cover
Contact Name
M Dian Hikmawan
Contact Email
demos.ijd@gmail.com
Phone
+6281284963876
Journal Mail Official
demos.ijd@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Serang-Pandeglang KM. 5 Pandeglang, Banten
Location
Kab. pandeglang,
Banten
INDONESIA
International Journal of Demos
Published by HK-Publishing
ISSN : -     EISSN : 27210642     DOI : 10.31506/ijd
International Journal of Demos (IJD) is an open access, and peer-reviewed journal. IJD try to disseminate current and original articles from researchers and practitioners on various contemporary social and political issues: citizenship, civil society movement, environmental issues, gender politics and identity, digital society and disruption, urban politics, community welfare, social development, public management, public policy innovation, international politics & security, media, information & literacy, politics, governance, human rights & democracy, radicalism, and terrorism. Publish three times in a year i.e. April, August, and December. IJD Invites researcher, academician, practitioners, and public to submit their critical writings and to contribute to the development of social and political sciences
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume 4 Issue 4 (2022)" : 15 Documents clear
Strategi Kebijakan Impor Garam Dalam Melindungi Produksi Garam Nasional Ghozali, Adein Bagus Maulana; Samputra, Palupi Lindiasari
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.341

Abstract

AbstractThis study aims to analyze the salt import policy strategy in protecting national salt production. The method used in this research is research synthesis, in the form of a literature review of previous research results from 2011 to 2020 with the same topic. The study results are contradictory to the impact of the salt import policy on national salt production. Negative impact: decreasing farmers' welfare and the price of people's salt, causing salt farmers to have difficulty producing capital for national salt. Positive implications: becoming a price control for domestic prices, encouraging the quality of the people's salt to compete with imported salt. The salt import policy strategy to protect national salt production is as follows: (1) There must be improvements to the Regulation of the Minister of Trade of the Republic of Indonesia Number 63 of 2019 concerning Salt Imports' Provisions. For example, setting HPP for people's salt as outlined in a ministerial regulation. (2) To accommodate the Indonesian People's Salt Farmers Association's aspirations in policymaking, (3) Support from the government for technology in producing people's salt, (4) The government can set price control during the salt harvest season.Keywords: Strategy, Salt Import Policy, National Salt Production. AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kebijakan impor garam dalam melindungi produksi garam nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sintesis riset, berupa literature review terhadap hasil-hasil penelitian terdahulu dari tahun 2011 hingga 2020 dengan topik yang sama. Hasil penelitian terdapat kontradiksi dari dampak kebijakan impor garam terhadap produksi garam nasional. Dampak negatif:   menurunnya kesejahteraan petani dan harga garam rakyat, sehingga menyebabkan petani garam kesulitan modal untuk memproduksi garam nasional. Dampak positif: menjadi price control terhadap harga dalam negeri, mendorong kualitas garam rakyat sehingga dapat bersaing dengan garam impor. Strategi kebijakan impor garam untuk melindungi produksi garam nasional sebagai berikut: (1) Harus adanya penyempurnaan peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 63 Tahun 2019 Tentang Ketentuan Impor Garam. Seperti, menetapkan HPP garam rakyat yang dituangkan dalam peraturan menteri. (2) Menampung aspirasi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia dalam pembuatan kebijakan, (3) Dukungan dari pemerintah terhadap teknologi dalam memproduksi garam rakyat, (4) Pemerintah bisa menetapkan price control pada masa panen raya garam.Kata Kunci: Strategi, Kebijakan Impor Garam, Produksi Garam Nasional.
Menguatkan Kembali Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat: Belajar dari Kearifan Lokal di Indonesia Hanif, Muhammad; Dewi, Ni Luh Yulyana; Hidajad, Arif; Fikri, Alwanul; Saleh, Fitra
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.347

