Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini
Jurnal Edukids bertujuan untuk memfasilitasi penyebaran penelitian tentang isu-isu yang berkaitan dengan pendidikan anak usia dini untuk menyelesaikan masalah dalam pendidikan dan pembelajaran. Jurnal ini berisi artikel penelitian yang diproses melalui blind peer review. Jurnal Edukids menerima artikel tentang pendidikan anak, perkembangan anak, kurikulum dan pembelajaran, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk anak-anak, kebijakan yang berkaitan dengan anak-anak, pendidikan guru untuk anak usia dini, pengasuhan anak, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk anak-anak, dan bidang lain yang berkaitan dengan anak usia dini. Jurnal Edukids dapat mengakomodasi para peneliti, dosen, pengamat pendidikan anak-anak, mahasiswa, praktisi di bidang pendidikan anak usia dini untuk mempublikasikan pekerjaan mereka secara luas.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 14, No 2 (2017)"
:
10 Documents
clear
MENINGKATKAN KREATIVITAS DALAM MELUKIS PADA ANAK MELALUI KEGIATAN CANDLE MAGIC PAINTING
Gustini, Dini;
Rudiyanto, Rudiyanto;
Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (255.578 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20027
Meningkatkan Kreativitas dalam Melukis pada Anak Melalui Kegiatan Candle Magic Painting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui gambaran mengenai bagaimana peningkatan kreativitas dalam melukis anak melalui kegiatan candle magic painting, mengetahui kondisi objektif sebelum dan sesudah diadakan penelitianMetode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dan melakukan kolaborasi dengan guru kelas. Penelitian ini dilakukan pada anak kelompok B di TK Muslimat Baiturrohmah Kecamatan Astanaanyar Bandung, dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 15 orang anak yang berusia 5-6 tahun. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman observasi kreativitas anak. Penelitian ini dilakukan dengan empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan dua siklus yaitu Siklus I dan Siklus II pada setiap siklusnya terdiri dari 2 tindakan. Kondisi awal kemampuan kreativitas anak dalam melukis di kelompok B TK Muslimat Baiturrohmah masih belum berkembang secara optimal, dengan persentase kategori kurang (K) 45.83%, kategori cukup (C) 47.5%, dan kategori baik (B) 6.67%. namu setelah diberikan kegiatan melukis melalui kegiatan candle magic painting kemampuan kreativitas dalam melukis anak mengalami peningkatan yang signifikan. Presentase kemampuan kreativitas dalam melukis anak dengan kategori kurang (K) menjadi 2.5%, kategori cukup (C) 25%, dan kategori baik (B) 72.5%.Â
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERMAINAN EDUKATIF DI LUAR KELAS TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL ANAK USIA DINI
El-Seira, Ridha Marissa;
Zaman, Badru;
Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (555.545 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20028
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya perilaku prososial anak ketika berinteraksi dengan teman-temannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pengunaan alat permainan edukatif di luar kelas terhadap perilaku prososial anak usia dini. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode pre eksperimen dengan desain one-group pretest-posttest design. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh anak kelompok B di Raudhatul Athfal Al-Hikmah Bandung tahun ajaran 2017-2018 dengan jumlah populasi 15 anak. Adapun sampel pada penelitian ini berjumlah 15 anak yang ditentukan dengan teknik sampling jenuh. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini merupakan daftar cek observasi yang kemudian dianalisis menggunakan statistika inferensial. Hasil dari penelitian ini menunjukkan ketika hipotesis diuji pada α = 0,05 dengan menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs Test, didapatkan hasil p = 0,001 yang berarti alat permainan edukatif di luar kelas mempunyai pengaruh yang signifikan dalam meningkatkan perilaku prososial anak. Peningkatan tersebut tidak terlepas dari faktor alat permainan edukatif di luar kelas, karakteristik anak dan waktu pelaksanaan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, hendaknya guru dapat memperhatikan penggunaan alat permainan edukatif di luar kelas untuk meningkatkan perilaku prososial anak usia dini.
BEST PRACTICE PROGRAM PENGELOLAAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI TAMAN KANAK-KANAK INKLUSI
Alifah, Sifa;
Romadona, Nur Faizah;
Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (205.379 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20605
Penelitian dilatarbelakangi karena kurangnya data program pengeloaan ABK di taman kanak-kanak inklusi. Beberapa permasalahan terjadi di TK inklusi, sehingga penanganan ABK tidak sesuai dengan teori yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui program pengelolaan anak berkebutuhan khusus di taman kanak-kanak Gagas Ceria. TK Gagas Ceria diharapkan dapat menjadi Best Practice ABK. Metode yang digunakan adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukan, persiapan TK Gagas Ceria dalam menangani ABK mempunyai kurikulum sekolah tersendiri, adanya program ABK, adanya tim khusus penanganan ABK, mempersiapkan sarana dan prasarana untuk ABK, persiapan media untuk ABK, serta penguatan kompetensi guru. Pelaksanaan dalam menangani ABK dilakukan oleh tim khusus (kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru individual, guru LSU kelompok, dan psikolog). Pelaksanaan program dalam penanganan setiap aspek perkembangan, interaksi guru dengan ABK dan interaksi anak dengan ABK. Mengadakan rapat evaluasi setiap semester, dan diskusi setiap minggunya oleh guru ABK. Hasil evaluasi berbentuk rapor dan laporan untuk orang tua. Adanya kendala-kendala yang dihadapi guru dalam menangani ABK serta belum adanya prestasi yang di raih oleh ABK. Rekomendasi ditujukan kepada sekolah agar dapat menambah guru LSU kelompok, dan menambah media khusus untuk ABK yang cukup berat.
IMPLEMENTASI PROGRAM HOMESCHOOLING UNTUK ANAK USIA DINI DI SABUMI–HOMESCHOOLING MUSLIM NUSANTARA BANDUNG
Dalila, Aghnia;
Kurniati, Euis;
Komang, I Gusti
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.452 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20018
Implementasi Program Homeschooling Untuk Anak Usia Dini di SABUMI –Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) Bandung. Homeschooling kini menjadi pilihan bagi orang tua untuk mendidik anak. Penyebabnya karena berita negatif yang diakses mengenai pendidikan formal, hal ini mengurangi kepercayaan orang tua terhadap pendidikan formal. Homeschooling terdapat keunggulan dan kelemahan. Komunitas adalah salah satu solusi mengatasi kelemahan tersebut, namun isu negatif homeschooling muncul dikarenakan kurangnya mencari informasi mengenai program homeschooling yang dibentuk oleh komunitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program homeschooling untuk anak usia dini di SABUMI-Homeschooling Muslim Nusantara (HSMN) Bandung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan dengan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program homeschooling untuk anak usia dini di SABUMI-HSMN Bandung dapat mengatasi isu negatif homeschooling dengan rancangan program homeschooling untuk anak yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Implementasi program homeschooling untuk anak usia dini di SABUMI-HSMN Bandung menggunakan media sosial yaitu whatsApp untuk program online dan program offline sebagai pelengkap agar menjadi kesatuan yang utuh. Kendala condong terdapat dari internal yang sangat membutuhkan komitmen dari anggota dalam mengimplementasikan program homeschooling. Rekomendasi bagi pengelola SABUMI-HSMN Bandung membuat SOP kinerja dan evaluasi setiap program online–offline,membuka pendaftaran serta peraturan dengan syarat ketentuan yang berlaku untuk anggota terdaftar menjadi pengurus SABUMI-HSMN Bandung. Bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas subjek penelitian dengan lingkup keluarga.
HUBUNGAN ANTARA RASA PERCAYA DRI DENGAN KETERAMPILAN SOSIAL ANAK TAMAN KANAK-KANAK
Suryani, Ratih;
Agustin, Mubiar;
Gustiana, Asep Deni
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.797 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20029
Rasa percaya diri dan keterampilan sosial merupakan dua aspek penting yang harus dikembangkan sejak usia dini. Namun kondisi di lapangan pada kenyataannya masih banyak guru yang belum memahami arti pentingnya rasa percaya diri dan keterampilan sosial anak. Jika kondisi ini terus terjadi maka masa peka anak akan terlewati dan perkembangan anak tidak akan tercapai secara optimal. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara rasa percaya diri dengan keterampilan sosial anak Taman Kanak-kanak (TK). Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di TK Kecamatan Sukasari Kota Bandung, dengan populasi anak kelompok B sebanyak 419 anak dan sampel penelitian sebanyak 104 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara rasa percaya diri dengan keterampilan sosial anak TK dan tingkat hubungannya sedang. Nilai korelasi yang diperoleh sebesar 0.538. Sehingga dapat dikatakan bahawa rasa percaya diri memberikan kontribusi sebesar 28,94% terhadap keterampilan sosial anak. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti merekomendasikan bagi sekolah untuk mengadakan kegiatan belajar yang mampu meningkatkan rasa percaya diri dengan keterampilan sosial anak.
