cover
Contact Name
Sugeng Setia Nugroho
Contact Email
jorpres.fik@gmail.com
Phone
+628562977629
Journal Mail Official
jorpres.fik@gmail.com
Editorial Address
Jl. Colombo No. 1 Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi)
ISSN : 02164493     EISSN : 25976109     DOI : 10.21831
Jurnal Olahraga Prestasi diterbitkan dua kali dalam setahun oleh program studi Ilmu Kepelatihan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta. Jurnal ini memuat hasil penelitian, gagasan ilmiah ataupun review sistematis bidang ilmu keolahragaan (sports science) terutama topik olahraga prestasi, seperti : ilmu kepelatihan (sports coaching), kondisi fisik (strength and conditioning), biomekanika (biomechanics), kedokteran olahraga (sports medicine), gizi olahraga (sports nutrition), teknologi olahraga & ergonomi (sports technology & ergonomy), olahraga kecabangan (sports specifics) dan bidang lain yang mendukung olahraga prestasi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2 (2017)" : 7 Documents clear
PENGARUH PENEMPATAN JARAK TITIK LAMPU DAN KOMBINASI WARNA TERHADAP PERUBAHAN KONDISI LINGKUNGAN LAPANGAN INDOOR BULUTANGKIS Edi Irwanto; Moh Agung Setiabudi
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.299 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v13i2.25106

Abstract

This research aims to measure whether there is effect of placement of the point of lights and color combinations to changes in the environmental conditions of indoor badminton court. The design of the research was experimented research. The color of light used was white, yellow and combination of both. Modified layout and placement distance is done with a combination of parallel and zig-zag, and 7, 7.5, 8, 8.5, and 9 m lamp height. Measurements using Thermometer, Hygrometer, and Luxmeter. The research was also conducted by field survey using questionnaire method to 5 athletes. The results of data collection will be analyzed based on the SNI 16-7063-2004 working climate criteria as well as the criteria for grouping existing data. The results showed that the placement of the point of light and color combinations affect the environmental conditions of indoor badminton field. The athlete's comfort lies in the placement of standard lighting points with one color at a height of 8 meters.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pengaruh penempatan jarak titik lampu dan kombinasi warna terhadap perubahan kondisi lingkungan lapangan indoor bulutangkis. Penelitian dilakukan dengan eksperimen, enis warna cahaya lampu yang digunakan adalah putih, kuning dan kombinasi keduanya. Modifikasi tata letak dan jarak penempatan dilakukan dengan kombinasi sejajar dan zig-zag, dan ketinggian lampu 7, 7.5, 8, 8.5, dan 9 m. Pengukuran menggunakan Thermometer, Hygrometer, dan Luxmeter. Penelitian juga dilakukan dengan cara survei lapangan menggunakan metode kuesioner terhadap 5 atlet. Hasil pengambilan data akan dianalisis berdasarkan nilai ambang batas iklim kerja SNI 16-7063-2004 serta kriteria pengelompokkan data yang ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa penempatan jarak titik lampu dan kombinasi warna berpengaruh terhadap kondisi lingkungan lapangan indoor bulutangkis. Kenyamanan atlet terletak pada penempatan titik lampu standart dengan satu warna pada ketinggian lampu 8 meter.
TATALAKSANA HENTI JANTUNG DI LAPANGAN PERMAINAN Putra Rizki; Nani Cahyani
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.595 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v13i2.25107

