cover
Contact Name
Riong Seulina Panjaitan
Contact Email
editorbahanalam@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
editorbahanalam@gmail.com
Editorial Address
Jln Sunter Permai Raya, Jakarta Utara
Location
Kota adm. jakarta utara,
Dki jakarta
INDONESIA
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ)
ISSN : -     EISSN : 25028421     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Indonesia Natural Research Pharmaceutical Journal (INRPJ) merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Farmasi, Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta yang terbit dua kali dalam setahun.
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2018)" : 13 Documents clear
PENGARUH PERBEDN KONSENTRASI EKSTRAK METANOL BIJI KAKAO (Theobroma cacao) TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI PADA BACTERI Propionibacterium acnes DAN Staphylococcus epidermidis SECARA IN VITRO Lilih Rinawasih Kadiwijati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.873 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i2.1930

Abstract

Jerawat merupakan gangguan kulit yang ditandai dengan adanya peradangan yang diikuti oleh penyumbatan pada saluran kelenjar minyak dalam kulit serta peradangan yang umumnya dipicu oleh bakteri Propionibacterium acnes, Stapphylococcus epidermidis, dan Staphylococcus aureus. Jerawat parah dapat menyakitkan dan dapat menimbulkan jaringan parut yang permanen. Tanaman kakao (Theobroma cacao) diketahui memiliki banyak manfaat di bidang kesehatan. Senyawa polifenol yang terdapat pada biji kakao seperti flavonoid, katekin dan tannin merupakan salah satu bahan bioaktif pada biji kakao yang diduga dapat dimanfaatkan dalam menghambat proses pertumbuhan bakteri. Kontrol positif yang digunakan adalah klindamisin, sedangkan kontrol negatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah pelarut DMSO 10%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak biji kakao memiliki daya antibakteri terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis. Konsenstrasi yang bekerja paling efektif dalam penelitian ini adalah 75 mg/mL, dimana pada konsentrasi tersebut menunjukkan diameter zona hambat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis sebesar 8,71 mm dan 11,95 mm.Kata kunci:          Jerawat; Biji Kakao (Theobroma cacao); Propionibacterium acnes; Staphylococcus epidermidis; Antibakteri
Characterization & Antibacterial Activity of Curcumin-Nanostructured Lipid Carrier Rabima Rabima
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.167 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i2.1266

Abstract

The aim of this study is to formulate curcumin into Nanostructured-Lipid Carrier preparations as an effort to improve bioavailability of curcumin, determined its characterization and to study its antibacterial activity. The method used to synthesis curcumin-NLC is evaporation and diffusion of solvents  in the aqueous system and ultrasonication, oleic acid and cholesterol are used as liquid lipid and solid lipid matrices. Curcumin-NLC was characterized by parameters of polydispersity index (IP), particle size, potential zeta,  entrapment efficiency and drug loading.The curcumin-NLC produced in this study had an average particle size of 17,4 nm, polidispersity index (IP) 0,574, zeta potential -63,43 mV, entrapment efficiency and drug-loading are 92,23% and 0,87% respectively. These results indicate that curcumin can be formulated as an NLC with good characteristics and potential to be developed as an effective drug delivery systems. The inhibition zone of curcumin-nlc against S.aureus and E.coli obtained from this study are 7,72 mm and 6,0 mm respectively, and minimum inhibition concentration (MIC) is 50%. Keywords: Antibacterial, Bioavailabilty, Curcumin, NLC
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN UJI KADAR FLAVONOID FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK BUAH TOMAT (Lycopersicum esculentum MILL.) purwati purwati
INDONESIA NATURAL RESEARCH PHARMACEUTICAL JOURNAL Vol 3, No 2 (2018)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.641 KB) | DOI: 10.52447/inspj.v3i2.1918

Abstract

Antioksidan berguna bagi kesehatan yakni untuk melindungi tubuh dari berbagai macam penyakit degeneratif dan kanker yang disebabkan oleh radikal bebas dengan cara menetralkannya. Salah satu bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai antioksidan adalah buah tomat (Lycopersicum Esculentum MILL.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan fraksi etil asetat buah tomat dan uji kadar flavonoid. Pembuatan ekstrak buah tomat dilakukan dengan metode maserasi selama tiga hari menggunakan pelarut etanol 70% dan dilanjutkan dengan fraksinasi dengan menggunakan pelarut etil asetat. Hasil fraksi diskrining dan mendapatkan senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik, triterpenoid. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH dan dilakukan pada beberapa seri konsentrasi sampel yaitu 1000, 500, 250, 1125, 62,5, 31,25, dan 15,625 ppm. Pembanding yang digunakan dalam pengujian aktivitas antioksidan adalah vitamin C dengan seri konsentrasi 20, 10, 5, 2,5, 1,25, 0,625, dan 0,321 ppm hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi etil asetat buah tomat memiliki aktivitas antioksidan yang sedang dengan nilai IC50 sebesar 181,60 ppm dengan Nilai aaI >0,05 sebesar 0,5a36 sedangkan hasil dari pembanding yaitu vitamin C memiliki daya antioksidan yang sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar a,72 ppm dengan nilai aaI >2 sebesar 20,88. Dan kadar flavonoid fraksi etil asetat sebesar 0,21 % (b/b). Kata kunci: antioksidan, kadar flavonoid, fraksi etil asetat buah tomat

Page 2 of 2 | Total Record : 13