cover
Contact Name
agata iwan candra
Contact Email
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Phone
+62811308010
Journal Mail Official
iwan_candra@unik-kediri.ac.id
Editorial Address
Jl. Selomangleng 1 Gedung A no.110 - KEDIRI 64115 JAWA TIMUR - INDONESIA
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Manajemen Teknologi dan Teknik Sipil (JURMATEKS)
Published by Universitas Kadiri
ISSN : -     EISSN : 26217686     DOI : http://dx.doi.org/10.30737/jurmateks
Core Subject : Engineering,
JURMATEKS (Jurnal Mahasiswa Teknik Sipil) diterbitkan oleh Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas KADIRI untuk menampung hasil penelitian, tugas akhir maupun tugas proyek mahasiswa teknik sipil di lingkungan Universitas KADIRI.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER" : 15 Documents clear
Studi Perencanaan Perkerasan Lentur Dan Rencana Anggaran Biaya (Pada Proyek Ruas Jalan Karangtalun – Kalidawir Kabupaten Tulungagung) Henny Prasetiyo; Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (705.504 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1187

Abstract

Road pavement is a major component in supporting the smooth running of land transportation so that it can be accessed comfortably and safely by road users. Road pavement, according to its type, is divided into three types, namely flexible pavement, rigid pavement, and composite pavement. On flexible pavements, there are several methods used to determine the thickness of the pavement in the initial plan. The method used as a reference is the 2017 Design Manual Method, and the calculation of the RAB refers to the Basic Unit Price Analysis in 2019. This study aims to obtain good quality flexible pavement but at a low cost in terms of the 2017 Design Manual method and analysis calculations and The price of the basic unit (RAB) in 2019. From the calculation of the pavement thickness of each layer, namely the top layer of 5 cm, the middle layer of 20 cm, and the bottom layer of 15 cm, it is known that the cost required to carry out the construction of the pavement is Rp. 73,342,707,500.00.Perkerasan jalan adalah komponen utama dalam menunjang lancarnya suatu transportasi darat, sehingga jalan dapat diakses dengan mudah, nyaman dan aman oleh pengguna jalan. Perkerasan jalan menurut jenisnya dibagi menjadi tiga yaitu perkerasan lentur, perkerasan kaku dan perkerasan komposit. Pada perkerasan lentur terdapat beberapa metode yang digunakan untuk menentukan tebal perkerasan perencanaan awal. Adapun metode yang dipakai sebagai acuan adalah Metode Manual Desain 2017 serta perhitungan RAB mengacu dengan Analisa Harga Satuan Dasar pada tahun 2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan mutu perkerasan lentur yang baik tetapi dengan biaya yang murah ditinjau dari metode Manual Desain 2017 serta perhitungan Analisa Harga Satuan Dasar (RAB) pada tahun 2019. Dari hasil perhitungan tebal perkerasan masing-masing lapisan yaitu lapis atas 5 cm, lapis tengah 20 cm, dan lapis bawah 15 cm diketahui biaya yang diperlukan guna melaksanakan pembangunan perkerasan jalan tersebut sebesar Rp. 73.342.707.500,00.
Pengaruh Penambahan Abu Kayu Dan Abu Bambu Terhadap Kepadatan Tanah Lempung Vella Maulina Kris Putri; Agata Iwan Candra; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2121.973 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1077

Abstract

The soil has an important role in construction, namely as the loading of soil on clay. It is necessary to improve the nature of the shrinkage. The authors conducted the study to increase the strength of clay by adding wood ashes and bamboo ashes. Wood ash and bamboo ash have pozzolan properties expected to add power to clay when weighted, would drop significantly.  Material compares in this study using a mix of wood ash and bamboo ash with a variation of 0%, 4%, 8%, and 12%. Meanwhile, the clay soil is taken directly from the ravaged area, from bulging villages, from the grid district. The results showed that the soil is categorized as montmorillonite soil with properties that can damage light structures and road surface runoff. After adding wood and bamboo ash, it showed optimum results of 12% of the dry fixed test items showing a liquid limit’s value at 41,00%, plastic limit at 28,43%, and the net value of plastic limit at 12,57%. When testing for solidification using native soil at a dry volume of 7,91, gr/cm rainfall can increase by 10,42 gr/cm additives after adding 12% of wood ash and bamboo ash.Tanah memiliki peran penting dalam konstruksi yaitu sebagai pembebanan tanah pada tanah liat. Perlu untuk memperbaiki sifat penyusutan. Penulis melakukan penelitian untuk meningkatkan kekuatan tanah liat dengan cara menambahkan abu kayu dan abu bambu. Abu kayu dan abu bambu memiliki sifat pozzolan yang diharapkan dapat menambah kekuatan pada tanah liat saat tertimbang, akan turun secara signifikan. Perbandingan material dalam penelitian ini menggunakan campuran abu kayu dan abu bambu dengan variasi 0%, 4%, 8%, dan 12%. Sementara itu, tanah lempung diambil langsung dari area yang rusak, dari desa-desa yang menggembung, dari grid distrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanah tersebut dikategorikan sebagai tanah montmorillonite dengan sifat yang dapat merusak struktur ringan dan aliran permukaan jalan. Setelah dilakukan penambahan abu kayu dan bambu didapatkan hasil optimum dari 12% benda uji tetap kering yang menunjukkan nilai batas cair 41,00%, batas plastis  28,43%,   dan   nilai   bersih   batas  plastis  12,57%.   Pada pengujian solidifikasi menggunakan tanah asli pada volume kering 7,91 gr / cm curah hujan dapat meningkat sebesar 10,42 gr / cm aditif setelah penambahan 12% abu kayu dan abu bambu.
Penelitian Beton dengan Penambahan Abu Sekam Padi dan Limbah Keramik sebagai Substitusi Semen Olyndia Febrianita; Ahmad Ridwan; Yosef Cahyo Setianto Poernomo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (663.31 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1138

Abstract

Concrete is a technology that continues to develop in the construction sector. Continues to increase in terms of cost. The need for materials to form concrete requires innovation in the use of concrete mixtures. One of them is using the innovation of rice husk ash and ceramic waste. These ingredients is held in the cement content, namely rice husk ash containing silica and ceramic waste containing alumina. The method used refers to the Indonesian National Standard with a cylindrical specimen measuring 15x30 cm tested at 28 days, and the planned quality is fc '14.5 Mpa. The research objective was to determine the compressive strength and slump value by adding a mixture of rice husk ash 3%, 6%, 9%, 12%, and ceramic waste 3% by weight of cement. The results showed that the slump value decreased with the lowest value of 13.5 cm. the results of the compressive strength of concrete with the addition of rice husk ash and ceramic waste have not achieved the planned quality. The average compressive strength that has the highest value is the addition of 9% rice husk ash with 9% ceramic waste, namely 6.53 Mpa.Beton merupakan salah satu teknologi yang terus berkembang di bidang konstruksi. Terus meningkat dari segi biaya, Kebutuhan bahan untuk membentuk beton membutuhkan inovasi dalam penggunaan campuran beton. Salah satunya dengan inovasi pemanfaatan abu sekam padi dan limbah keramik. Bahan tersebut tertahan di dalam kandungan semen yaitu abu sekam padi yang mengandung silika dan limbah keramik yang mengandung alumina. Metode yang digunakan mengacu pada Standar Nasional Indonesia dengan spesimen silinder berukuran 15x30 cm yang diuji pada 28 hari, dan kualitas yang direncanakan adalah fc '14 .5 Mpa. Tujuan penelitian untuk mengetahui kuat tekan dan nilai slump dengan menambahkan campuran abu sekam padi 3%, 6%, 9%, 12%,   dan   limbah   keramik   3%   dari   berat  semen.   Hasil Penelitian menunjukkan nilai slump mengalami penurunan dengan nilai terendah 13,5cm. Hasil kuat tekan beton dengan penambahan abu sekam padi dan limbah keramik belum mencapai kualitas yang direncanakan. Kuat tekan rata-rata yang memiliki nilai tertinggi adalah penambahan abu sekam 9% dengan limbah keramik 9% yaitu 6,53 Mpa
Analisis Biaya Dan Jadwal Proyek Pembangunan Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek Dengan Metode Earned Value Bagus Zakariyya; Ahmad Ridwan; Suwarno Suwarno
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (569.93 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1197

Abstract

The construction of the Trenggalek District Health Office Building is a large-scale construction project. Large-scale projects often have performance issues. It is necessary to control costs and schedules for the project to go according to plan. Research using the Earned Value Method aims to find out the performance index, estimate the cost and time of completion of the work. They thus obtained corrections that must be made to the progress of the project. The results of the study in the 12th week were Budgeted Cost of Work Scheduled (BCWS) amounting to Rp1,946,626,471.64, Budgeted Cost of Work Performed (BCWP) amounted to Rp1,319,204,394.05, Actual Cost of Work Performed (ACWP) of Rp1,181,554,085.52. Performance costs benefit; Cost Varian (CV) of Rp137,660,308.53 or Cost Performance Index (CPI) is worth 1,117>1. Schedule performance is delayed, Schedule Varian (SV) of -Rp627,422,077.59 or Schedule Performance Index (SPI) is worth 0.678<1. Estimate at Completion (EAC) of Rp3,483,730,479.63 benefited Rp405,885,332.51. Estimate All Schedule (EAS) for 29,707 weeks, slow 5,707 weeks.Pembangunan Gedung Dinas Kesehatan Kabupaten Trenggalek merupakan proyek konstruksi berskala besar.Pada proyek berskala besar sering terjadi permasalahan kinerja. Oleh karena itu perlu pengendalian biaya dan jadwal agar proyek berjalan sesuai rencana. Penelitian ini menggunakan Metode Earned Value dengan tujuan agar   dikeetahui indek kinerja, dan dapat memperkirakan biaya dan waktu penyelesaian pekerjaan, sehingga  diperoleh koreksi yang harus dilakukan untuk kemajuan proyek. Hasil penelitian pada minggu ke-12 adalah Budgeted Cost of Work Schedule (BCWS) sebesar Rp1.946.626.471,64, Budgeted Cost of Work Performed (BCWP) sebesar Rp1.319.204.394,05, Actual Cost of Work Performed (ACWP) sebesar Rp1.181.554.085,52. Kinerja biaya mendapat keuntungan, Cost Varian (CV) sebesar Rp137.660.308,53 atau Cost Performance Index (CPI) bernilai 1,117>1. Kinerja jadwal mengalami keterlambatan, Schedule Varian (SV) sebesar -Rp627.422.077,59 atau Schedule Performance Index (SPI) bernilai 0,678 < 1. Estimate at Completion (EAC) sebesar Rp3.483.730.479,63 mendapat keuntungan sebesar Rp405.885.332,51. Estimate All Schedule (EAS) selama 29,707 minggu, lambat 5,707 minggu.
Studi Kolam Retensi Sebagai Upaya Pengendalian Banjir Sungai Bruno Desa Sidomulyo Kecamatan Semen Kabupaten Kediri Ardinata Ardinata; Yosef Cahyo Setianto Poernomo; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (946.236 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1098

Abstract

Retention ponds function to fill time and can be combined with a pump or floodgates to cope with flooding. This study aims to determine the flood discharge that the Bruno River cannot accommodate. The method used is data from the research location and literature review of previous studies. Namely Hydrological Analysis of rainfall data for 10 years taken from the Kanyoran station. Until calculating the flood discharge plan with the Rational method. The Rational Method is one of the common methods used to estimate the peak flow rate. Results for a 50 year return period, get an excess of flood discharge of 64,363 m3 / s, duration of rain (t) 3.2 hours and a minimum storage volume of 378 580.32 m3 . Retention pond with dimensions plan K1 p = 300m, l = 130m, t = 2m, and K2 p = 300m, l = 125m, t = 2m. Kolam Retensi berfungsi untuk menampung air sementara waktu dan dapat dikombinasikan dengan  pompa atau pintu air untuk menanggulangi banjir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui debit banjir yang tidak dapat ditampung oleh sungai Bruno. Penelitian ini menggunakan Analisis Hidrologi terhadap data curah hujan selama 10 tahun yang diambil dari stasiun Kanyoran. Hingga menghitung debit banjir rencana dengan metode Rasional. Metode Rasional adalah Salah satu metode umum yang di gunakan untuk memperkirakan laju aliran puncak Hasil untuk kala ulang 50 tahun, didapatkan kelebihan debit banjir sebesar 64,363 m3/dtk, lama hujan (t) 3,2 jam dan volume tampungan minimal sebesar 378 580,32 m3 . Kolam Retensi direncanakan dengan dimensi K1 p = 300m, l = 130m, t = 2m, dan K2 p = 300m, l = 125m, t = 2m.
Studi Perencanaan Bangunan Atas Gedung Permata Indah di Desa Kedung Dowo Kabupaten Nganjuk Akbar Giynasiar Fatah; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (689.743 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1139

Abstract

Building construction is an object of a certain part of a building. Planning an earthquake-resistant building structure, one of the methods used is the Intermediate Moment Bearer Frame System (SRPMM). Based on SNI 03-1726-2012, SNI 03- 2847-2013, and SNI 1727-2013. In modeling made using SAP 2000 V20. The planning of the Permata Indah building, which is in Nganjuk Regency, is reviewed using static equivalent and response spectrum. The moment-bearing frame system is when the components and joints resist bending, shear, and axial forces. In this case, the moment-bearing frame system has a concept on the ductile portal structure system for joints or joints between columns and plastic beams. The calculated structural part is a floor plate that uses evenly distributed loads in trapezoidal loads and triangular loads; beam and column systems use concrete with analysis and calculation using the SAP 2000 V20 program. 9-D16 stirrup reinforcement Ø10-80, beam size 20cm x 25cm with main reinforcement 6-D16 stirrup Ø10-90, column size 30 cmx55 cm with main reinforcement 10- D16 stirrup 3 Ø10-110, practical column 15cm x 15cm 10 -D19 stirrup 3 Ø10-110, x and y-direction plate size Ø10-150 and Ø10-150. Konstruksi bangunan merupakan suatu obyek dari bagian tertentu dari suatu bangunan. Perencanaan struktur bangunan tahan gempa, salah satu metode yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Menengah (SRPMM). Berdasarkan SNI 03-1726-2012, SNI 03-2847-2013, dan SNI 1727-2013. Dalam pemodelan dibuat dengan menggunakan SAP 2000 V20. Perencanaan gedung Permata Indah yang berada di Kabupaten Nganjuk ditinjau dengan menggunakan statik ekuivalen dan spektrum respon. Sistem rangka bantalan momen adalah ketika komponen dan sambungan menahan gaya lentur, geser, dan aksial. Dalam hal ini sistem rangka bantalan momen mempunyai konsep pada sistem struktur portal daktail untuk sambungan atau sambungan antar kolom dan balok plastik. Bagian struktural yang dihitung adalah pelat lantai yang menggunakan beban merata pada beban trapesium dan beban segitiga; Sistem balok dan kolom menggunakan beton dengan analisa dan perhitungan menggunakan program SAP 2000 V20. Tulangan sanggurdi 9-D16 Ø10-80, ukuran balok 20cm x 25cm dengan tulangan utama sanggurdi 6-D16 Ø10-90, ukuran kolom 30 cmx55 cm dengan tulangan utama sanggurdi 10-D16 3 Ø10- 110, kolom praktis 15cm x 15cm 10 -D19 sanggurdi 3 Ø10-110, pelat searah x dan y ukuran Ø10-150 dan Ø10-150.
Pengujian Kuat Tekan Pada Beton Dengan Penambahan Limbah Marmer Dan Serat Batang Pisang Leo Agusta Utama; Agata Iwan Candra; Ahmad Ridwan
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (682.26 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1150

Abstract

In the era of technological developments, concrete is one of the primary components of a construction that takes year to unfold. Thus  needs to be innovation of concrete making materials. These additional material are marble waste and banana rod fibers. Marble waste is a waste from the manufacture of ornamental stone whose waste can utilized for concrete making mixture materials. While banana rod are environmental waste that is not utilized properly. The aim of this study is to find out the effect of adding marble waste and banana stem fibers to the strong value of concrete press and slump, with a percentage of 10%, 20%, 30% of the rough aggregate weight. Strong press testing was carried out at 28 days concrete life with an initial quality of FC' 18.68 Mpa. The results showed that the highest press strength was obtained from the addition of marble waste and banana stem fiber at a percentage of 10% which is 17.94 Mpa. The conclusion of this study strongly press experienced a decrease from percentage 10%, 20%, 30% sequentially.Di era perkembangan teknologi, beton merupakan salah satu komponen utama dalam sebuah konstruksi yang dimana disetiap tahunnya mengalami perkembangan pesat. Dengan begitu perlu adanya  inovasi dari bahan pembuatan beton. Bahan tambahan tersebut merupakan limbah marmer dan serat batang pisang. Limbah marmer merupakan limbah dari pembuatan batu hias yang limbahnya mampu dimanfaatkan untuk bahan campuran pembuatan beton sedangkan serta batang pisang merupakan limbah lingkungan yang tidak dimanfaatkan dengan baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan limbah marmer dan serat batang pisang terhadap nilai kuat tekan dan slump beton , dengan prosentase 10%, 20%, 30% dari berat agregat kasar. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur beton 28 hari dengan mutu awal fc’ 18,68 Mpa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kuat tekan tekan tertinggi diperoleh dari penambahan limbah marmer dan serat batang pisang pada prosentase 10% yaitu 17,94 Mpa. Kesimpulan dari penelitian ini kuat tekan  mengalami penurunan dari prosentase 10%, 20%, 30% secara berurutan.
Kuat Tekan Pelat Beton Menggunakan Pasir Wlingi dan Wiremesh Diameter 4 mm Meylinda Vricilia; Ahmad Ridwan; Agata Iwan Candra
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1605.357 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1099

Abstract

Reinforced concrete is a combination of concrete and steel, where reinforcing steel provides tensile strength that concrete does not possess. Wlingi sand is sand that has a high level of silica. The function of silica to functional extender adds durability and anti-corrosion and anti-weathering properties. The purpose of this study is to find out the strong press, strong pull wire mesh, cracks, cracks, and faults and to find out if the test results can qualify as concrete plates—testing on test objects by the required SNI. The results showed that the compressive strength test value got an average value (28.38 Mpa), the wiremesh tensile strength test had average yield stress (393.42 Mpa), and tensile stress (569.30), and the seepage test were obtained the mean value (0.45%). The test for cracks and fractures obtained an average (1.72 Mpa) (2.18 Mpa). Test results showed wire mesh steel could be used as a concrete plate reinforcing because it has tensile voltage and melt voltage exceeding the minimum allowable limit of 390 Mpa and 240 Mpa.Beton bertulang adalah kombinasi antara beton dan baja, dimana baja tulangan memberikan kekuatan tarik yang tidak dimiliki beton. Pasir wlingi merupakan pasir yang memiliki kadar silika yang cukup tinggi, fungsi dari silika untuk ekstender fungsional menambah daya tahan dan sifat anti korosi serta anti pelapukan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kuat tekan, kuat tarik wiremesh, rembesan, retakan dan patahan dan untuk mengetahui apakah hasil pengujian dapat memenuhi syarat sebagai pelat beton. Pengujian pada benda uji sesuai dengan SNI yang disyaratkan. Pengujian dilakukan saat umur beton 28 hari dengan 3 benda uji berbentuk balok ukuran P×L×t=60×20×10(cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengujian kuat tekan didapat nilai rata-rata  (28,38 Mpa), pengujian kuat tarik wiremeshmemiliki nilai rata-rata tegangan leleh (393,42 Mpa) serta tegangan tarik (569,30), pada pengujian rembesan didapat nilai rata-rata (0,45%), pengujian  retakan  dan  patahan  didapat   rata-rata  (1,72 Mpa)(2,18 Mpa). Hasil pengujian menunjukkan baja wiremesh dapat  digunakan sebagai tulangan pelat  beton  karena  memiliki  tegangan  tarik  dan  tegangan leleh  melebihi batas minimum yang diijinkan yaitu 390 Mpa dan 240 Mpa.
Pengaruh Kombinasi Renolith Terhadap Stabilitas Tanah Pada Jalan Demuk Pucanglaban Tulungagung Hermawan Hermawan; Agata Iwan Candra; Yosef Cahyo Setianto Poernomo
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (589.025 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1151

Abstract

The soil structure consists of several mineral composition elements, namely clay, sand, and other minerals, such as rocks. Montmorillonite soil structures are soil structures that are mostly clays inside their components. The nature of montmorillonite-type soils is prone to deflection when loading when there is a change in the level of water dehydration. In the preparation of the following final project, the author tries to correlate the effect of the Renolith combination on soil stability. Clay material is from the location of Jalan Demuk,Pucanglaban Village, Tulungagung Regency. The combination of additives used as a correlation of soil stability is Renolith, with 0% (original soil), 5%, 10%, 15%,and 20%. The test method used is the method of soil classification, soil consistency limits, and soil compaction. The test results show that the original soil structure has montmorillonite activity value. In testing specimens with variations in the maximum combination (20%) of soil structure material and Renolith, The original soil Proctor testing 6.72 gr/cm3 and after combined with 20% Renolith increased to 10.56 gr/cm3.Struktur tanah terdiri dari beberapa unsur mineral penyusunannya, yaitu lempung, pasir dan mineral lain seperti batuan. struktur tanah bersifat monmorillonite adalah struktur tanah yang sebagian besar terdapat lempung didalam komponennya. Sifat dari tanah berjenis montmorillonite mudah mengalami lendutan ketika dilakukan pembebanan saat terjadi perubahan tingkat dehidrasi air. Pada penelitian ini diteliti korelasi pengaruh kombinasi renolith terhadap stabilitas tanah. Material tanah lempung diambil dari lokasi Jalan Demuk, Desa Pucanglaban, Kabupaten Tulungagung. Kombinasi bahan aditif yang digunakan sebagai korelasi stabilitas tanah adalah renolith dengan persentasejumlah 0%(tanah asli),5%,10%, 15%dan 20%.Metode pengujian yang digunakan adalah metode   pemadatan tanah. Hasilpengujian benda uji menunjukkan bahwa struktur tanah asli dikategorikan memiliki nilai aktivitas montmorillonite. Pada pengujian benda dengan variasi kombinasi maksimal (20%) bahan struktur tanah dan renolith, nilai proctor tanah asli 6,72 gr/cm3 dan setelah dikombinasikan dengan 20% renolith meningkat 10,56 gr/cm3.
Modifikasi Beton Fc 9,8 Mpa Menggunakan Abu Ampas Kopi Shirfi Wimaya; Ahmad Ridwan; Sigit Winarto
Jurnal Manajemen Teknologi & Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2020): OCTOBER
Publisher : Faculty of Engineering, Kadiri University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.045 KB) | DOI: 10.30737/jurmateks.v3i2.1096

Abstract

Concrete is a construction material that is widely used in building structures. Cement is the main constituent of concrete whose needs are increasing. The expansion of coffee shops in Kediri City resulted in an increase in the volume of coffee grounds waste, which can be used as an alternative to cement. The purpose of this study was to determine the value of the slump test, compressive strength test, and test the absorption capacity of the addition of coffee grounds ash to the concrete sample specimen using a cylinder is measuring 15cm x 30cm with 5 pieces of concrete quality K-125 or equivalent to fc '9.8 Mpa. Slump test results with a percentage of 4%, 8%, 12%, namely 2.5 cm, 0.5 cm and 2.5 cm. The results of the concrete compressive strength test with a percentage of 4% obtained the results of the compressive strength fc '10.51 Mpa or equivalent to K125, a percentage of 8% produces a compressive strength of fc' 8.39 and a percentage of 12% produces a compressive strength fc '7.56 Mpa equivalent to K100. The water absorption test results for 28 days resulted in an average value of 0.32 kg, 0.25 kg, 0.15 kg, and 33 kg.Beton merupakan salah satu bahan konstruksi yang banyak digunakan pada struktur bangunan. Semen merupakan penyusun utama beton yang kebutuhannya semakin meningkat. Perluasan kedai kopi di Kota Kediri mengakibatkan peningkatan volume limbah ampas kopi yang dapat digunakan sebagai alternatif pengganti semen. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai uji slump, uji kuat tekan, dan uji daya serap penambahan abu ampas kopi pada benda uji beton dengan menggunakan silinder berukuran 15cm x 30cm dengan kualitas beton sebanyak 5 buah. K-125 atau setara dengan fc '9.8 Mpa. Hasil uji slump dengan persentase 4%, 8%, 12% yaitu 2.5 cm, 0.5 cm dan 2.5 cm. Hasil uji kuat tekan beton dengan persentase 4% didapatkan hasil kuat tekan fc '10 .51 Mpa atau setara dengan K125 persentase 8% menghasilkan kuat tekan fc '8,39 dan persentase 12% menghasilkan kekuatan tekan fc '7,56 Mpa setara dengan K100. Hasil pengujian daya serap air selama 28 hari menghasilkan nilai rata-rata 0,32 kg, 0,25 kg, 0,15 kg, dan 33 kg.

Page 1 of 2 | Total Record : 15