cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 2 (2015): Juli" : 10 Documents clear
Peran Fisiologi Dalam Meningkatkan Prestasi Olahraga Indonesia Menuju Sea Games Danarstuti Utami
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.805 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5728

Abstract

AbstractNational sport has a considerable influence in strengthening the existence of a nation.Insight into the character and competitiveness is the most important basis for strengtheningenergy in synergy. Sports development is an integral part of the national developmentprocess, particularly in improving the quality of human resources that lead to: (1) an increasein physical health community, (2) mental qualities of spiritual community, (3) the formation ofcharacter and personality of the nation, (4) discipline and sportsmanship, and (5) performanceimprovement that can evoke a sense of national pride.Optimal performance in sports can be achieved when applied quality training andcoaching pramida embraced the concept as a process of achieving goals. Utilization ofscience and technology to obtain information about the physiological characteristics ofathletes, serve as a guide in making the exercise program. More broadly true in improvingachievement and not just one side. Although many facets that contribute to the achievement.It turns out one of the great discipline scientific contribution to the sport is a physiological rolein supporting the improvement of achievement.Keyword : Physiology, sports achievement
PELATIHAN AEROBIK UNTUK KEBUGARAN PARU JANTUNG BAGI LANSIA Agus Pribadi
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.677 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5729

Abstract

ABSTRAKPenduduk lanjut usia (Lansia) merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggotamasyarakat yang semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapanhidup. Lansia adalah suatu periode dimana manusia telah mencapai kemasakan dalam ukuran,fungsi organ dan juga telah menunjukkan kemunduran sejalan dengan waktu, serta suatuproses menghilangnya secara berlahan kemampuan jaringan untuk memperbaiki diri dalammempertahankan struktur fungsi normalnya. Olahraga yang dianjurkan bagi lansia, adalaholahraga dengan gerakan yang melibatkan pelatihan pernafasan dan jantung, melatih kekuatanotot, kekuatan sendi, serta bersifat rekreasi, sehingga tidak menimbulkan rasa jenuh untuklansia. Daya tahan paru jantung merupakan kemampuan untuk terus menerus dengan tetapmenjalani kerja fisik yang mencakup sejumlah besar otot dalam waktu tertentu, hal inimerupakan kemampuan sistem peredaran darah dan sistem pernafasan untuk menyesuaikandiri terhadap efek seluruh beban kerja fisik. Latihan yang bersifat aerobic sangat di perlukanoleh lansia dikarenakan untuk memperkuat paru jantung yang nantinya dapat memperlancarperedaran darah guna kebugaran lansia. Latihan aerobik yang bermanfaat untuk kesehatanlansia sebaiknya memenuhi kriteria FITT (fre quency, intensity, time, type). Frekuensi 3 kalidalam 1 minggu, intensitas 60-70% dari denyut jantung maksimal, time 20-30 menit, tipebersifat menyenangkan. Jenis latihan aerobik yang dianjurkan bagi lansia yaitu: bersepeda,berenang, senam lansia, berjalan kaki, yoga. Manfaat latihan aerobik bagi lansia yaitu dapatmemperpanjang usia, menyehatkan jantung, menyehatkan paru, otot, dan tulang, membuatlansia lebih mandiri, mencegah obesitas, mengurangi kecemasan dan depresi, danmemperoleh kepercayaan diri yang lebih tinggi.Kata Kunci: Lanjut Usia, Paru Jantung, Program Latihan Aerobik, Manfaat bagi lansia.
PERAN FISIOLOGI OLAHRAGA DALAM MENUNJANG PRESTASI Nofa Anggriawan
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.953 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5724

