cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Volume 3 Issue 2 August 2021" : 7 Documents clear
Analisis Penggunaan Konsep Smart Governance dalam paradigma Smart City di Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur Rahmatullah, Ahmad Fajar
ijd-demos Volume 3 Issue 2 August 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i2.87

Abstract

AbstrakPenelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisa bagaimana penggunaan smart governance di pemerintahan Kabupaten Tanjung Jabung Timur dalam paradigma smart city. Pada penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Hasil penelitian menunjukan bahwa Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Timur telah merepresentasikan penggunaan konsep smart governance dalam smart city berdasarkan indikator yang telah di jelaskan oleh Cohen Boyd yang mana pemerintah kabupaten Tanjung Jabung Timur  sudah menerapkan 3 (tiga) komponen penting dalam smart governance oleh Boyd Cohen yaitu pertama adanya  enabling supply demand side policy (hadirnya sebuah kebijakan yang memayungi peran pemerintah, swasta dan masyarakat kota dalam mewujudkan smart city), kedua, transparency open data (adanya keterbukaan informasi dan kemudahan mengakses/mendapatkan data) dan yang ketiga, ICT (information, Communication dan Technology) E-Gov (Penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan masyarakat berbasis IT yang dapat diakses oleh masyarakat. Sementara itu, dalam konteks E-Gov, Aplikasi Sabak Smart Center sudah merepresentasikan 3 hal berdasarkan tipe relasi dari E-Government yaitu a) Government to Citizen (G-to-C). b) Government to Business (G-to-B). c) Government to Government (G-to-G).Kata kunci:  Smart City, Smart Governance, Pemerintah Kabupaten, Tanjung Jabung Timur.  AbstractThis study aims to analyze how the use of smart governance in the government of Tanjung Jabung Timur Regency in smart city paradigm. In this study, the author used a descriptive qualitative approach. The results of the study show that the Government of Tanjung Jabung Timur regency has represented the use of the concept of smart governance in a smart city based on the indicators described by Cohen Boyd. Where the Government of Tanjung Jabung Timur has implemented of 3 important components in smart governance by Cohen Boyd. First Enabling Supply demand side policy (presence of policy that covers the role of the government, privat sector and urban communities in realizing a smart city. Second, transparency and open data (information disclosure and easy aces / getting data ) third is ICT ( information, communication and technology ) and e-gov (administration of IT-base government and community services that can be accessed by the public. Meanwhile, in the context of e-gov, the Sabar Smart Center application has presented 3 things based on the type of relation from e-government is government to  citizen (G-to-C), government to business (G-to-B) and government to government (G-to-G).Keywords: Smart City, Smart Governance, Government, Tanjung Jabung Timur
Bank Sampah Digital Kota Serang Sebagai Gerakan Lingkungan Berbasis Digital Movement Rahmadanty, Tiara Ayu; suheri, khafifah nurulita; Nurhopia, Nida; Mulyanih, Lina
ijd-demos Volume 3 Issue 2 August 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i2.104

Abstract

AbstractThis study describes the Environmental Movement which is carried out on a digital basis. The merger between the digital-based environmental movement which is a movement for environmental awareness carried out through digital media that has an impact on real action in social life and becomes a new innovation in carrying out social movements. The basic thing about the presence of this social movement is that the environmental imbalance that is formed due to the accumulation of garbage has a negative impact, especially in the city of Serang, making several people form this movement. This study uses a descriptive qualitative method approach in it, by describing the presence of the Digital Waste Bank movement as a digital-based environmental movement. What's more interesting is the pandemic situation that actually made this movement present which was then implemented in the form of a digital movement with real results in the city of Serang.Keywords: Environmental Movement, Digital Waste Bank, Digital Movement  AbstrakPenelitian ini menjelaskan tentang Gerakan Lingkungan yang dilakukan dengan basis digital. Penggabungan antara Gerakan lingkungan berbasis digital yang merupakan Gerakan kepedulian terhadap lingkungan yang dilakukan melalui media digital yang berdampak pada aksi nyata dikehidupan bermasyarakat dan menjadi inovasi baru dalam melakukan Gerakan sosial. Hal mendasar hadirnya Gerakan sosial ini adalah ketidakseimbangan lingkungan yang terbentuk akibat penumpukan sampah memberikan dampak negatif khususnya di Kota Serang menjadikan beberapa masyarakat membentuk Gerakan ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif didalamnya, dengan mendeskripsikan terkait kehadiran gerakan Bank Sampah Digital sebagai gerakan lingkungan berbasis digital. Terlebih yang menjadi menarik adalah keadaan pandemi yang justru membuat Gerakan ini hadir yang kemudian diimplementasikan dalam bentuk Gerakan digital dengan hasil Gerakan nyata di Kota Serang.Kata kunci: Gerakan Lingkungan, Bank Sampah Digital, Gerakan Digital
Ideology and State Apparatus to Create New Order State Power sianipar, jonah silas
ijd-demos Volume 3 Issue 2 August 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i2.95

Abstract

AbstractThis research tries to describe how the New Order State Journey to power and perpetuates its power. By applying Althusser's theory of State Apparatus, this study specifically focuses on the concept of Ideological State Apparatuses (ISA) and Repressive State Apparatuses (RSA) which were operationalized in the New Order society. Qualitative descriptive research is used to interpret data in books that have researched the “New Order” before. The results of this study indicate that the “New Order” state used ISAs such as political parties, cultural, law, media, and religion. Then, “New Order” state used the RSA such as military and para-military organizations to control and maintain domination within the Indonesian State.Keywords: New Order State, Ideological, State ApparatusAbstrakPenelitian ini mencoba mendeskripsikan bagaimana Perjalanan Negara Orde Baru berkuasa dan melanggengkan kekuasaannya. Dengan menerapkan teori Althusser tentang Aparatur Negara, penelitian ini secara khusus berfokus pada konsep Aparatus Ideologi Negara (ISA) dan Aparatur Negara Represif (RSA) yang dioperasionalkan dalam masyarakat Orde Baru. Penelitian deskriptif kualitatif digunakan untuk menafsirkan data dalam buku-buku yang pernah diteliti “Orde Baru” sebelumnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa negara “Orde Baru” menggunakan ISA seperti partai politik, budaya, hukum, media, dan agama. Kemudian, negara “Orde Baru” menggunakan RSA seperti organisasi militer dan paramiliter untuk mengontrol dan mempertahankan dominasi di dalam Negara Indonesia.Kata Kunci: Negara Orde Baru, Ideologi,  State Apparatus 
Fulfillment of the Rights of Children with Disabilities through the Involvement of Civil Society Organizations, Case of Yayasan Sayap Ibu Handaningtias, Uliviana Restu; Indriyany, Ika Arinia; Ismalia, Lily
ijd-demos Volume 3 Issue 2 August 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i2.106

Abstract

AbstractThe rights of children with disabilities are still an unfinished discourse. In the big cities and remotes areas in Indonesia, sometimes we can hear cases of neglecting children with disabilities. The Indonesian government carries out various programs to eradicate cases of child neglect; one of the efforts taken is to permit social foundations that have special orphanages for children with disabilities to implement a legal adoption system. The question that then arises is, is the system sufficient to fulfill the rights of children with disabilities as mandated by Law No. 23 of 2002 on Child Protection? What components of rights were then successfully fulfilled through this adoption system, and what are the next steps for the government. This study seeks to provide an overview of how the adoption system fulfills children's rights with disabilities. This study using a qualitative method with a case study approach, the study's results photograph the reality experienced by foster children through the adoption system. The study results show that several main components as part of children's rights: the right to life, the right to grow without discrimination, the right to express opinions, and the right to get the best. Thus, from the results of this study, further research is needed to examine how the adoption system can be applied more effectively to reach the fulfillment of the rights of children with disabilities more optimally.Keywords Rights of children with disabilities, adoption system, social foundations for children with disabilities AbstrakHak anak disabilitas masih menjadi wacana yang belum selesai. Kasus penelataran anak disabilitas masih terdengar baik di kota besar maupun di pelosok daerah di Indonesia. Pemerintah Indonesia melaksanakan beragam program untuk mengentaskan kasus penelantaran anak, salah satu upaya yang di tempuh adalah dengan memberikan ijin bagi yayasan sosial yang memiliki panti asuhan khusus anak disabilitas untuk menerapkan sistem adopsi secara legal. Pertanyaan yang kemudian timbul adalah, apakah sistem tersebut cukup untuk memenuhi hak anak disabilitas sebagaimana diamatkan oleh Undang-undang no 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak? komponen hak apa sajakah yang kemudian berhasil dipenuhi melalui sistem adopsi ini dan bagaimana langkah pemerintah selanjutnya. Penelitian ini berusaha untuk memberikan gambaran mengenai bagaimana sistem adopsi memenuhi hak anak disabilitas. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, hasil penelitian memotret realitas yang di alami oleh anak asuh melalui sistem adopsi tersebut. Hasil penelitian memperlihatkan beberapa komponen utama yang terpenuhi sebagai bagian dari hak anak, yaitu: hak hidup, hak tumbuh tanpa diskriminasi, hak menyampaikan pendapat, dan hak memperoleh yang terbaik. Dengan demikian, dari hasil penelitian ini dibutuhkan penelitian lanjutan untuk menelaah bagaimana sistem adopsi dapat diterapkan lebih efektif untuk menjangkau peneuhan hak anak disabilitas dengan lebih optimal. Kata kunci : hak anak disabilitas, sistem adopsi, yayasan anak disabilitas
Media Sosial sebagai Gerakan Sosial Digital: Studi Kasus Akun Instagram @Aliskamugemash dalam Menyuarakan Kejahatan Seksual LWD terhadap Perempuan Maharani, Renata; Ardiansyah, Nadika Muhammad; Annisa, Rista Bella; Hizbullah, Zidan
ijd-demos Volume 3 Issue 2 August 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i2.96

Abstract

AbstractIn this era of globalization, technology is increasingly being used in all areas of life which has a major impact on social interactions among people. This is marked by the existence of social changes in communication carried out by the community both directly and in cyberspace through digital platforms such as social media applications. Over time, the use of digital platforms is not only used as a means of communication, but is also used in carrying out a digital-based social movement called a digital movement. Like the presence of the Instagram account @aliskamugemash as the embodiment of a digital-based social movement in exploring and preventing the emergence of fraud victims from online dating applications. The research we conducted used a descriptive qualitative approach. With the aim of research to examine and in-depth analysis related to social movements and collective behavior with the @aliskamugemash Instagram account case study. The results found various interactions or movements of Instagram users who participated in voicing and disseminating information to all women to be more careful, as well as to avoid similar incidents from happening to other women.Keywords: digital social movements, sexual crimes, digital platforms, fraud. Abstrak Pada era globalisasi ini teknologi semakin gencar digunakan dalam segala bidang kehidupan yang kemudian pun berdampak besar pula pada interaksi sosial di antara masyarakat. Hal ini ditandai dengan adanya perubahan sosial dalam berkomunikasi yang dilakukan oleh masyarakat baik dilakukan secara langsung maupun dengan dunia maya melalui platform digital seperti aplikasi sosial media. Seiring berkembangnya waktu, penggunaan platform digital tidak semata-mata hanya digunakan sebagai alat berkomunikasi saja, namun dimanfaatkan pula dalam melakukan sebuah pergerakan sosial berbasis digital yang disebut digital movement. Seperti hadirnya akun Instagram @aliskamugemash sebagai perwujudan sebuah gerakan sosial berbasis digital dalam mengupas dan mencegah munculnya korban penipuan dari aplikasi kencan online. Penelitian yang kami lakukan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Dengan tujuan penelitian untuk menelaah dan analisis mendalam terkait gerakan sosial dan perilaku kolektif yang dengan studi kasus akun Instagram @aliskamugemash. Hasilnya ditemukan beragam interaksi ataupun gerakan para pengguna instagram yang ikutserta menyuarakan dan menyebarluaskan informasi kepada seluruh perempuan untuk lebih berhati-hati, juga menghindari kejadian serupa berulang pada perempuan lainnya. Kata kunci: gerakan sosial digital, kejahatan seksual, platform digital, penipuan.
Gerakan Zero Waste Sebagai Bentuk Peduli Pada Lingkungan Hidup di Kota Tangerang Selatan Rahayu, Dewi; Riyansah, Abdul; Astuti, Dewi Sri; Faidurrizal, Faidurrizal
ijd-demos Volume 3 Issue 2 August 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i2.98

Abstract

AbstractZero waste is a movement that cares about the environment by reducing waste or not producing waste, which in turn can reduce demand. Garbage will be a threat to the health of living things to the planet earth. The purpose of this study is to be able to see and know the zero waste movement as a form of caring for the environment in South Tangerang City, as well as to increase public awareness in maintaining ecological balance through active participation. In analyzing, the author uses the theory of environmental politics with environmentalism and uses a qualitative research method approach and descriptive type. Then the data collection techniques are carried out through library research or literature studies and direct observation and interviews. How to analyze the data is done by reducing the data, presenting the data and drawing conclusions. So that the analysis of the zero waste movement will produce a result by showing the Minim Waste House program, which is a support program for communities that care about the environment and have an online environmental movement base through social media, one of which is by campaigning for a lifestyle by inviting the community and offline by implementing direct movements such as providing education regarding the importance of waste management as well as the garbage bin movement which is a waste clean action in South Tangerang City. The Minimized Waste House Program collaborates with the South Tangerang City Environmental Service (DLH) regarding its implementation, so far its implementation has been running but it is still not fully optimal because it is influenced by several factors such as inadequate infrastructure and public awareness which is quite lacking in its management.Keywords: Social Movement, Zero waste Movement, Garbage in South Tangerang CityAbstrak Zero waste menjadi salah satu gerakan yang peduli terhadap lingkungan hidup dengan mengurangi sampah atau tidak menghasilkan sampah, yang pada akhirnya dapat mengurangi kebutuhan. Sampah akan menjadi sebuah ancaman bagi kesehatan makhluk hidup hingga planet bumi. Tujuan dalam penelitian ini untuk dapat melihat serta mengetahui gerakan zero waste sebagai bentuk peduli terhadap lingkungan hidup di Kota Tangerang Selatan, serta sebagai peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekologis melalui partisipasi aktif. Dalam menganalisis, penulis menggunakan teori politik lingkungan dengan enviromentalisme serta menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dan jenis deskriptif. Lalu dalam teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan atau studi literature dan observasi secara langsung serta wawancara. Cara menganalisis data yang dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data dan menarik kesimpulan. Sehingga analisis gerakan zero waste akan menghasilkan sebuah hasil dengan menunjukan program Rumah Minim Sampah, yang menjadi program pendukung dari komunitas yang peduli terhadap lingkungan dan mempunyai basis gerakan lingkungan secara online melalui media sosial salah satunya dengan mengkampanyekan gaya hidup dengan mengajak masyarakat dan secara offline dengan penerapan gerakan secara langsung seperti memberikan edukasi terkait pentingnya pengelolaan sampah serta gerakan bak sampah yang menjadi aksi bersih sampah di Kota Tangerang Selatan. Program Rumah Minim Sampah berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tanggerang Selatan terkait dengan pelaksanaannya, sejauh ini pelaksanaanya telah berjalan namun masih belum terbilang belum sepenuhnya optimal karena dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti sarana prasarana kurang memadai serta kesadaran masyarakat yang terbilang cukup kurang dalam pengelolaannya.Kata Kunci: Gerakan Sosial, Gerakan zero waste, Sampah di Kota Tangerang Selatan  
Keadilan Lingkungan Dalam Gerakan Perlawanan (Resistensi Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah Terhadap PT. Cemindo Gemilang) Wawan, Wawan; Khoirunisa, Khoirunisa; Patmah, Nurul
ijd-demos Volume 3 Issue 2 August 2021
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v3i2.103

Abstract

AbstractThis paper will discuss the resistance movement of the Kasepuhan Bayah Indigenous Community against PT. Gemindo Gemilang. Simply put, this paper will be divided into two parts, first we will elaborate on the anxiety experienced by the Kasepuhan Bayah Indigenous People towards PT. Gemindo Gemilang. Second, it will be discussed about how the resistance movement was carried out. Theoretically, this paper rests on two main theories, namely the theory of social movements and the theory of environmental justice. both theories are considered to have strong relevance to the unit of analysis in this study so that they can dissect the case sharply and in depth. This study uses a descriptive qualitative method with data collection techniques through media observation and interviews. The results of this study explain that the Kasepuhan Bayah Indigenous Community is experiencing unrest by the construction and operational activities of the cement factory owned by PT. Cemindo Gemilang which destroys the environment. their cultural values which are very conservative towards nature make environmental issues quickly realized and become a shared responsibility. These issues include the loss of springs, polluted rivers, flooding, shipping mud, and marine pollution. This issue later became the basis of their resistance movement. The resistance movement is carried out directly by conducting demonstrations and planting trees continuously. Their consistency in this movement created a pattern of resistance that drew responses from many parties such as the general public and local media. Keywords: environmental justice, resistance, indigenous peoples, PT. Gemindo Gemilang. AbstrakTulisan ini akan membahas gerakan perlawanan Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah terhadap PT. Cemindo Gemilang. Sederhananya tulisan ini akan terbagi kedalam dua bagian, pertama kita akan elaborasi mengenai keresahan yang dialami oleh Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah terhadap PT. Cemindo Gemilang. Kedua, akan dibedah tentang bagaimana gerakan perlawanan tersebut dilakukan. Secara teoritis tulisan ini bertumpu pada dua teori utama yakni teori gerakan sosial dan teori keadilan lingkungan (Environmental Justice). kedua teori tersebut dianggap memiliki relevansi yang kuat dengan unit analisa dalam penelitian ini sehingga dapat membedah kasus secara tajam dan mendalam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengambilan data melalui observasi media dan wawancara. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa Masyarakat Adat Kasepuhan Bayah mengalami keresahan oleh aktifitas pembangunan dan operasional pabrik semen milik PT. Cemindo Gemilang yang merusak lingkungan. Nilai-nilai kultural mereka yang sangat konservatif terhadap alam membuat isu lingkungan dengan cepat disadari dan menjadi tanggung jawab bersama. Isu ini meliputi hilangnya mata air, sungai yang tercemar, banjir, lumpur kiriman, dan pencemaran laut. Isu ini kemudian menjadi basis dalam gerakan perlawanan mereka. Gerakan perlawanan dilakukan secara langsung dengan cara melakukan demonstrasi dan penanaman pohon secara terus menerus. Konsistensi mereka dalam gerakan ini menciptakan pola perlawanan yang menuai respon banyak pihak seperti masyarakat umum dan media-media lokal.Katakunci:  keadilan lingkungan, resistensi, masyarakat adat, PT. Cemindo Gemilang.

Page 1 of 1 | Total Record : 7