cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
SIARAN RADIO PENDIDIKAN: UPAYA PERLUASAN AKSES LAYANAN PENDIDIKAN DI WILAYAH PERBATASAN INDONESIA innayah innayah
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (141.312 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.372

Abstract

The aim of this study is to (1) describe the government’s policy on access to education on the border areas, (2) describe the condition of radio station in the border areas, and (3) explain the educational broadcasting model in the border areas. The method used is a documentary study towards the condition of educational services, RRI as a Public Broadcasting Institution (LPP), and the Local Indonesian Broadcasting Commission (KPID) in the border areas. The results of the study are: (1) the government has widened the educational access in the border areas through among others the construction of school infrastructure and dormitories, and the assignment of teachers to teach in the border areas, (2) LPP RRI and KPID in border areas have been broadcasting via radio stations in 12 provinces, and (3) the model of educational broadcast used in the border areas is the form of partnership between BPMRPK Yogyakarta, Ministry of Education and Culture with the radio stations in the border areas such as Public Broadcasting Institution (LPP), Local Public Broadcasting Institution (LPPL), Private Broadcasting Institution (LPS) as well as the Community Radio (Rakom). Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan kebijakan pemerintah di bidang perluasan akses terhadap layanan pendidikan di daerah perbatasan, (2) menggambarkan keberadaan atau kondisi stasiun radio di wilayah perbatasan, dan (3) menjelaskan model siaran pendidikan di wilayah perbatasan. Metode yang digunakan adalah studi dokumentasi terhadap kondisi layanan pendidikan di perbatasan, Radio Republik Indonesia (RRI) sebagai Lembaga Penyiaran Publik (LPP), dan Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) di wilayah perbatasan. Hasil kajian/ telaah mengungkapkan bahwa (1) pemerintah telah melakukan perluasan akses layanan pendidikan di wilayah perbatasan yang antara lain berupa pembangunan sarana-prasarana sekolah, asrama, dan pengiriman tenaga pengajar, (2) LPP RRI, dan KPID telah menyelenggarakan siaran di wilayah perbatasan di 12 provinsi, dan (3) model siaran radio pendidikan di wilayah perbatasan dilakukan dalam bentuk kerjasama kemitraan antara Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan Yogyakarta (BPMRPKKemendikbud) dengan stasiun radio, baik Lembaga Penyiaran Publik (LPP), Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL), Lembaga Penyiaran Publik Swasta (LPS) maupun Radio Komunitas (Rakom).
Pengembangan Media Belajar Matematika Dengan Pendekatan ICT Rr. Martiningsih, M.Pd Rr. Martiningsih, M.Pd
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.621 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.85

Abstract

Abstrak: Banyak siswa berpendapat bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit. Hal itu dibuktikan dengan prestasi belajar matematika yang kurang memuaskan. Jika siswa memahami apa yang mereka pelajari, siswa akan mendapatkan prestasi yang lebih baik. Media sangat penting untuk memahami sesuatu. Media membantu siswa memahami hal hal yang abstrak menjadi hal-hal yang nyata. Media juga membantu siswa untuk mempermudah konsep yang sulit. Oleh karena itu, pengembangan ini merupakan media matematika kelas VII SMP Muhammadiyah 1 Surabaya semester genap pada standar kompetensi menggunakan konsep himpunan dan diagram Venn dalam pemecahan masalah melalui pendekatan ICT. Media belajar matematika ini dikembangkan dengan PowerPoint sebab PowerPoint adalah software yang sudah sangat familiar. Kita dapat membuat media belajar interaktif dengan mengoptimalkan fitur-fitur yang ada pada PowerPoint. Siswa dapat mempergunakan program yang telah dibuat dengan cara meng”klik” tanda-tanda yang telah disediakan. Program ini membuat siswa belajar dengan lebih mudah, dan siswa dapat menikmati pembelajaran matematika sebagai pembelajaran yang menyenangkan, sehingga pada akhirnya siswa dapat meningkatkan prestasi belajar matematikanya, dan pada akhirnya mereka akan berpendapat bahawa matematika sangat menyenangkan dan mudah. Kata kunci: media, PowerPoint Interaktif, matematikaAbstract: Many students argue that math is a difficult lesson. It is proved by the unsatisfying math achievment of the students. If students comprehend what they learn, they will have better achievement. Media takes important role in understanding something. Media helps students understand abstract things. Media also helps students simplify difficult concepts. Therefore, we developed math learning media for 7th grader in Muhammadiyah 1 Junior High School Surabaya using sets and Venn diagram in ICT based problem solving. The math learning program was developed using PowerPoint application software since this software is very familiar. We can make interactive learnig media by optimizing many features in PowerPoint. Students can use the program already made by “clicking” signs provided. This program make studens learn more easily, and students can enjoy math learning as a fun learning so that students can improve their achievement in math learning. Finally they will argue that math is fun and easy.Keywords: Media, interactive powerpoint, math
PENINGKATAN HASIL BELAJAR HIMPUNAN DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI ISPRING SUITE 8 Raden Roro Martiningsih
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.125 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.344

