cover
Contact Name
Zainuddin Nasution
Contact Email
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Phone
+6287877488487
Journal Mail Official
zainuddin.nasution@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Pusdatin, Kemendikbud. Jl. R.E. Martadinata, Ciputat, Tangerang Selatan, Telepon (021) 7418808; Faksimilie (7401727; Tromol Pos 7/CPA Ciputat 15411
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Teknodik
ISSN : 20883978     EISSN : 25794833     DOI : 10.32550
Core Subject : Science, Education,
Scope: The scope of TEKNODIK Journal is about Educational Technology (Learning), as a discipline, subject material, or profession. The process of activities includes Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation (ADDIE). The scope of TEKNODIK Journal is not only in the form of study, research, or development, but also book review on education technology. Focus: 1. Distant and Open Learning; 2. Information and Communication Technology (ICT) for Education; 3. Learning Strategy; 4. Learning Media; 5. Innovative Learning System or Model; 6. Development of Digital Learning Content; 7. Utilization of ICT and other media for Education (Learning)
Articles 399 Documents
Search results for , issue "Jurnal Teknodik" : 399 Documents clear
DESAIN INSTRUKSIONAL PROGRAM GURU PEMBELAJAR MODA DARING DAN DUKUNGANNYA TERHADAP KARAKTERISTIK PEMBELAJAR DEWASA Indarti Indarti
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.734 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i2.259

Abstract

Guru memiliki peranan sangat penting dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Program Guru Pembelajar untuk menjamin keberlangsungan peningkatan kompetensi dan profesionalisme guru. Program ini berbasis pada data nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) tahun 2015. Salah satu representasi program ini adalah pelatihan guru. Modalitas pelatihan yang digunakan antara lain adalah daring murni. Modalitas ini membutuhkan desain pembelajaran yang khusus untuk dapat memfasilitasi peserta dengan latar belakang literasi komputer yang sangat beragam, serta karakteristik khusus mereka sebagai pembelajar dewasa yang akan mempengaruhi keberhasilan tujuan pembelajaran dari program ini. Tulisan ini akan membahas karakter khusus tersebut berkaitan dengan keterlibatan mereka sebagai pembelajar dewasa dalam kelas digital, serta desain pembelajaran (instructional design) yang ditujukan untuk memfasilitasi peserta mencapai tujuan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penulisan naskah ini adalah literatur review dan studi kasus tehadap sejumlah peserta Guru Pembelajar yang dilaksanakan oleh PPPPTK Matematika tahun 2016. Hasil studi memperlihatkan bahwa Program Guru Pembelajar Moda Daring memiliki desain instruksional yang relatif memenuhi kebutuhan peserta dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran para pesertanya.
PERKEMBANGAN DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN JARAK JAUH Edy Mulyana; Asep Saepudin
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.537 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.550

Abstract

Walaupun istilah teknologi informasi dan sistem informasi seringkali dipertukarkan penggunaannya, namun keduanya memiliki nuansa arti yang sama, yaitu bagaimana sebuah organisasi berusaha untuk menggunakan perangkat komputer, aplikasi, dan sarana telekomunikasi untuk meningkatkan kinerjanya secara signifikan. Ditinjau dari segi pengertiannya, sistem informasi dapat dianalogikan sebagai sebuah permintaan (demand), dimana kebutuhan akan sarana pengolahan data dan komunikasi yang cepat dan murah. Sedangkan teknologi informasi merupakan jawaban (supply) terhadap kebutuhan tersebut dalam bentuk penciptaan produk-produk berbaru teknologi perangkat keras dan perangkat lunak. Teknologi Informasi sebagai sebuh alat dapat digunakan pada berbagai bidang dan unit kerja. Pemanfaatan Teknologi informasi pada bidang pendidikan, selain efektif digunakan pada program pendidikan jarak jauh (distance educational) juga memenuhi karakteristik sebagai sebuah inovasi bagi pengembangan pendidikan yang relatif ajeg baik aspek: relative advantage, compability, Complexity, Triability, maupun Obsevability.nya.  
STRATEGI KOMUNIKASI GURU DALAM MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH DASAR Ernita Arif, Aida Vitayala S Hubeis Basita Ginting Sugihen Ninuk Purnaningsih, Amiruddin Saleh
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (56.305 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v18i1.109

