cover
Contact Name
Ai Siti Nurjamilah
Contact Email
aisitinurjamilah@unsil.ac.id
Phone
+6285223939772
Journal Mail Official
aisitinurjamilah@unsil.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia FKIP, Universitas Siliwangi Jalan Siliwangi No. 24 Kota Tasikmalaya 46115
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
METABASA
Published by Universitas Siliwangi
ISSN : -     EISSN : 27146278     DOI : -
Jurnal ini merupakan jurnal yang mengkaji masalah ilmu-ilmu pendidikan bahasa dan sastra Indonesia yang meliputi: Bidang Pendidikan Bahasa Indonesia Bidang Pendidikan Sastra Indonesia Bidang Kebahasaan Indonesia Bidang Kesastraan Indonesia
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2021)" : 5 Documents clear
REPRESENTASI BAHASA PEREMPUAN DALAM NOVEL SULUK MU’TAZILAH KARYA HASNAN SINGODIMAYAN Ika Febriani
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penutur menggunakan ragam bahasa tertentu sesuai gendernya. Ragam bahasa laki-laki dan perempuan berbeda. Hal tersebut terjadi dalam Bahasa Indonesia, terlebih juga terjadi pada ragam bahasa percakapan yang terdapat dalam wacana sastra. Bahasa yang digunakan perempuan berbeda dengan bahasa yang digunakan laki-laki. Hal tersebut disebabkan oleh karakter dan sifat kedua jenis makhluk tersebut yang juga berbeda. Perempuan menduduki posisi sekunder dibandingkan dengan pria, bahkan dianggap sebagai pelengkap dalam budaya masyarakat Jawa yang tecermin dalam bahasa yang digunakan. Berdasarkan pembahasan mengenai representasi bahasa perempuan dalam novel Suluk Mu’tazilah karya Hasnan Singodimayan tersebut dapat diketahui penggunaan kata sapaan. Kata sapaan digunakan untuk menunjukkan representasi bahasa perempuan yang merupakan dominasi laki-laki dan insan yang tertindas. Representasi juga ditampakkan dengan adanya budaya Using yang memarginalkan perempuan dan menunjukkan dominasi keaktifan laki-laki dalam pernikahan. Tokoh perempuan dalam novel Suluk Mu’tazilah karya Hasnan Singodimayan menggunakan bahasa untuk menetapkan, memelihara dan mengembangkan hubungan pribadi, sedangkan lelaki cenderung melihat bahasa yang lebih sebagai alat untuk memperoleh informasi yang tersampaikan. Representasi bahasa perempuan dominan terdapat dalam penggunaan percakapan dalam novel Suluk Mu’tazilah karya Hasnan Singodimayan.  Kata kunci: representasi, bahasa perempuan, dan novel. Abstract10 . Speakers use a certain variety of language according to their gender. The variety of language for men and women is different. This happens in Indonesian, especially in the variety of conversational languages found in literary discourse. The language used by women is different from the language used by men. This is because the character and nature of the two types of creatures are also different. Women occupy a secondary position compared to men, even considered as a complement in Javanese culture which is reflected in the language used.Based on the discussion about the representation of women's language in the novel Suluk Mu'tazilah by Hasnan Singodimayan, it can be seen the use of greeting words. The greeting word is used to show the representation of women's language which is dominated by men and oppressed people. The representation is also shown by the Using culture which marginalizes women and shows the dominance of men's activities in marriage. The female characters in Hasnan Singodimayan's novel Suluk Mu'tazilah use language to establish, maintain and develop personal relationships, while men tend to see language as more of a tool to obtain conveyed information. The representation of the dominant female language is found in the use of conversation in the novel Suluk Mu'tazilah by Hasnan Singodimayan. Keywords: representation, women's language, and novel.