Abstract

 Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya  pemahaman peserta didik dalam materi himpunan di kelas VII B SMP Muhammadiyah 1 Surabaya. Hal ini disebabkan guru kurang tepat dalam memilih media pembelajaran yang digunakan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan memahami himpunan menggunakan aplikasi iSpring Suite 8. Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus, di mana setiap siklus diawali dengan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII B SMP Muhammadiyah 1  Surabaya tahun pelajaran 2017/2018 semester ganjil dengan jumlah peserta didik 38 orang. Data dalam penelitian ini berupa penilaian proses yang diperoleh dari peserta didik dalam beraktivitas dan penilaian pada akhir siklus. Kemudian, data dianalisis untuk memperoleh gambaran tentang berhasil tidaknya pembelajaran yang telah dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar peserta didik dalam memahami himpunan setelah belajar menggunakan aplikasi iSpring Suite 8 tanpa animasi pada siklus pertama dan aplikasi iSpring Suite 8 dengan variasi animasi, penambahan video, background yang lebih menarik pada siklus kedua. Indikasi peningkatan hasil belajar didasarkan pada perolehan nilai pada siklus pertama dan siklus kedua
KONTRIBUSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI DI DAERAH TERTINGGAL CONTRIBUTION OF INFORMATION AND COMMUNICATION TECHNOLOGY UTILIZATION IN THE UNDERDEVELOPED AREA Oos M Anwas
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.334 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i3.559

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di daerah tertinggal terutama aspek: 1) pembelajaran siswa, 2) kontribusi terhadap guru, dan 3) partisipasi masyarakat. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 4 Cijaku Kabupaten Lebak Banten. Sekolah ini merupakan katagori daerah Terdepan Terpencil, dan Tertinggal (3T) yang mendapat program pemanfaatan TIK dari Pustekkom Kemdikbud. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik: wawancara, wawancara mendalam, dan pengamatan. Hasil analisis data diketahui bahwa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran telah memberikan kontribusi bagi siswa terutama aspek: pembelajaran lebih menarik, motivasi belajar meningkat, wawasan bertambah, serta meningkatkan harapan melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi, dan mengubah cita-cita untuk meraih hidup yang lebih baik. Kontribusi terhadap guru: memacu untuk terus belajar, mendalami kemampuan TIK, meningkatkan ilmu pengetahuan, pendalaman substansi materi pelajaran, dan metode pembelajaran. TIK juga membantu tugas dan peran guru dalam pembelajaran. Pemanfaatan TIK juga meningkatkan kepercayaan dan tinkat partisipasi masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk mendukung program sekolah lainnya. Diketahui pula bahwa tingkat pemanfaatan TIK ini masih belum optimal karena keterbatasan SDM dalam penguasaan TIK, sehingga kegiatan pelatihan dan pembinaan perlu dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan oleh berbagai pihak terkait.This study aimed to determine the contribution of information and communication technology (ICT) utilization in remote areas, especially in the aspect of: 1) student learning, 2) contribution to the teacher, and 3)  community participation. This research was conducted at the Junior High School 4 Cijaku Lebak Banten. This school was one of schools in frontier, remote and undeveloped areas that received ICT utilization program from Pustekkom, Ministry of Education and Culture. The used a qualitative approach. Data collection was conducted with techniques: interview, in-depth interview, and observation. The results of the analysis of the data showed that the use of ICT in teaching has certain contribution to the students, especially in the aspect of: learning to be more interesting, increasing learning motivation, increasing insight, as well as increasing hope to continue studying to a higher level of school, and changing the aspiration to achieve a better life. Contributions to the teacher include: spurring to continue to learn, exploring the potential of ICTs, improving science, deepening the substance of the subject matter and methods of learning. ICTs also ease teacher’s task and role in learning. Utilization of ICT also increases public confidence and participation in sending their children to a higher level and in supporting other school programs. It was found that the rate of utilization of ICT is still not optimal due to limited human resources in the mastery of ICT, so that the training and development need to be done gradually and continuously by the various stakeholders.
MAKSIMALISASI TUJUAN PEDAGOGIS DALAM PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Bambang Indriyanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.809 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.117