Abstract

Abstrak:Kegagalan proses pembelajaran tidak selamanya karena faktor kemampuan siswa, melainkan ada faktor lain yang lebih menentukan yaitu aspek komunikasi. Iklim komunikasi akan mempengaruhi minat siswa dalam mengikutin kegiatan pembelajaran. Untuk itu guru harus mampu menggunakan komunikasi yang baik agar dapat memotivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk melihat strategi komunikasi guru dalam memotivasi siswa untuk belajar. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Subyek penelitian terdiri dari siswa, guru dan kepala sekolah. Teknik pengumpulan data melalui pengamatan dan wawancara mendalam. Sedangkan teknik analisis data dengan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru menggunakan strategi komunikasi verbal dan nonverbal dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa. Strategi verbal meliputi penggunaan kata-kata yang positif dan kata-kata yang memotivasi, sedangkan strategi nonverbal dengan menjalin kedekatan dengan siswa dan memperhatikan gerakan tubuh. Oleh karena itu guru disarankan untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi secara verbal dan nonverbal melalui pelatihan-pelatihan terutama pelatihan-pelatihan komunikasi.Kata kunci: guru, strategi komunikasi, verbal dan nonverbal, motivasi belajar. Abstract:Students’ ability is not always the factor in the failure of the learning process, but there is other factor which is communication. The aspect of communication will affect the students’ interest in the learning activities. Consequently, teachers must be able to use good communication in order to motivate students to learn. This study aims to look at the communication strategies of teachers in motivating students to learn. The method used is a qualitative method. The subjects of the study were students, teachers and principals. The data were collected and obtained through observation and in-depth interviews. The data was analyzed by using qualitative descriptive. The result of the study indicates that the teachers use verbal and nonverbal communication strategies in fostering student motivation. Verbal strategies include the use of the positive and motivating words, whereas non-verbal strategies implemented by establishing close proximity with students and observing their movement of the body. It is therefore recommended that teachers have communication training to improve the ability to communicate verbally and nonverbally.Keywords: teacher, communication strategy, verbal and nonverbal, motivation to learn.
PENGEMBANGAN RPP KURIKULUM 2013 TERINTEGRASI TELEVISI EDUKASI Rr. Martiningsih
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.316 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.132

Abstract

Abstrak:Tujuan pengembangan RPP Kurikulum 2013 terintegrasi pemanfaatan Televisi Edukasi ini adalah untuk menyiapkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengankurikulum 2013 yang mengintegrasikan siaran Televisi Edukasi dalam pembelajaran, yang berpijak pada pendekatan saintifik sebagaimana yang diisyaratkan dalam pembelajaran pada kurikulum 2013. Langkah pengembangan ini diawali dengan pengkajian kebutuhan dan pengumpulan data awal, dilanjutkan dengan perencanaan pembuatan RPP kurikulum 2013 terintegrasi siaran Televisi Edukasi.Setelah RPP dibuat, dilanjutkan dengan uji substansi ahli substansi dan ahli desain pembelajaran. Setelah revisi dari ahli substansi dan ahli desain pembelajaran selesai dilanjutkan dengan uji coba lapangan pada kelompok kecil seluruh guru matematika SMP Muhammadiyah 1 Surabaya, perbaikan produk operasional, uji coba operasional pada kelompok besar, perbaikan produk akhir, dan diseminasi produk akhir. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan, yaitu mengembangkan RPP Kurikulum 2013 terintegrasi Televisi Edukasiberdasarkan model Borg dan Gall RPP Kurikulum 2013 terintegrasi Televisi Edukasi inisecara umum dinilai bermanfaat untuk membantu guru untuk meningkatkan kinerjanya dalam pembelajaran dengan pemanfaatan siaran Televisi Edukasi. Kesimpulan yang dapat diambil dari masukan para ahli dan dari uji coba sasaran adalah: RPP kurikulum 2013 terintegrasi siaran Televisi Edukasi yang sedang dikembangkan ini layak dipergunakan dan disebarluaskan.Kata kunci: RPP, Kurikulum 2013, Televisi Edukasi Abstract:The purpose of this development of TVE integrated-curriculum 2013 based-lesson plan is to prepare a learning device in accordance with the TVE integrated-curriculum2013 which is based on a scientific approach required in the implementation of curriculum 2013. This process of the development began with the needs and initial data collection, followed by TVE integrated - lesson plan. After the lesson plan was made, the subject content testing was conducted by subject content expert and instructional design experts. After revision from experts, the next step were field trials on a small group of math teachers throughout the SMP Muhammadiyah 1 Surabaya , operational product improvement, operational trials on large groups, improvement and dissemination of the final product. This research is development research in which is developing TVE integrated-curriculum 2013 based lesson plan by Borg and Gall model. This development of lesson plan has generally been considered beneficial to help teachers improving learning performance with programs from TVE. The conclusion that can be drawn from the experts in the phase of testing and field trials is that TVE integrated-curriculum 2013 based lesson plan is feasible to use and disseminate.Keywords: lesson plans, curriculum 2013, educational television.
PENGEMBANGAN PERANGKAT BERCERITA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN EMOSIONAL Subyantoro Subyantoro
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.022 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v12i1.420

Abstract

Tujuan penelitian tentang bagaimanakah model bercerita berbasis analisis fungsi tokoh cerita anak-anak adalah untuk mendapatkan prototipa model bercerita dengan berbasis analisis fungsi tokoh cerita anak-anak yang dapat meningkatkan kecerdasan emosional anak usia operasional konkret melalui pendekatan penelitian dan pengembangan.  Penggunaan model bercerita melalui buku panduan bercerita dan VCD bercerita ternyata memampukan anak-anak mendapatkan gambaran dan melaksanakan kegiatan bercerita yang mengarah pada pengembangan kecerdasan emosional. Keadaan yang demikian ini terlihat dari kecenderungan meningkatnya kecerdasan emosional anak-anak usia operasional konkret yang dijadikan sebagai uji coba model. Pelaksanaan pembelajaran bercerita atau pemberian cerita kepada anak akan bermakna apabila cerita yang dipilih memperhatikan aspek-aspek psikologis anak yang mencakup jenis cerita, cara bercerita, tema cerita, tokoh cerita, alur cerita, dan latar cerita; adanya penjalinan interaksi dalam proses penceritaan antara penyimak dan pencerita, dan diberikannya tindak lanjut yang bermakna bagi anak.
PEMANFAATAN MEDIA DAN PENDEKATAN SAINTIFIK UNTUK MENYATAKAN WAKTU DALAM BAHASA INGGRIS suwanto wan wanto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.111 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i1.485

Abstract

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyatakan dan menanyakan waktu dalam bahasa Inggris, baik secara lisan maupun tertulis dengan menggunakan media dan pendekatan saintifik. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) selama dua siklus. Objek penelitian adalah peserta didik kelas VIIB semester I tahun pelajaran 2016/2017 berjumlah 35 orang. Instrumen penelitian yang digunakan adalah tes dan non-tes. Tes digunakan untuk mengetahui kemampuan menyatakan waktu secara tertulis; sedangkan non-tes yaitu berupa lembar pengamatan (observasi) digunakan untuk mengetahui berbagai kejadian selama proses kegiatan pembelajaran berlangsung. Hasil observasi dianalisis secara kualitatif dengan mendeskripsikan setiap proses pembelajaran, baik aktivitas guru maupun peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan saintifik dapat meningkatkan kemampuan menyatakan dan menanyakan waktu dalam bahasa Inggris baik secara lisan maupun tertulis. Pada siklus I, presentasi keaktifan peserta didik adalah 53,19% kategori kurang aktif, nilai rata-rata hasil belajar sebesar 75,14 dan ketuntasan sebesar 60% (21 orang). Pada siklus II, presentasi keaktifan peserta didik naik menjadi 76,19% (kategori aktif), nilai rata-rata hasil belajar sebesar 79,49 dan ketuntasan sebesar 77,14% (27 orang). Kata kunci: Media, pendekatan saintifik, waktu. ABSTRACT. This study aimed at increasing the students’ ability in expressing and asking about time, either orally or in written through the utilization of media and scientific approach. The research method applied in this study is a classroom action research, in two cycles. The research participants were 35 students, grade seven B, first semester of academic year 2016/2017. The research instrument used is a test (to know the students’ ability in expressing time in written and orally) and a non-test in the form of observation sheets in order to know various events during the conduct of teaching-learning activities (classroom observations). The observation results were then analyzed qualitatively by describing each step of the teaching learning process from the teacher’ and students’ sides. The study found out that the implementation of scientific approach can improve students’ learning process and their ability in expressing time both in written and orally. In the first cycle, the percentage of student’s participation was 53.19% (categorized as less active). The average score of the learning achievement was 75.14 and the precentages of the completeness was 60% (21 students). In the second cycle, the percentage of student’s participation increased to 76.19% (categorized as active). The average score of the learning achievement was 79.49 and the precentage of completeness was 77.14% (27 students).
IMPLIKASI PENERAPAN TEORI PERKEMBANGAN MODAL JEAN PIAGET DALAM PENDIDIKAN MORAL ANAK Farihen UMJ
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1152.376 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.24

Abstract

Perkembangan moral Jean Piaget merupakan model teori pendekatan kognitif yang secara intrinsik lebih sesuai dengan hakikat manusia sebagai makhluk yang berpikir. Di Indonesia secara umum teori pendekatan kognitif ini banyak menjadi model dan praktik dalam pembelajaran, walaupun diterapkan kurang utuh; sehingga orientasi pembelajaran difokuskan pada pengembangan kognitif secara sempit. Dari perspektif hakikat manusia di atas model pendekatan kognitif Piaget, pada satu sisi, memiliki titik-titik similarisasinya yang hakiki dalam nilai-nilai Islam. Tetapi pada sisi lain, teori Piaget memiliki titik-titik kelemahan, karena perilaku moral tidak selalu merupakan refleksi pengetahuan moral. Maka Islam menyediakan nilainilai komplementasi yang memberi ruang penerapan moral bagi anak secara konsisten, walaupun memasuki tahap perkembangan moral autonomous yang bercorak subjektif dan relatif.
Kumpulan Abstrak Redaksi TEKNODIK
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (45.531 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v19i3.164

Abstract

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMAMPUAN MICROTEACHING MAHASISWAFACTORS THAT AFFECT THE STUDENTS’ MICROTEACHING ABILITYAbstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan microteaching mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang menggunakan analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika semester 6 yang sedang mengambil mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Microteaching) tahun ajaran 2012/2013 pada Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta yang berlokasi di Cirendeu. Data dikumpulkan dari nilai hasil akhir setiap mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran, Strategi Pembelajaran Matematika, dan Perencanaan Pembelajaran Matematika. Nilai kemampuan mengajar dikumpulkan menggunakan Microteaching Test Performance setiap mahasiswa yang terintegrasi dalam nilai akhir dari mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar. Kemudian dilakukan uji asumsi yang harus dipenuhi dalam regresi linear berganda yaitu uji multikolinearitas, uji autokorelasi, uji heteroskedastisitas, dan uji linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel nilai mata kuliah Media dan Teknologi Pembelajaran (X1), Strategi Pembelajaran Matematika (X2), dan Perencanaan Pembelajaran Matematika (X3) secara bersamaan mempengaruhi nilai mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Y) secara signifikan. Koefisien determinasi dari model regresi sebesar 0.37. Hal ini berarti bahwa varian nilai mata kuliah Pembinaan Kompetensi Mengajar (Y) mampu dijelaskan sebesar 37% oleh variabel nilai mata kuliah X1, X2, dan X3. Sedangkan 63% sisanya oleh faktor lainnya. Semoga hasil penelitian ini bisa menjadi bahan literatur untuk penelitian berikutnya dengan menentukan lebih banyak lagi faktor yang mempengaruhi kemampuan microteaching mahasiswa.Kata Kunci: kemampuan microteaching, regresi linear berganda, koefisien determinasiAbstract:The aim of this research is to determine the factors affecting the students’ microteaching ability. This research is a quantitative research which applies multiple linear regression analysis. The population is all 6th semester students of Mathematic Education Program at Education Faculty of Universitas Muhammadiyah Jakarta who are taking microteaching subject in 2012/2013 academic year. Data are from their final scores of three subjects: Media and Instructional Technology, Math Learning Strategy, and Math Learning Plan. Microteaching capacity scores are based on their Microteaching Test Performance integrated in their final Microteaching subject score. Then, assumption test that must be met in multiple linear regression is carried out which are multicolinearity test, autocorrelation test, heteroscedacticity test, and linearity test. The result shows that the score variables of Media and Instructional Technology (X1), Math Learning Strategy (X2), and Math Learning Plan (X3) collectively effect the score of Microteaching (Y) significantly. Determination coefficient of regression model is 0.37, meaning that the variable of Microteaching (Y) subject score can be explained by variables X1, X2, and X3 of 37%. The rest of 63% is explained by other variables. Hopefully, this researchcan be reference for continuous research on students’ microteaching capacity with more affecting factors.Keywords: microteaching capacity, multiple linear regression, determination coefficient
KEEFEKTIFAN BIMBINGAN TES DALAM MENGATASI KETIMPANGAN SKOR TES AKUNTANSI DITINJAU DARI KECEMASAN SISWA Jafar Ahiri
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.517 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v21i3.465

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan bimbingan tes dalam mengatasi ketimpangan skor tes Akuntansi ditinjau dari kecemasan siswa. Penelitian dilaksanakan pada tahun ajaran 2003/2004 dengan sampel siswa-siswi kelas satu semester satu SMUN 18 dan SMUN 15 di Jakarta Utara, Jumlah sampel 200 siswa dipilih secara acak sederhana. Dalam penelitian ini digunakan rancangan eksperimen faktorial 2x3 dengan melibatkan satu variabel terikat yaitu ketimpangan skor tes Mata Pelajaran Akuntansi, serta dua variabel bebas yaitu bimbingan tes sebagai variabel perlakuan dan kecemasan tes sebagai variabel kontrol. Temuan dalam penelitian adalah: (1) ketimpangan skor tes Akuntansi siswa yang memperoleh bimbingan kiat dalam menjawab tes lebih tinggi dari siswa yang memperoleh bimbingan stabilisasi kecemasan tes; (2) ketimpangan skor tes Akuntansi siswa yang memiliki kecemasan tes tinggi paling tinggi di antara siswa yang memiliki kecemasan tes rendah dan sedang; (3) pada pemberian bimbingan kiat dalam menjawab tes, ketimpangan skor tes Akuntansi siswa yang memiliki kecemasan tes tinggi paling tinggi di antara siswa yang memiliki kecemasan tes rendah dan sedang; (4) pada pemberian bimbingan stabilisasi kecemasan tes, ketimpangan skor tes Akuntansi siswa yang memiliki kecemasan tes tinggi paling tinggi di antara siswa yang memiliki kecemasan tes sedang dan rendah; (5) pada kecemasan tes tinggi, ketimpangan skor tes Akuntansi siswa yang memperoleh bimbingan kiat dalam menjawab tes lebih tinggi dari siswa yang memperoleh bimbingan stabilisasi kecemasan tes; (6) pada kecemasan tes sedang, ketimpangan skor tes Akuntansi siswa yang memperoleh bimbingan kiat dalam menjawab tes lebih rendah dari siswa yang memperoleh bimbingan stabilisasi kecemasan tes; (7) pada kecemasan tes rendah, ketimpangan skor tes Akuntansi siswa yang memperoleh bimbingan kiat dalam menjawab tes lebih tinggi dari siswa yang memperoleh bimbingan stabilisasi kecemasan tes; (8) terdapat pengaruh interaksi antara bimbingan tes dengan kecemasan tes terhadap ketimpangan skor tes Akuntansi siswa.
PROSES PEMBELAJARAN BISNIS PADA SISTEM BELAJAR JARAK JAUH (Alternatif Pembelajaran Yang Menumbuhkan Sikap Wirausaha) Suripto Suripto
Jurnal TEKNODIK Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013
Publisher : Pusat Data dan Teknologi Informasi Kementerian Pendidikan Kebudayaan, Riset dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.145 KB) | DOI: 10.32550/teknodik.v0i0.68