Abstract

Cardiac arrest is the most common cause of sudden death in athletes on the field of play. There are reports of cardiac arrest in athletes 1: 4000 to 1: 8000.Cardiac and non-cardiac causes have been implicated as a causes of death in the field of play. Pre-Participation Evaluation (PPE) has been recommended for primary prevention of cardiac arrest in athletes due to cardiac problems. Prevention of sudden cardiac death on the field of the play should be done by immediate, precise and correct treatment. Immediate, precise and correct treatment can be provided if medical management is well performed before and during the event. Medical management in sudden cardiac arrest treatment on the field of play consists of early preparation, emergency action plan, preparing equipment, personnel, training, communication, transportation and final preparation. An ideal treatment includes elements of the chain of survival from sudden cardiac arrest.ABSTRAK Henti jantung adalah penyebab kematian mendadak terbanyak pada atlet di lapangan permainan. Terdapat laporan kejadian henti jantung pada atlet 1:4000 sampai 1:8000. Penyebab kematian akibat henti jantung di lapangan permainan bisa karena masalah jantung dan masalah selain jantung. Untuk pencegahan primer terjadinya henti jantung pada atlet di lapangan permainan yang disebabkan masalah jantung direkomendasikan melakukan Pre-Participation Evaluation (PPE). Untuk pencegahan terjadinya kematian akibat henti jantung di lapangan permainan harus dilakukan tatalaksana yang cepat, tepat dan benar. Tatalaksana yang cepat, tepat dan benar dapat diberikan jika manajemen medis dilakukan dengan baik sebelum dan saat event berlangsung. Manajemen medis dalam tatalaksana henti jantung di lapangan permainan terdiri dari persiapan awal, rencana kegawatdaruratan, mempersiapkan peralatan, personel, pelatihan, komunikasi, transportasi dan persiapan akhir. Tatalaksana di lapangan permainan yang ideal mencakup elemen rantai keselamatan pada henti jantung. Kata kunci: henti jantung, lapangan permainan, manajemen medis, penanganan SCA
PENGEMBANGAN MEDIA BERBASIS ADOBE FLASH PLAYER LATIHAN TEKNIK DASAR FUTSAL Abdy Windiartha
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (224.941 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v13i2.25102

Abstract

This research is taken from the lack of basic futsal technique that makes players tend to be fatigue in training which is given by the coach. Therefore, the development about basic training media, such as adobe flash player is necessary in learning process. This research focuses on the development of media in learning by using adobe flash player.This study is research and development. The development model of this research is adapted from the development model of Borg Gall. Borg Gall's development research stages are: (1) research and data collection, (2) planning, (3) product draft development, (4) first field test, (5) revise test results, (6) field test, (7) result field product test improvement, (8) field test implementation, (9) final product improvement, also (10) dissemination and implementation.This product contains material on futsal basic engineering practice. Media development using Adobe Flash CS6 Professional software. The material presented is (1) basic futsal technique, (2) brief futsal, (3) futsal rules, also (4) field size, line, goal and futsal ball. Based on the stages adapted from the development model of Borg and Gall then obtained the following results: Assessment and validation of the material experts showed that the medium of learning both with a mean value of 3.87. Assessment and validation of media experts showed that the medium of learning both with the average value 4. The results of small group trials showed very good result that is average 4.42. The results of large group trials showed excellent results with a mean of 4.55. In operational test and product effectiveness, pre test and post test of 2 groups were applied. The first group was given media influence, and the second group as the control group. Operational test results pretest value 73.92 seconds into the category enough, and for the average post-test value of 58.25 seconds into the category enough. The effectiveness test shows that the interactive learning media has significant effectiveness with t count value t table that is 123,922 1,70329 and p value (significance) 0.000 0,05 meaning that the media is effective. As the final conclusion stated that the product proved effective. For the posttest average value of 58.25 seconds into the category enough. As the final conclusion stated that this product proved effective.ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya model latihan teknik dasar futsal, sehingga pemain cenderung jenuh dengan materi latihan teknik dasar yang diberikan pelatihnya. Oleh karena itu, perlu adanya pengembangan mengenai media latihan teknik dasar futsal yang tadinya bersifat konvensional menjadi media yang berbasis adobe flash player. Penelitian ini bertujuan menghasilkan produk berupa media pembelajaran interaktif berbasis adobe flash player. Konten dalam media ini berisikan pengembangan materi latihan teknik dasar futsal untuk pembina/pelatih ekstrakurikuler futsal di SMA/SMK sederajat di Kabupaten Banjarnegara.Jenis penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan (research and development). Model pengembangan dalam penelitian ini diadaptasi dari model pengembangan Borg Gall. Adapun langkah-langkah penelitian pengembangan yang dilakukan Borg Gall yakni: (1) penelitian dan pengumpulan data, (2) perencanaan, (3) pengembangan draf produk, (4) uji coba lapangan awal, (5) merevisi hasil uji coba, (6) uji coba lapangan, (7) penyempurnaan produk hasil uji lapangan, (8) uji pelaksanaan lapangan, (9) penyempurnaan produk akhir, serta (10) desiminasi dan implementasi.Produk ini memuat materi tentang latihan teknik dasar futsal. Pengembangan media menggunakan software Adobe Flash CS6 Professional. Materi yang disajikan adalah (1) latihan teknik dasar futsal, (2) sejarah singkat futsal, (3) peraturan futsal, serta (4) ukuran lapangan, garis, gawang, dan bola futsal. Berdasarkan tahapan-tahapan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall maka didapatkan hasil sebagai berikut: Penilaian dan validasi ahli materi menunjukkan bahwa media pembelajaran baik dengan nilai rerata 3,87. Penilaian dan validasi ahli media menunjukkan bahwa media pembelajaran baik dengan nilai rerata 4. Hasil uji coba kelompok kecil menunjukkan hasil sangat baik yaitu rerata 4,42. Hasil uji coba kelompok besar menunjukkan hasil sangat baik dengan rerata 4,55. Pada uji operasional dan efektifitas produk, diberlakukan pre-test dan post-test terhadap 2 kelompok. Kelompok pertama yang diberikan pengaruh media, dan kelompok kedua sebagai kelompok kontrol. hasil uji coba operasional nilai pre-test 73,92 detik masuk ke dalam kategori cukup, dan untuk nilai rata-rata post-test 58,25 detik masuk ke dalam kategori cukup. Uji efektifitas menunjukan bahwa media pembelajaran interaktif memiliki keefektifan yang signifkan dengan nilai t hitung t tabel yaitu 123,922 1,70329 dan nilai p (signifikansi) 0,000 0,05 yang berarti bahwa media tersebut efektif. Sebagai simpulan akhir dinyatakan bahwa produk terbukti efektif. untuk nilai rata-rata post-test 58,25 detik masuk ke dalam kategori cukup. Sebagai simpulan akhir dinyatakan bahwa produk ini terbukti efektif.
PENGARUH PEMBERIAN VITAMIN E TERHADAP KADAR MDA PLASMA DARAH PASCA LATIHAN FISIK SUBMAKSIMAL Mulyono Mulyono; Wahyu Susiloningsih
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.923 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v13i2.25108

Abstract

In physical activity, in addition to forming free radical compounds, the body will form antibodies in the form of endogenous antioxidants. In the event of an imbalance in the formation of free radicals with antioxidants (oxidative stress) exogenous antioxidant administration will help to restore the balance of free radicals with - antioxidants. Provision of vitamins and massage manipulation immediately after physical exercise is expected to help in decreasing levels of MDA Plasma as one indicator of the degree of free radical in the blood and helps speed up the recovery of the body.It is an experimental research with post-test control group design with sample of 20 college students of Unipa Surabaya. Which is divided into 2 groups with each group amounted to 10 college students. The group is Control group and Vitamin E group. The all group performed 2.4 km run, the treatment was given after the sample did the physical activity. After 1 hour of treatment each group was taken by radially to see blood MDA plasma levels.After processed data got average of plasma MDA level of each group that is control group with mean 8,0870 nmol/ml, vitamin E group with average 2,9020 nmol/ml. From the statistical t test obtained of P value 0.05. Thus, there was significant difference of MDA Plasma level between control group and vitamin E after physical exercise.ABSTRAK Dalam aktivitas fisik, selain membentuk senyawa radikal bebas, tubuh akan membentuk antibodi dalam bentuk antioksidan endogen. Jika terjadi ketidakseimbangan dalam pembentukan radikal bebas dengan antioksidan (oksidatif stres) maka pemberian antioksidan eksogen akan membantu mengembalikan keseimbangan radikal bebas dengan - antioksidan. Penyediaan vitamin dan manipulasi pijat segera setelah latihan fisik diharapkan bisa membantu dalam menurunkan kadar MDA Plasma sebagai salah satu indikator tingkat radikal bebas dalam darah dan membantu mempercepat pemulihan tubuh.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan desain kelompok kontrol post-test dengan sampel 20 mahasiswa Unipa Surabaya. Yang terbagi menjadi 2 kelompok dengan masing-masing kelompok berjumlah 10 mahasiswa. Kelompok ini adalah Kelompok kontrol dan kelompok Vitamin E. Semua kelompok melakukan lari 2,4 km, perlakuan diberikan setelah sampel melakukan aktivitas fisik. Setelah 1 jam pengobatan, masing-masing kelompok diambil secara radial untuk melihat tingkat plasma darah MDA.Setelah data yang diolah didapatkan rata-rata kadar MDA plasma masing-masing kelompok yaitu kelompok kontrol dengan rata-rata 8,0870 nmol/ml, kelompok vitamin E dengan rata-rata 2.9020 nmol/ml. Dari uji statistik diperoleh nilai P 0,05. Dengan demikian ada perbedaan tingkat MDA Plasma yang signifikan antara kelompok kontrol dan vitamin E setelah latihan fisik.Penelitian ini menunjukan bahwa dengan pemberian vitamin E setelah latihan fisik dapat membantu menurunkan kadar MDA Plasma yang merupakan indicator tingkat radikal bebas.
EFEKTIVITAS LATIHAN BODYWEIGHT TRAINING DENGAN METODE TABATA UNTUK MENINGKATKAN KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA BARU TAHUN 2016-2017 PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA FKIP UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA Brahmana Rangga Prastyana; Ismawandi Bripandika
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (203.046 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v13i2.25103