Abstract

Abstrak:Kebutuhan teknologi pada saat ini untuk mendukung proses pedagogis untuk mencapai hasil pendidikan yang maksimum tidak bisa dihindari. Namun keberadaan TIK tidak boleh menggantikan tujuan pedagogis. Keberadaaan TIK adalah sarana yang memfasilitasi pencaaian tujuan pendidikan secara maksimal. Berdasarkan pada argumentasi itu, tujuan tulisan ini untuk mengidentifikasi keselarasann antara peran TIK dalam proses pedagogis untuk mencapai hasil pendidikan secara maksimum. Untuk menjawab tujuan tersebut, pembahasan ada tulisan ini akan terdiri dari dua bagian. Bagian Pertama mengetengahkan tentang sifat dari ranah pedagogis, dan bagian kedua tentang peran TIK.Kata kunci: pedagogi, Teknologi Informasi dan Komunikasi, utilitas, kurikulum Abstract:Nowadays, the needs for Information and Communication Technology (ICT) to support pedagogical process to achieve maximum education outcomes is inevitable. Nevertheless, the existence of ICT should not fully replace pedagogical objectives. On the contrary, it should play a role as a “facilitator” to support the achievement of maximum education outcomes. Based on those arguments, the objective of this article is to identify a complementary role of ICT to achieve maximum education outcomes. In doing so, this article consists of two parts; the first part discusses the nature of pedagogical domains while the second, discusses specifically about the roles of ICT.Key words: pedagogy, Information and Communication Technology, utility, curriculum
ORANG TUA, SEKOLAH DAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK Gusar Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.549 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i2.406

Abstract

Pendidikan sebagai suatu upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia merupakan faktor penting dalam pembangunan bangsa dan  negara Indonesia. Oleh karena itu, bidang pendidikan dijadikan sebagai salah satu prioritas dalam pembangunan nasional yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia, yaitu manusia yang cerdas, terampil dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri, keluarga dan masyarakat serta bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Sosok keberhasilan manusia Indonesia di masa yang akan datang ditentukan oleh keberhasilan anak-anak sebagai generasi muda yang harus mampu bersaing dalam menghadapi tantangan hidup yang semakin kompleks. Untuk dapat mewujudkannya diperlukan peranserta dari berbagai pihak dan salah satu di antaranya adalah peranserta pihak orang tua. Orang tua dituntut untuk mewujudkan peranan dan tanggungjawabnya sebaik mungkin dalam mendidik anak-anaknya. Para orang tua hendaknya mulai mengenal dan memahami tantangan hidup yang akan dihadapi anak dengan cara membekali anak-anaknya dengan pendidikan yang bermutu. Peranan orang tua dalam membimbing, mengawasi dan membantu anak dalam proses belajamya haruslah dilakukan seintensif mungkin karena keberhasilan pendidikan anak sangat banyak ditentukan oleh peranan orang tua. Di samping itu, sekolah (baca: guru) merupakan mitra orang tua dalam proses pengembangan potensi diri anak. Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) juga
PENGEMBANGAN BAHAN PENYERTA TELEVISI/VIDEO TUTORIAL PARENTING AUTISME DENGAN METODE ABA INTERMEDIATE SUPLEMENT MATERIAL DEVELOPMENT OF AUTISM TUTORIAL VIDEO PARENTING THROUGH ABA INTERMEDIATE METHOD Sri Lestari
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (227.046 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v17i4.583