HUBUNGAN ANTARA SIKAP SOSIAL DENGAN KEMAMPUAN MEMBILANG ANAK TAMAN KANAK-KANAK
Yunita, Halimah;
Listiana, Aan;
Nugraha, Ali
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (550.383 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20023
Sikap sosial dan kemampuan membilang merupakan dua hal penting yang perlu distimulus sejak usia dini. Permasalahan yang sering ditemui dilapangan adalah besarnya tuntutan penguasaan kemampuan membilang pada anak tanpa disertai pemberian stimulus yang tepat dan cenderung mengabaikan aspek perkembangan lainnya seperti sikap sosial. Jika hal ini terus terjadi, maka kemampuan membilang dan sikap sosial anak tidak akan berkembang secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara sikap sosial dengan kemampuan membilang anak Taman Kanak-kanak di Kecamatan Batununggal Bandung. Metode yang digunakan adalah korelasional dengan menggunakan uji signifikansi Product Moment. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 229 anak dengan jumlah sampel 132 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara sikap sosial dengan kemampuan membilang pada anak. Hal ini terlihat dari nilai signifikansi yang diperoleh yaitu 0,000 0,005 yang artinya H0 ditolak dan Ha diterima, dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,419. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan signifikansi antara sikap sosial dengan kemampuan membilang anak Taman Kanak-kanak. Rekomendasi dari penelitian ini bagi lembaga TK untuk memberikan kegiatan yang mampu menstimulus serta meningkatkan sikap-sikap sosial dan kemampuan membilang anak.
PENGARUH METODE PROYEK TERHADAP KEMANDIRIAN ANAK
Tani, Juliawati;
Setiasih, Ocih;
Mariyana, Rita
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (589.95 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20031
Penelitian ini dilakukan karena tingkat kemandirian anak beragam termasuk anak-anak di Taman Kanak-Kanak Negeri Centeh, penulis melihat kemandirian anak kelompok B Taman Kanak-Kanak tersebut belum terstimulasi secara optimal. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode proyek terhadap kemandirian anak. Lokasi penelitian dilakukan di Taman Kanak-Kanak Negeri Centeh Bandung. Kecamatan Batu Nunggal, Kota Bandung, dengan subjek penelitian 40 anak kelompok B. metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain penelitian nonequivalent control group desain. Data penelitian diperoleh menggunakan instrumen penelitian berupa pedoman observasi. Hasil penelitian data pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukan tingkat kemandirian anak 100% masih dalam proses berkembang. Setelah dilakukan treatment hasil akhir pada data postes kelompok eksperimen menunjukan kemandirian anak meningkat 80%, anak dalam kategori sudah berkembang dan anak dalam kategori dalam proses berkembang 20%. Sedangkan pada kelas kontrol menunjukan 65% anak berada dalam kategori sudah berkembang, dan anak dalam proses berkembang 35%. Dengan perolehan uji t 0,036 0,05 maka Ha diterima, yang artinya terdapat pengaruh yang signifikan pada kemandirian anak antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sesudah pembelajaran dilaksanakan. Berdasarkan hasil penelitian peneliti merekomendasikan kepada pendidik anak usia dini agar pembelajaran dengan penggunaan metode proyek mampu dijadikan sebagai salah satu pembelajaran untuk mengembangkan kemandirian anak.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN TOILET TRAINING PADA ANAK AUTISM SPECTRUM DISORDER
Silvia, Dinda Annisa;
Juhanaini, Juhanaini;
Gustiana, Asep Deni
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (204.005 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20024
Toilet training merupakan latihan menggunakan kamar mandi dengan baik dan benar. Adanya pengajaran toilet training akan banyak membantu bagi mereka yang belum menguasai keterampilan toilet training. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana cara guru dalam mengajarkan Toilet training yang diperuntukkan bagi anak Autism Spectrum Disorder. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Taman Kanak-kanak Bunda Ganesa Jl. Gelap Nyawang No. 2 Bandung. Subjek penelitian adalah guru pelaksana program pengajaran Toilet training pada anak Autism Spectrum Disorder. Hasil penelitian pelaksanaan toilet training terlebih dahulu dilakukan assesmen, setelah hasilnya diperoleh guru menganalisa, langkah selanjutnya menyusun program yang dibutuhkan anak. Untuk mengajarkan kepada anak, guru mengacu pada RPP dan materinya. Yaitu menampilkan gambar-gambar mengenai tata cara menggunakan toilet dan alat-alat yang ada di kamar mandi. Guru memberi pengarahan secara langsung dengan metode ceramah dan simulasi toilet training dan menyuruh mempraktekannya secara langsung. guru harus sering berkomunikasi dengan orang tua agar setelah diajarkan guru setelah disekolah bisa dilanjutkan dirumah.
PENGGUNAAN MEDIA TORSO MODEL GIGI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MERAWAT GIGI DAN MULUT ANAK
Wildan, Shofia Purnama
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (203.287 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20032
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan anak dalam merawat kesehatan gigi dan mulut. Terihat dari beberapa anak yang mengalami penyakit gigi, belum biasa merawat gigi dengan baik dan belum memeriksakan gigi secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan media torso model gigi dalam meningkatkan kemampuan merawat gigi anak kelompok B di TK. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian anak kelompok B berjumlah 20 anak yang terdiri atas 6 anak laki – laki dan 14 anak perempuan. Analisis data diperoleh melalui hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat peningkatan kemampuan menggosok gigi / merawat kesehatan gigi dan mulut setelah menggunakan media Torso Gigi pada anak kelompok B. Pada penelitian siklus I akhir menunjukan peningkatan yang optimal yaitu pada umumnya anak dalam kategori B (Baik) sebanyak 30% dan pada sikus II akhir mengalami peningkatan yang sangat baik dengan dengan ketercapaian kategori B sebanyak 70%. Adapun rekomendasi bagi guru yaitu para guru perlu mengembangankan dan menciptakan media – media pembelajaran anak yang menarik, salah satunya media torso. Media torso gigi dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah sebagai salah satu media pembelajaran yang dapat dikembangkan, sehingga dapat mengembangkan dan mengoptimalkan kemampuan anak dalam kemampuannya menggosok gigi.
MENINGKATKAN KECERDASAN KINESTETIK MELALUI PEMBELAJARAN SENI PENCAK SILAT
Dwidana, Rizki;
Komang, I Gusti;
Gustiana, Asep Deni
Edukids: Jurnal Pertumbuhan, Perkembangan, dan Pendidikan Anak Usia Dini Vol 14, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGPAUD
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (689.53 KB)
|
DOI: 10.17509/edukid.v14i2.20026
Pelaksanaan pembelajaran di PAUD GAMUS Bandung lebih didominasi dengan metode konvensional yang mengakibatkan anak kurang aktif dalam bergerak. Maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi objektif kecerdasan kinestetik anak, mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran seni pencak silat dan untuk mengetahui peningkatan kecerdasan kinestetik anak setelah dilaksanakan pembelajaran tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK) pada 18 anak di PAUD GAMUS Bandung. Desain pembelajaran seni pencak silat yang digunakan mengacu pada desain pembelajaran seni tari untuk anak usia dini meliputi (a) tujuan; (b) materi pembelajaran; (c) metode; (d) sarana dan prasarana; (e) proses pembelajaran; dan (f) evaluasi telah tercapai pada setiap siklus. Pada pra siklus, terdapat 14 anak (77,78%) yang memiliki kecerdasan kinestetik pada kategori kurang, 4 anak (22,22%) pada kategori cukup dan 0 anak (0,00%) pada kategori baik. Pada akhir siklus, terdapat 0 anak (0,00%) yang memiliki kecerdasan kinestetik pada kategori kurang, 3 anak (16,67%) pada kategori cukup dan 14 anak (83,33%) pada kategori baik. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah pembelajaran seni pencak silat dapat meningkatkan kecerdasan kinestetik anak.