cover
Contact Name
Niswatun Hasanah
Contact Email
jipiiaiqgresik@gmail.com
Phone
+6285643629009
Journal Mail Official
jipiiaiqgresik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Bungah No. 1 Telp/Fax. (031) 3949500 Bungah Gresik.
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam
ISSN : 20883048     EISSN : 25809229     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
The focus of JIPI Elementary School Teacher Education includes all aspects of scientific discussions about education at madrasah or school, educational innovations, and educational ideas covering: 1) research article, 2) conceptual idea, 3) review of the literature, and 4) practical experience.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (2019): June" : 6 Documents clear
PENGEMBANGAN MADRASAH: MENUJU MADRASAH BERDIKARI Lutfi Hakim
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.835 KB)

Abstract

Tujuan kebijakan adalah melakukan intervensi. Oleh karena itu, implementasi kebijakan sebenarnya adalah tindakan (action) intervensi itu sendiri. Implementasi kebijakan dalam konteks manajemen adalah berada dalam kerangka organizing-leading-controling. Dengan demikian, ketika kebijakan sudah dibuat maka tugas penting yang mesti dilaksanakan adalah mengorganisasikan dan melaksanakan kepemimpinan untuk mengarahkan pelaksanaan dan melakukan pengendalian pelaksanaan kebijakan tersebut.Dalam pergumulan politik pendidikan Nasional, sejak diberlakukan Undang-Undang RI No. 02 Tahun 1989 eksistensi madrasah semakin jelas dan kedudukannya semakin kuat. Ini berarti madrasah telah menjadi satu kesatuan (bagian integral) dari sistem pendidikan Nasional. Dalam struktur pendidikan Nasional, madrasah menjadi bagian dari jenis pendidikan umum yang diberi ciri khas Islam dan bukan lagi menjadi bagian dari jenis pendidikan keagamaan. Hal ini merupakan tantangan bagi masyarakat penyelenggara dan pengelola madrasah untuk memecahkan beberapa masalah yang dihadapi dalam rangka meningkatkan mutu, sehingga mampu berkembang secara mandiri dan mampu berperan lebih kongkrit dalam gerak pembangunan di bidang penddikan sebagai bagian terpenting dalam upaya peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia sebagaimana arah yang dituju oleh pendidikan Nasional. Selain itu secara spesifik sejak awal, madrasah didirikan dalam rangka peningkatan kualitas keimanan, dan ketakwaan kepada Allah SWT serta peningkatan kesadaran umat islam untuk berperan secara aktif dalam gerak pembangunan nasional secara2 JURNAL ILMU PENDIDIKAN ISLAM, VOL. 17 NO.1 JUNI 2019, ISSN: 2088-3048 E-ISSN: 2580-9229menyeluruh. Tulisan ini mengkaji modal dasar yang dimiliki oleh madrasah, tantangan pokok yang dihadapi dan strategi yang dilakukan dalam pembangunan kemandirian madrasahKata-kata kunci : pengembangan, madrasah, berdikari
MORALITAS DALAM PEMIKIRAN FIQH Aminatun Habibah
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (765.019 KB)

Abstract

Islam adalah agama rahmat bagi sekalian alam, kerahmatan ini merupakan nilai dan ajaran pokok agama Islam. Islam yang sejak kemunculannya merupakan sebuah gerakan pembaharuan moral dan sosial memiliki peran dalam pembentukan akhlak dan kepribadian manusia. Dengan demikian akhlak merupakan salah satu kesempurnaan ajaran Islam, tetapi dengan perkembangan zaman, telah terjadi pergeseran nilai moral dan penurunan akhlak. Hal inilah yang disebut krisis moral.Dalam kaitannya antara moral dan hukum, keduanya memiliki hubungan yang sangat erat, demikian juga antara moral dan agama. Kita mulai saja dengan memandang hubungan ini dari segi hukum. Hukum membutuhkan moral. Sebagaimana yang dikatakan Quid leges sine moribus?” Apa artinya undang-undang jika tidak disertai dengan moralitas?” Hukum tidak berarti banyak, kalau tidak dijiwai oleh moralitas. Tanpa moralitas, hukum akan kosong. Kualitas hukum sebagian besar ditentukan oleh mutu moralnya. Karena itu hukum selalu diatur dengan norma moral. Di sisi lain, moral juga membutuhkan hukum. Moral akan mengawang-awang saja, kalau tidak diungkapkan dan dilembagakan dalam masyarakat. Dengan demikian hukum bisa meningkatkan dampak sosial dan moralitas.Problem hukum dan moralitas saat ini yang menjadi subyek perdebatan dikalangan umat Islam. Dalam Islam moralitas menjadi perhatian yang sangat penting. Sehingga banyak dari kalangan filosof membicarakan tentang apakah moral menjadi unsur penting dari hukum dan apakah ajaran-ajaran moral harus diindahkan oleh norma hukum.Atas latar belakang itulah dalam makalah akan dibahas tentang hukum Islam dan Moralitas. Mencakup pembahasan tentang moral sebagai akhlaq karimah, pengertian akhlaq karimah dan kedudukannya sebagai misi utama kenabian, elaborasi ajaran tentang akhlaq karimah ke dalam pemikiran fiqh, hukum Islam dalam penetapan standar moral.Kata Kunci: Moralitas, Fiqh dan Hukum Islam
WANITA DALAM BAHASA SUFI Nur Fatih Ahmad
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (546.575 KB)

Abstract

Sachiko Murata menyimpulkan, "wanita dibuat memikat”. Murata mencoba menyitir teks-teks sufi yang menunjukkan bahwa kesempurnaan pria terletak pada kaum wanita dan, dengan demikian, kesempurnaan wanita terletak pada kaum pria. Misalnya, hal ini ditunjukkan dengan artisebuah perkawinan manusia. Setiap perkawinan adalah relasi cinta timbal balik, antara pria dan wanita. Yang satu adalah pelengkap bagi yang lain (Qs. Al-Baqarah/2: 187). Orang Jawa bilang, wanita itu adalah garwo yang berarti sigarane Nyowo (separuh nyawa). Dalam konteks ini, teks-teks sufi Ibn Arabi menunjukkan hal itu, sebagaimana dikutip Murata.Otentisitas dan relasionalitas kebenaran suatu bahasa terikat pada situasi dan kondisi tertentu. Dengan kata lain, kebenaran bahasa bersifat temporal dan kondisional. Diutusnya dua malaikat dengan membawa kebenaran, dalam cerita di atas, untuk suatu masa mengimplikasikan makna relativitas bahasa. Kebenaran bahasa hanya berpretensi universal, meminjam istilah Haidar Baqir, bila dikaitkan dengan prinsip-prinsip ilmiah, bukan semata-mata dengan simbol-simbol yang tak bisa dijelaskan dengan sepanjang prinsip-prinsip itu, seperti karisma, kesalehan lahiriah, keturunan, semata-mata penguasaan ilmu keislaman tradisional, dan sebagainya.Kata Kunci: Wanita dan Sufi
Efektifitas Pembinaan Menjadi Orang Tua Yang Lebih Baik Terhadap Peningkatan Kamampuan Keluarga (Studi Kasus di Desa Tajungwidoro dan Keramat Bungah Gresik) Muhammad mahbub
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (900.162 KB)

Abstract

ABSTRACT Be a good parent is not determined by economic, social, or educational background, but it is determined by attitudes and behavior of the parents. Children will imitate the attitudes and behavior of parents. What the children imitate from their parents will be a habit, and then influences the construction of a kid's character. The following are the attitudes and behaviors of parents that are needed to be owned in order to be better parents. This research measure the effectiveness of the coaching on how to increase the family's capability to be a better parent, the results shows (1) There is an increasing capability of family on both positive self-concept, parental affection, father involvement and cooperation in nurturing and avoiding conflict in front of children, (2) There is an increasing number of good indicators are 15-30% average, meanwhile a decreasing number of bad behavior in all indicators are 25% average. (3) That coaching of family capability to be better parents in the two villages is effective; the effectiveness level is very significant. These results indicate that the coaching program is worthy to be continued and developed. ABSTRAK Untuk menjadi orang tua yang baik tidak ditentukan oleh status ekonomi, sosial, ataupun latar belakang pendidikan, tetapi ditentukan oleh sikap dan prilaku sebagai orang tua. Anak-anak akan meniru sikap dan prilaku orang tua. Apa yang ditiru anak dari orang tuanya akan menjadi sebuah kebiasaan yang kemudian mempengaruhi pembentukan karakter anak. Berikut ini sikap dan prilaku orang tua yang perlu dimiliki agar menjadi orang tua yang lebih baik. Penelitian ini merupakan pengukuran terhadap efektifitas pembinaan peningkatan kemampuan keluarga untuk menjadi orang tua yang lebih baik, hasil yang didapat (1) Ada peningkatan kemampuan keluarga baik konsep diri yang positif, kasih sayang orang tua, keterlibatan ayah dan bekerjasama dalam pengasuhan serta menghindari konflik dihadapan anak, (2) Besaran peningkatan pada semua indikator yang baik meningkat rata-rata 15%-30%, sementara terjadi penurunan prilaku tidak baik pada semua indikator menurun rata-rata 25%. (3) Bahwa pembinaan kemampuan keluarga untuk menjadi orang tua yang lebih baik di dua desa tersebut efektif, tingkat efektifitas sangat signifikan. Hasil ini menunjukkan bahwa program pembinaan ini layak dilanjutkan dan dikembangkan objeknya. Kata Kunci; orang tua, kemampuan keluarga, efektifitas, pembinaan
URGENSI PENDIDIKAN ILMU AQIDAH DENGAN PENDEKATAN TAHDZIR SYAR’I Mochammad Chairudin
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (737.294 KB)

Abstract

Akhir-akhir ini kita dikejutkan oleh bermunculannya beberapa aliran yang pemahamannya keluar dari mainstream aqidah umat Islam. Aliran-aliran tersebut muncul bak jamur di musim hujan, terutama setelah kran era reformasi dibuka di Indonesia. Sebagaimana dalam agama Islam Ilmu agama adalah roh. Hidup dan berkembangnya Islam ditentukan oleh seberapa besar pemeluknya belajar dan memahami Islam untuk itu Pendidikan aqidah yang seharusnya menempati prioritas utama dan pertama dalam pendidikan agama Islam harus diupayakan dengan baik dengan menggunakan pendekatan tahdhir shar‘i, yakni dengan menjelaskan kepada anak didik dan masyarakat secara luas mengenai suatu ajaran yang dinilai menyimpang dari aqidah yang benar, dengan cara menyebutkan secara terang-terangan nama tokoh dan nama aliran dari ajaran tersebut, dengan tujuan supaya ajaran tersebut dapat diwaspadai, dijauhi dan ditinggalkan.Kata Kunci :Ilmu Aqidah, Tahdzir Syar’i
KONFLIK SOSIAL DAN PEMECAHANNYA (Studi Historis Konflik Akibat Modernisasi Keagamaan di Gresik 1930 – 1960) Muhammad Najib
Jurnal Ilmu Pendidikan Islam Vol 17 No 1 (2019): June
Publisher : LPPM IAI QOMARUDDIN GRESIK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.109 KB)

Abstract

Fokus penelitian ini adalah menggali sejarah terjadinya konflik sosial di Gresik pada tahun 1930-1960 sebagai akibat modernisasi paham keagamaan yang dikembangkan oleh KH. Amar Faqih di Pondok Pesantren Maskumambang.Pondok Pesantren Maskumambang merupakan salah satu pondok pesantren tertua di Gresik yang didirikan oleh KH. Abdul Djabbar pada tahun 1859 M. yang berlokasi di desa Sembungan Kidul, kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Sebagaimana umumnya pondok pesantren di Jawa Timur, pondok pesantren Maskumambang pada mulanya memngikuti paham keagamaan Islam tradisional yang dikenal dengan Ahlussunnah wal Jamaah.Kondisi ini berlanjut sampai masa kepemimpinan KH. Muhammad Faqih (1907-1937). Bahkan KH. Muhammad Faqih merupakan salah satu ulama terkenal yang pendapat-pendapatnya menjadi rujukan para kiai pesantren di Jawa Timur baik sebelum maupun sesudah Nahdlatul Ulama didirikan. Tidak jarang di antara para kiai NU, seperti KH. Hasyim Asy’ari berdiskusi dan bertukar fikiran dengan beliau dalam bidang fiqih. Akan tetapi sepeninggal KH. Muhammad Faqih dan kepemimpinan pesantren digantikan oleh KH. Amar Faqih (1937-1957), pemikiran keagamaan yang menjadi basis pesantren Maskumambang mengalami perubahan dari Islam tradisional menjadi Islam Wahabi. Di satu sisi gerakan pembaruan yang dilakukan KH. Amar Faqih bisa dikatakan sukses, akan tetapi di sisi lain justru menimbulkan konflik sosial di Gresik, khususnya di wilayah kecamatan Dukun. Kenyataan inilah yang mendorong peneliti untuk menelusuri terjadinya konflik social Kata Kunci : konflik, sosial, solusi

Page 1 of 1 | Total Record : 6