian dosen maupun mahasiswa yang memberikan penilaian baik (analyzing ≥ 80%, synthesizing ≥ 70%, evaluating ≥ 75%, applying ≥ 90%, generating ideas ≥ 85%, expressing ideas ≥ 80%, dan problems solving ≥ 62%).
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN FISIKA SMP BERBASIS SIMULASI VIRTUAL DAN KIT SEDERHANA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG DAN KOOPERATIF UNTUK MENGAJARKAN KETERAMPILAN PSIKOMOTOR DAN AFEKTIF PADA POKOK BAHASAN ALAT OPTIK Suci Prihatiningtyas; Tjipto Prastowo; Budi Jatmiko
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p135-141

Abstract

The aim of this research is to develop learning physics based on virtual simulation and simple KIT by combined direct instruction and cooperative learning model device to teaches psychomotor and affective skills students at optical topic. The research subject is a physics instruction package that was developed using the 4-D model and applying One Group Pretest-posttest design for the test model. The study conducted in the second semester of the school year 2012/2013 at the class VIII MTs Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik. The results showed that the validity of the instruction package in good categories and feasible to use in learning. The readability level of textbook is medium category, implementation of lesson study is good, Student activities are more dominant is the experiments with PhET simulations and simple KIT. Psychomotor learning outcomes after physics instruction package implemented is able to solve learning outcomes of students. For affective learning outcomes, students' social skills in working more dominant than ask and be a good listener. The response of the students towards learning is positive responses. Obstacles encountered during the learning is associated with time of learning and students' skills in presentation and discussion. Based on the findings above, it can be concluded that the instruction package developed feasible to use in learning to teache psychomotor and affective skills students at topic optical in junior high school.Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (developmental research) yang bertujuan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berbasis simulasi virtual dan KIT sederhana dengan menggunakan model pembelajaran langsung dan kooperatif untuk mengajarkan keterampilan psikomotor dan afektif siswa pada pokok bahasan alat optik. Subjek penelitian ini adalah perangkat pembelajaran fisika berbasis simulasi virtual dan KIT sederhana dengan model pembelajaran langsung dan kooperatif pokok bahasan alat optik yang dikembangkan menggunakan model 4-D dengan model ujicoba One Group Pretest-Posttest Design. Penelitian dilakukan pada semester genap tahun ajaran 2012-2013 kepada siswa kelas VIII MTs Kanjeng Sepuh Sidayu Gresik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa validitas perangkat pembelajaran berkategori baik. Tingkat keterbacaan buku ajar siswa termasuk dalam kategori sedang. Keterlaksanaan RPP berkategori baik. Aktivitas siswa yang dominan adalah kegiatan percobaan dengan simulasi PhET dan KIT sederhana. Hasil belajar psikomotor siswa setelah melalui tahap penerapan pembelajaran berbasis simulasi PhET dan KIT sederhana menggunakan model pembelajaran langsung dan kooperatif dapat menuntaskan hasil belajar seluruh siswa. Untuk hasil belajar afektif, kemampuan sosial siswa dalam bekerjasama lebih aktif. Respons siswa terhadap pembelajaran memberikan respons positif. Kendala yang dijumpai selama KBM berhubungan dengan alokasi waktu pelaksanaan KBM dan kemampuan siswa dalam presentasi serta diskusi. Berdasarkan hasil temuan di atas dapat disimpulkan bahwa perangkat yang dikembangkan layak digunakan dalam pembelajaran untuk mengajarkan keterampilan psikomotor dan afektif siswa.
FOSTERING STUDENTS SCIENTIFIC REASONING THROUGH 5E MODEL OF INSTRUCTION ON TENTH GRADE STUDENT OF PHYSICS CLASS IN SMAN 15 SURABAYA Noly Shofiyah; Z. A. Imam Supardi; Budi Jatmiko
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p142-146

