cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
PENGELOLAAN PUSAT SUMBER BELAJAR PADA PUSDIKLAT SDM KESEHATAN DEPARTEMEN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA Dewi Sukorini
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.737 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.463

Abstract

The aim of this research is to explore the possibility for managing Learning Resource Center of Pusdiklat Departmen Kesehatan more effectively. Descriptive analytic method is used in this research. Data Collection are collected through in-depth interview, observation, and document analysis. Those data are then analyzed through several steps such as data reduction, data presentation, conclusion, and verification. Result of this study indicated that the management Learning Resources Center is not adequate to be viewed from theconcept of managementt. The human resources of the center are not adequate in quantity as well as professional quality. The facilities of the center are not adequate to support the intended activities. The lack of budgetary allocation is also hampering the effectiveness of the center operation.
PENINGKATAN KREATIVITAS MENGGAMBAR MELALUI PEMBELAJARAN BERBANTUAN KOMPUTER Luluk Asmawati Luluk Asmawati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (65.505 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.66

Abstract

diterima: 06 Februari 2013; dikembalikan untuk revisi: 18 Februari 2013; disetujui: 26 Februari 2013.Abstrak:Penelitian ini bertujuan untuk menstimulasi kreativitas menggambar anak TK kelompok B melalui pembelajaran berbantuan komputer agar anak siap menghadapi dan berani menggunakan komputer di masa depan. Subjek penelitian adalah anak TK kelompok B 1 berjumlah 11 anak.Penelitian ini dilaksanakan di TK Happy Holy Kids Kota Depok. Waktu penelitian selama 2 minggu yaitu pada tanggal 4 sampai dengan 15 Februari 2013. Metode penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas model Hopkins. Penelitian Tindakan Kelas dilakukan dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri atas: (1) perencanaan (planning), (2) tindakan (acting), (3) observasi (observing), dan refleksi (reflecting).Temuan-temuan penelitian meliputi pada siklus I secara keseluruhan mencapai kriteria cukup (C). Hal ini dengan rincian kriteria baik (B) sejumlah 6 anak (55%), kriteria cukup (C) sejumlah 4 anak (36%), dan kriteria kurang (K) sejumlah 1 anak (9%). Pada siklus II telah mengalami peningkatan kualitas pembelajaran, secara keseluruhan mencapai kriteria baik (B). Rincian kriteria peningkatan penelitian ini adalah kriteria baik (B) sejumlah 8 anak (73%) dan kriteria cukup (C) sejumlah 3 anak (27%), kriteria kurang (K) sudah tidak ada. Hal ini pada siklus II: (1) anak-anak telah memiliki pengalaman lansung pada siklus I untuk membuat kreativitas menggambar melalui pembelajaran berbantuan komputer dengan program Power Paint, (2) guru memberikan penguatan cara menggunakan ikon pensil untuk melengkapi aksesoris pada objek gambar, (3) guru selalu mengingatkan waktu agar gambar dapat berbentuk sesuai tema dan sub tema buah-buahan, diberi warna sesuai warna idenya, dan dilengkapi aksesoris gambar lain. Anak-anak juga telah mampu menyimpan data hasil kreativitas menggambarnya untuk dicetak dan dipajang di dalam portofolio mereka masing-masing.Kata kunci: kreativitas menggambar, pembelajaran berbantuan komputer, TK B.Abstract:This study aims to stimulate the creativity of the group B kindergartners draw through computer-assisted learning for children to be ready to face and dare to use computers in the future. Subjects were kindergartners group B 1 totaled 11 anak.Penelitian was held at Holy Happy Kids Kindergarten research Depok. Waktu City for 2 weeks on December 4 to 15 Februari 2013. The research method is the Hopkins model of classroom action research. Classroom Action Research done in two cycles. Each cycle consists of: (1) planning, (2)action , (3) observation, and reflection. Include research findings on the first cycle as a whole achieve sufficient criteria (C ). It is the details of both criteria (B) number of 6 children (55%), sufficient criteria (C) number of 4 children (36%), and less criteria (K) number 1 children (9%). In the second cycle has increased the quality of learning, achieving overall good criterion (B). Details of this research is the improvement criteria both criteria (B) number of 8 children (73%) and sufficient criteria (C) number of 3 children (27%), lack of criteria (K) is not there. This is the second cycle: (1) the children have had direct experience in the first cycle to make creativity draw through computer-assisted learning with Power Paint program, (2) the teacher provides reinforcement how to use accessories to complete the pencil icon on the object image, (3) the teacher always reminded time for the image to be shaped according to the theme and sub-theme of fruits, ideas colored by color, and other image features accessories. Children have also been able to store data for printing and drawing creativity displayed in their respective portfolios.Keywords: creativity drawing, computer-assisted learning, TK B
EVALUASI PEMANFAATAN MEDIA AUDIO GELARIA (GERAK DAN LAGU ANAK CERIA) Kulsum Nur Hayati
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (61.604 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v20i2.245

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan media audio Gelaria dalam menstimulasikemampuan seni dan fisik motorik anak usia dini. Penelitian ini merupakan penelitian evaluasi dengan teknik surveydi 8 propinsi, yaitu: DIY, Sulawesi Barat, NTT, Jawa Barat, Bengkulu, Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Selatan.Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel 24 guru dan 80 anak didik. Judul mediaaudio Gelaria yang digunakan dalam pembelajaran yaitu “Angsa”. Teknik pengumpulan data dengan observasipemanfaatan model, kuesioner tentang pemanfaatan Gelaria untuk pendidik PAUD, dan lembar pengamatan surveyor.Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk menafsirkan data tentang ketercapaian tujuan pengembangan model.Hasil penelitian menunjukkan: 1) siswa dapat menyanyikan lagu sesuai nada dan irama musik dengan baik (85%);dan 2) siswa dapat melakukan gerakan sesuai lirik lagu dan irama musik dengan baik (85%). Gerakan yang dilakukanberagam, mulai dari menggerakkan kepala sampai menggerakkan kaki. Hasil penelitian juga menunjukkan jenis-jenisgerakan yang siswa mengalami kesulitan dalam melakukannya. Berdasar hasil penelitian saran yang perlu ditindaklanjutiyaitu Gelaria perlu dikembangkan lebih lanjut dengan jenis gerakan yang lebih bervariasi dan simpel serta lagu yangmudah dihafalkan oleh anak usia dini. Gelaria perlu dikembangkan lebih lanjut agar kemampuan fisik motorik anakdapat distimulasi dengan tepat dan membantu guru yang kesulitan dalam menumbuhkembangkan fisik motorik anak.Kata Kunci: evaluasi, seni, fisik motorik, media audio Gelaria.Abstract: This study aimed to evaluate the use of audio media Gelaria in stimulating artistic ability and physical motorskills of young children. This study is the evaluation of the survey technique in 8 provinces of Yogyakarta, WestSulawesi, East Nusa Tenggara, West Java, Bengkulu, East Java, Banten and South Kalimantan. The sampling techniqueused purposive sampling with a sample of 24 teachers and 80 students. Title Gelaria audio media used in the learningof “Angsa”. Data collection techniques with the use of a model observation, a questionnaire on the use Gelaria forearly childhood educators, and surveyor observation sheet. The data were analyzed descriptively to interpret data onthe achievement of the objectives of model development. The results showed: 1) students can sing songs to suit thetone and rhythm of the music with a good (85%); and 2) students can perform corresponding movements song lyricsand rhythm of the music with a good (85%). Movements performed diverse, ranging from moving the head to move thelegs. The results also suggest the kinds of movements that students have difficulty in doing so. Based on the resultsof research that need to be followed that advice Gelaria should be developed further with more varied types ofmovement and is simple and easy songs memorized by younger children. Gelaria need to be developed further sothat the physical capabilities of the child’s motor can be stimulated with the right and help teachers develop physicalmotor difficulties in children.Keywords: evaluation, art, physical motor skills,, audio media Gelaria.
MEMAHAMI ALGORITMA PEMOGRAMAN (Analisis Pembelajaran dalam Implementasi Software) Yuni Sugiarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.453 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.538

Abstract

Kenyataan menunjukan bahwa pembelajaran pemograman komputer masih banyak yang mengalami kesulitan baik secara teori ataupun praktek. Akibatnya kurang mengahayati atau memahami konsep-konsep pemograman dan kesulitan mengaplikasikan pemograman komputer untuk aplikasi bisnis, pendidikan, game, dll. Salah satu cara pembelajaran pemograman komputer adalah dituntut untuk membiasakan menggunakan algoritma. Algoritma yaitu urutan langkah atau tahapan-tahapan berhingga untuk memecahkan masalah logika/matematika, dimulai dengan mendefinisikan masalah, menentukan solusi, memilih algoritma, menulis program, menguji program, menulis dokumentasi sampai merawat program atau maintenance. Tulisan ini menganalisis secara teoritis pembelajaran pemograman komputer menggunakan algoritma, serta implementasinya dalam kasus konversi software engeenering dikonversi ke sistem data base.
UJICOBA PENAYANGAN PROGRAM PENDIDIKAN BUDI PEKERTI MELALUI TELEVISI Waldopo Waldopo
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.146 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.98

Abstract

Abstrak:Penelitian yang berjudul Ujicoba Pendidikan Budi Pekerti Melalui Televisi ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh efektivitas pesan moral yang disampaikan oleh film serial pendidikan karakter Laskar Anak Bawang (LAB) khususnya pada episode “Pistol dan Bulan” dan “Sepeda Butut”. Film ini diproduksi oleh Pustekkom Depdiknas dan disiarkan oleh stasiun TVRI pada tanggal 5 dan 12 September 2000. Kedua jenis film tersebut berisikan pesan moral agar anak menjadi orang yang berakhlak mulia. Penentuan sampel dilaksanakan secara random (acak). Hasil randomisasi terpilih 10 lokasi yaitu Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Makassar, Mataram dan Kupang. Tiap kota yang terpilih; secara acak diambil 10 Sekolah Dasar (SD) yang mewakili SD di dalam kota dan yang di pinggiran kota; SD yang berstatus negeri dan SD yang berstatus swasta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum film dapat menyampaikan pesan moral secara efektif kepada siswa. Seluruh pesan moral yang ada di dalam episode Pistol dan Bulan dapat mempengaruhi siswa secara efektif. Sedangkan pesan moral yang terkandung dalam episode Sepeda Butut ada yang berpengaruh efektif tetapi ada juga yang tidak. Pesan moral yang berpengaruh efektif adalah:kesabaran, kerjasama kelompok, sportivitas dan solidaritas. Sedangkan yang tidak adalah pesan tentang perbedaan status sosial. Berdasarkan hasil penelitian tersebut disampaikan saran (1) agar Pustekkom menggandeng semua pihak yang berkepentingan dengan masalah pendidikan budi pekerti untuk terus mengembangkan film-film serial televisi yang bermuatan pendidikan budi pekerti, (2) Berhubung pendidikan budi pekerti merupakan bagian yang terpisahkan dari pendidikan karakter, maka perlu dikembangkan film sejenis yang berisikan pesan tentang wawasan kebangsaan (3) film-film pendidikan budi pekerti yang telah diproduksi disamping disiarkan melalui stasiun televisi hendaknya juga di upload ke dunia maya seperti youtube dan Jardiknas/e-dukasi.net, dan (4) penelitian serupa hendaknya dilaksanakan lagi dengan sasaran para siswa yang tinggal di daerah pedesaan dan daerah terpencil.Kata Kunci: Pendidikan Budi Pekerti, Akhlak Mulia, Moral , Film serial Laskar Anak BawangAbstract:The study entitled Trial of Moral Education Through Television aimed to determine the effectiveness of the moral message conveyed by the movie series of “Laskar Anak Bawang” (LAB), particularly in the episode of “Pistol dan Bulan” and “Sepeda Butut”. The movie series was produced by the Center of information and communication technology for education Ministry of National Education and broadcast by TVRI station on 5 and 12 September 2000. Both episodes contained moral messages for a child to be a noble person in the future. The samples gained by random sampling technique. The random sampling technique resulted 10 location which were Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Samarinda, Makassar, Mataram and Kupang. In each city, ten primary schools represented urban and suburban schools, public and private schools were choosen. The result of the study showed that generally a film could convey moral messages effectively to students. All moral messages in the Pistol dan Bulan episode could influence students effectively. Some of those in Sepeda Butut episode could influence students effectively while the others could not. The moral messages that influenced effectively were: patience, teamwork, sportsmanship and solidarity. While the moral message that did not influence effectively was about the social status difference. Based on the results some suggestions are offered as follow: 1) Pustekkom should invite all parties that concern with the issue of character education to develop character building television series; 2) Pustekkom should develop a television series that conveys the concept of nationality; 3) All the character education films should also be uploaded to virtual world, e.g. via youtube and Jardiknas/e-dukasi.net; and 4) Such study should be held again with the target of students living in rural or remote area.Keywords: Character education, noble, moral, Laskar Anak Bawang TV series.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI UNTUK PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN MELALUI WEB SEKOLAH Syaad Patmanthara
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.35 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v10i19.393