Abstract

diterima: 4 Februari 2013; dikembalikan untuk revisi: 13 Februari 2013; disetujui: 25 Februari 2013Abstrak:Tulisan ini bertujuan untuk mendiskripsikan potensi pendidikan jarak jauh dan kerja magang dalam mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja. Salah satu masalah yang ada dalam dunia pendidikan saat ini adalah kenyataan bahwa tidak semua lulusan perguruan tinggi siap memasuki dunia kerja saat mereka lulus. Sistem belajar jarak jauh merupakan suatu pembelajaran tanpa tatap muka, namun merupakan pembelajaran yang menggunakan media baik cetak (misalnya modul) dan non cetak (audio/video, komputer/ internet, radio dan televisi). Mahasiswa diharapkan dapat belajar secara mandiri maupun kelompok. Inti dari pendidikan bisnis adalah pendidikan entrepreneurship. Proses pembelajaran pada pendidikan bisnis harus diarahkan kepada pemanfaatan pengetahuan dan kemampuan yang dimiliki para mahasiswa untuk menghadapi kehidupan mereka kelak di masyarakat. Bekerja sambil belajar menjadi sangat penting. Oleh karena itu proses pembelajaran seharusnya mempertimbangkan keseimbangan antara faktor-faktor dari dalam diri (minat, motivasi, bakat) dan faktor-faktor lingkungan (masyarakat dan pendidikan). Keharmonisan antara potensi diri dan pemanfaatan lingkungan dapat menentukan pencapaian tujuan-tujuan pembelajaran. Dikarenakan sistem belajar jarak jauh menggunakan media cetak dan non cetak, kolaborasi antara korporasi-korporasibisnis sangat diperlukan. Kolaborasi tersebut bertujuan untuk memudahkan interaksi antara mahasiswa dengan dunia bisnis dalam bentuk kerja magang. Periode kerja magang setara dengan jumlah tertentu sistem kredit semester. Begitu mahasiswa menyelesaikan seluruh sistem kredit semester mereka diakui lulus dan siap bekerja. Kata kunci: sikap entrepreneur, pendidikan bisnis, sistem belajar jarak jauhAbstract: This paper aims to describe the distance learning and apprenticeship potential in preparing students to work. One of educational problems is that not all the graduates are ready to work. Distance Learning System is such a non face-to-face instruction, but it is one that uses media, both printed (e.g. module) and non-printed media (audio/video, computer/internet, radio and television). Students are supposed to be able to learn independently by themselves as well as by group. The core of business education is an entrepreneurship education, accordingly the model and the system of business education should support entrepreneurship education. Instructional process within the business education should be guided to the utilization of knowledge and ability owned by the students to face their future lives in society and state. Working while studying becomes so important. Therefore, the instructional process should consider the balance between the innate factors (interest, motivation, aptitude) and environmental factors (society and education). The harmony between selfpotential and environmental utilization can lead to the achievement of instructional goals. Since the distance learning system only uses printed and non-printed media, the collaboration of business corporations is really needed. The required collaboration aims to facilitate the interaction between students and the business world in the form of on-the-job training. The on-the-job training period equals the certain amount of the semester credit system. Once students finish the whole semester credit system they can be confirmed as graduates and be ready to work.Keywords: entrepreneur attitude, business education, distance learning system

Page 8 of 40 | Total Record : 399


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Jurnal Teknodik Vol. 29 No. 1, Juni 2025 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 2, Desember 2024 Jurnal Teknodik Vol. 28 No. 1, Juni 2024 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 2, Desember 2023 Jurnal Teknodik Vol. 27 No. 1, Juni 2023 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 2, Desember 2022 Jurnal Teknodik Vol. 26 No. 1, Juni 2022 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.4 Desember 2012 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.3 September 2012 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 2, Desember 2021 Jurnal Teknodik Vol. 25 No. 1, Juni 2021 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 2, Desember 2020 Jurnal Teknodik Vol. 24 No. 1, Juni 2020 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 2, Desember 2019 Jurnal Teknodik Vol. 23 No. 1, Juni 2019 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 18, Juni 2006 Jurnal Teknodik Vol. 09 No. 16, Juni 2005 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 14, Juni 2004 Jurnal Teknodik Vol. 17 No. 4, Desember 2013 Jurnal Teknodik Vol,17 No. 3, September 2013 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 2, Desember 2008 Jurnal Teknodik Vol. 10 No. 19, Desember 2006 Jurnal Teknodik Vol. 8 No. 15, Desember 2004 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 2, Desember 2018 Jurnal Teknodik Vol. 22 No. 1, Juni 2018 Jurnal Teknodik Vol. 14 No. 1, Juni 2010 Jurnal Teknodik Vol. 13 No. 1, Juni 2009 Jurnal Teknodik Vol. 12 No. 1, Juni 2008 Jurnal Teknodik Vol. 11 No. 3, Agustus 2007 Jurnal Teknodik Vol. 21 No. 2, Desember 2017 Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 2, Desember 2016 Juni Jurnal Teknodik Vol. 20 No. 1 Juni 2016 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 2 Agustus 2015 Jurnal Teknodik Vol.19 No. 1 April 2015 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 3 Desember 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No. 2 Agustus 2014 Jurnal Teknodik Vol.18 No.1 April 2014 Jurnal Teknodik Jurnal Teknodik Vol.XVII No.2 Juni 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVII No.1 Maret 2013 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.2 Juni 2012 Jurnal Teknodik Vol. XV No.2 Desember 2011 Jurnal Teknodik Vol.XVI No.1 Maret 2012 Jurnal Teknodik Vol.XV No.1 Juli 2011 More Issue