Abstract

Bahan penyerta adalah bahan yang dirancang sebagai pendukung pemanfaatan program televisi/ video tutorial yang berguna untuk membantu kegiatan parenting autis dengan metode Applied Behavioral Analysis (ABA) tingkat menengah (intermediate). Dengan dukungan bahan penyerta ini, diharapkan akan meningkatkan efektivitas pemanfaatan program televisi/video tutorial parenting autis. Pengembangan bahan penyerta ini dinilai penting karena bertujuan untuk membantu kegiatan parenting autis di mana anak autis juga memiliki hak untuk mengenyam pendididikan sebagai bagian dari perkembangan diri mereka. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan bahan penyerta program televisi/video tutorial parenting autis berdasarkan model Dick dan Carey. Bahan penyerta secara umum dinilai bermanfaat untuk membantu orangtua, terapis, atau guru bagi anak autis, mengingat kekhususan anak autis, bukan pada faktor akademiknya melainkan pada faktor komunikasi dan sosial anak. Berdasarkan hasil uji coba, ahli materi, ahli media, dan sasaran (guru, terapis, orangtua anak autis) menyatakan secara umum bahan bahwa bahan penyerta program televisi/video tutorial parenting autisme dengan metode ABA tingkat menengah (intermediate) yang sedang dikembangkan layak disebarluaskan.Suplement material was designed to support the use of television programs/video tutorial. Development of video tutorial supporting learning materials is aim to help autistic parenting activities with intermediate levels of ABA method. Parenting autism is important because children with autism also have the right to acquire education as part of their own development. This type of research is the development research. Autism parenting video tutorial supporting learning materials is developed by Dick and Carey model, and useful to help parents, therapists, or teachers. Because, children with autism given the specificity not on academic factors, but communication and social development. Based on the test results of expert content, media experts, and target consist of teachers, therapists, and parents of children with autism in general expressed that video tutorial supporting learning materials of parenting autism with ABA methods level intermediate is feasible to distribute.
Kumpulan Abstrak Redaksi TEKNODIK
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.54 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i1.140

Abstract

PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN ABAD 21 DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI WEB 2.0THE DEVELOPMENT OF THE 21ST CENTURY LEARNINGMODEL USING WEB 2.0 TECHNOLOGYSaripudinDirektorat Teknologi Informasi dan KomunikasiUniversitas Pendidikan Indonesia, Jl. Dr. Setiabudhi No. 229, Bandungsaripudin@upi.edu Abstrak: Perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat pada abad ini membawa dampak yang sangat signifikan terhadap dunia pendidikan, di mana proses peralihan dari abad industrialisasi ke abad pengetahuan menuntut setiap bidang dalam kehidupan berubah sangat cepat dan harus dapat beradaptasi dengan cepat. Begitu pula dengan pendidikan, karakteristik umum model pembelajaran abad pengetahuan berbeda dengan dengan karakteristik pembelajaran abad industrialisasi. Model praktik pendidikan yang dianggap menguntungkan pada abad industrial, seperti belajar fakta, drill dan praktik, kaidah dan prosedur digantikan dengan belajar dalam konteks dunia nyata, otentik melalui problem dan proyek, inkuiri, discovery, dan invensi dalam praktik abad pengetahuan. Akan tetapi pola belajar yang diterapkan pada masa industrialisasi sudah dianggap tidak cocok lagi di abad pengetahuan, di mana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang begitu pesat, dan teknologi tersebut merupakan katalis penting untuk gerakan menuju metode belajar di abad pengetahuan.Makalah ini akan membahas perancanganmodel pembelajaran abad 21 dengan cara mengintegrasikan model pembelajaran Project Based Learning, Project Oriented Learning, dan Cooperative Learning dengan teknologi informasi Web 2.0.Kata Kunci: Pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran berorientasi proyek, pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran kooperatif berbasis Web 2.0.Abstract: The rapid development of information technology in this century has brought a very significant impact on the education sector where the process of transition from century of industrialization to the century of knowledge in every aspect of life is changing and adapting quickly. Within the same manner in the aspect of education, the general characteristics of the learning model in the industrial century is different than in the knowledge century. Among many educational practices considered beneficial to the industrial age are learning facts, drill and practice, rules and procedures have been replaced by learning-in-realworld context through authentic problems and projects, inquiry, discovery, and invention in the knowledge century practice. However, the pattern of learning applied at the time of industrialization has been deemed to be unfit anymore in the age of knowledge in which the development of information and communication technology is evolving very rapidly, and the technology is an important catalyst for movement toward learning methods in the knowledge century.This paper will discuss the design of 21st century learning model, learning model design by integrating Projects Based Learning, Project Oriented Learning, and Cooperative Learning with information technology based on web 2.0.Keyword: Projectbased nearning, project orientedlearning, problem-based learning, Web 2.0 basedcooperative learning.
SEKOLAH MENENGAH TINGKAT PERTAMA TERBUKA (SMP TERBUKA) SEBAGAI BENTUK PENDIDIKAN YANG MERAKYAT Sudirman Siahaan
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.497 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v13i1.439