Abstract

Berbagai penemuan di bidang teknologi informasi dan komunikasi telah mengubah cara pandang manusia terhadap dunia termasuk di dalamnya dunia pendidikan. Peran serta teknologi informasi dan komunikasi dalam mendukung kegiatan dan aktivitas pembelajaran sehingga dapat mendukung sistem pendidikan dalam bentuk web sekolah yang nampaknya akan menjadi salah satu alternatif solusi bagi perkembangan kebutuhan pembelajaran di tanah air. Perubahan di era globalisasi sistem pendidikan dari yang sebelumnya bersifat manual dan konvensional, menjadi suatu sistem yang efektif dan efisien dengan dukungan teknologi informasi. Pengembangan Web sekolah akan mendukung proses pembelajaran berdasarkan teori pembebasan seperti “Constructivist”, yang telah merubah pola belajar “TeacherCentred” menjadi “Student-Centred” dengan menciptakan budaya belajar mandiri siswa.
KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI GURU DALAM PENINGKATAN KUALITAS PEMBELAJARAN Rahmi Rivalina
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (51.522 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.121

Abstract

Abstrak:Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji berbagai solusi untuk peningkatan kompetensi TIK guru sehingga dapat merancang dan memanfaatkan TIK secara terpadu di dalam kegiatan pembelajaran yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan proses dan hasil pembelajaran. Masalah yang akan jadi fokus pembahasan adalah berbagai upaya yang kemungkinan dapat meningkatkan kompetensi TIK guru. Hasil kajian mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kompetensi TIK guru menuntut dukungan: kebijakan pemerintah pusat dan daerah di bidang pemanfaatan TIK dan pelatihan guru di bidang pemanfaatan TIK, kesadaran guru untuk meningkatkan potensi diri mereka di bidang pemanfaatan TIK,organisasi profesi guru mewadahi penyelenggaraan seminar atau lokakarya, dan menerbitkan jurnal ilmiah, swasta/dunia usaha diharapkan optimal di bidang pemanfaatan TIK untuk pembelajaran melalui tanggung jawab sosial di bidang pendidikan (corporate social responsibility atau csr),kebijakan kepala sekolah untuk penugasan guru mengikuti pelatihan pemanfaatan TIK untuk pembelajaran, dan kepedulian orang tua/masyarakat untuk peningkatan kemampuan TIK guru dapat berupa bantuan peralatan TIK atau motivasi kepada siswa, guru dan sekolah.Kata Kunci: Teknologi Informasi dan Komunikasi Guru, Kompetensi Guru, Teknologi Informasi dan Komunikasi Abstract:Along with the development of information communication and technology (ICT) and also its potential to support the activities of learning process, the writer had been inspired to conduct a study about teacher’s ICT competency. To do so, the writer had studied various facts and documents about the teacher’s ICT competency and the factors that contribute to it. The focused problems on this writing is variety of efforts to improve teacher’s ICT competency. The findings of the study revealed that those variety of efforts to improve the teacher’s ICT competency demanding support as in the following: (1) the policy of the central and local government and conducting teacher’s training in ICT utilization, (2) awareness of teachers to improve their capacity building in ICT utilization, (3) teacher’s professional organization encouraging for active involvement in seminars or workshops and publish scientific journal), (4) private businesses and their support in the utilization of ICT in learning process through corporate social responsibility (CSR), (5)The head master’s policies to ask teachers following the training in ICT utilization, and (6) Concern from parents / the community to increase teacher’s ICT by procuring the ICT facilities or creating motivation to students, teachers and schools.Key words: Information and Communication Technology (ICT), Teacher, Competency
PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) UNTUK PEMBELAJARAN DI SMP NEGERI 5 PONOROGO, JAWA TIMUR Arie Kurniawan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.934 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.369

Abstract

 Saat ini, penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk membantu proses pembelajaran merupakan suatu hal yang biasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan TIK dalam pembelajaran di SMPN 5 Ponorogo. Hal-hal yang dipehatikan meliputi peralatan yang digunakan, frekuensi pemanfaatan, hambatan yang dihadapi, dukungan dari pemimpin, serta pengaruhnya terhadap motivasi belajar siswa. Objek dari penelitian ini adalah 51 orang guru di SMPN 5 Ponorogo. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan instrumen kuesioner dan wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menyatakan bahwa seluruh responden sudah memanfaatkan TIK dalam proses pembelajaran meskipun dengan frekuensi yang berbeda-beda. Hambatan yang dihadapi antara lain adalah keterbatasan sarana serta rendahnya kemampuan memanfaatkan TIK. Meskipun literasi digitalnya masih rendah, seluruh guru memiliki semangat belajar yang tinggi sehingga kemampuannya bisa ditingkatkan melalui pelatihan-pelatihan. Pemanfaatan TIK juga terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar siswa dan berdampak juga terhadap prestasi belajar mereka. Guna meningkatkan kualitas pembelajaran yang memanfaatkan TIK, pihak sekolah perlu meningkatkan kualitas perangkat TIK. Selain itu, perlu juga dilakukan pelatihan guna meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan TIK untuk mendukung proses pembelajaran.Currently, the use of Information and Communication Technology (ICT) to help the learning process is a common thing. This research aims to find out how the utilization of ICT for learning in SMPN 5 Ponorogo is. The concern includes the utilized-equipment, the utilization frequency, faced-obstacles, support from the leaders, and the impcat on the students’ learning motivation. The object of this research is 51 teachers in SMPN 5 Ponorogo. This research uses survey method with questionnaire and interview instrument. The data obtained are analyzed descriptively quantitatively. The research result states that all respondents have utilized ICT in their learning process although with different frequency. Obstacles encountered include limited facilities and low ability to utilize ICT. Despite their low digital literacy, all teachers have high learning spirit so that their skills can be improved through trainings. ICT utilization also proves to be able to increase students’ learning motivation and also impact their learning achievement. To improve the quality of learning process that utilizes ICT, the schools need to improve the quality of ICT equipment. In addition, some relevant training are also necessary to improve the teachers’ ability in utilizing ICT to enhance the learning process.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN METODE POWER TEACHING KONSTRUKTIF BERBASIS E-LEARNING Ririn Widiyasari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.833 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i2.153

