cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
PERAN TEKNOLOGI MULTIMEDIA DALAM MENYAJIKAN KONSEP-KONSEP KIMIA PADA TINGKAT MAKROSKOPIS, MIKROSKOPIS, DAN SIMBOLIS Ida Ayu Anom Arsani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.63 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.442

Abstract

Pemanfaatan teknologi multimedia dalam bidang pendidikan sangat menunjang efesiensi dan efektivitas proses belajar mengajar. Penggunaan multimedia dalam pendidikan dapat menggiring pebelajar ke dalam pengalaman multisensori untuk promosi belajar. Dalam bidang kimia, multimedia dimanfaatkan untuk menyajikan konsep-konsep kimia pada tingkat makroskopis, mikroskopis, dan simbolis. Multimedia dapat menjelaskan konsep-konsep abstrak melalui animasianimasi , sehingga, kimia yang dipandang oleh sebagian orang sebagai ilmu yang sulit dipahami, akan menjadi lebih mudah dipahami. Multimedia dapat mengkombinasikan suara, animasi, gambar, dan video secara bersamaan serta melibatkan semua panca inderanya dan mengembangkan gaya belajar yang disukainya. Salah satu hasil penelitian menemukan implikasi dari penggunaan multimedia dalam pembelajaran kimia yaitu mendorong pebelajar aktif, terorganisaasi, dan dapat mengintegrasikan informasi yang diperoleh untuk memahami konsepkonsep dan prinsip yang sulit serta dapat digunakan untuk memecahkan masalah.
PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH, SEBUAH STRATEGI PEMBELAJARAN UNTUK MENYIAPKAN KEMANDIRIAN PESERTA DIDIK Wal dopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1386.15 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.35

Abstract

Untuk mempersiapkan lahirnya generasi emas yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan bangsa Indonesia pada tahun 2045 pemerintah telah melakukan berbagai hal seperti: penyediaan SDM pendidik dan tenaga kependidikan yang memenuhi syarat kualifikasi dan kompetensi, pengembangan kurikulum pendidikan hingga ke tingkat satuan pendidikan (KTSP), pembangunan sarana/prasarana pendidikan yang memadahi, peningkatan anggaran pendidikan, layanan pendidikan yang berbasis TIK dan lain-lain. Persiapan lainnya untuk dapat menghasilkan generasi diharapkan adalah melalui pendidikan karakter. Sudah banyak yang dihasilkan melalui usaha-usaha tersebut, namun juga masih banyak hal-hal yang harus dipersiapkan. Salah satunya adalah mempersiapkan peserta didik agar menjadi generasi yang memiliki kemampuan untuk mencarikan jalan keluar atas masalah-masalah riil yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Untuk kepentingan ini, penerapan Strategi Pendidikan/Pembelajaran yang Berbasis Masalah atau Problem-Based Learning yang disingkat PBL dianggap cocok untuk diterapkan dalam kegiatan pembelajaran di sekolahsekolah. Melalui PBL peserta didik dilatih untuk mencari jalan keluar atas masalah-masalah yang dihadapi. Agar penerapan PBL dapat berjalan seperti yang diharapkan maka disarankan agar pemerintah (Kemdikbud) mencanangkan penerapan PBL dalam kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah, melatih guru-guru dalam penerapan PBL serta dukungan dalam bentuk kebijakan, anggaran dan sarana/prasarana. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam bidang TIK untuk pendidikan, Pustekkom disarankan untuk memberikan dukungan dalam bentuk sumber belajar yang berbasis TIK.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN FISIKA SMA BERBASIS MEDIA EASY JAVA SIMULATIONS Nopi Melani
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.825 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.310

Abstract

The purpose of this study is to improve the effectiveness of students’ learning through a simulation program, i.e. Easy Java Simulation (EJS). This is a classroom action research conducted in the academic year of 2015/2016 at Cakra Buana High School with the respondents of 20 students from MIPA classes. In this study, students utilize Easy Java Simulation program to increase the effectiveness of physics learning on optics. The students learn about optics visually on the computer by using the tool of Easy Java Simulation (EJS) that can help the students develop their knowledge about optics. The results shows that at the second cycle, the average of active students increases to be 67.5% and inactive students decrease to be 26.3%. Therefore, the utilization of EJS program can improve the effectiveness of students’ learning. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan efektivitas belajar siswa melalui suatu program simulasi, yaitu Easy Java Simulation (EJS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan pada tahun akademik 2015/2016 di SMA Cakra Buana dengan jumlah responden sebanyak 20 siswa kelas MIPA. Pada penelitian ini, siswa memanfaatkan program Easy Java Simulation untuk meningkatkan efektivitas dalam belajar fisika pada pokok pembahasan lensa. Siswa mempelajari simulasi lensa secara visual di komputer dengan bantuan tools program Easy Java Simulation di mana program ini membantu siswa dalam pengembangan pokok bahasan lensa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus ke II rata-rata siswa yang aktif meningkat menjadi sebesar 67.5% dan yang tidak aktif sebesar 26.3%. Dengan demikian, pemanfaatan program EJS dapat meningkatkan efektivitas belajar siswa.
STRATEGI IMPLEMENTASI PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DI SEKOLAH Herry Widyastono Herry Widyastono
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.36 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.79

Abstract

diterima: 09 April 2013; dikembalikan untuk direvisi: 23 April 2013; disetujui: 02 Mei 2013Abstrak:Korupsi, terjadi di berbagai negara termasuk Indonesia, dan telah merasuk di berbagai sendi kehidupan. Upaya pemberantasan korupsi mulanya dilakukan dengan lebih mengandalkan jalur hukum , belakangan ini juga dilakukan melalui jalur pendidikan untuk melahirkan generasi bersih korupsi. Tujuan kajian ini adalah: memberikan gambaran strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa kini (masa penerapan Kurikulum 2006), danpada masa yang akan datang (masa penerapan Kurikulum 2013). Hasil kajian menyimpulkan bahwa strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa penerapan Kurikulum 2006 dilakukan melalui: penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah yang transparan, profesional, dan akuntabel;penerapan strategi pembelajaran dengan cara mengintegrasikan nilai-nilai antikorupsi ke dalam pembelajaran:mata pelajaran yang relevan,muatan lokal, danpengembangan diri, karena nilai-nilai antikorupsi belum terakomodasi secara eksplisit dalam Kurikulum 2006; danpartisipasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Sedangkan strategi implementasi pendidikan antikorupsi di sekolah pada masa penerapan Kurikulum 2013 dapat dilakukan melalui:penyelenggaraan manajemen berbasis sekolah yang transparan, profesional, dan akuntabel,implementasi Kurikulum 2013 secara efektif, karena nilai-nilai antikorupsi sudah terakomodasi secara eksplisit dalam Kurikulum 2013, danpartisipasi masyarakat dengan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kata kunci: pendidikan antikorupsi, Kurikulum 2006, Kurikulum 2013. Abstract: Corruption occurs in many countries, including in Indonesia, and it has penetrated into the various aspects of life. Efforts to combat corruption initially were performed with greater reliance on legal means, but recently they were also done through education to bring about the corruption-free generation. The purpose of this study was :to provide an overview of the implementation of anti-corruption education strategies in schools in the present (era of Curriculum 2006 implementation), andto provide an overview of the implementation of anti-corruption education strategies in schools in the future (era Curriculum 2013 implementation). Results of the study concluded that the implementation of anti-corruption education strategies in schools during the:the implementation of transparent, professional,and accountable school-based management ,the application of learning strategies by integrating anti-corruption values into learning of:relevant subject,local content, andself capacity building, since the anticorruptionvalues were not explicitly accommodated in Curriculum 2006, andimplementation of Curriculum 2006 was conducted through. to identify the participation community in the utilization of information and communication technology. While the implementation of anticorruption education strategies in schools during the implementation of Curriculum 2013 can be done through:the implementation of transparent, professional, and accountable school-based management,the effective implementation of Curriculum 2013, because the anti-corruption values are accommodated explicitly in curriculum 2013, andparticipation in the utilization of information and communication technology. Keywords: anti-corruption education , Curriculum 2006, Curriculum 2013.
STREAMING RADIO EDUKASI: MEMFASILITASI MASYARAKAT MENGEDUKASI DIRI innayah innayah innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.159 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i2.285

Abstract

Masalah yang menjadi fokus kajian adalah mengenai bagaimana masyarakat terfasilitasi untuk mengedukasi dirinya dan salah satu di antaranya adalah melalui kehadiran Streaming Radio Edukasi. Streaming Radio Edukasi menyajikan berbagai konten/materi layanan pendidikan secara online yang dapat diakses masyarakat di mana dan kapan saja. Tujuan kajian ini adalah untuk mendeskripsikan konten/materi pendidikan apa saja di antara yang disajikan melalui Streaming Radio Edukasi yang banyak diminati masyarakat pendengar dan kemungkinan faktor-faktor penyebabnya. Streaming Radio Edukasi dikatakan memfasilitasi masyarakat pendengar mengedukasi dirinya dikarenakan melalui pemanfaatan konten/materi pendidikan yang disajikan, tidak hanya khasanah pengetahuan masyarakat yang bertambah tetapi juga akumulasi informasi tentang perkembangan kekinian. Pertambahan khasanah pengetahuan dan akumulasi informasi masyarakat terjadi dalam bentuk (1) perolehan informasi tentang kebijakan dan perkembangan pembangunan pendidikan, peninggalan sejarah, pendidikan karakter, pengetahuan umum (ensiklopedi populer), dan tempat-tempat wisata di wilayah ASEAN, (2) tersedianya waktu berkonsultasi tentang seputar kesehatan, bimbingan mata pelajaran yang di UN-kan dan materi pelajaran sekolah, dan (3) keteladanan para pahlawan nasional dan orang-orang sukses, dan (4) apresiasi terhadap perkembangan sastra Indonesia, kisah perjalanan karir musisi legendaris, karya musik generasi muda, dan karya atau kemampuan anak-anak. 
HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS SISWA SMA PROGRAM BLOCK GRANT KECAKAPAN HIDUP Nurdin Ibrahim
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.158 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.552

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar bahasa Inggris antara siswa yang memperoleh Block Grant dan yang tidak memperoleh Block Grant. Penelitian ini dilaksanakan pada SMA Negeri Jakarta yang mendapat Block Grant Kecakapan Hidup dan SMA Negeri Jakarta yang tidak mendapat Block Grant Kecakapan Hidup tahun 2003, yang terdapat di wilayah Jakarta Timur, Pusat dan Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah Analysis of Variance (ANOVA) dengan uji lanjut Tukey pada α = 0,05. Penelitian ini jenis expo facto dan rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian faktorial 2x2.Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa: Pertama, secara keseluruhan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar bahasa Inggris siswa yang memperoleh Block Grant dengan yang tidak memperoleh Block Grant. Kedua, terdapat interaksi antara pemberian dana bantuan Block Grant dan kemampuan awal terhadap hasil belajar bahasa Inggris siswa
AUDIOBOOK: MEDIA PEMBELAJARAN MASYARAKAT MODERN Oos M. Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (57.439 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.111

Abstract

Abstrak: Kehidupan masyarakat modern cenderung instan dan praktis, serta familier dengan produk teknologi informasi dan komunikasi. Namun tuntutan pekerjaan dan budaya bertutur ini menjadikan malas untuk membaca apalagi buku teks. Padahal membaca buku sangat perlu dalam mengikuti perkembangan iptek yang begitu cepat. Tulisan ini bertujuan melakukan kajian terhadap audiobook sebagai media pembelajaran alternatif bagi masyarakat modern. Kajian difokuskan pada 1) konsep dan karakteristik audiobook, 2) produksi audiobook, dan 3) manfaat audiobook. Hasil kajian diketahui bahwa audiobook merupakan rekaman audio yang ada dalam buku baik berupa teks, gambar, dan ilustrasi lainnya. Produksi audiobook dapat dilakukan melalui: analisis kebutuhan, membuat rancangan, rekaman dan editing, review revisi, ujicoba, dan pemanfaatan. Produksi juga dapat mengotimalkan musik dan sound effect. Manfaat audiobook dapat memahami isi buku tanpa harus membaca, bahkan bisa sambil melakukan aktivitas seharihari. Audiobook juga sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang senang bertutur dan kurang suka membaca, membantu bagi kaum tunanetra, dapat menyelamatkan buku-buku kuno, sebagai contoh penghayatan buku karya sastra, serta membantu belajar bahasa asing/ daerah. Oleh karena itu pemerintah dan swasta serta penulis dan penerbit buku perlu membuat konten audiobook baik dari buku teks maupun dari buku fiksi. Begitu pula perlunya regulasi yang jelas terutama hak cipta penulis dan penerbit buku.Kata kunci: audiobook, buku teks, buku fiksi, media audio pembelajaran  Abstract: Modern society has a tendency to be instant and practical, as well as to be familiar with information and communication technology products. However, the demands of work and storytelling culture has created a hindrance towards the reading culture, especially the less-stimulated tendency to read textbook whereas reading is necessary as a way to keep up with the rapid development of science and technology. This paper aims to conduct a review of the audiobook as a instructional media for modern society. The study focused on: 1) the concept and characteristics of the audiobook, 2) audiobook production, and 3) the benefits of\ audiobooks. The results of the study show that the audiobook is an audio recording in the consists of text, images, and other illustrations. Audiobook Production can be done through 6 stages: needs analysis, desigining, recording and editing, reviewing/revising, implementing trial, and the utilization. Through production, the music and sound effects can be optimized. One of its primary benefits of audiobooks is that it can enable people to understand the contents of the book while performing daily activities without having to read them. Audiobooks are also the perfect fit for the storytelling culture of Indonesian people who prefer to enjoy speaking more but reading less. This way, the audiobooks can also help the blind and visually impaired to obtain knowledge from books especially ancient books as the way to express literary appreciation as well as to learn a foreign/local language. Therefore, the government and private sector as well as authors and book publishers need to make good contents of audiobook developed from the textbook or from a book of fiction. Similarly, clear regulations, particularly copyrights of authors and book publishers is also needed.Keywords: audiobook, textbook, fiction book, instructional audio mediaAbstrak:  Kehidupan masyarakat modern cenderung instan dan praktis, serta familier dengan produkteknologi informasi dan komunikasi. Namun tuntutan pekerjaan dan budaya bertutur ini menjadikan malasuntuk membaca apalagi buku teks. Padahal membaca buku sangat perlu dalam mengikuti perkembanganiptek yang begitu cepat. Tulisan ini bertujuan melakukan kajian terhadap audiobook sebagai mediapembelajaran alternatif bagi masyarakat modern. Kajian difokuskan pada 1) konsep dan karakteristikaudiobook, 2) produksi audiobook, dan 3) manfaat audiobook. Hasil kajian diketahui bahwa audiobookmerupakan rekaman audio yang ada dalam buku baik berupa teks, gambar, dan ilustrasi lainnya. Produksiaudiobook dapat dilakukan melalui: analisis kebutuhan, membuat rancangan, rekaman dan editing, reviewrevisi, ujicoba, dan pemanfaatan. Produksi juga dapat mengotimalkan musik dan sound effect. Manfaataudiobook dapat memahami isi buku tanpa harus membaca, bahkan bisa sambil melakukan aktivitas seharihari. Audiobook juga sesuai dengan budaya bangsa Indonesia yang senang bertutur dan kurang sukamembaca, membantu bagi kaum tunanetra, dapat menyelamatkan buku-buku kuno, sebagai contohpenghayatan buku karya sastra, serta membantu belajar bahasa asing/ daerah. Oleh karena itu pemerintahdan swasta serta penulis dan penerbit buku perlu membuat konten audiobook baik dari buku teks maupundari buku fiksi. Begitu pula perlunya regulasi yang jelas terutama hak cipta penulis dan penerbit buku. Kata kunci: audiobook, buku teks, buku fiksi, media audio pembelajaran Abstract: Modern society has a tendency to be instant and practical, as well as to be familiar with informationand communication technology products. However, the demands of work and storytelling culture has createda hindrance towards the reading culture, especially the less-stimulated tendency to read textbook whereasreading is necessary as a way to keep up with the rapid development of science and technology. This paperaims to conduct a review of the audiobook as a instructional media for modern society. The study focusedon: 1) the concept and characteristics of the audiobook, 2) audiobook production, and 3) the benefits ofaudiobooks. The results of the study show that the audiobook is an audio recording in the consists of text,images, and other illustrations. Audiobook Production can be done through 6 stages: needs analysis,desigining, recording and editing, reviewing/revising, implementing trial, and the utilization. Throughproduction, the music and sound effects can be optimized. One of its primary benefits of audiobooks is thatit can enable people to understand the contents of the book while performing daily activities without havingto read them. Audiobooks are also the perfect fit for the storytelling culture of Indonesian people who preferto enjoy speaking more but reading less. This way, the audiobooks can also help the blind and visuallyimpaired to obtain knowledge from books especially ancient books as the way to express literary appreciationas well as to learn a foreign/local language. Therefore, the government and private sector as well asauthors and book publishers need to make good contents of audiobook developed from the textbook orfrom a book of fiction. Similarly, clear regulations, particularly copyrights of authors and book publishers isalso needed. Keywords: audiobook, textbook, fiction book, instructional audio media
PENDIDIK ONLINE: PERLUASAN TUGAS DARI KELAS KONVENSIONAL MENUJU KELAS MAYA Kusnohadi Kusnohadi
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.187 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.134

Abstract

Abstrak:Perkembangan teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) membawa perubahan dramatis dalam semua aspek kehidupan, termasuk pada bidang pendidikan. Penerapan teknologi informasi dan telekomunikasi melahirkan model baru dalam pembelajaran dengan munculnya online learning. Online learning merupakan model pembelajaran dengan menggunakan jaringan internet sebagai saluran utama komunikasi dan interaksi pembelajaran. Negaranegara maju seperti di Amerika serikat telah lama mengembangkan pembelajaran online, sedangkan di Indonesia model pembelajaran ini mulai tumbuh. Hasil pembelajaran online menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa secara online tidak kalah bila dibandingkan dengan siswa yang belajar dengan cara biasa. Pembelajaran online juga mampu membangun kemampuan berfikir tingkat tinggi, melatih daya analisis, kolaborasi, dan berkomunikasi pada siswa. Komponen pembelajaran online serupa dengan pembelajaran tatap muka, unsur pembedanya terletak pada setting lingkungan. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan tugas-tugas pendidik pada kelas maya. Metode yang digunakan adalah kajian literatur yang relevan dengan pendidik online. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran online mempunyai keterkaitan erat terhadap tugas-tugas pendidik mulai tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran yang semuanya harus disesuaikan dengan lingkungan online. Oleh karenanya disarankan agar setiap pendidik perlu mengkaji landasan teori yang mendukung implementasi tugas-tugas pendidik dan berlatih menggunakan teknologi pendukung pembelajaran online.Kata Kunci: pembelajaran online, tugas pendidik Abstract:The development of information and telecommunication technologies brings about dramatic changes toward all aspects in our lives including education. The implementation of information and communication technologies (ICT) brings up a new learning model in the form of online learning. Online learning is a learning model that uses internet as a main channel of communication and learning interaction. Advance countries such as United States of America have been developing online learning for long period of time while on the other side, it has just begun to grow in Indonesia. The result of the online learning shows that online students’ achievement is as good as regular students. Online learning also form a high-level thinking skills, practical and analytical skill, collaborative, and communicative competence of students. Online learning is similar to face-to-face learning. The difference is mainly on the the learning environment. This study aims at describing the duties of educators in the virtual classroom. The methodology used is a literary review which is related to online educator. The result of the study indicates that the application of online learning is closely related to educators’ duties from planning stage, implementation, and evaluation of learning which are adapted to online environment. Therefore, it is suggested for online educators to examine the theoretical base to support their duties and to practice using online learning technology.Keywords: online learning, educators’ duties
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KONSTRUKTIVISME 4 SIKLUS TERHADAP HASIL BELAJAR K3 DAN PSIKOLOGI INDUSTRI I ketut Gde Juli Suarbawa
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (50.683 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i1.422

Abstract

Model pembelajaran diskusi dengan panduan buku ajar yang diterapkan pada mata kuliah K-3 dan Psikologi Industri menyebabkan prestasi belajar masih rendah, karena menimbulkan miskonsepsi yang dialami oleh mahasiswa dan bersifat resisten terhadap pembelajaran. Untuk itu dibutuhkan model pembelajaran yang tepat, agar proses pembelajaran dapat berlangsung dengan nyaman, dan lebih bermakna melalui penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari empat kegiatan utama yang dilakukan dalam siklus berulang. Setiap siklus terdiri dari: (a) perencanaan, (b) tindakan, (c) pengamatan, dan (d) refleksi. Setelah dilakukan dalam empat siklus diperoleh peningkatan skor aktivitas mahasiswa dari kategori kurang aktif menjadi aktif, peningkatan skor kooperatif mahasiswa dari kurang kooperatif menjadi sering kooperatif, peningkatan skor minat belajar dari kurang berminat menjadi sering berminat, peningkatan kemampuan dosen mengajar dari kategori cukup menjadi baik, dan meningkatkan ketuntasan belajar nilai mahasiswa di atas 5,4 hingga 92,59 % dan nilai A dan B sebesar 77,78 %. Dengan demikian pemilihan model konstruktivisme dalam pembelajaran K-3 dan Psikologi Industri dapat diterapkan  sebagai upaya untuk menumbuhkan cara belajar yang aktif dan meningkatkan interaksi dalam sasaran belajar, dan meningkatkan ketuntasan belajar.
Kumpulan Abstrak Redaksi Teknodik
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1347.17 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.26

Abstract

PROFESIONALISME GURU DALAM PENERAPAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF PADA RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL Nyayu Khodijah Fakultas Tarbiyah-IAIN Raden Fatah Jl. Prof. K.H. Zainal Abidin Fikry Km. 3,5 Palembang (nyayu_dd@yahoo.com) STUDI KELAYAKAN PENGEMBANGAN MODEL MULTIMEDIA TEACHING AIDS PAUD Manikowati Balai Pengembangan Multimedia, Pustekkom Kemdikbud Jl. Lamongan Tengah, Bendan Ngisor, Semarang manikmanikowati@yahoo.co.id

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue