cover
Contact Name
Oka Agus Kurniawan Shavab
Contact Email
bihari@unsil.ac.id
Phone
+6281809075795
Journal Mail Official
bihari@unsil.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jl. Siliwangi, Kahuripan, Tawang, Tasikmalaya, Jawa Barat 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : 26553600     EISSN : 27147908     DOI : -
Jurnal ini fokus pada hasil penelitian dan non penelitian berupa gagasan konseptual di bidang pendidikan sejarah dan ilmu sejarah
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2018)" : 6 Documents clear
PERUBAHAN KEDUDUKAN DAN KEKUASAAN BUPATI DI PRIANGAN PADA TAHUN 1800-1916 Yulia Sofiani
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.229 KB)

Abstract

Bupati di Priangan pada tahun 1800-1916 berperan sebagai pemimpin tradisional sekaligus pegawai pemerintah kolonial. Sebagai pemimpin tradisional, ia harus bersikap dan bertindak dalam ikatan feodal. Sebagai aparat pemerintah kolonial, ia harus menjalankan fungsi dan perannya secara legal-rasional. Peran ganda itu sangat dilematis bagi bupati, ia harus patuh terhadap perintah pemerintah kolonial sebagai atasannya, tetapi sebagai pemimpin pribumi ia harus melindungi rakyatnya. Pemerintah kolonial menyadari bahwa bupati tidak mungkin diabaikan dari percaturan politik kolonial. Untuk mengikat bupati, maka pemeritah kolonial memberikan imbalan berupa kedudukan, kekuasaan, dan kekayaan. Pemerintah kolonial sengaja menganugerahkan simbol-simbol dan atribut-atribut kebesaran kepada bupati. Tindakan itu menambah wibawa bupati sekaligus memperkuat kharisma dan ligitimasi bupati sebagai penguasa daerah dan pemimpin tradisional. Kepentingan pemerintah kolonial dan pejabat pribumi yang tumpang tindih dapat diartikan sebagai benturan antara birokrasi legal-rasional dengan otokrasi tradisional. Di satu sisi, pemerintah kolonial berusaha menerapkan birokrasi modern yang berdasarkan kewenangan legal-rasional, tetapi di sisi lain justru mempertahankan kekuasaan tradisional.
EKSISTENSI KESENIAN UBRUG DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DI ZAMAN MILENIAL (Suatu Tinjauan Historis di Kabupaten Serang) Oka Agus Kurniawan Shavab
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (184.708 KB)

Abstract

Fakta di lapangan menunjunkan bahwa kesenian Ubrug mengalami pasang surut pada tahun 1990-2009 dimana pada periode tersebut terjadi dinamika dalam perkembangan kesenian Ubrug mulai dari kolaborasi dengan dangdut, kuantitas grup kesenian, serta bentuk pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode historis yaitu meliputi pengumpulan sumber baik lisan maupun tulisan, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Kesenian Ubrug yang berasal dari Kabupaten Serang ini merupakan kesenian tradisional dengan nilai budaya lokal yang diwariskan secara turun temurun. Kesenian Ubrug dalam perkembangannya mengalami pergeseran fungsi sesuai dengan perkembangan zaman. Pada awal kemunculannya, kesenian Ubrug berfungsi sebagai kompensasi setelah bekerja berat di sawah dan diadakan setelah pesta panen, berangsur-angsur menjadi kesenian pertunjukan hiburan semata dan diadakan di sembarang waktu. Selain itu, setelah dikolaborasikan dengan dangdut, terjadi perubahan dari bentuk pertunjukan, lagu, dan penambahan waditra. Dalam kurun waktu 1990-2009 kesenian Ubrug ini telah mengalami pasang surut. Berbagai faktor masalah yang menghambat baik internal maupun eksternal terus dihadapi kesenian ini. Akibat pesatnya arus globalisasi yang masuk ke tengah masyarakat, menyebabkan kesenian ini harus menyesuaikan dengan perkembangan seni modern saat ini.
SEJARAH DAN PERKEMBANGAN MUSIK ROCK DI INDONESIA TAHUN 1970-1990 Arief Hidayat
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.642 KB)

Abstract

Musik rock merupakan suatu bentuk musik yang dianggap sebagai musik hiburan yang kemudian diminati secara serius oleh masyarakat seiring dengan perkembangan zaman. Music rock juga merupakan musik hiburan yang menjadi serius dari dasarwarsa 1950-an yang berangkat dari pola boogie woogie sebagai kesinambungan blues di satu pihak dan akar country di pihak lain. Dalam khasanah musik popular dunia musik rock merupakan salah satu genre yang didominasi oleh vokal, gitar, drum dan bass. Banyak juga dengan penambahan instrumen seperti keyboard, piano maupun synthesizer, musik rock biasanya mempunyai beat yang kuat dan didominasi oleh gitar, baik gitar elektrik maupun akustik. Sejarah perkembangan musik rock di Indonesia sangat panjang, pada awal masuknya musik rock di Indonesia banyak mengalami hambatan terutama dari pihak pemerintah. Tetapi grup dan musisi rock di Indonesia tidak pantang menyerah, mereka memasukan kebudayaan-kebudayaan Indonesia seperti gamelan, rebana dan lain-lain serta pembuatan lirik disesuaikan dengan kebudayaan Indonesia sehingga jenis-jenis musik rock pun jadi beraneka ragam.
LEARNING STYLE THEORY DAVID KOLB DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH SMA (Penelitian Fenomenologi di Kelas XI IIS 2 SMA Negeri 2 Tasikmalaya) Ami Abdullah Fahmi
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.433 KB)

Abstract

Penelitian ini berangkat dari menurunnya hasil belajar siswa dalam pembelajaran sejarah. Banyak faktor yang menjadi akibat menurunnya hasil pembelajaran salah satu faktor yang paling berperan adalah kurangnya guru memahami gaya belajar peserta didik sehingga guru tidak memfasilitasi belajar siswa dengan metode yang benar. Pertanyaan penelitian dalam tesis ini adalah 1. Bagaimana Learning Style peserta didik kelas XI IIS 2 SMA Negeri 2 Tasikmalaya berdasarkan teori David Kolb hasil identifikasi peneliti? 2. Bagaimana hasil-hasil yang dicapai dalam pembelajaran sejarah berdasarkan Learning Style David Kolb di kelas XI IIS 2 SMA Negeri 2 Tasikmalaya? 3. Bagaimana solusi dalam mengatasi kendala dalam pembelajaran sejarah berdasarkan teori Learning Style David Kolb di kelas XI IIS 2 SMA Negeri 2 Tasikmalaya?. Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 2 Tasikmalaya. Penelitian ini mengunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Data dikumpulkan dengan teknik studi dokumentasi, wawancara dan observasi. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan diketahui bahwa 1. Gaya belajar di kelas XI IIS 2 terbagi kedalam 8 gaya belajar, Dari kedelapan gaya belajar, gaya belajar yang dominan di kelas adalah acomodator 2. Hasil evaluasi kognitif menunjukan bahwa teori Kolb benar bahwa gaya belajar berpengaruh kepada hasil belajar peserta didik. Namun, karena tidak hanya gaya belajar yang berpengaruh terhadap hasil belajar maka pada penelitian ini ditemukan adanya pengecualian terhadap teori gaya belajar Kolb. 3. Solusi untuk permasalahan dalam penelitian ini adalah pendidikan dan pembinaan guru perlu ditingkatkan untuk menghasilkan guru yang bermutu dan dalam jumlah yang memadai, serta perlu ditingkatkan pengembangan karier dan kesejahteraannya.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN PETA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH PEMINATAN MATERI KEHIDUPAN MANUSIA PRAAKSARA INDONESIA TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X IPS 4 SMA NEGERI 5 TASIKMALAYA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018 Lina Herliani; Alex Anis Ahmad; Zulpi Miftahudin
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.135 KB)

Abstract

Permasalahan penelitian yang ditemukan ialah rendahnya hasil belajar siswa di kelas X IPS 4 SMA Negeri 5 Tasikmalya. Masalah yang lain adalah penggunaan media pembelajaran yang kurang maksimal oleh guru sehingga mendorong peneliti untuk melakukan penelitian pada permasalahan tersebut dengan memanfaatkan media pembelajaran peta dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media peta pada mata pelajaran sejarah peminatan materi kehidupan manusia praaksara Indonesia terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 5 Tasikmalaya Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif pendekatan eksperimen jenis quasi experiment, desain yang digunakan nonequivalent control group design. Populasinya ialah siswa-siswi kelas X IPS 1-XI IPS 6 yang berjumlah 201 orang dari populasi tersebut diambil sampel yaitu kelas X IPS 4 sebanyak 34 Orang yang terdiri dari; 16 Laki-laki dan 18 Perempuan. Teknik Pengumpulan data menggunakan tes yaitu pretest dan posttest untuk mengetahui hasil belajar siswa dan angket untuk mengetahui sikap siswa terhadap media pembelajaran peta. Hasil penelitian dalam uji Independent-Samples T Test diperoleh hasil t-hitung kelas eksperimen-kontrol menunjukkan ada peningkatan, bahwa nilai t-hitung sebesar 3.706. Dari data tersebut terlihat nilai t-hitung 3.706 t-tabel 1.997, nilai probabilitas atau Sig (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga H1 diterima dan H0 ditolak dengan hasil rata-rata hasil belajar 40,47 sebelum dan 82,15 setelah menggunakan media pembelajaran peta, dapat disimpulkan terdapat pengaruh penggunaan media pembelajaran peta pada mata pelajaran sejarah peminatan materi kehidupan manusia praaksara Indonesia terhadap hasil belajar siswa kelas X IPS 4 SMA Negeri 5 Tasikmalaya Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018
MEDIA FILM DOKUMENTER SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN HISTORICAL AWARNES SEJARAH LOKAL DI KOTA RANGKASBITUNG MELALUI PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK SISWA SMAN 3 DI RANGKASBITUNG KABUPATEN LEBAK Bastaman, Weny Widyawati
BIHARI: JURNAL PENDIDIKAN SEJARAH DAN ILMU SEJARAH Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Pendidikan Sejarah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.167 KB)

Abstract

Pembelajaran sejarah adalah pelajaran yang sering dianggap kurang menyenangkan dikalangan peserta, didik tidak jarang pula banyak pendidik yang menyajikan materi pembelajaran sesuai dengan buku teks saja tanpa memberikan materi sesuai mengenai kearifan lokal atau sejarah lokal sehingga banyak siswa yang bahkan tidak mengenal sejarah lokal didaerahnya, seperti tokoh-tokoh lokal dan tempat-tempat bersejarah di sekitarnya, walaupun tempat tersebut sering didatangi bahkan dilewati setiap hari. Media film merupakan rekaman kejadian yang diambil langsung saat kejadian nyata tersebut sedang berlangsung. Dalam film dokumenter, unsur hiburan memang tidak begitu ditonjolkan. Hal yang terpenting dari unsur film dokumenter ini adalah pesan khusus yang disampaikan. Khalayak dapat menyaksikan kejadian nyata dalam sebuah film dokumenter tanpa harus terlibat di dalam proses pembuatannya. Media film dalam penelitian ini dilakukan di beberapa lokasi di kabupaten lebak. Kota Rangkasbitung yang terletak di kabupaten lebak menyimpan banyak sisa peninggalan sejarah yang terkait sejarah lokal dan sejarah nasional, ada beberapa tokoh yang juga dijadikan nama jalan namun sayangnya banyak siswa yang tidak mengetahui bekas bangunan-bangunan tersebut apa lagi riwayat atau sejarahnnya. Hal tersebut dianggap peneliti sebagai kekayaan sejarah bahwa kota Rangkasbitung bukanlah kota yang biasa saja dan patutlah sebagai warga Kabupaten Lebak untuk mengatahui apa saja kekayaan yang dimiliki oleh Kabupaten Lebak sehingga dengan demikian siswa ataupun masyarakat yang menyadari kekayaan sejarah Kabupaten Lebak juga akan mencintai dan tetap melestarikan agar generasi selanjutnya bisa tetap menikmati dan Kabupaten Lebak sendiri tidak kehilangan jatidiri dan sejarah Kabupaten Lebak.

Page 1 of 1 | Total Record : 6