Abstract

Bodyweight training using Tabata method is used as an alternative to keep physical fitness in a short duration. The research on the effectiveness of bodyweighty training using Tabata method to improve physical fitness of new students of 2016-2017 academic year in Sport Coaching Education Department, Faculty of Teacher Training and Education, University of PGRI Adibuana Surabaya. The purpose of this research is to give students solution to  improve and maintain their physical fitness condition that they can perform daily activities maximally. This is an experimental research using one groups pre-test - post-test design, where pretest is given before treatment and posttest after the treatment. The instruments of this research are; MFT (Multistage Fitness Test) to know VO2 max, and test of endurance and muscle strength including: (1) sit up and pull up test; (2) grip strength test, used to measure the hand muscles; (3) back dynamometer, used to measure the back muscles strength; and (4) leg dynamometer, used to measure leg muscle strength.The data analysis technique uses t-test. T-test statistical analysis is conducted to find out whether there is a significant improvement in bodyweight training using Tabata method to improve  new students’ physical fitness in 2016-2017 academic year. The result of the research shows that Ho (Null hypothesis) is  accepted, with score of -6,99192 2,04523. The score of Fobserved is -6,99192 in which Critical score of two-tail (t-table) is 2.04523. Thus, it shows that Ho (Null hypothesis) is accepted, meaning bodyweight training using Tabata method is effective to improve physical fitness of sport coaching education department students in faculty of teacher training and education, University of PGRI Adibuana Surabaya. Therefore, it can be concluded that bodyweight training using Tabata method can improve physical fitness of sport coaching education department students in faculty of teacher training and education, university of PGRI Adibuana Surabaya. ABSTRAK Bodyweight training dengan metode tabata digunakan sebagai alternatif untuk aktifitas fisik agar kebugaran jasmani terjaga tanpa harus menggunakan durasi waktu yang panjang. Penelitian tentang efektifitas latihan bodyweighty training dengan menggunakan metode tabata untuk meningkatkan kebugaran jasmani dilakukan pada mahasiswa baru angkatan 2016-2017 Pendidikan Kepelatihan Olahraga, Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan, Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Melalui penelitian ini  diharapkan mampu memaksimalkan dan sekaligus memberi solusi kepada mahasiswa untuk dapat selalu melakukan aktifitas fisik agar dapat meningkatkan dan menjaga kondisi kebugaran jasmani sehingga mahasiswa mampu melakukan aktifitas sehari-hari dengan maksimal dan lebih berkualitas. Penelitian ini menggunakan eksperimen dengan desain penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu one groups pretest-posttest design, desain penelitian yang terdapat pretest sebelum diberi perlakuan dan posttest setelah diberi perlakuan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu: MFT (Multistage Fitness Test) untuk mengetahui VO2Max, tes daya tahan dan kekuatan otot meliputi: (1). tes  sit up, pull up, (2). Grip strength tes, digunakan untuk mengukur otot-otot tangan, (3). back dynamometer,digunakan untuk mengukur kekuatan otot punggung, (4). Leg dynamometer, digunakan untuk mengukur kekuatan otot tungkai. Teknik analisisi data menggunakan Uji t. Analisis statistik dengan Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat peningkatan yang segnifikan efektifitas latihan bodyweight training dengan menggunakan metode tabata untuk meningkatkan kebugaran jasmani mahasiswa baru angkatan Tahun 2016-2017 Pendidikan Kepelatihan Olahraga FKIP Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Setelah dilakukan analisis data maka hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Ho diterima, hal itu dikarena -6,99192 2,04523, maka Ho diterima.Kesimpulan yang didapat pada tabel di atas adalah t Stat adalah Fh (F hitung) yaitu -6,99192 dengan t Critical two-tail (t-tabel) yaitu 2,04523. Data di atas menunjukkan bahwa Ho diterima, artinya latihan bodyweight dengan metode Tabata efektif untuk meningkatkan kebugaran jasmani Mahasiswa PKO FKIP Universitas PGRI Adibuana Surabaya. Berdasasrkan hasil analisis data dan pembahasan maka dapat disimpulkan bahwa, latihan bodyweight dengan metode Tabata dapat meningkatkan kebugaran jasmani Mahasiswa PKO FKIP Universitas PGRI Adi Buana Surabaya.
TERAPI LATIHAN FISIK SEBAGAI TATALAKSANA CEDERA SPRAIN PERGELANGAN KAKI BERULANG: LAPORAN KASUS Alvin Wiharja; Sri Nilawati
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.737 KB) | DOI: 10.21831/jorpres.v13i2.25104

Abstract

Ankle sprain is a common injury that often occurs during exercise. Clinicians have been seeking various ways to deal with this injury. There are a variety of treatment options and strategies to manage this health issues in patients.  However, the most effective therapy in these injuries still has not be determined.Firstable, by determining the research question: "Which is the most appropriate therapy for an ankle sprain injury?" Then conducted a systematic review to gather the latest scientific evidence in order to help in choosing the appropriate the treatment and prevention of ankle sprain injury. Obtained two manuscripts that discuss the similar issue, entitled "Intervention for Increasing Ankle Theurapetic Dorsoflexion After Ankle sprain: A Systematic Review" and "National Athletic Trainers' Associations Position Statement: Conservative Management and Prevention of Ankle sprains in Athletes". In the manuscript describes a combination of stretching exercises, strength training, exercise therapy propioception in exercise is the most effective procedures on managing and preventing recurrent ankle sprains.We can conclude that the treatment of choice based on scientific searches in ankle sprain injury patients is exercise therapy. However, it should be noted on the prescription of exercise will vary according to the conditions and circumstances of each patients.ABSTRAKCedera sprain pada pergelangan kaki merupakan cedera yang sering terjadi pada saat melakukan latihan fisik. Para klinisi telah mengupayakan berbagai metode tatalaksana untuk menangani cedera ini. Terdapat keanekaragaman pilihan terapi dan strategi penanganan masalah kesehatan pada pasien dengan keluhan nyeri pada pergelangan pasien. Namun demikian, kombinasi ataupun pilihan terapi yang paling efektif pada cedera ini masih belum dapat ditentukan secara pasti.Langkah pertama yang dilakukan adalah menentukan pertanyaan penelitian, yaitu: “Jenis terapi pilihan apakah yang sesuai untuk cedera sprain pergelangan kaki?” Kemudian dilakukan systematic review untuk mengumpulkan bukti-bukti ilmiah terbaru agar membantu menjelaskan tatalaksana dan pencegahan cedera sprain pergelangan kaki. Didapatkan 2 manuskrip yang membahas isu yang hampir serupa dengan berjudul “Theurapetic Intervention for Increasing Ankle Dorsoflexion After Ankle Sprain: A Systematic Review” dan “National Athletic Trainers’ Associations Position Statement: Conservative Management and Prevention of Ankle Sprains in Athletes”. Pada manuskrip tersebut menjabarkan kombinasi latihan peregangan, latihan kekuatan, latihan propioseptif dalam terapi latihan fisik sebagai prosedur tatalaksana dan pencegahan cedera sprain pergelangan kaki berulang yang paling efektif. Dapat disimpulkan terapi pilihan berdasarkan penelusuran ilmiah pada pasien dengan keluhan cedera sprain pada pergelangan kaki adalah terapi latihan fisik. Namun perlu diperhatikan pada peresepan latihan fisik setiap pasien akan berbeda disesuaikan dengan kondisi dan keadaan masing-masing individunya.
PENGARUH POLA PELATIH KOOPERATIF TERHADAP MOTIVASI BERPRESTASI ATLET BOLA BASKET PUTRI SMA 17 AGUSTUS 1945 SURABAYA Darisman, Eka Kurnia; Suharti, Suharti
Jorpres (Jurnal Olahraga Prestasi) Vol 13, No 2 (2017)
Publisher : Departement of Sports Coaching, Faculty of Sports Sciences, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jorpres.v13i2.25105

Abstract

In order to achieve the expected training objectives and achievements, trainers should be aware that the increased performance of their athletes is related to the personal development of the athlete himself. Some people disagree that the coaching style has the influence of the athlete's training process. The style of coaching can affect athletes toward achievement.This study aims to determine whether there is influence of co-operative trainer pattern to the achievement motivation of female basketball athletes in 17 Agustus 1945 Senior High School Surabaya.In this study using pre-experimental design. The population is the extracurricular participants of basketball in 17 Agustus 1945 Senior High School Surabaya. Using stratified sampling technique with 15 people as sample. The 15 people are the core team of basketball team in 17 Agustus 1945 Senior High School Surabaya. The measurement test of each variable is by using a closed questionnaire that has been tested for its validity and reliability. While the value of b indicates that the co-operative coach's pattern of achievement motivation will be able to help increase as much as 0.622. And from the results of this study shows that 50.98% female basketball athletes in 17 Agustus 1945 Senior High School Surabaya achievement motivation influenced by the pattern of co-operative coach.The results of this study indicate that achievement motivation and cooperative pattern are in linear graphics. A strong and significant positive relationship of 0.714. 0.714 0.433 Ha is accepted, it indicates that there is a relationship between co-operative coach pattern toward achievement motivation.ABSTRAKAgar dapat tercapainya tujuan pelatihan dan prestasi yang diharapkan, maka pelatih harus menyadari bahwa meningkatnya prestasi atlet  mereka berhubungan dengan  perkembangan diri pribadi atlet itu sendiri. Beberapa orang kurang sependapat bahwa gaya pembinaan mempunyai pengaruh proses pelatihan atlet. Gaya pembinaan dapat mempengaruhi atlet menuju prestasi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh pola pelatih kooperatif terhadap motivasi berprestasi atlet bola basket putri di SMA 17 Agustus 1945 Surabaya.Pada penelitian ini menggunakan desain pre-eksperimental. Populasinya adalah peserta ekstrakurikuler bola basket SMA 17 Agustus 1945 Surabaya. Menggunakan teknik stratified sampling  dengan 15 orang sebagai sampelnya. 15 orang tersebut adalah tim inti dari tim basket SMA 17 Agustus 1945 Surabaya. Tes pengukuran masing-masing variabel adalah dengan menggunakan kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa motivasi berprestasi dan pola kooperatif berada dalam grafis yang linear. Adanya hubungan positif yang kuat dan signifikan sebesar 0,714. 0,714 0,433 Ha diterima, hal ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara pola pelatih koperatif terhadap motivasi berprestasi. Sementara nilai b menunjukkan bahwa pola pelatih koperatif terhadap motivasi berprestasi akan dapat membantu meningkatkan sebanyak 0,622. Dan dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 50,98 % atlet bola basket putri SMA 17 Agustus 1945 Surabaya motivasi berprestasinya dipengaruhi oleh pola pelatih kooperatif.

Page 1 of 1 | Total Record : 7