Abstract

Dalam kondisi perekonomian yang sulit, yang menjadi prioritas adalah bagaimana dapat bertahan hidup. Atau, yang menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari adalah makan atau urusan “perut”. Setiap orang berupaya dengan berbagai cara mendapatkan makanan. Yang dipentingkan adalah “perut kenyang”. Berbagai kebutuhan hidup sehari-hari lainnya cenderung disisihkan untuk sementara dan baru menjadi perhatian apabila perut sudah kenyang. Dalam kondisi yang demikian ini, aspek kesehatan dan pendidikan menjadi “kurang mendapat perhatian”. Penghasilan difokuskan untuk membuat “perut” kenyang. Berbagai bentuk pengeluaran lainnya terpaksa ditunda atau ditekan menjadi seminimal mungkin. Di antara berbagai biaya pengeluaran lainnya yang dinilai sangat mendasar adalah memenuhi kebutuhan akan kesehatan dan pendidikan. Bagaimana menyekolahkan anak-anak apabila kondisi keuangan (a) tidak atau kurang mendukung, atau (b) hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari? Sejalan dengan Wajib Belajar 9 Tahun, para orang tua seyogianya mengupayakan anak-anak mereka dapat menyelesaikan pendidikan 9 Tahun. Sekalipun kondisi masyarakat kurang menguntungkan secara finansial, namun anak-anak usia SMP sebenarnya masih dapat menyelesaikan pendidikan SMP, yaitu melalui Sekolah Menengah Pertama Terbuka (SMP Terbuka) yang tersebar di setiap propinsi. SMP Terbuka dikatakan sebagai bentuk pendidikan yang merakyat karena antara lain: (a) pendidikan yang mendatangi anak-anak, (b) anak-anak tetap dapat membantu orang tua mencari nafkah sehari-hari, (c) anak-anak tidak harus datang setiap hari belajar di SMP, (d) anak-anak tidak perlu memakai seragam, (e) orang tua tidak dibebani berbagai bentuk biaya pendidikan, dan (f) kegiatan pembelajaran mengoptimalkan pemanfaatan berbagai sumber belajar di lingkungan sekitar.
KEMAMPUAN BERBICARA ANAK PENYANDANG AMNESTIK APHASIA (Studi Kasus Pada Anak Autisme Usia 12 Tahun di Desa Kedung, Kebupaten Tangerang) Teguh Susanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.341 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.32

Abstract

Seiring dengan perkembangan usianya, seorang anak dapat berbicara dengan baik (struktur sintaksisnya) apabila proses pemerolehan dan pemelajaran bahasanya terus dilatih. Kemampuan berbicara sangat dipengaruhi oleh fungsi otak. Apabila fungsi otak tidak optimal maka saraf yang menghubungkan ke alat pengucapan (komunikasi) pun terganggu atau gangguan bicara (aphasia). Berkaitan dengan gangguan berbicara pada anak, di Desa Kedung terdapat anak yang memiliki kelainan otak atau autisme yang sukar sekali dalam berbicara. Ia hanya dapat mengucapkan beberapa kata saja padahal usianya 12 tahun. Penelitian ini berfokus pada dua pertanyaan penelitian, yaitu: 1) faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidakmampuan Jeje dalam berbicara, dan 2) bagaimanakah cara penanganannya dalam membantu mengatasi ketidakmampuan Jeje dalam berbicara. Selanjutnya, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui atau mendeskripsikan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ketidakmampuan Jeje dalam berbicara dan cara penanganannya dalam membantu mengatasi ketidakmampuan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus tunggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melatih pengucapan kata-kata secara berulang-ulang dengan memperlihatkan objek gambar yang menarik dan bermacam warna dapat membantu mengatasi ketidakmampuan informan dalam berbicara. Hal ini dapat terlihat adanya perubahan dalam pengucapan katanya, misalnya yang awalnya hanya dapat mengucapkan kata “endu” menjadi “ghondu”, meskipun pengucapannya tidak begitu lancar atau pelan-pelan karena ada kendala yang disebabkan oleh penyakit autisnya.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue