cover
Contact Name
Rindha Mareta
Contact Email
rindhamareta@uwgm.ac.id
Phone
+6285250350952
Journal Mail Official
rindhamareta@uwgm.ac.id
Editorial Address
Public Health Faculty of University of Widya Gama Mahakam Samarinda East Kalimantan. Jl. KH.Wahid Hasyim, Sempaja No.28, Samarinda, East Kalimantan. Phone. (+62541) 734294 - 737222
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat
ISSN : 24600350     EISSN : 24775819     DOI : 10.24903
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat is a scientific journal published by Faculty of Public Health, Universitas Widya Gama Mahakam, with pISSN 2460-0350 and eISSN 2477-5819 publish twice a year in June and December. This journal receives scientific writing in the form of a research report (Original article research paper) with focus and scope covering Health Policy Administration, Environmental Health, Occupational Health and Safety, Health Education and Promotion, Epidemiology, Hospital management, Health Biostatistics, Public Health Nutrition and Reproductive Health.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2015): January-June" : 7 Documents clear
Hubungan Anemia Dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Pada Ibu Hamil di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda K, Iriyani
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.118 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.840

Abstract

ABSTRAKBayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan keadaan dimana bayi yang dilahirkan memiliki berat kurang dari 2500 gram. Kejadian BBLR dipengaruhi oleh beberapa faktor yang terdapat pada Ibunya sendiri, diantaranya anemia, pendapatan, dan pantang   makanan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anemia, pendapatan, pantang makanan pada Ibu hamil dengan kejadian BBLR. Jenis penelitian yang digunakan adalah cross sectional study. Penelitian dilakukan di Ruang Mawar RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda pada Bulan Mei Tahun 2014.Sampel penelitian diambil dari 94 Ibu yang melahirkan dengan genap bulan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer dan data sekunder yaitu berupa catatan buku pasien. Uji statistik yang digunakan adalah chi square test dengan tingkat kepercayaan 95%.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan anemia dengan kejadian BBLR (? = 0,037),Disarankan agar pemberian suplemen Fe dilengkapi dengan suplemen mikronutrien karena suplemen Fe kurang efektif dalam mengurangi angka anemia pada Ibu hamil.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Diabetes Melitus di Puskesmas Segiri Kota Samarinda Tahun 2014 Pratiwi, Nuriska; Sinaga, Tumpak; Syahran, Abdul
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1452.963 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.845

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit degeneratif yang terus meningkat prevalensinyadiseluruh dunia. Peningkatan kasus DM tersebut disebabkan oleh fakor genetik dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan riwayat keluarga, obesitas, kebiasaan merokok dan aktivitas olahraga dengan Diabetes Melitus. Desain penelitian ini menggunakan analitik cross sectional. Responden penelitian adalah seluruh penderita yang berkunjung di Puskesmas Segiri Kota Samarinda. Responden diambil dengan menggunakan teknik Purposive Sampling yang memenuhi syarat dan bersedia menjadi responden dalam penelitian. Dari hasil analisis menunjukan bahwa ada hubungan antara Riwayat Keluarga (p-value= 0,036), Obesitas (p-value= 0,022), Kebiasaan Merokok (p-value=  0,000), dan Aktivitas Olahraga (p-value= 0,002) dengan Diabetes Melitus di Puskesmas Segiri Kota Samarinda.  Saran bagi puskesmas meningkatkan kegiatan penyuluhan tentang faktor risikoDM dan mengajak masyarakat untuk melakukan aktivitas olahraga serta menghindari rokok. Bagi masyarakat yang berisiko DM agar selalu melakukan tes kadar gula darah secara rutin, memperhatikan pola makan menghindari rokok dan rutin dalam melakukan aktivitas olahraga
Gambaran Perilaku Ibu Rumah Tangga Pengidap HIV dan AIDS di Kelompok Dukungan Sebaya Mahakam Plus Tahun 2014 Alvina, Alvina; Fitriani, Evi; Arif, Weldy Andy
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.922 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.844

Abstract

Pengidap HIV dan kumulatif di Kota Samarinda mulai tahun 1997- Desember 2013 berjumlah 954 orang. Dari data tersebut hampir 57% pengidap HIV/AIDS adalah pekerja swasta. Diikuti Ibu Rumah Tangga dengan total 24%, Lain-lain 14%, PNS 2%, Pelajar 2% dan Polri/TNI 1%. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran pengetahuan ODHA, Sikap dan tindakan setelah terinfeksi HIV, peran pendukung sebaya dalam mendampingi ODHA serta upaya yang dilakukan petugas KPA dalam menanggulangi AIDS.Metode penelitian yang digunakan adalah  metode  penelitian  kualitatif  dengan  menggunakan  wawancara  mendalam  pada  lima  ODHA  di  KDS Mahakam Plus, dua pendukung sebaya dan dua petugas KPAK Samarinda. Hasil penelitian ini  menunjukkan rendahnya pengetahuan ibu rumah tangga tentang HIV dan AIDS sebelum terinfeksi  membuat  mereka  tidak  mengetahui  tentang  penularan  dan  pencegahan  penyakit  tersebut.  Peran pendukung sebaya yang membimbing dan memberikan informasi dan memberi motivasi para ODHA agar bisa hidup sehat dan mandiri. Peran petugas KPAK Samarinda melakukan program pencegahan penularan HIV dan AIDS pada penasun dan pasangannya, PMTS, dan program Warga Peduli AIDS.Saran penelitian ini kepada Dinkes Kota Samarinda dan KPA agar dapat terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Untuk KDS Mahakam Plus agar dapat terus aktif melakukan pendampingan.
Hubungan Faktor Individu Dengan Tingkat Kelelahan Kerja Subyektif Pada Supir Travel Kangaroo Premier di Kota Samarinda Dinarita, Itami; Akhmad, Akhmad; Ghalib, Muhammad Dalhar
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.536 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.843

Abstract

Lelah bagi setiap orang akan mempunyai arti tersendiri dan bersifat subyektif karena terkait dengan perasaan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya kelelahan kerja antara lain yaitu keadaan monoton, beban kerja, keadaan lingkungan, dan faktor individu. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari hubungan antara faktor individu (umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan status gizi) dengan tingkat kelelahan kerja subyektif pada supir. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan wawancara dan pengukuran sebagai metode pengumpulan data sedangkan menurut waktunya adalah cross sectional. Tingkat kelelahan kerja subjektif diukur dengan menggunakan 30 panduan pertanyaan dari IFRC. Populasi penelitian adalah supir Travel Kangaroo Premier yang berjumlah 42 orang. Sampel diambil dari populasi dengan total sampling sehingga didapatkan 42 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 42 responden sebagian besar mengalami tingkat kelelahan rendah sebanyak 25 orang (59,5%) dan 17 orang (40,5%) mengalami tingkat kelelahan sedang. Dari hasil analisa data terdapat hubungan antara faktor individu yang berupa umur (p = 0,019) dan status gizi (p = 0,010) dengan tingkat kelelahan kerja subjektif.Saran yang diajukan kepada Travel Kangaroo Premier yaitu agar lebih memperhatikan pekerja yang berumur di atas 30 tahun dan memperhatikan status gizi pekerja. Untuk pengemudi travel hendaknya membiasakan diriuntuk melakukan peregangan otot di sela mengemudi atau pun saat beristirahat.
Studi Perilaku Pengguna Napza Yang Direhabilitasi di Balai Rehabiltasi Tanah Merah, Samarinda Tahun 2014 Hanur, Rosdiana; Akhmad, Akhmad; Rindani, Aulia Rahman
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.11 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.842

Abstract

Untuk kasus Napza di Samarinda pada tahun 2013 yaitu dengan 228 kasus dan 440 tersangka. Dengan barang bukti1.723 gr Shabu-sabu, 81,10 gr Ganja, 1.0878,8 butir ekstasi dan 86.379 butir LL. Para pengguna tersebut terdiri dari290 orang pekerja swasta, dan 80 pengangguran, dan lain sebagainya. Untuk jenis kelamin sebanyak 400 orang laki-laki dan 40 orang perempuan. (BNNP 2013) Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran, pengetahuan tentang Napza. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan wawancara mendalam pada enam Residen, empat Konselor dan empat Tenaga Kesehatan Balai Rehabilitasi Tanah Merah. Dari hasil Penelitian dapat digambarkan kurangnya pengetahuan residen tentang Napza, dengan rasa ingin tahu yang besar dan pengaruh dari teman sebaya. selain itu juga karena tekanan dari lingkungan dan pekerjaan bahkan ada yang mulai menggunakan Napza di bangku SMP dan SMA. Para Residen Balai Rehabilitasi Tanah Merah diberikan pengetahuan, pembinaan sikap dan tindakan, untuk menambah pengetahuan dan kepribadian dalam sikap dan tindakan yang lebih baik untuk kembali ke lingkungan masyarakat sekitar. Konselor Residen membantu dalam memberikan pembinaan dalam menghadapi setiap permasalahannya agar menjadi pulih dan lebih baik. Peran Petugas kesehatan yang menangani stabilisasi dan detoksifikiasi kepada para residen serta tidak ada pemberian Napza walaupun dalam dosis kecil.
Perbandingan Sistem Pengelolaan Sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan Tpa Banyuroto Kulon Progo Suyatmi, Suyatmi; Mulasari, Surahma Asti
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1454.126 KB) | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.841

Abstract

Sistem pengelolaan sampah kota umumnya dilakukan adalah sistem 3P (pengumpulan, pengangkutan dan pembuangan). Sampah dikumpulkan dari sumbernya, kemudian diangkut ke TPS (Tempat Pembuangan Sementara) dan dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).Pengelolaan sampah di Indonesia masih menggunakan paradigma lama  kumpul-angkut-buang atau  dikenal  dengan  pendekatan  akhir  (endof-pipe),  yaitu  sampah  dikumpulkan, diangkut,dan dibuang ke tempat pemrosesan akhir sampah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perbandingan sistem pengelolaan sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto Kulon Progo.Jenispenelitian ini adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi, dan dokumentasi. Volume sampah yang masuk ke TPA Wukirsari Gunungkidul pada bulan Januari sampai April 2014 sebanyak10.106,1 m3 sedangkan pada TPA Banyuroto Kulon Progo sebanyak 6.288 m3. Pelayanan pengangkutan yang dilakukan oleh TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto   dengandoor to door dan pengambilan padakontainer. Penerimaan sampah di TPA Wukirsari Gunungkidul dan TPA Banyuroto Kulon Progo petugas mencatatvolume sampah sesuai kapasitas muatan kendaraan tanpa ditimbang. Pengolahan akhir di TPA Wukirsari Gunungkidul menggunakan metode sanitary landfill, pengolahan akhir di TPA Banyuroto Kulon Progo menggunakan metode controlled landfill.TPA Wukirsari Gunungkidul belum efektif dalam melakukan pengolahan akhir di TPA sedangkan TPA Banyuroto Kulon Progo sudah efektif melakukan pengolahan akhir untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA. Volume sampah  di  TPA Wukirsari Gunungkidul lebih banyak dibandingkan dengan  volume  sampah di  TPA Banyuroto Kulon Progo. Prosedur pengangkutan dan penerimaan sampah pada kedua TPA ini sama. Pengolahan akhir di TPA Banyuroto Kulon Progo sudah efektif mengurangi volume sampah.
Factors Associated with the Use of Personal Protective Equipment (PPE) among Tunnel Construction Workers on Jalan Sultan Alimuddin–Jalan Kakap, Samarinda City Akbar, Sulung Alfianto
KESMAS UWIGAMA: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): January-June
Publisher : Universitas Widya Gama Mahakam Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/kujkm.v1i1.3828

Abstract

Based on observations and interviews with the service provider company, namely PT PP (Persero) Tbk, there were 3 minor work accidents that occurred in the work environment. Objectives: The purpose of this study was to determine the factors related to compliance with the use of personal protective equipment among tunnel construction project workers on Jalan Sultan Alimuddin to Jalan Kakap, Samarinda City in 2024. Research Metodes: The type of research used in this study is a quantitative method using a cross-sectional approach. The study was conducted in a tunnel construction project on Jalan Sultan Alimuddin to Kakap, Samarinda City. The sample used in this study was 153 respondents and based on the results of the calculation test using the Slovin formula, the sample obtained was 110 respondents. Results: The results of the study showed the availability of PPE (P value of 0.543>0.05), behavior (P value of 0.284>0.05) and length of service (P value of 0.050≤0.05) on compliance with the use of PPE among tunnel construction project workers on Jalan Sultan Alimuddin to Kakap. It can be concluded that length of service has a relationship with compliance with the use of PPE among tunnel construction project workers on Jalan Sultan Alimuddin to Kakap, which means Ha is accepted. While the availability of PPE and behavior have no relationship with compliance with the use of PPE among tunnel construction project workers on Jalan Sultan Alimuddin to Kakap, which means Ho is accepted. Conclusion: Workers are expected to be able to increase their knowledge early on, starting from the start of work, so it is hoped that workers who have minimal experience in implementing the use of personal protective equipment can understand the function of all forms of personal protective equipment in the workplace earlier.

Page 1 of 1 | Total Record : 7