cover
Contact Name
Dr. -Ing. Widodo S. Pranowo
Contact Email
widodo.pranowo@gmail.com
Phone
+6282111637144
Journal Mail Official
widodo.pranowo@gmail.com
Editorial Address
Gedung Dinas Perumahan & Gedung Pemda Provinsi DKI Jakarta Lantai 8 Jalan Taman Jatibaru No.1 Tanah Abang, Jakarta Pusat – DKI Jakarta
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Riset Jakarta
ISSN : 23374381     EISSN : 27164659     DOI : https://doi.org/10.37439/jurnaldrd
Core Subject : Social,
JURNAL RISET JAKARTA (JRJ), p-ISSN: 2337-4381, e-ISSN: 2716-4659 merupakan Jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta. Artikel ilmiah merupakan hasil penelitian orisinil, konseptual ide, dan kajian ilmiah terkini seputar isu Jakarta terkait: pemerintahan; kesejahteraan; perekonomian dan keuangan; kesejahteraan rakyat; pembangunan dan lingkungan hidup. Artikel ilmiah dapat ditulis perorangan maupun tim baik yang berafiliasi pada lembaga di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan provinsi daerah, perguruan tinggi, Lembaga mitra, dan masyarakat umum.
Articles 78 Documents
Kebijakan Tata Kelola Pesisir Berkelanjutan untuk Meminimalisir Banjir Rob di Wilayah Pesisir Jakarta : Sustainable Coastal Governance Policy to Minimize Rob Flooding in The Jakarta Coastal Region Jayawiguna, M. Hikmat
Jurnal Riset Jakarta Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v17i2.100

Abstract

Banjir rob di wilayah pesisir Jakarta Utara merupakan permasalahan yang semakin serius akibat naiknya permukaan air laut dan penurunan permukaan tanah. Salah satu akar penyebab utama permasalahan ini adalah rusaknya ekosistem pesisir, terutama hutan mangrove yang dikonversi menjadi tambak dan kepentingan bisnis industri properti. Melalui analisis deskriptif dari berbagai kajian ilmiah dan alternatif kebijakan, makalah ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang paling sesuai bagi pemerintah Provinsi DKI guna meminimalisir dampak banjir rob. Hasil skoring alternatif kebijakan dengan skala prioritas yang mengacu pada Metode Bardach yang dicetuskan pada tahun 2012 menunjukkan bahwa kebijakan restorasi dan rehabilitasi ekosistem mangrove menjadi opsi kebijakan utama yang paling sesuai bagi pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan dapat diterapkan bersama pemangku kepentingan terkait guna meminimalisir dampak banjir rob yang semakin parah.
Analisis Tinggi Gelombang Laut Signifikan di Perairan Kepulauan Seribu Bagian Utara pada Monsun II Tahun 2024: Analysis of Significant Wave Height in The Northern Waters of The Seribu Islands during Moonsoon II of 2024 Mutiara Syah Putri, Khansa; Christiani Somba, Devaky; Adrianto, Dian; Setiyo Pranowo, Widodo; Alam, Tasdik Mustika
Jurnal Riset Jakarta Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v17i2.108

Abstract

Kepulauan Seribu berbatasan langsung dengan perairan Laut Jawa yang dipengaruhi secara signifikan oleh sistem angin monsunal, sehingga dinamika gelombang laut di wilayah ini diduga kuat dipengaruhi oleh pola angin tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterkaitan antara karakteristik angin dan tinggi gelombang laut di perairan utara Kepulauan Seribu selama periode Monsun Peralihan II (10 September–10 Oktober 2024). Wilayah ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap dinamika oseanografi akibat keterbukaannya terhadap Laut Jawa, sehingga berisiko terhadap gelombang laut musiman. Data angin (komponen zonal windx dan meridional windy) dan tinggi gelombang signifikan (VHM0) serta tinggi gelombang yang dibangkitkan oleh angin local (VHM0_WW), yang diperoleh dari arsip data CMEMS Marine Copernicus. Ocean Data View digunakan sebagai perangkat lunak pengolahan dan analisis data. Hasil analisis menunjukkan arah angin dominan berasal dari barat hingga barat laut, dengan kecepatan rata-rata 2,25–3,02 m/s. Kondisi angin tersebut berkontribusi terhadap peningkatan tinggi gelombang signifikan hingga 1,52 m, dan tinggi gelombang akibat angin lokal hingga 1,29 m. Temuan ini menegaskan bahwa karakteristik angin merupakan faktor utama pembentukan gelombang laut dan memiliki implikasi langsung terhadap keselamatan pelayaran. Oleh karena itu, peningkatan kualitas data dan informasi gelombang di kawasan Kepulauan Seribu perlu menjadi prioritas, guna memperkuat sistem pemantauan cuaca laut dan peringatan dini sebagai langkah strategis mitigasi risiko dan perlindungan aktivitas maritim.
Kesiapsiagaan Pandemi sebagai Pilar Pertahanan Kota: Pembelajaran dari Manajemen Krisis Kesehatan Publik oleh Pemerintah Provinsi Jakarta : Pandemic Preparedness as A Pillar of Urban Defense: Lessons from The Jakarta Provincial Government’s Management of Public Health Crises Adella, Franceline; Sarjito, Aris
Jurnal Riset Jakarta Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v17i2.121

Abstract

Pandemi COVID-19 telah menguji ketahanan kota secara global, membingkai ulang kesiapsiagaan kesehatan publik sebagai pilar pertahanan kota yang krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana manajemen krisis COVID-19 oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berfungsi sebagai bentuk pertahanan kota dan mengekstrak pembelajaran untuk kesiapsiagaan di masa depan. Menggunakan metode kualitatif dengan desain sintesis penelitian, studi ini menganalisis dokumen kebijakan pemerintah serta literatur sekunder melalui analisis perbandingan konstan. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga pilar strategi utama Jakarta: (1) penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dinamis untuk mengendalikan mobilitas; (2) integrasi teknologi melalui super-app JAKI sebagai pusat layanan publik dan komunikasi krisis; dan (3) adaptasi cepat sistem kesehatan melalui perluasan kapasitas faskes dan akselerasi program vaksinasi yang melampaui rata-rata nasional. Meskipun dihadapkan pada tantangan seperti keterbatasan SDM kesehatan dan kepatuhan publik, respons Jakarta secara konklusif merupakan wujud pertahanan kota yang komprehensif. Pengalaman ini menegaskan bahwa kesiapsiagaan pandemi harus diintegrasikan secara fundamental ke dalam kerangka pertahanan kota, menuntut sinergi antara kebijakan kesehatan, inovasi teknologi, dan stabilitas sosial-ekonomi.
Karakteristik Arus Akibat Gaya Pasang Surut di Teluk Jakarta : Characteristics of Tidal Current Influenced by Tidal Forces in Jakarta Coastal Bay Waters Nur Aini, Fikri; Faradiva Eka Putri, Destiana; Mustika Alam, Tasdik; Setiyo Pranowo, Widodo
Jurnal Riset Jakarta Vol. 18 No. 1 (2025): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v18i1.106

Abstract

Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kawasan pesisir yang luas menghadapi tantangan dalam memahami dinamika arus laut, khususnya arus akibat gaya pasang surut. Teluk Jakarta, yang berfungsi sebagai pusat maritim dan ekonomi, mengalami variasi arus yang dipengaruhi oleh pasang surut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik arus pasang surut di Teluk Jakarta dengan fokus pada analisis kecepatan dan arah utide (komponen timur-barat) serta vtide (komponen utara-selatan). Data arus diperoleh dari Global Ocean Physics Analysis and Forecast milik Copernicus Marine Environment Monitoring Service selama periode 1 September hingga 10 Oktober 2024 dengan resolusi spasial 0,083 derajat. Metode yang digunakan meliputi perhitungan statistik nilai minimum, maksimum, dan rata-rata kecepatan arus serta analisis visualisasi menggunakan perangkat lunak Ocean Data View dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus maksimum mencapai 0,904 m/s di bagian utara Teluk Jakarta saat fase pasang ekstrem, sementara rata-rata kecepatan arus pasang surut cenderung mendekati nol di seluruh wilayah. Temuan ini mengonfirmasi bahwa arus pasang surut bersifat reversibel dengan pergerakan bolak-balik tanpa dominasi ke arah tertentu dalam jangka panjang. Kesimpulan dari studi ini memberikan wawasan untuk pengelolaan pesisir, navigasi maritim, mitigasi bencana pesisir, serta strategi pertahanan dan keamanan laut, sekaligus membuka peluang bagi penelitian lebih lanjut mengenai interaksi oseanografi di perairan Indonesia.
Halaman Depan JRJ Volume 17 Nomor 2 Subandriyo, Joko
Jurnal Riset Jakarta Vol. 17 No. 2 (2024): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

-
Dinamika Tinggi Gelombang Signifikan dan Kecepatan Hanyut Gelombang di Perairan Kepulauan Seribu Bagian Tengah pada Monsun Peralihan II Tahun 2024: Dynamics of Significant Wave Height and Wave Drift Velocity in The Central Seribu Islands Waters During The Second Transitional Monsoon Of 2024 Hangga Fernandhy Indra; Azizah Febriana Wahyuningtyas; Dian Adrianto; Widodo Setiyo Pranowo; Tasdik Mustika Alam
Jurnal Riset Jakarta Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v18i2.107

Abstract

Perairan Kepulauan Seribu bagian tengah merupakan zona transisi antara Teluk Jakarta dan Laut Jawa yang terbuka terhadap sistem angin monsunal, sekaligus menjadi alur pelayaran menuju Pelabuhan Tanjung Priok, kawasan wisata bahari, dan ruang operasi unsur TNI Angkatan Laut. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik statistik dan pola spasial tinggi gelombang signifikan (VHM0), kecepatan hanyut gelombang (surface Stokes drift velocity, VSDX dan VSDY), serta komponen angin permukaan selama Monsun Peralihan II, 10 September–10 Oktober 2024. Komponen angin zonal dan meridional, VHM0, VSDX, dan VSDY diperoleh dari arsip pemodelan global Copernicus Marine Service pada lima stasiun observasi virtual, yaitu sisi barat, utara, timur, selatan, dan bagian tengah domain penelitian, kemudian diolah menggunakan Ocean Data View dan Microsoft Excel. Hasil analisis menunjukkan magnitudo resultan angin rata-rata berkisar 1,243–2,492m/s dengan vektor dominan mengarah ke barat laut, sedangkan magnitudo resultan dari pasangan komponen ekstrem mencapai 12,452 m/s. Kecepatan hanyut gelombang rata-rata tergolong sangat lemah, yaitu 0,008–0,018m/s, dengan magnitudo ekstrem 0,041–0,121m/s dan arah resultan dominan menuju barat daya. Tinggi gelombang signifikan berkisar 0,06–1,42m dengan rata-rata spasial 0,378m, sehingga angin tergolong Beaufort 1–2 dan kondisi laut tenang hingga sedang menurut skala Douglas. Puncak dinamika gelombang terjadi pada pekan pertama dan meluruh setelahnya, konsisten dengan melemahnya Monsun Timur. Nilai maksimum tersebut lebih rendah daripada Kepulauan Seribu bagian utara pada periode yang sama, yang menunjukkan peran gugusan pulau sebagai peredam energi gelombang dari Laut Jawa.
Karakter Arus Akibat Gaya Pasang Surut dan Elevasi Muka Laut di Perairan Kepulauan Seribu Bagian Tengah: Characteristics of Currents Induced by Tidal Forces and Sea Surface Elevation in the Central Region of the Seribu Islands Destiana Faradiva Eka Putri; Fikri Nur Aini; Tasdik Mustika Alam; Widodo Setiyo Pranowo
Jurnal Riset Jakarta Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v18i2.111

Abstract

Kepulauan Seribu merupakan gugusan pulau di sebelah utara Jakarta yang bernilai strategis secara ekologis, sosial-ekonomi, maupun pertahanan, namun pengetahuan mengenai karakter arus yang dibangkitkan gaya pasang surut di bagian tengah gugusan ini masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter arus akibat gaya pasang surut serta dinamika elevasi muka laut di perairan Kepulauan Seribu bagian tengah. Data komponen arus pasang surut (utide dan vtide) diperoleh dari produk Global Ocean Physics Analysis and Forecast, Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS), pada 30 stasiun observasi virtual dengan resolusi spasial 0,083° selama periode Monsun Peralihan II, yaitu 1 September–10 Oktober 2024 (40 hari). Analisis statistik deskriptif (nilai minimum, maksimum, dan rata-rata) serta visualisasi deret waktu dilakukan menggunakan perangkat lunak Ocean Data View dan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecepatan arus akibat gaya pasang surut berkisar 0,409–0,439m/s di sisi utara; 0,408–0,461m/s di sisi barat; 0,283–0,339m/s di sisi selatan; 0,196–0,255m/s di sisi timur; dan 0,408–0,461m/s di bagian tengah. Nilai rata-rata seluruh komponen mendekati nol (orde 10⁻⁴ m/s), yang menegaskan sifat arus pasang surut sebagai arus reversibel yang berimbang dalam jangka panjang. Sisi barat, bagian tengah, dan sisi utara tergolong kategori arus kuat (≥0,40 m/s), sisi selatan tergolong sedang, sedangkan sisi timur berada pada kategori lemah hingga sedang. Temuan ini bermanfaat sebagai dasar pengelolaan sumber daya pesisir berkelanjutan, keselamatan navigasi, serta dukungan strategi pertahanan dan keamanan laut di kawasan Kepulauan Seribu.
Analisis arus total di Perairan Teluk Jakarta Selama Periode Monsun Peralihan II: Total Current Analysis in the Waters of Jakarta Bay During the Second Transitional Monsoon Period Devaky Christiani Somba; Khansa Mutiara Syah Putri; Tasdik Mustika Alam; Widodo Setiyo Pranowo
Jurnal Riset Jakarta Vol. 18 No. 2 (2025): Jurnal Riset Jakarta
Publisher : Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37439/jurnaldrd.v18i2.114

Abstract

Teluk Jakarta merupakan kawasan pesisir strategis di pantai utara Pulau Jawa yang menopang aktivitas kepelabuhanan, pelayaran, perikanan, industri, pariwisata, dan permukiman, sekaligus menjadi muara bagi sejumlah sungai besar yang melintasi wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dinamika arus di perairan ini terbentuk dari superposisi arus sirkulasi umum (residual/non-pasang surut), arus pasang surut, serta hanyutan Stokes (Stokes drift) yang dibangkitkan oleh gelombang permukaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik arus total (utot, vtot) di Teluk Jakarta selama puncak Monsun Peralihan II, beserta kontribusi masing-masing komponen penyusunnya, yaitu arus pasang surut (utide, vtide), arus residual (uo, vo), dan hanyutan Stokes gelombang permukaan (vsdx, vsdy). Data bersumber dari produk Global Ocean Physics Analysis and Forecast, Copernicus Marine Environment Monitoring Service (CMEMS), dengan resolusi spasial 1/12° (≈0,083°), pada periode 10 September–10 Oktober 2024, dan diekstraksi pada tiga stasiun observasi virtual (A, B, dan C) yang mewakili perairan dekat muara/pesisir, tengah teluk, dan mulut teluk. Pengolahan statistik deskriptif dilakukan menggunakan Microsoft Excel, sedangkan visualisasi spasial dan temporal menggunakan perangkat lunak Ocean Data View (ODV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus total memiliki kecepatan rata-rata 0,058m/s dengan rentang −0,381 hingga 0,243m/s. Komponen pasang surut merupakan penyumbang paling energetik (rata-rata 0,058 m/s; maksimum 0,296 m/s), diikuti arus residual (rata-rata 0,051m/s; maksimum 0,073m/s), sedangkan hanyutan Stokes memberikan kontribusi terkecil (rata-rata 0,011m/s; maksimum 0,063m/s). Seluruh komponen berada jauh di bawah 1 m/s sehingga tergolong arus lemah hingga sedang. Secara spasial, arus total memasuki teluk dari arah timur, mengalami pembelokan bolak-balik di bagian tengah cekungan, kemudian keluar ke arah barat mengikuti pola sirkulasi Laut Jawa pada masa peralihan monsun. Temuan ini melengkapi hasil Aini et al. (2025) dan Febriana et al. (2025) pada periode pengamatan yang sama, serta bermanfaat bagi keselamatan navigasi, pengelolaan wilayah pesisir, pemantauan kualitas perairan, dan dukungan operasi pertahanan laut di Teluk Jakarta.