ETIKA BERBAHASA NAJWA SHIHAB DAN MENKES BUDI GUNADI SADIKIN DALAM BINCANG PERDANANYA PADA PROGRAM MATA NAJWA Aveny Septi Astriani; Via Rosdiana Sari; Fikri Hakim
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tindak laku berbahasa sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam budaya tertentu disebut sebagai etika berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap etika bahasa yang digunakan Najwa Shihab dan Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam bincang perdananya pada program Mata Najwa. Fokus kajian dari penelitian ini bermuara pada aspek kesantunan berbahasa yang terlampir pada setiap ujaran yang diucapkan oleh subjek penelitian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian yang dipilih berasal dari cuplikan video yang diunggah pada kanal youtube milik Najwa Shihab dengan tajuk, Beres-Beres Kursi Menkes: Budi Gunadi Sadikin, Pengisi Kursi Kosong Menkes (Part 1) Mata Najwa yang dipublikasikan pada 7 Januari 2021. Adapun hasil dari penelitian ini ialah terkuaknya pematuhan etika berbahasa yang terinterpretasi dalam berbagai bentuk kesantunan berbahasa oleh subjek penelitian selama perbincangan berlangsung.  Kata kunci: Etika Bahasa, Kesantunan Bahasa, Mata Najwa
TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM PIDATO RIDWAN KAMIL PADA ACARA BUKATALKS: SUATU KAJIAN PRAGMATIK Ilham Munandar; Nani Darmayanti
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini membahas tentang tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh Ridwan Kamil dalam pidato pada acara BukaTalks. Tujuan penelitian ini yaitu mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi yang digunakan oleh Ridwan Kamil dalam pidatonya pada acara BukaTalks. Sumber data diperoleh dari pidato Ridwan Kamil pada acara Bukatalks dengan tema “Ayo Pemudi Pemuda, Bangun Bangsa” di kanal YouTube Bukalapak. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Teori tindak tutur ilokusi yang dikembangkan oleh Searle digunakan sebagai acuan untuk menganalisis data. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan tiga jenis tindak tutur ilokusi yang digunakan Ridwan Kamil dalam pidatonya pada acara BukaTalks, di antaranya 1) tindak tutur asertif dengan fungsi tuturan menunjukkan, melaporkan, menyatakan, dan mengakui; 2) tuturan direktif dengan fungsi tuturan mendoakan, melarang, meminta, memerintah, menyuruh, dan mengajak; dan 3) tuturan ekspresif dengan fungsi tuturan mendoakan, mengeluh, memuji, berterima kasih, dan mengucapkan salam. Kata kunci: tindak tutur ilokusi, pidato, Ridwan Kamil ABSTRACTThis research discusses about illocutionary acts used in Ridwan Kamil’s speech at BukaTalks’ event. This research aim to describe the type of illocutionary acts used in Ridwan Kamil’s speech at BukaTalks’ event. The data source is collected from Ridwan Kamil’s speech in BukaTalks’ event with “Ayo Pemudi Pemuda, Bangun Bangsa” theme at Bukalapak’s youtube channel. The research method is using descriptive qualitative. The theory of illocutionary act developed by Searle is used as reference to analyze the data. Based on the result, there are three types of illocutionary acts used in Ridwan Kamil’s speech at BukaTalks event, 1) assertives with show, report, assert, and admit speech function;2) directives with pray, forbid, ask, command, order, and invite speech function; and 3) expressive with pray, beef, praise, thank, and welcome. Keywords: illocutinary acts, speech, Ridwan Kamil
ANALISIS MAKNA DENOTASI DAN KONOTASI PADA LIRIK LAGU “CELENGAN RINDU” KARYA FIERSA BESARI Yanti Claudia Sinaga; Suci Cyntia; Siti Komariah; Frinawaty Lestarina Barus
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemaknaaan denotasi dan konotasi pada lirik lagu celengan rindu karya fiersa besari.Adapun rumusan masalah dalam peneletian ini adalah 1)Bagaimana makna konotasi dalam lirik lagu Celengan Rindu karya Fiersa Besari ? 2)Bagaimana makna konotasi dalam lirik lagu Celengan Rindu karya Fiersa Besari? Dan metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengungkapkan makna konotasi dan denotasi.Teknik Pengumpulan data dilakukan menggunakan analisis ungkapan kalimat .Sedangkan teknik analisis data ialah dengan menggunakan teori dari Rolands Barthes .Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pertama ,makna denotasi yang terdapat dalam lirik lagu Celengan Rindu karya Fiersa Besari adalah mengandung perasaaan rindu kepada kekasihnya karena terhalang oleh jarak dan waktu;.Kedua,makna konotasi yang terdapat dalam lagu tersebut adalah terdapat terdapat nasihat bahwa harus memmiliki komitmen ,kesabaran,dan saling percaya antar pasangan yang menjalin hubungan jarak  jauh .  Kata Kunci:  Lirik lagu,Celengan Rindu ,Makna ,Rolands Barthes.
PROBLEM BASED LEARNING DAPAT MENINGKATKAN PERCAYA DIRI MAHASISWA DALAM BERBICARA FORMAL Welly Nores Kartadireja; Yuni Ertinawati; Ai Siti Nurjamilah
Metabasa: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran Vol 3, No 1 (2021)
Publisher : METABASA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara model pembelajaran berbasis masalah dengan metode diskusi dalam meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan berbicara formal mahasiswa tingkat 1 semester 1 jurusan pendidikan bahasa dan sastra Indonesia FKIP UNSIL Tasikmalaya.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode komparatif  dengan menggunakan desain penelitian, variabel bebas yaitu model pembelajaran berbasis masalah dan metode diskusi. Variabel terikat, kepercayaan diri dan kemampuan berbicara formal. Pembelajaran menggunakan model pembelajaran berbasis masalah adalah kelompok eksperimen dan pembelajaran menggunakan metode diskusi adalah kelompok kontrol. Data kepercayaan diri dikumpulkan dengan teknik pengamatan ketika berbicara formal sedangkan data kemampuan berbicara formal dikumpulkan dengan teknik tes kemampuan. Selanjutnya data tersebut dianalisis statsitik menggunakan uji beda dua rata-rata dengan teknik uji t independen samples test. Berdasarkan hasil analisis data menunjukkan: 1) terdapat perbedaan yang signifikan kepercayaan diri mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan perolehan nilai t-hitung sebesar 2,539 dan nilai Sign. 0,013 0,05. Hal ini menunjukkan model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh positif terhadap kepercayaan diri mahasiswa, 2) terdapat perbedaan yang signifikan kemampuan berbicara formal antara kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran berbasis masalah dan kelompok mahasiswa yang mengikuti pembelajaran dengan metode diskusi dengan perolehan nilai t-hitung sebesar 2,910 dan nilai Sign. 0,005 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah lebih berpengaruh positif terhadap kemampuan berbicara formal dibandingkan menggunakan metode diskusi. (Kata Kunci: Model Pembelajaran Berbasis Masalah, Kepercayaan Diri, Kemampuan Berbicara)Abstract. This research was aimed at knowing the comparison between problem-based learning and formal speaking ability of the first semester students of Indonesian Educatuin and Literature Program of the Faculty of Teacher Training and Education of Siliwangi University. The method of research was comparative method using the research design with two independent variables, i.e. problem based learning model and discussion method and two dependent variables, i.e. self confidence and formal speaking ability.  Problem-based learning was applied to experiment class, while discussion method was applied to controlled class. The data for self confidence were collected through observation technique during students’ formal speaking while the data for student’ formal speaking ability were collected through test. The next stage was statistic analysis of the data using two different test average with independent samples t-test engineering test. The result of analysis shows that: 1) there is a significant difference of self confidence between students who learned with problem based learning and those who learned with discussion method, with the t-score of 2.539 and Sign value 0.0130.05. This shows that problem based learning has a positive influence towards students’ self confidence, 2) there is a significant difference of formal speaking ability between group of students who leaned with problem-based learning and those who learned with discussion method, with the t-score of 2.910 and Sign value of 0.0050,05. This shows that problem based learning model has more positive influence towards formal speaking ability that discussion method. (Key words: problem-based learning method, self confidence, speaking ability)

Page 1 of 1 | Total Record : 5