Abstract

Abstract As one of the active volcanoes, Mount Kelud erupted in 2014 and caused quite a big impact, both for nature and the surrounding environment, as well as for the lives of the people around Mount Kelud. However, even though the impact of this volcanic eruption was quite large, the number of victims was small, the process of easy evacuation and rapid rehabilitation made this disaster a model for post-eruption disaster management. This study aims to see how local wisdom can be used as a natural disaster mitigation measure in Indonesia. This research uses a qualitative approach. The data used in this research comes from the results of previous research or studies that have similarities with this research. The results of this study found that the value of local wisdom and togetherness can be the key in disaster mitigation. Local wisdom is the obedience that comes from the community to build harmony in protecting the natural environment. Another local wisdom is to build an emotional bond together through ceremonies and rituals. In the future, this local wisdom can be integrated into education and training, so that disaster mitigation can be done even better. Keywords: Local Wisdom, Disaster Management, Volcanic Eruption, Mount Kelud. Abstrak Sebagai salah satu gunung berapi yang cukup aktif, gunung Kelud Meletus pada tahun 2014 dan menimbulkan dampak yang cukup besar, baik bagi alam dan lingkungan sekitarnya, maupun terhadap kehidupan masyarakat du sekitar gunung Kelud. Namun walaupun dampak dari meletusnya gunung ini cukup besar, namun jumlah korban jiwa yang sedikit, proses evakuasi yang mudah dan rehabilitasi yang cepat menyebabkan bencana ini menjadi model dalam melakukan penagnggulangan bencana pasca erupsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat mengenai bagaimana kearifan lokal dapat digunakan sebagai salah satu langkah mitigasi bencana alam di negara Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitiatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari hasil penelitian atau studi terdahulu yang memiliki kesamaan dengan penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menemukan bahwa nilai kearifan lokal dan kebersamaan dapat menjadi kunci dalam melakukan mitigasi bencana. Kearifan lokal adalah adanya kepatuhan yang berasal dari masyarakat untuk membangun keharmonisan dalam menjaga lingkunga alam. Kearifan lokal lainnya adalah dengan membangun adanya ikatan emosional bersama melalui upacara dan ritual. Kedepannya, kearifan lokal ini dapat diintegrasikan kepada pendidikan dan pelatihan, agar mitigasi bencana dapat dilakukan dengan lebih baik lagi. Kata Kunci: Kearifan Lokal, Penanggulangan Bencana, Erupsi Volkanik, Gunung Kelud.
Dialektika Relasional Transgender dengan Keluarga: Fenomenologi Transgender dalam Keluarga di Kabupaten Cianjur Utami, Yessi Sri; Jamilah, Pupu; Ibrahim, Muhammad Taupiq
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.345

Abstract

AbstractThis study aims to examine the relationship between transgender and family in negotiating identity tendencies as transgender. The family is the smallest social group in society, has a vital role in the mental and physical development of each family member, and is also the group most affected by the clash of social norms related to gender construction. The results of this study indicate that transgender people negotiate their identity tendencies with verbal and non-verbal communication, occurring over a long period of time. The dialectical relationships that are established are not linear nor are they bound by space and time. However, the level of intimacy between transgender and family is linear, bound in units of space and time. The level of rejection and acceptance of gender identity will affect the level of intimacy in family relationships. Negotiating identity begins when the research subject experiences awareness of identity tendencies that are different from the social construction of gender. Forming a conceptual dialectic where conflicts that occurred in past relationships are dialectical elements that frame a relationship to be able to overcome subsequent conflicts.Keywords: relationship, transgender, family, dialectic, acceptance AbstrakPenelitian ini bertujuan menelaah hubungan transgender dengan keluarga dalam menegosiasikan kecenderungan identitas sebagai transgender. Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil dalam masyarakat, mempunyai peranan vital dalam pekembangan mental dan fisik setiap anggota keluarga, juga merupakan kelompok yang paling terdampak oleh benturan norma sosial terkait konstruksi gender. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa transgender menegosiasikan kecenderugan identitasnya dengan komunikasi verbal dan nonverbal, terjadi dalam kurun waktu yang panjang, Hubungan dialektika yang terjalin tidak bersifat linear juga tidak terikat pada ruang dan waktu. Namun tingkat keintiman hubungan transgender dengan keluarga bersifat linear, terikat dalam satuan ruang dan waktu. Tingkat penolakan dan penerimaan identitas gender akan berpengaruh terhadap tingkat keintiman dalam hubungan keuarga. Menegosiasikan identitas dimulai sejak subjek peneitian mengalami kesadaran terhadap kecenderungan identitas yang berlainan degan konstrksi sosial terhadap gender. Membentuk dialektika konseptual dimana konflik yang terjadi dalam hubungan dimasalalu merupakan elemen diaektika yang membinkai sebuah hubungan untuk dapat mengatasi konflik-konflik berikutnya.Kata kunci: hubungan, transgender, keluarga, dialektika, penerimaan
Application of Good Governance Principles in Improving the Quality of Public Services in Daragdan District, Purwakarta Regency Setiawan, Heru Dian
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.342

Abstract

AbstractIn addition to running government, the government is responsible for public service typified by good governance. The implementation of public services is an effort by the state to satisfy the fundamental needs and civil rights of every citizen with respect to administrative services provided by public service providers. Public service is a crucial component of all public institutions, including government agencies. Therefore, government bureaucracy must always prioritize the public interest when providing public services. The purpose of this study is to investigate the Application of Good Governance Principles in Improving the Quality of Public Services. This study employs a qualitative approach and descriptive methodologies. In Daragdan District, the principles of good governance, including community participation, law enforcement, transparency, responsiveness of officers, effectiveness and efficiency of services, and accountability, have been effectively implemented, according to the research findings. Personnel and infrastructural deficiencies still exist in the public services sector.Keywords: Principles, Good Governance, Quality, Public Service AbstrakSelain menjalankan pemerintahan, pemerintah bertanggung jawab atas pelayanan publik yang dilambangkan dengan good governance. Penyelenggaraan pelayanan publik merupakan upaya negara untuk memenuhi kebutuhan dasar dan hak-hak sipil setiap warga negara atas pelayanan administratif yang diberikan oleh penyelenggara pelayanan publik. Pelayanan publik merupakan komponen penting dari semua lembaga publik, termasuk lembaga pemerintah. Oleh karena itu, birokrasi pemerintahan harus selalu mengutamakan kepentingan publik dalam memberikan pelayanan publik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Prinsip Good Governance dalam Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metodologi deskriptif. Di Kabupaten Daragdan, prinsip-prinsip tata pemerintahan yang baik, meliputi partisipasi masyarakat, penegakan hukum, transparansi, ketanggapan petugas, efektivitas dan efisiensi pelayanan, dan akuntabilitas, telah dilaksanakan secara efektif, menurut temuan penelitian. Kekurangan personel dan infrastruktur masih ada di sektor layanan publik.Kata Kunci : Prinsip, Good Governance, Kualitas, Pelayanan Publik
Analisis Sosial Peran Lembaga Dakwah Sebagai Media Komunikasi Pada Masyarakat Hafniati, Hafniati
International Journal of Demos (IJD) Volume 4 Issue 4 (2022)
Publisher : HK-Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/ijd.v4i4.383

Abstract

AbstractThe purpose of this study was to analyze the role of da'wah institutions as a medium of communication in a sociological review. The methodology used is qualitative research with studies of figures/institutions. The study of figures/institutions uses methods, namely interviews, observations, documentation, literature, and notes on the life journey of the figures/institutions. This study shows the results that the more media used the easier communication in da'wah. The current da'wah movement requires more than tablgh aspects, which is only to convey invitations with fardiyah (personal) media without being supported by social entities in the form of legal legal entities. Guidance requires diâfan (defense) in the form of a legal entity as a logical consequence of the concept of imamah, shura, congregation, community (qaryah taiyibah), and others. This is caused by humans as social beings, so that their interactions are not limited to individual matters, but also concerns the needs of many people, which in this case can be in the form of constitutional munkar or unfair political policies. The AFKN Foundation is a social institution that is engaged in da'wah, education, social and human resource development. This institution was founded by Ustadz Fadzlan Garamatan as one of his propaganda media.Keywords: Role, Da'wah Institution, Media, Communication. AbstrakTujuan penelitian ini adalah menganalisis peran lembaga dakwah sebagai media komunikasi dalam tinjauan sosiologi. Metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan kajian tokoh/lembaga. Studi tokoh/lembaga menggunakan metode yakni wawancara, observasi, dokumentasi, literatur, dan catatan-catatan perjalanan hidup sang tokoh/lembaga. Penelitian ini menunjukan hasil bahwa semakin banyak media yang digunakan semakin memudahkan komunikasi dalam dakwah. Gerakan dakwah saat ini membutuhkan lebih dari aspek tablîgh, yaitu hanya menyampaikan ajakan saja dengan media fardiyah (personal) tanpa didukung oleh entitas sosial berupa lembaga berbadan hukum yang legal. Binaan (membina) membutuhkan adanya diʻâfan (pertahanan) yang berbentuk badan hukum sebagai konsekuensi logis dari konsep imamah, syura, jamaah, komunitas (qaryah taiyibah), dan lain-lain. Hal ini disebabkan oleh manusia sebagai makhluk sosial, sehingga interaksinya tidak sebatas pada hal-hal individu, tapi juga menyangkut hajat orang banyak yang dalam hal ini wujudnya bisa berupa kemungkaran konstitusi atau kebijakan politik yang tidak adil. Yayasan AFKN merupakan lembaga kemasyarakatan yang bergerak di bidang dakwah, pendidikan, sosial dan pengembangan sumber daya manusia. Lembaga ini didirikan oleh ustadz Fadzlan Garamatan sebagai salah satu media dakwahnya.Kata Kunci: Peran, Lembaga Dakwah, Media, Komunikasi.

Page 2 of 2 | Total Record : 15