Abstract

The aim of this study was to develop instructional package using 5E model of instruction to foster students scientific reasoning. The instructional package consisting of lesson plan, handout, students worksheet, and scientific reasoning test was developed by using the four-D model. Subject of research in this study was instructional package using 5E model of instruction which was tried out on tenth grade students of SMAN 15 Surabaya. The tryout was conducted by using the one-group pre-test post- test design. This study used three techniques for collecting data, namely observation, test, and questionnaire. The obtained data were processed with descriptive qualitative analysis. The findings revealed that the developed instructional package reflecting th e 5E model was valid to be implemented in classroom, the completion of the lesson plan was categorized excellent, and students were engaged actively in the instruction of the 5E model as shown by their dominant activities namely performing experiment and discussion. The other findings showed that the 5E model of instruction is effective to foster students scientific reasoning skills and students gave positive responses to the implementation of the developed instructional package. However, there were obstacles that teacher and students faced during instructional process. Regarding to the findings, then it can be concluded that the developed instructional package reflecting 5E model of instruction is effective to be implemented to foster students scientific reasoning.
TINGKAT PEMAHAMAN MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA PADA BEBERAPA KONSEP DASAR MATEMATIK YANG DIBUTUHKAN UNTUK KELANCARAN BELAJAR KIMIA KUANTITATIF Fahyuddin Fahyuddin; Liliasari Liliasari; Jozua Sabandar
JPPS (Jurnal Penelitian Pendidikan Sains) Vol. 2 No. 1 (2012)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jpps.v2n1.p147-153

Abstract

This study explores the basic mathematics abilities of pre-service chemistry students in the specific area of mathematics that consists of four sections, on logarithms, scientific notation , algebra, and graphs. The results of this study were used to develop content lecture of chemistry mathematics course in both chemistry education curriculum and science of chemistry. The participants were 150 students that consists of three level, one level, two, and three, each of 50 respondents. The basics mathematics ab ilities of three level chemistry students were compared with each other. The questions were used in this descriptive study are all multiple choice that developed based on four mathematics concept and related with the needs of chemistry students. The results ind icated that were not significantly differents in mathematics abilities among the tree level of students. Student achievements in basic mathematics consists of logarithms, scientific notation, algebra, and graphs wer, dan respectively. The mathematics concepts that are still difficult to understanding for students were algebra manipulation, transformation of mathematics equation from exponensial to logarithm equation, and understanding of graphs both exponensia l and logarithm equation.Penelitian ini mengeksplorasi kemampuan matematika dasar mahasiswa pendidikan kimia pada konsep logaritma, notasi saintifik, aljabar dasar, dan grafik. Hasil studi digunakan sebagai dasar untuk pengembangan bahan ajar mata kuliah matematika kimia pada kurikulum pendidikan kimia dan jurusan kimia. Sampel penelitian adalah 150 mahasiswa yang terdiri atas tiga tingkatan, yaitu tingkat 1, 2, dan 3 yang masing-masing 50 orang. Kemampuan konsep dasar matematik dari tiga tingkatan akan diperbandingan satu sama lain. Instrumen yang digunakan pada metode deskriptif ini berupa tes pilihan ganda yang dikembangkan berdasarkan konsep matematika yang diukur dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa kimia. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan kemampuan dasar matematik antara tiga tingkatan mahasiswa tidak memberikan perbedaan yang signifikant pada sejumlah konsep matematik yang bersesuaian dan nilai total. Untuk itu, kemampuan mahasiswa pendidikan kimia secara rata-rata pada konsep logaritma, notasi saintifik, aljabar, dan grafik berturut-turut adalah 58,6; 66,3; 51,2; dan 32,8. Konsep dasar matematik yang masih sukar dipahami adalah mengubah bentuk persamaan eksponensial ke bentuk logoritma, distribusi persamaan logaritma, hukum dasar aljabar, aritmetika bilangan dalam notasi saintifik, grafik persamaan eksponensial, dan grafik persamaan logaritma.