Abstract

AbstractOptimal performance can only be achieved , if an athlete has been through the process verycomplex exercise. At the rehearsal process the role of exercise physiology makeing absolutebasis in modifying training program. Sports Physiology is a branch of physiology that studiesthe physiological changes in the body when a person exercise . By knowing the changes thatoccur in the body, one can design an exercise program for making optimal changes asexpected. Errors in applying management training load, will adversely affects physiologicalcondition of the athlete. Pulse is high, often feel dizzy, interference with digestion andmetabolism, is the consequences of fatigue and overtraining, thus affecting the performanceof the athlete to achieve optimal performance .Keywords: Sports Physiology, Optimal PerformanceAbstrakPrestasi optimal hanya dapat dicapai, jika seorang atlet telah melalui proses latihan yangsangat kompleks. Pada proses latihan tersebut, peran fisiologi olahraga mutlak dijadikandasar dalam memodifikasi program latihan. Fisiologi Olahraga merupakan cabang ilmufisiologi yang mempelajari perubahan fisiologis di tubuh pada saat seseorang berolahraga.Dengan mengetahui perubahan yang terjadi di tubuh, seseorang dapat merancang suatuprogram latihan olahraga untuk mendapatkan perubahan optimal sesuai dengan yangdiharapkan. Kesalahan dalam menerapkan manajemen beban latihan, akan berakibat negatifterhadap kondisi fisiologis atlet. Denyut nadi yang tingi, sering merasa pusing, gangguan padapencernaan dan metabolisme, merupakan dampak yang timbul akibat kelelahan danovertraining, sehingga mempengaruhi kinerja atlet untuk meraih prestasi optimal.Kata kunci: Fisiologi Olahraga, Prestasi Puncak
MENURUNKAN TEKANAN DARAH PADA LANSIAMELALUI SENAM YOGA Wiria Dinata, Windo
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.199 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5730

Abstract

AbstrakMenua adalah suatu keadaan yang terjadi di dalam kehidupan manusia. Menjadi tuamerupakan proses alamiah yang berarti seseorang telah melalui tiga tahap kehidupannya,yaitu anak,dewasa, dan tua. Proses menua bukanlah suatu penyakit. Lambat atau cepatnyaproses menua tersebut tergantung pada setiap individu yang bersangkutan (Nugroho, 2008).Menua selanjutnya disebut lanjut usia menurut Undang-Undang RI NO 13 Tahun 1993 danWHO disebut sebagai penduduk lanjut usia ( Lansia) adalah mereka yang berusia ≥60 tahun(Nugroho, 2008). Orang mati bukan karena lanjut usia tetapi karena suatu penyakit, atau jugasuatu kecacatan.Sekitar 60% lansia akan mengalami peningkatan tekanan darah setelah berusia 75 tahun(Nugroho, 2008). Kontrol tekanan darah yang ketat pada lansia berhubungan denganpencegahan terjadinya peningkatan tekanan darah yang tak terkendali dan beberapa penyakitlainnya, misalnya diabetes melitus, serangan stroke, infark miokard, dan penyakit vaskularperifer. Di indonesia penyakit ini menjadi pembunuh nomor tiga setelah diare dan salurannafas, angka kematian akibat penyakit jantung pada usia lanjut dengan hipertensi adalah 3kalo lebih sering dibandingkan usia lanjut tanpa hipertensi pada usia yang sama (Sudjaswandidkk, 2003).Senam yoga termasuk kedalam alternatif bentuk aktivitas fisik yang dapat membantudalam mencapai tingkat latihan fisik yang disarankan untuk beberapa individu ( Gordon dkk,2008). Semua orang dari anak-anak hingga manula dan perempuan hamil bisa melakukansenam yoga (A. syalaby Ichsan. 2009). Senam yoga merupakan intervensi holistik yangmenggabungkan postur tubuh (asanas), teknik pernafasan (pranayamas) dan meditasi(Kondza, 2009). Intervensi senam yoga umumnya efektif dalam mengurangi berat badan,tekanan darah, kadar glukosa dan kolesterol tinggi (Yang, 2007), serta fikiran, relaksasi fisikdan emosional (Quigley dan Dean 2000).Kata kunci: Lansia, tekanan darah, senam yoga
MENJAGA KESEHATAN DI USIA LANJUT Duwi Kurnianto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (395.771 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5725

Abstract

AbstrakMakalah ini membahas mengenai menjaga kesehatan kardiovaskuler ( jantung danperedaran darah) untuk usia lanjut. Partisipasi Lansia dalam aktivitas fisik yang teratur atauprogram latihan fisik yang terstruktur sangat disarankan dan mempunyai banyak manfaat.Perbaikan cara berjalan, keseimbangan, kapasitas fungsional tubuh secara umum, dan kesehatantulang dapat diperoleh melalui latihan.Untuk dapat menghadapi lanjut usia yang dapat menikmati hidupnya dan tetap terjaga baikkesehatan maupun kebugarannya maka lansia harus melakukan aktivitas olahraga yangteratur,melakukan pola hidup yang sehat, istirahat ,tidak merokok dan pemeriksaan kesehatansecara rutin. Salah satu usaha untuk mencapai kesehatan dengan berolahraga sehingga bagi lanjutusia untuk dapat memperoleh tubuh yang sehat salah satunya harus rutin melakukan aktivitasolahraga.Dengan berolahraga secara teratur merupakan satu alternatif yang efektif dan aman untukmeningkatkan atau mempertahankan kebugaran dan kesehatan jika dikerjakan secara benar.Aktivitas yang bersifat aerobik cocok untuk lanjut usia antara lain : Jalan kaki,senam aerobik lowimpac,Senam lansia, Bersepeda ,Berenang dan lain sebagainya. Bermanfaat atau tidaknyaprogram olahraga yang dilakukan oleh lanjut usia juga tergantung dari program yang dijalankan.Sebaiknya program latihan yang dijalankan harus memenuhi konsep FITT(Frequensi,Intensity,Time, Type).Kesehatan olahraga bagi Lansia merupakan hal penting yang harus diprogramkan, baikdari petugas kesehatan, profesional olahraga, maupun masyarakat. Sistem kardiovaskulermerupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan kesel-sel tubuh.. Latihan akan berefek akut atau sesaat pada tubuh yang memengaruhi: sistem otot,sistem hormonal, sistem peredaran darah dan pernafasan, sistem pencernaan, metabolisme, dansistem pembuangan.kata kunci : kardiovaskuler, latihan, usia lanjut
AKTIFITAS FISIK KESEIMBANGAN GUNA MENGURANGIRESIKO JATUH PADA LANSIA Supriyono, Eko
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.192 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5731

Abstract

abstrakPenuaan adalah konsekuensi yang tidak dapat dihindarkan. Menua (menjadi tua) adalahsuatu proses menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan jaringan untuk memeperbaikidiri/mengganti dan mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadapinfeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita, proses ini menyebabkan perubahan fungsifisiologis diantaranya terjadi pada sistem neurologis, sensori, dan muskuletal.Perubahan pada fungsi fisiologi berdampak pada gangguan keseimbangan dapat terjadikarena proses terjadinya keseimbangan tubuh tidak berjalan sempurna. Tahap terjadinya proseskeseimbangan tubuh terdiri dari tahap transduksi, transmisi dan modulasi, Berkurangnyakemampuan untuk mempertahankan keseimbangan mengakibatkan peningkatan lansia mengalamiresiko jatuh.Merujuk dari beberapa hasil penelitian, mendukung bahwa program latihan fisikkeseimbangan atau olahraga yang mengandung unsur keseimbangan seperti berenang, senam,Taichi dll, dapat mengurangi resiko lansia jatuh, sehingga kemungkinan terjadinya cidera, frakturbahkan kematian bisa diminimalisir, dan harapan hidup atau kesehatan atau kebugaran lansia tetapterjaga.Kata kunci: penuaan, keseimbangan, resiko jatuh
FAKTOR PENYEBAB KEKALAHAN TIM SEPAKBOLA INDONESIA MELAWAN THAILAND PADA LAGA SEMIFINAL SEA GAMES 2015 DARI SEGI ILMU FISIOLOGI Kusriyanti, -
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.683 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5726

Abstract

AbstrakSepakbola adalah salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Sea Games 2015Singapura. Pada pertandingan tersebut Indonesia mampu menjadi juara runner up group denganmemenangkan skor pertandingan 1-0 melawan Singapura sebagai tuan rumah yang pada akhirnyamembawa tim sepakbola Indonesia masuk ke semifinal menghadapi Thailand. Pada semifinalIndonesia kalah telak dengan skor 5-0 melawan Thailand sehingga Indonesia gagal masuk ke final.Banyak hal yang menjadi penyebab kekalahan Indonesia di semifinal Sea Games, salah satupenyebab yang paling mendasar adalah kurangnya recovery bagi timnas Indonesia, aklimatisasi suhuyang berbeda antara Singapura dan Indonesia, adanya perbedaan kualitas rumput yang digunakanketika babak penyisihan group dan juga pada semifinal ketika melawan Thailand, kurangnya persiapantim yang matang dari manajemen, pengambilan data VO2max yang terkesan terburu-buru. Kebutuhantim dalam menghadapi kejuaraan bergengsi seperti Sea Games sangat banyak dan perlu persiapanyang matang. Segala pemenuhan kebutuhan tim terutama kebutuhan fisiologis atlet yang dilakukantanpa terencana dan tergesa-gesa maka akan sangat mempengaruhi performa pemain saatbertanding.Kata kunci: sepakbola, sea games, semifinal, faktor
MENGENDALIKAN KADAR KOLESTEROL PADA HIPERKOLESTEROLEMIA Muhammad Yani
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.309 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5749

Abstract

Hiperkolesterol ialah keadaan dimana kadar kolesterol dalam tubuh melebihikeadaan normal Hiperkolesterol dapat meningkatkan risiko terkena aterosklerosis, penyakitjantung koroner, pankreatitis (peradangan pada organ pankreas), diabetes melitus,gangguan tiroid, penyakit hepar penyakit ginjal (Indratni, 2009). Faktor penyebabhiperkolesterol diantaranya, faktor keturunan, konsumsi makanan tinggi lemak, kurangolahraga dan kebiasaan merokok.Penanganan diperlukan untuk mengendalikan kadar kolesterol darah sebagai upayamencegah terjadinya dampak lebih lanjut dari hiperkolesterol. Therapeutic Lifestyle Changes(TLC) mencakup penurunan asupan lemak jenuh dan kolesterol, pemilihan bahan makananyang dapat menurunkan kadar LDL, penurunan berat badan, dan peningkatan aktivitas fisikyang teratur. Perubahan gaya hidup sangat dipengaruhi oleh motivasi diri dan lingkunganyang memerlukan konseling gizi yang baik dan berkelanjutan.Terapi bekam menurunkan kadar kolesterol pada pasien hiperkolesterol umur 45tahun ke atas dan Pemberian jus buah naga merah pada kelompok perlakuan dengan dosis2,86gr/kgBB setiap hari selama 21 hari berpengaruh secara bermakna terhadap penurunankadar kolesterol total pria hiperkolesterolemia.Kata Kunci: kadar kolesterol dan hiperkolesterolemia
LATIHAN BEBAN BAGI PENDERITA OSTEOPOROSIS Ricky Wahyu Sugiarto
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5727

Abstract

Osteoporosis merupakan penyakit kronik yang ditandai dengan pengurangan massa tulang,sehingga keropos dan mudah patah. Puncak massa tulang pada usia 30 tahun, selanjutnya melewatiumur tersebut terjadi penurunan. Faktor penyebab osteoporosis, meliputi: faktor sejarah keluarga,reproduktif, gaya hidup, pemakaian obat, kondisi medis, dan endogenik.Kalsium yang berfungsi sebagai pembentuk tulang perlu dipenuhi oleh penderita osteoporosis,agar massa tulangnya tidak berkurang. Manula dan wanita menopause membutuhkan kalsium sampai1.200-1.500 mg/hari. Osteoporosis mengakibatkan patah tulang yang paling sering adalah padapunggung (vertebra spinalis, torakalis, lumbalis), paha (leher femur, trochanterica), dan lengan bawah(distal radius). Patah tulang dapat dicegah dengan melakukan latihan beban. Program latihan bebanyang baik harus dilakukan hati-hati, progresif, bersifat individual, beban disesuaikan, berkelanjutan,menghindari bagian tubuh yang lemah, didampingi instruktur, dan dengan petunjuk dokter. Latihanbeban dapat dilakukan dengan dumbbell, berat badan sendiri, leg press machine dan pita elastis.Kata kunci: latihan beban, osteoporosis.
PENGARUH SPORT MASSAGE TERHADAP PENURUNAN PERASAAN LELAH SETELAHLATIHAN DI UKM PENCAK SILAT UNY - Nopriansyah
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 11, No 2 (2015): Juli
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v11i2.5750

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh sport massage terhadappenurunan perasaan lelah setelah latihan di UKM pencak silat UNY. Penelitian ini merupakanmetode penelitian kombinasi (mixed methods). Model penelitian menggunakan desain sequentialexplanatory disign. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa kuesioner untukmengetahui seberapa tingkat perasaan lelah atlet setelah latihan. Data di analisis dengan statistiknon parametrik yaitu dengan uji beda wilcoxon signed ranks test. Hasil penelitian menunjukkanadanya pengaruh sport massage terhadap perasaan lelah setelah latihan di UKM pencak silat UNYdengan nilai p = 0,004, maka p 0,05. Rata-rata pretest sebesar 6,4 dengan tingkat lelah yaitulelah sedang (46,7%) dan rata-rata posttest sebesar 3,4 dengan tingkat lelah yaitu tidak lelah(66,7%). Persentase pengaruh pemberian sport massage terhadap perasaan lelah adalah 88,2%.Kata kunci: sport massage, perasaan lelah, UKM pencak silat

Page 1 of 1 | Total Record : 10