cover
Contact Name
Saeful Rokhman
Contact Email
jbinaummatstidnatsir@gmail.com
Phone
+6281289422092
Journal Mail Official
jbinaummatstidnatsir@gmail.com
Editorial Address
Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah Jl. Kp. Bulu Setiamekar. Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat Indonesia 17510
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
ISSN : -     EISSN : 27217531     DOI : 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bina Ummat is focused on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to Pengembangan Masyarakat Islam. The main objective of Jurnal Bina Ummat is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of Dakwah, Social, ZIS, Empowerment. Jurnal Bina Ummat publishes research papers in the all the fields of Pengembangan Masyarakat Islam. Such as, Histroy of Social development, Ummah Development, Tafsir and hadits related to social development, community development, and other related studies of Islamic Study.
Articles 102 Documents
PENDIDIKAN PEMUDA DALAM PERSPEKTIF HADITS Madeni Madeni; Salman Al Farisi
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 01 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i01.29

Abstract

Tujuan Penelitian: Tujuan penelitian ini adalah untuk menemukan aspek-aspek pendidikan pemuda dalam perspektif hadits serta untuk mengetahui bagaimana metode pendidikan pemuda dalam perspektif hadits. Metode Penelitian: Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan (Library research) dikarenakan sumber-sumber datanya bersumber dari sumber-sumber tertulis, baik yang berkaitan langsung dengan materi yang dikaji maupun tidak secara langsung. Kemudian dari segi penajiannya materi ini bersifat deskriptif analisis, sebab penelitian ini berusaha menggambarkan secara utuh metode dan aspek-aspek pendidikan pemuda sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Hasil Penelitan: Berdasarkan hasil analisa penulis terhadap hadits-hadits pendidikan pemuda Akhirnya penulis dapat mengambil kesimpulan melalui penelitian ini bahwa konsep pendidikan pemuda perspektif hadits sebagai berikut: Pertama, Tujuan pendidikan pemuda dalam hadits nabi adalah untuk pemenuhan aspek-aspek aqidah, aspek keilmuan dan intelektualitas pemuda, aspek sosial kemasyarakatan dan aspek akhlak. Kedua, Program pendidikan pemuda dalam persepektif hadits adalah memenuhi aspek-aspek yang terdapat dalam tujuan pendidikan pemuda yaitu aspek aqidah, aspek keilmuan dan intelektualitas aspek sosial kemasyarakatan dan aspek akhlak. Ketiga, Proses pendidikan bagi pemuda memerlukan bimbingan dan arahan dari pendidik sebagaimana dalam hadits nabi SAW, Nabi selalu membimbing, memberikan nasehat kepada para pemuda dengan menggunakan beberapa proses atau metode diantaranya: metode nasehat, metode menyerukan secara, metode memberikan hadiah, metode Perumpamaan atau Tamsil (Permisalan), metode perintahkan dan larangan , metode halaqah atau majlis, metode lemah lembut.
DAMPAK PENYALURAN DANA ZISWAF (ZAKAT, INFAQ, SEDEKAH DAN WAKAF) PADA PROGRAM PENDIDIKAN STID MOHAMMAD NATSIR BERDASARKAN SOCIAL RETURN ON INVESTMENT Ujang Habibi; Naqiyya Syamilah
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 01 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i01.38

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dampak yang dihasilkan oleh STID Mohammad Natsir dengan menggunakan metode Social Return on Investment (SROI). Metode Penelitian: Kuantitatif. Hasil Penelitian: Hasil akhir dari rasio SROI penelitian ini menunjukkan 28:1. Hal ini berarti untuk setiap Rp.1,- yang diinvestasikan, akan menghasilkan nilai sosial sebesar Rp.28,- sebagai manfaat yang didapatkan oleh mahasiwa, alumni dan masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa STID Mohammad Natsir berhasil menciptakan dampak sosial yang membawa manfaat bagi mahasiwa, alumni dan masyarakat sekitar.
DAMPAK ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH (ZIS) TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KEMISKINAN DAN PERCEPATAN PENGENTASAN KEMISKINAN : Studi Kasus LAZDAI dan DPU-DT di Bandar Lampung Amin Nur Kholid
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 01 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i01.40

Abstract

Tujuan Penelitian: Untuk menganalisa dampak pendistribusian ZIS dalam mereduksi tingkat kemiskinan dan mempercepat proses pengentasan kemiskinan dengan mengambil studi kasus Lembaga Amil Zakat Daerah Amal Insani (LAZDAI) dan DPU-DT Lampung. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan adalah data tahun 2011. Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh dari wawancara langsung kepada 186 reponden (mustahik). Sedangkan data sekunder berupa garis kemiskinan berdasarkan nishab emas dan literature pendukung. Penelitian ini menggunakan sejumlah alat analisa, yaitu T-Statistik untuk mengetahui apakah distribusi ZIS berpengaruh nyata terhadap pendapatan mustahik atau tidak, Headcount Ratio (H) untuk mengetahui insiden kemiskinan (poverty incidence), Poverty Gap Ratio (P1) dan Income Index (I) untuk mengukur tingkat kedalaman kemiskinan, dan Sen Index of Poverty (P2) serta FGT Index (P3) untuk mengukur tingkat keparahan kemiskinan. Sedangkan formula Time Taken to Exit digunakan untuk menganalisa waktu yang dibutuhkan untuk mengentaskan kemiskinan rumah tangga mustahik. Hasil penelitian: Pada taraf nyata 5 persen, distribusi ZIS berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap pendapatan keluarga mustahik. Distribusi ZIS mampu mereduksi jumlah kemiskinan (poverty incidence), kedalaman kemiskinan (poverty gap dan income index), dan keparahan kemiskinan (poverty severity index). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ZIS mampu mempersingkat/mempercepat waktu pengentasan kemiskinan.
PEMBERDAYAAN KOMUNITAS BERBASIS APPRECIATIVE INQUIRY DI PULAU TUBEKET MENTAWAI SUMATRA BARAT Ahmad Misbahul Anam
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 01 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i01.41

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap pemberdayaan komunitas berbasis appreciative inquiry di Pulau Tubeket Mentawai Sumatra Barat. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Dari sisi pendampingan, da’i menjadi aktor yang aktif memberikan penghargaan terhadap aktivitas dan potensi masyarakat dengan stimulus program yang lebih baik. Dari sisi pesan, tahapan-tahapan komunikasi bisa dilakukan dan dilewati dengan baik, melalui indikator keterlibatan masyarakat terhadap stimulus pertanyaan yang biasa digunakan dalam pendekatan appreciate inquiry yaitu, “Apa yang ada, apa yang mungkin, apa yang dapat, dan apa yang harus”. Pedekatan dengan konsep menghargai, cukup efektif untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk berubah dan terlibat menggerakkan perubahan. Dalam hal perubahan pola pikir terkait pentingnya pendidikan dan perubahan pola pemenuhan bahan makan dari sagu ke beras, menjadi tolok ukur keberhasilan program pemberdayaan. Hasilnya, terhadap perubahan yang mereka lakukan, berdampak pada kemandirian dan penerimaan terhadap pola baru yang lebih modern. Kuncinya, sebagaimana yang dilakukan oleh da’i adalah penghargaan atas potensi yang mereka miliki, baik potensi manusianya, ataupun potensi alamnya sebagai media menjalani kehidupannya.
PIAGAM MADINAH SEBAGAI KONSEP BUDAYA DAN PERADABAN Lukman Lukman
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 01 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i01.47

Abstract

Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap Piagam Madinah sebagai konsep budaya dan peradaban. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Artikel ini mencoba memaparkan Piagam Madinah sebagai konsep budaya dan peradaban. Hasil dari tulisan ini membuktikan bahwa nilai-nilai Islam dalam bentuk Piagama Madinah yang berlaku dalam kehidupan masyarakat Yatsrib itulah yang kemudian mendasari terbentuknya kebudayaan dan peradaban yang tinggi. Diantara nilai-nilai tersebut adalah bahwa Islam menghapuskan kebodohan (buta huruf), Islam merangsang daya observasi untuk memperhatikan dan meneliti alam semesta, Piagam madinah juga membina daya cipta masyarakat, membina bakat dan potensi sehingga seimbang lahir dan batinnya, seimbang ilmu dan akhlaknya, seimbang ikhtiar dan do’anya. Dengan demikian seharusnya ini menjadi kesadaran semua pihak dalam melakukan pengembangan dan pembinaan masyarakat. Bahwa masyarakat madinah yang dibina oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam adalah contoh masyarakat ideal yang harus di ikuti.
PANDANGAN MOHAMMAD NATSIR TERHADAP DA’WAH IHYA’ AS SUNNAH
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 02 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i02.48

Abstract

Untuk mengetahui pandangan Mohammad Natsir terhadap da’wah ihya’ As Sunnah. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Natsir tampil sebagai tokoh modernis yang tampil progresif tanpa harus menjadi sekuler. Hal itu sebagaimana yang ia pesankan; ”Seseorang tidak perlu menjadi seorang sekuler terlebih dahulu untuk kemudian menjadi orang progresif atau orang modern.”[1] Ia menggunakan akal untuk mendobrak kejumudan berfikir tanpa harus menjadi kafir oleh sebab kemerdekaan berfikirnya yang melampaui batas. Pemahamannya terhadap agama baik menyangkut bidang akidah, ibadah dan akhlaq bahkan bidang-bidang lain dapat diambil benang merahnya dalam pemahaman Islam modernis yang memperjuangkan pemurnian agama. Ia mengamalkan sunnah Nabi, menda’wahkannya, dan menjaganya hingga akhir hayat. Semoga sunnah hasanah yang ditinggalkan menjadi jariyah disisinya.
PENGEMBANGAN MASYARAKAT SEBAGAI KONSEP DAKWAH Lukman Lukman
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 02 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i02.49

Abstract

Untuk mengetahui pengembangan masyarakat sebagai konsep dakwah. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Bagi masyarakat Muslim, pengembangan masyarakat dan dakwah adalah dua hal tidak dapat dipisahkan, karena pada dasarnya masyarakat dalam Islam lahir dari sebuah gerakan dakwah. Meskipun dunia modern saat ini telah banyak mengembangkan teori-teori pengembangan masyarakat, namun teori-teori dan strategi tersebut telah diaplikasikan dalam gerakan dakwah Islam. Inilah yang coba diuraikan dalam tulisan singkat ini, yaitu bagaimana sebuah gerakan dakwah melahirkan sebuah masyarakat yang berbudaya dan berperdaban tinggi, sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW dalam dakwahnya yang kemudian melahirkan sebuah masyarakat yang islami dan modern. Hasil dari tulisan ini membuktikan bahwa dakwah yang dilakukan seorang da’i sesungguhnya adalah gerakan pengembangan masyarakat. Karena tujuan dari sebuah gerakan dakwah adalah untuk mengangkat derajarat dan martabat seseorang atau masyarakat kepada yang lebih tinggi, baik dalam ekonominya, budaya maupun pendidikannya. Menjadikan masyarakat adil dan sejahtra, berbudaya dan berperadaban tinggi.
PERAN MASJID DALAM DAKWAH MENURUT PANDANGAN MOHAMMAD NATSIR Aswan Haidi
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 02 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i02.50

Abstract

Untuk mengungkap peran masjid dalam dakwah menurut pandangan Mohammad Natsir. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Menurut Mohammad Natsir, peranan masjid dalam dakwah ada empat hal. Pertama, masjid sebagai tempat ibadah. Namun Pak Natsir membuat garis yang sangat jelas, bahwa maksud fungsi masjid sebagai tempat ibadah mencakup ibadah konvensional; seperti shalat dan lain sebagainya, juga ibadah ghairu mahdhah yang meliputi semua aktifitas manusia terhadap sesama dan alam di sekitarnya. Dengan kata lain, ibadah yang mencakup hablum minallah wa hablum minannas. Kedua, masjid sebagai tempat Pendidikan dan Pembinaan. Pak Natsir memberikan penerangan kepada masyarakat, sudah saatnya untuk memulai usaha baru, yaitu membina masyarakat melalui masjid; sebagai usaha memfungsikan masjid dengan selayaknya. Ketiga, masjid sebagai tempat membangun karakter. Pak Natsir memberikan jawabannya sendiri: "Masjid dapat berperanan membangun, dan memang tugasnya membangun manusia. Yaitu membangun kepribadian manusia untuk membangun. Membangun pribadi manusia merupakan unsur terpenting dalam tiap kegiatan pembangunan. Keempta, masjid sebagai Benteng Pertahanan Umat Islam. Keberadaan masjid sangat diharapkan dapat memberikan "tameng yang kuat" kepada para jamaah sehingga dapat membedakan mana yang hak dan mana yang bathil. Ini adalah bekal mental dan pikiran. Secara bersamaan juga harus menjadi tumpuan jamaah dalam mengasah kemampuan fisiknya guna menghadapi pihak lawan jika dimungkinkan
PERAN ORGANISASI DALAM DAKWAH Ahmad Misbahul Anam
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 02 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i02.52

Abstract

Untuk mengetahui peran organisasi dalam dakwah. Metode Penelitian: Kualitatif. Hasil Penelitian: Dalam khazanah Islam, aktifitas da’wah selalu memiliki kaitan dengan media da’wah. Dalam penelitian ini media da’wah yang akan menjadi obyel kajian adalah keberadaan lembaga Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia dan apa perannya sehingga dianggap masih relevan ditengah da’wah yang masiv melalui perorangan. Pada kasus gugatan terhadap UU Nomor 1/PNPS/1965 terlihat peran lembaga ini sangat penting, karena selain berperan melindungi umat dari kerusakan akidah, tapi juga berusaha untuk mempertahankan kebijakan pemerintah dari gugatan pembatalan. Secara kelembagaan Dewan Da’wah telah memerankan keberadaannya dengan berbagai peran yang strategis. Diantara temuan penelitian ini, peran lembaga tersebut mewujud sebagai dinamisator, konsolidator, komunikator, peredam konflik sosial serta peran eksistensialisme simbolik. Dalam pembahasan ini, peneliti menggunakan pendekatan peran sebagai sarana membedah obyek kajian.
PERANAN MASJID JAMIK AL-HIDAYAH BATUMARTA DALAM MENANAMKAN NILAI-NILAI KEISLAMAN DI DESA MARTAJAYA Salman Alfarisi; Afiatin Nufus
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 2 No. 02 (2019): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v2i02.53

Abstract

Untuk mengetahui Peranan Masjid Jamik Al-Hidayah Batumarta Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman di Desa Martajaya. Metode penelitian: Kualitatif. Hasil penelitian, Masjid Jamik Al-Hidayah memiliki peranan yang posistif Dalam Menanamkan Nilai-Nilai Keislaman di Desa Martajaya. Indikasi ini dapat ketahui dari Pertama, Harapan tentang peranan (Expectation), yaitu adanya harapan masyarakat kepada Masjid Jamik Al-Hidayah untuk tetap mengembangkan da’wahnya dalam menjalankan peranannya menanamkan nilai-nilai keislaman di Desa Martajaya baik dari segi Akidah, syariah maupun akhlak, melalui pendidikan anak-anak, kajian-kajian rutin atau kegiatan-kegiatan lain yang diselenggarakan. Kedua, dari aspek Norma yaitu berjalannya program-program yang diselenggarakan oleh masjid telah membawa pengaruh dan telah membentuk suatu norma atau kebiasan baru yang baik pada masyarakat. Ketiga. Performance (wujud prilaku) yaitu berjalanya program-program yang telah terselenggara di Masjid Jamik AL-Hidayah Batumarta.

Page 2 of 11 | Total Record : 102