Abstract

Abstrak:Metode pembelajaran power teaching konstruktif berbasis e-learning menekankan pada proses pembelajaran peserta didik yang aktif, yang melibatkan aktivitas visual, verbal, dan kinestetik. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh hasil pengembangan perangkat pembelajaran dengan metode power teaching konstruktif berbasis e-learning untuk materi program linier yang valid, efektif, dan praktis. Pengembangan perangkat pembelajaran ini menggunakan model 4-D Thiagarajan. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan adalah silabus, SAP, e-Learning, worksheet, dan Tes Hasil Belajar (THB). Subjek uji coba pada penelitian ini adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika Semester 6. Teknik analisis data untuk menilai valid tidaknya perangkat pembelajaran adalah dengan menggunakan instrumen lembar validasi perangkat pembelajaran. Keefektifan dinilai dengan analisis keaktifan mahasiswa, analisis uji ketuntasan menggunakan one sample t-test dan uji proporsi, serta analisis uji banding. Kepraktisan perangkat dinilai menggunakan angket respons mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran yang dikembangkan telah mempunyai nilai validitas, kepraktisan, dan keefektifan yang tinggi. Hal ini terlihat dari pendapat validator, respon mahasiswa, dan hasil uji coba lapangan. Berdasarkan hasil uji coba lapangan, perangkat pembelajaran yang dikembangkan menggunakan metode power teaching konstruktif berbasis e-learning ini dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa sehingga prestasi belajar mahasiswa lebih baik. Oleh karena itu, disarankan agar pembelajaran dengan menggunakan metode power teaching konstruktif berbasis e-learning seperti ini perlu diterapkan pada materi pelajaran yang lain.Kata kunci: Metode Power Teaching, Konstruktif, E-learning, Perangkat PembelajaranAbstract:E-learning based constructive power teaching method emphasizes on learning process of active students including visual, verbal, and kinesthetic activities. The objective of this research is to develop a learning tool with elearning based constructive power teaching method for the material of linier program which is valid, effective, and practical. This learning tool development uses the 4-D Thiagarajan Model. The developed learning components are sylabus, Lesson Plan, e-learning, worksheet, and learning result evaluation. The subject of this research is the 6th semester students of Mathematic Education Study Program. Data analysis technique to value the validity of the learning tool is done by using learning tool validation sheets. Its effectivity is valued by using student activity analysis, completeness test analysis of one sample t-test and proportional test, and comparative test analysis. Its practicality is valued by using students’ response questionnaire. The result of this research shows that the developed learning tool has got high validity, practicality, and effectivity scores. This is indicated by the statement of the validators, students’ response, and field test result. Based on the field test, the developed learning tool with e-learning based constructive power teaching method can increase the students’ learning results to be better. Therefore, it is recommended that this e-learning based constructive power teaching method is also applied in the learning of other materials.Keywords: Power Teaching Method, Constructive, E-learning, Learning Tool
JABATAN FUNGSIONAL PENGEMBANG TEKNOLOGI PEMBELAJARAN (JF-PTP): APA DAN BAGAIMANA? Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.169 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v14i1.453

Abstract

Salah satu kebijakan Pemerintah yang terus-menerus disosialisasikan yang berkaitan dengan birokrasi adalah “ramping struktur, kaya fungsi”. Berdasarkan kebijakan yang demikian ini, lembaga pemerintah secara berkelanjutan menerapkan perampingan atau penciutan struktur organisasi di satu sisi, tetapi di sisi yang lain menciptakan iklim yang kondusif bagi pengembangan berbagai jabatan fungsional. Beberapa di antara jabatan fungsional yang dibina oleh Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) adalah mengenai: dosen, guru, pamong belajar, pengawas, dan pengembang teknologi pembelajaran. Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelajaran (JF-PTP) adalah jabatan fungsional yang ditetapkan oleh Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) melalui Peraturan Menpan Nomor PER/2/M.PAN/ 3/2009 tertanggal 10 Maret 2009. Dengan ditetapkannya JF-PTP diharapkan ada arah pengembangan karier yang jelas dan pasti bagi para lulusan program studi atau jurusan Teknologi Pendidikan/Pembelajaran dan program studi lainnya yang relevan dan mereka yang berkiprah di lembaga-lembaga pendidikan, pelatihan, atau lembaga pemerintah lainnya yang mengembangkan atau menerapkan teknologi pembelajaran. Demikian juga di sisi lainnya bagi perguruan tinggi, sekolah, lembaga pelatihan, dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya yang mengembangkan atau menerapkan teknologi pembelajaran mempunyai dasar juridis dalam pengajuan kebutuhan formasi pegawai. Mengingat ketetapan tentang JF-PTP ini masih baru dan masih dalam tahap sosialisasi, maka tulisan ini juga dimaksudkan sebagai salah satu upaya untuk menyosialisasikan keberadaan Jabatan Fungsional Pengembang Teknologi Pembelaj

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue