cover
Contact Name
jurnalloakaltim
Contact Email
jurnalloakaltim@yahoo.com
Phone
+62541-250256
Journal Mail Official
jurnalloakaltim@yahoo.com
Editorial Address
Kantor Bahasa Kalimantan Timur Jalan Batu Cermin 25, Sempaja Utara Samarinda
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Loa : Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan
ISSN : 1907073X     EISSN : 27148653     DOI : -
Core Subject : Humanities,
Jurnal LOA adalah jurnal yang memublikasikan berbagai hasil penelitian dan kajian bidang bahasa dan sastra, baik bahasa/sastra Indonesia, bahasa/sastra daerah, bahasa/sastra asing, maupun pengajaran bahasa/sastra Indonesia. Setiap artikel yang diterbitkan di Loa akan melalui proses penelaahan oleh mitra bebestari dan penyuntingan oleh redaksi pelaksana. Jurnal LOA diterbitkan oleh Kantor Bahasa Kalimantan Timur. Jurnal LOA terbit secara berkala dua kali dalam setahun, yaitu bulan Juni dan Desember.
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 1 (2021): LOA" : 11 Documents clear
PEMEROLEHAN BAHASA PERTAMA PADA ANAK USIA 4 TAHUN DALAM TAHAPAN PENGEMBANGAN SINTAKSIS Dantia Ayu Ningtiyas
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3477

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk memaparkan pemerolehan bahasa pertama pada anak melalui apa yang ia simak. Tujuan dari penelitian ini yaitu menjelaskan bagaimana pemerolehan bahasa pertama dan bagaimana anak usia 4 tahun sudah dalam tahap pengembangan sintaksis. Dalam penelitian ini menggunakan survey dengan metode penelitian deskriptif kualitatif  yaitu menggambarkan dan mendeskripsikan pemerolehan bahasa pertama melalui pengembangan sintaksis pada usia 4 tahun. Data yang diperoleh dalam penelitian ini merupakan hasil dari observasi lapangan dan wawancara dengan seorang anak laki-laki yang bernama Rizki Ramadhani yang tinggal di Klaten, Jawa Tengah. Usianya sudah menginjak 4 tahun yang berarti Rizki dalam tahapan banyak kata dan dalam tataran kebahasaan Rizki dalam tahap pemerolehan sintaksis. Hasil dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pada Rizki, anak usia 4 tahun mampu membuat kalimat-kalimat sederhana, kalimat tanya, dan kalimat suruh.
FRASA DAN KLAUSA PEMBANGUN DALAM NOVEL DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1991 KARYA PIDI BAIQ Moh. Syaiful Huda
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.2658

Abstract

Abstrak Penggunaan bahasa Indonesia menjadi sangat populer di era sekarang ini. Berbagai majalah, koran, surat kabar, buku, artikel maupun jurnal ilmiah tidak lepas dari penggunaan bahasa Indonesia. Banyaknya penggunaan bahasa Indonesia diberbagai media tersebut tentunya sangat menguntungkan bagi masyarakat untuk lebih mengenal bahasa Indonesia.  Mengenalkan bahasa Indonesia yang baik dan benar tentunya juga menjadi keharusan agar masyarakat tidak salah menafsirkan informasi di dalamnya. Memahami struktur bahasa tentunya mempermudah pembaca memahami makna yang ingin disampaikan dari setiap kalimatnya. Frasa dan klausa merupakan salah satu struktur pembangun kalimat. Penggunaan frasa dan klausa tidak bisa dipisahkan dalam tatanan bahasa yang baik dan benar. Novel saat ini sangat diminati oleh banyak masyarakat di Indonesia, selain karena ceritanya yang sering membawa kita dalam imajinasi penulis, penggunaan bahasa dalam novel juga cendrung menarik. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji frasa dan klausa yang terdapat dalam novel Dia Adalah Dilanku Tahun 1991 Karya Pidi Baiq.Keyword: Bahasa Indonesia, Frasa dan   klausa, Novel. AbstractThe use of Indonesian has become very popular in this era. Various magazines, newspapers, newspapers, books, articles and scientific journals can not be separated from the use of Indonesian. The many uses of Indonesian in various media are certainly very beneficial for the public to get to know Indonesian better. Introducing good and correct Indonesian language is certainly also a must so that people do not misinterpret the information in it. Understanding the structure of language certainly makes it easier for readers to understand the meaning to be conveyed from each sentence. Phrases and clauses are one of the structure of sentence builders. The use of phrases and clauses cannot be separated in a good and correct language order. The novel is currently in great demand by many people in Indonesia, aside from the story that often brings us into the imagination of the writer, the use of language in the novel is also likely to be interesting. Therefore, this study examines the phrases and clauses contained in the novel He Is My Self in 1991 by Pidi Baiq.Keyword: Indonesia Languange, Frase and Klause, Novel.
LOA, Volume 16, Nomor 1, Juni 2021 LOA COVER DEPAN
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MELALUI GOOGLE CLASSROOM DI MASA PANDEMI Layla Lusia Ningrum; Suparmin Suparmin; Titik Sudiatmi; Ita Retnowati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3082

Abstract

During the covid 19 pandemic, all students ranging from elementary school to student level are required to do learning through online. This policy provided by the Ministry of Education is intended to keep students learning safely at home in the midst of the Covid-19 pandemic and to ensure students continue to receive lessons during the pandemic. One application that is widely used during online learning today is google classroom. the author wants to research the effectiveness of Indonesian language learning through google classroom during the pandemic. If viewed through data, it can be concluded that there is an increase in student attendance and learning outcomes. With this can also be concluded that online learning through google classroom has effectiveness and can be used as an alternative learning during the pandemic.
Daftar Isi, Pengantar Redaksi, Abstrak LOA, Volume 16, Juni 2021
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TEMA DAN NILAI MORAL DALAM EMPAT CERITA PENDEK TERBITAN SURAT KABAR MANUNTUNG DI KALIMANTAN TIMUR Yudianti Herawati
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3591

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan struktur cerita dalam empat cerpen  terbitan surat kabar harian Manuntung periode 1988 terkait dengan tema dan nilai moral. Masalah dalam penelitian ini meliputi (1) bagaimana bentuk indentifikasi cerita dalam keempat cerpen yang terbit di Manuntung, (2) bagaimanakah tema dalam keempat cerpen yang terbit di Manuntung, dan (3) bagaimana pula nilai-nilai moral dalam keempat cerpen yang terbit di Manuntung. Penelitian ini bersifat kualitatif dengan memanfaatkan teknik deskripsi, sedangkan teori yang digunakan adalah pendekatan intrinsik. Teknik analitik juga digunakan untuk menentukan makna isi cerita dalam cerpen-cerpen tersebut sebagai objek penelitian. Hasil penelitin ini menunjukkan bahwa tema dalam keempat cerita pendek terbitan surat kabar Manuntung periode 1988 di Kalimantan Timur memiliki perwatakan dan karakteristik penceritaan yang berbeda, sedangkan nilai moral dalam cerpen-cerpen itu sebagai cerminan kehidupan yang dialami masyarakat dengan latar, waktu, dan lingkungan tertentu yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa di lingkungan sosial dan budaya di Kalimantan Timur. Kata kunci: intrinsik, nilai, moral, sosial, budaya AbstractThe purpose of this study was to describe the structure of the story in the four short stories published by the 1988 Manuntung daily newspaper related to moral themes and values. The problems in this study include (1) what are the forms of story identification in the four short stories published in Manuntung, (2) what are the themes in the four short stories published in Manuntung, and (3) what are the moral values in the four short stories published in Manuntung. This research is qualitative by utilizing descriptive techniques, while the theory used is an intrinsic approach. Analytical techniques are also used to determine the meaning of the story content in the short stories as the object of research. The results of this study indicate that the themes in the four short stories published by the Manuntung newspaper in the 1988 period in East Kalimantan have different narrative characteristics and characteristics, while the moral values in the short stories reflect the life experienced by the community with a certain background, time and environment the background for the occurrence of events in the social and cultural environment of East Kalimantan.   Key words: intrinsic, value, moral, social, culture
LOA, Volume 16, Nomor 1, Juni 2021 LOA COVER BELAKANG
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

RELASI MAKNA ANTARKLAUSA DALAM KALIMAT MAJEMUK BAHASA TONYOOI RELATIONSHIPS IN THE MEANING OF INTERKLAUSA IN A ADVANCED SENTENCE TONYOOI LANGUAGE Nurul Masfufah
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3495

Abstract

AbstrakKajian terhadap bahasa Tonyooi sampai saat ini masih tergolong minim, khususnya kajian mikrolinguistiknya. Pada tataran sintaksis, termasuk di dalamnya relasi makna antarklausa belum banyak disentuh oleh para peneliti dan pemerhati bahasa Tonyooi.  Oleh karena itu, tulisan ini akan mengkaji atau mendeskripsikan relasi makna antarklausa dalam kalimat majemuk bahasa Tonyooi. Kajian ini menggunakan metode deskriptif. Sumber data berasal dari wacana tulis dan lisan yang menggunakan kalimat majemuk. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi (studi pustaka) dan wawancara dengan teknik simak dan catat. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan, yaitu teknik analisis deskriptif. Berdasarkan hasil kajian, diperoleh beberapa simpulan, yaitu Berdasarkan relasi antarklausanya, kalimat majemuk bahasa Tonyooi dibedakan atas kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Dalam kalimat majemuk setara ditemukan tiga relasi makna, yaitu makna penjumlahan,  pemilihan, dan pertentangan. Sementara itu, dalam kalimat majemuk bertingkat setidaknya memiliki sepuluh relasi makna antarklausa, yaitu makna kesyaratan, tujuan, penyebaban, hasil atau akibat, perbandingan, sangkalan, cara, alat, kewaktuan, dan atributif.  Konjungtor yang digunakan untuk menjalin hubungan antarklausa cukup variatif. Namun, jumlahnya tidak sebanyak dalam bahasa Melayu Kutai ataupun dalam bahasa Indonesia.Kata kunci: relasi makna, klausa, kalimat majemuk, bahasa Tonyooi AbstractThe study of the Tonyooi language is still relatively minimal, especially its microlinguistic studies. At the syntactic level, including the meaning relation between clauses, has not been touched by many researchers and observers of the Tonyooi language. Therefore, this paper will examine or describe the meaning relations between clauses in compound sentences in Tonyooi. This study uses a descriptive method. Sources of data come from written and oral discourses that use compound sentences. The data was collected using the documentation method (literature study) and interviews with the observation and note-taking technique. Meanwhile, the data analysis technique used is descriptive analysis technique. Based on the results of the study, several conclusions were obtained, namely based on the relation between the clauses, the Tonyooi language compound sentences are differentiated into equivalent compound sentences and multilevel compound sentences. In an equivalent compound sentence, three meaning relations are found, namely the meaning of addition, selection, and contradiction. Meanwhile, in multilevel compound sentences there are at least ten interlausal meaning relations, namely the meaning of requirements, goals, causes, results or consequences, comparisons, denials, means, tools, timing, and attributes. The conjunctor used to establish the relationship between clauses is quite varied. However, the numbers are not as high as in Kutai Malay or in Indonesian.Key words: meaning relation, clause, compound sentence, Tonyooi language
TOKOH NYI POHACI SANGHYANG SRI DALAM WAWACAN SULANJANA DAN CARITA PANTUN SRI SADANA: TINJAUAN INTERTEKSTUALITAS JULIA KRISTEVA Evi Fuji Fauziyah; Ade Kosasih
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3523

Abstract

Penelitian ini akan membandingkan cerita, tokoh, dan peristiwa antara teks dalam naskah Wawacan Sulanjana dan teks dalam Carita Pantun Sri Sadana. Kedua teks tersebut memiliki bentuk berbeda yaitu yang satu teks tertulis dan yang satu teks yang dituturkan secara lisan. Adapun teori yang digunakan yaitu teori intertekstualitas yang dikemukakan oleh Julia Kristeva. Secara genre, Wawacan Sulanjana dan Carita Pantun Sri Sadana bisa dikategorikan sebagai puisi. Disinyalir Wawacan Sulanjana menjadi salah satu bentuk transformasi dari Carita Pantun Sri Sadana. Adapun untuk membuktikan transformasi dan hipogram maka digunakan teori intertekstualitas Julia Kristeva. Berdasarkan hasil analisis maka didapatkan kesimpulan bahwa tema dalam kedua teks tersebut memiliki satu kesamaan yaitu tentang kehidupan masyarakat agraris di tanah Sunda. Adapun yang menjadi objek cerita yaitu seorang tokoh bernama Nyi Pohaci Sanghyang Sri. Setelah dibandingkan, ada sedikit perbedaan urutan peristiwa dalam cerita dan adanya tokoh-tokoh lain yang menyertai cerita di dalam teks Carita Pantun Sri Sadana, tidak disertakan dalam cerita Wawacan Sulanjana. AbstractThis research will compare the stories, chadacters, and events in the text between the Wawacan Sulanjana manuscript and the text in the Carita Pantun Sri Sadana. The two texts have different forms, one is a written text and one is oral text. The theory used is the intertextuality theory proposed by Julia Kristeva. In genre, Wawacan Sulanjana and Carita Pantun Sri Sadana can be categorized as poetry. It is pointed out that Wawacan Sulanjana is a form of transformation of Carita Pantun Sri Sadana. As for proving the transformation and hypogram, Julia Kristeva's theory of intertextuality is used. Based on the results of the analysis, it can be concluded that the themes in the two texts have one thing in common, namely about the life of agrarian communities in Sundanese land. The story is based on one of the character, namely Nyi Pohaci Sanghyang Sri. After comparison, there is a slight different in the sequence of the events, and there are several characters who told in the Carita Pantun Sri Sadana were not involved in the Wawacan Sulanjana.
MELACAK JAKARTA DARI 1950-AN SAMPAI DENGAN 1970-AN DALAM KARYA SASTRA Erli Yetti; Erlis Nur Mujiningsih
LOA: Jurnal Ketatabahasaan dan Kesusastraan Vol 16, No 1 (2021): LOA
Publisher : Kantor Bahasa Kalimantan Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/loa.v16i1.3562

Abstract

AbstrakArtikel ini ditulis dengan tujuan melakukan pelacakan wilayah Jakarta dalam karya Bukan Pasar Malam, Keajaiban di Pasar Senen, Matias Akankari, dan Ali Topan Anak Jalanan. Pelacakan wilayah di dalam karya sastra ini menjadi penting untuk melengkapi pembuatan peta yang dilakukan oleh kartograf. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teori yang digunakan adalah sosiologi sastra dan kartografi. Hasil penelitian yang didapatkan adalah wilayah-wilayah yang digambarkan dalam 4 karya sastra yang dibahas pada tahun 1950-an sampai 1960-an adalah wilayah Jakarta Pusat. Wilayah ini digambarkan sebagai sebuah tempat yang padat penduduknya, juga pusat peradaban atau pusat kebudayaan, secara khusus Pasar Senen. Jakarta pada masa itu merupakan kota yang ramai dan sudah penuh dengan debu, tetapi masih dikelilingi oleh dusun dan wilayah persawahan. Pada tahun 1970-an kondisi Jakarta sudah mulai berubah. Kota satelit Kebayoran Baru dikenal sebagai wilayah orang “gedongan”. Beberapa tempat wisata juga sudah ada yakni Bina Ria dan Taman Ria Senayan. Namun, ada yang menarik sejak tahun 1950-an sampai 1970-an kehidupan malam di kota Jakarta sudah ramai.Kata kunci: Jakarta, Kartografi, Jakarta Pusat, Kebayoran Baru AbstractIt aims to track literary works of Bukan Pasar Malam, Keajaiban di Pasar Senen, Matias Akankari, And Ali Topan Anak Jalanan in Jakarta. This tracing is important in order to complete the map-making by cartographers. It is qualitative research. The theories used are sociology of literature and cartography. The result reveals that Central Jakarta was the areas described in those four literary works in the 1950s to the 1960s. It was described as a densely populated place, as well as a center of civilization or cultural center, especially Pasar Senen. Jakarta at that time was a busy city and full of dust, but it was still surrounded by villages and rice fields. In the 1970s Jakarta had begun to change. The satellite city of Kebayoran Baru was known as the area of “gedongan” people. There were several tourist attractions, namely Bina Ria and Taman Ria Senayan. There was an interesting fact about the busy night life in Jakarta since the 1950s to the 1970s.Keywords: Jakarta, cartography, Central Jakarta, Kebayoran Baru.

Page 1 of 2 | Total Record : 11