cover
Contact Name
Saeful Rokhman
Contact Email
jbinaummatstidnatsir@gmail.com
Phone
+6281289422092
Journal Mail Official
jbinaummatstidnatsir@gmail.com
Editorial Address
Komplek Pusdiklat Dewan Da'wah Jl. Kp. Bulu Setiamekar. Tambun Selatan Bekasi Jawa Barat Indonesia 17510
Location
Kota bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
ISSN : -     EISSN : 27217531     DOI : 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir
Core Subject : Religion, Social,
Jurnal Bina Ummat is focused on publishing the original research articles, review articles from contributors, and the current issues related to Pengembangan Masyarakat Islam. The main objective of Jurnal Bina Ummat is to provide a platform for the international scholars, academicians, and researchers to share the contemporary thoughts in the fields of Dakwah, Social, ZIS, Empowerment. Jurnal Bina Ummat publishes research papers in the all the fields of Pengembangan Masyarakat Islam. Such as, Histroy of Social development, Ummah Development, Tafsir and hadits related to social development, community development, and other related studies of Islamic Study.
Articles 102 Documents
MANAGEMENT OF COMMUNITY DEVELOPMENT DA'WAH: MANAJEMEN DAKWAH PENGEMBANGAN MASYARAKAT ZULKARNAIN LUBIS
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i1.95

Abstract

Manajemen Pengembangan Masyarakat adalah suatu upaya memadukan ide-ide beserta gagasan-gagasan baru dengan membentuk pengorganisasian, perencanaan dan memanfaatkan sumber daya yang ada untuk merubah masyarakat ke keadaan yang lebih baik. Dakwah dalam Islam adalah sebuah upaya untuk mengajak manusia kepada jalan yang benar yang diridhai oleh Allah SWT. Dakwah masa kini tidak cukup dimaknai sebagai aktivitas amar ma’ruf nahi mungkar saja, tetapi lebih jauh dakwah dapat dimaknai sebagai upaya untuk menciptakan memaslahatan hidup manusia sesuai bidang yang digelutinya masing-masing. Dakwah dan perkembangan masyarakat tidak dapat dipisahkan, karena sasaran dakwah dalam Islam adalah manusia tanpa kecuali. Manusia, secara sosiologis cultural selalu mengalami perubahan-perubahan, disinilah dakwah berperan sebagai agen perubahan masyarakat yang selalu menuntun manusia kea rah yang lebih baik. Masyarakat dalam kehidupan selalu mengalami perubahan dan perubahan itu tidak selalu lebih baik bahkan terjadi sebaliknya. Manusia akan mengalami krisis identitas dirinya sebagai makhluk yang mulia disisi Allah, karena itu dakwah juga mengalami perubahan sesuai dengan transformasi sosial yang berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam era teknologi saat ini sudah selayaknya masyarakat Islam menunjukkan eksistensinya dimata dunia. Perkembangan masyarakat Islam dituntut dalam segala bidang dan tetap berpegang teguh pada cita-cita dan perjuangan Rasulullah dalam dakwah Islam. Untuk membuktikan perkembangan masyarakat Islam tersebut bukan saja dengan jalan dakwah bil-lisan tetapi lebih ditunjukkan dengan dakwah bil-hal.
PARADIGMA KEPEMIMPINAN ISLAM SEBAGAI RAHMAT LIL ‘ALAMIN DALAM DUNIA PENDIDIKAN ISLAM DAN SOSIAL KEMASYARAKATAN: PARADIGMA KEPEMIMPINAN ISLAM SEBAGAI RAHMAT LIL ‘ALAMIN DALAM DUNIA PENDIDIKAN ISLAM DAN SOSIAL KEMASYARAKATAN Omayra, Yudhita
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i1.99

Abstract

Makalah singkat ini berusaha membuktikan bahwa paradigma kepemimpinan Islam mampu menjadi rahmat lil ‘alamin dalam dunia pendidikan Islam maupun dalam sosial kemasyarakatan. Untuk itu, karena di sini kami berbicara tentang kepemimpinan, artinya hal ini tidak bisa terlepas dari sosok Nabi Muhammad Saw yang merupakan contoh dan qudwah paling sempurna sebagai Pemimpin sekaligus Pendidik. Fakta sejarah kami angkat dalam makalah ini untuk memperkuat bukti, selanjutnya kami menganalisa hubungan paradigma kepemimpinan Islam dengan Dunia pendidikan Islam, hubungan paradigma kepemimpinan Islam dalam sosial masyarakat, serta hubngan antara pendidikan yang tercipta dari paradigm tersebut dengan sosial masyarakat. Selanjutnya, kami temukan bahwa paradigma kepemimpinan Islam terbukti mampu menjadi rahmatan lil’alamin dalam dunia pendidikan Islam, selanjutnya dunia pendidikan Islam yang sukses itu melahirkan generasi yang bermutu, generasi visioner, generasi penebar rahmat, dan berdaya guna. Karena generasi ini merupakan individu-individu dari sebuah masyarakat, maka otomatis masyarakat yang terbentuk dari generasi seperti ini adalah masyarakat yang mampu menjadi rahmatan lil ‘alamin..
PEMBERDAYAAN YATIM DAN DHUAFA MELALUI PROGRAM “SHORT COURSE” (KURSUS SINGKAT) RUMAH GEMILANG INDONESIA SAWANGAN DEPOK SALMAN ALFARISI; ZULIA FAJARWATI
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i1.100

Abstract

Tujuan penelitian: Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui Pemberdayaan yatim dan Dhuafa melalui program short course (kursus singkat) Rumah Gemilang Indonesia Sawangan Depok. Metode penelitian, jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research), yaitu penelitian dan pengambilan datanya dilakukan di lapangan, dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif kualitatif . Hasil penelitian, Berdasarkan hasil penelitian yang peneliti lakukan bahwa Rumah Gemilang Indonesia Sawangan Depok telah banyak melakukan aktifitasnya dalam hal pemberdayaan terhadap Yatim dan Dhuafa melalui program short course dan telah mendapatlkan dampak yang sangat positif bagi para peserta didikinya. Uapaya-upaya pemberdayaan yang dilakukan oleh Rumah Gemilang Indonesia Sawangan Depok antara lain pertama, Menyadarkan akan potensi yang dimiliki oleh para peserta, Kedua, Menfasilitasi untuk pengembangan potensi yang dimiliki oleh para peserta. Ketiga, Penanaman nilai-nilai kepada para peserta. Keempat, menumbuhkan sifat semangat Partisipasi kepada peserta, Kelima, Mengarahkan pada tempat yang tepat.
PEMBINAAN KEAGAMAAN YAYASAN FITRAH MADANI MERANTI (YFMM) PADA MUALLAF SUKU AKIT di DESA SONDE PROVINSI RIAU AMIN NUR KHOLID; AMITA OKTAVIANI
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i1.101

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembinaan keagamaan Yayasan Fitrah Madani Meranti (YFMM) pada muallaf suku Akit di Desa Sonde, Provinsi Riau. Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dengan metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Data yang digunakan oleh peneliti adalah data primer dan sekunder.data primer adalah data yang diperoleh dari peneliti secara langsung dari masyarakat baik dilakukan melalui wawancara observasi dan lainnya,sedangkan data sekunder merupakan data yg diperoleh dari dokumen, buku, dan website. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan keagaamaan YFMM pada muallaf suku Akit di desa Sonde Provinsi Riau adalah sebagai berikut: pembinaan dengan pendekatan pengajian rutin, pembinaan dengan pendekatan insidental atau disebut dengan pendekatan personal, pembinaan dengan metode ceramah/tausiyah, pembinaan dengan pendekatan pengajaran/taklim dan praktik, pembinaan dengan menyampaikan materi-materi dasar yang mencakup pokok-pokok ajaran Islam yang bersifat praktis, pembinaan dengan pendekatan (pemberian) paket dakwah, pembinaan dengan pendekatan penyaluran dana zakat dan shadaqah, pembinaan dengan pendekatan penyaluran hewan kurban pada hari raya Idul Adha, dan pembinaan dengan pendekatan menyekolahkan remaja dan anak-anak muallaf ke sekolah, ponpes dan perguruan tinggi
The Rasulullah's Way of Business: as the Best Example for Student BADRAH UYUNI
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i1.102

Abstract

Doing business is one way to earn sustenance. As in a hadith Rasulullah PBUH states that ninety percent of sustenance lies in business, while the remaining ten percent is livestock. The point is that doing business will open nine doors to get wealth, while another door of sustenance is opened by breeding this shows how important business is in meeting the needs of human life, from the material side. Because ninety percent of the income obtained comes from business. A successful business cannot be separated from several things, one of which must be done based on trust, related to ethics, and related to profit. In practice, doing business according to Islamic law has been carried out by the Prophet Muhammad as a guide for Muslims, so that if a businessman does business according to the teachings of the Prophet, it is the same as carrying out the sunnah of the Prophet Muhammad. More and more entrepreneurs are implementing the behavior of the Prophet in their business, including customer-oriented by maintaining customer satisfaction, openness to customers by applying honest aspects of commerce, conducting healthy competition in the economic market, must pay attention to aspects of justice so that no party is oppressed. Feel disadvantaged when doing business. This study aims to determine the correct implementation of business based on the teachings of the Prophet Muhammad and examine the messages conveyed by the Prophet Muhammad on the aspect of muamalah. This research uses a descriptive qualitative research method with secondary data or library research. Islamic business behavior that is free of usury (interest), gharar (uncertainty), and maysir (gambling) is considered better because of the value requirements. Therefore, extracting the values ​​of Islamic economic philosophy through the business behavior of Muhammad SAW is expected to be a solution for today's business behavior.
STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI KOPERASI SYARI’AH UKHUWAH DALAM MEMBEBASKAN ANGGOTANYA DARI JERATAN RENTENIR Samsono, Agus; Al Kurni, Mufassir
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i1.103

Abstract

Dalam rangka melawan praktek riba yang telah merebak luas, serta upaya untuk membumikan sistem ekonomi Islam, maka didirikanlah lembaga-lembaga keuangan syari’ah. Lembaga keuangan Syari’ah yang tidak terlalu sulit untuk diakses oleh masyarakat menengah ke bawah adalah Koperasi Syari’ah. Di Kota Bekasi, pada tahun 2012 muncul sebuah koperasi syari’ah yang diberi nama Koperasi Syari’ah Ukhuwah Pro Ibu. Salah satu kelebihan yang dimilliki Koperasi Syari’ah Ukhuwah dibandingkan dengan koperasi syari’ah pada umumnya adalah pola pendekatan kelompok dengan konsep grameen bank. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pemberdayaan ekonomi yang digunakan oleh Koperasi Syari’ah Ukhuwah dalam membebaskan anggotanya dari jeratan rentenir. Pada penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan jalan studi kasus. Strategi pemberdayaan ekonomi yang dilakukan oleh Koperasi Syari’ah Ukhuwah mampu secara efektif melepaskan anggotanya dari jeratan rentenir, terbukti dari 80% anggota Koperasi yang terjerat rentenir, sekitar 40-60% yang telah diberdayakan, perlahan terlepas dari jeratan rentenir. Hal ini dikarenakan berlepas diri dari jeratan rentenir membutuhkan proses yang cukup panjang. Begitupulaproses pemberdayaan harus dilakukan secara berkelanjutan dalam waktu yang tidak sebentar.
SEJARAH MASUKNYA DA’WAH ISLAM DI INDONESIA Kadir Badjuber, Abdul
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 1 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i1.105

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sejarah masuknya da’wah Islam di Indonesia. Metode yang digunakan kajian literature. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa sebagian sarjana-sarjana Islam ahli sejarah itu menyebutkan bahwa pembawa Islam ke Nusantara ini di sampaikan oleh para dai, atau para sudagar Islam yang disertai dengan para dai. Ini yang menjadi keteguhan pandangan dari Haji Agus Salim, KH. Saefuddin Zuhri, Hamka dan yang lainnya. Sarjana-sarjana dan intelektual Islam ahli sejarah ini menjelaskan pula bahwa Islam berkembang di Nusantara dengan damai tanpa kekerasan. Sehingga mendapat sambutan yang baik dari masyarakat setempat, dan berkembang dengan cepat. Yang masuk dan memeluk Islam di Nusantara ketika Islam datang itu tidaknya rakyat jelata, tetapi juga dari kaum keraton dan bangsawan. Setelah lama Islam bersentuhan dengan penduduk Indonesia, lama kelamaan karena faktor Islam sendiri dan juga, pembawanya. Maka Islam lambat laun menjadi agama mayoritas bangsa Indonesia.
THE ROLE OF ISLAMIC GOVERNMENT IN BUMI MELAYU: PERAN PEMERINTAHAN ISLAM DI BUMI MELAYU Hanif , Muhammad; Dwi , Dian
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i2.107

Abstract

ABSTRAK Melayu berasal dari kata Malaya dvipa dari kitab Hindu Purana yang berarti tanah yang dikelilingi air yang merujuk pada sebuah Kerajaan Melayu Kuno di Jambi pada abad ke-7. Malayu atau Melayu hingga kini terkadang diidentikkan dengan Riau dan sekitarnya. Masyarakat melayu pada umumya identik dengan Islam yang menjadi pondasi dari sumber adat istiadatnya. Oleh karena itu, adat istiadat orang Melayu Riau bersendikan syarak dan syarak bersendikan Kitabullah. Budaya melayu di Provinsi Riau tidak hanya meninggalkan sebuah momentum historis kultural saja, namun juga meninggalkan beragam perspektif antara lain seperti pemerintahan,pendidikan dan kebudayaan. Sebelum Indonesia merdeka dan Riau bergabung kedalamnya sebagai bagian dari wilayah teritorial, model pemerintahannya adalah monarki (kerajaan). Sistem pemerintahan kerajaan di Riau mengenal kontrak politik antara raja dengan rakyat. Berakhirnya pola sistem pemerintahan monarki ini ditandai dengan bergabungnya Kerajaan Melayu Riau kedalam bagian Negara Kesatuan Republik Indonesia pasca kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tulisan ini secara historis akan melihat bagaimana Islam sebagai jiwa kebudayaan Melayu terbentuk, berproses, dan bernegoisasi yang akhirnya membentuk suatu kebudayaan yang hadir di sejarah Nusantara ini. Bagaimana peran politik Islam sangat kental dalam mengatur sendi-sendi kehidupan masyarakat melayu. Pada bagian pertama melihat bagaimana sejarah Kemelayuan di Nusantara. Bagian kedua, secara kritis melihat sistem pemerintahan kerajaan melayu dan fase perubahan dari Hindu ke Islam
MOSQUE-BASED UMMAT ECONOMIC EMPOWERMENT STRATEGY: STRATEGI PEMBERDAYAAN EKONOMI UMMAT BERBASIS MASJID Yuliasih, Muzayyanah
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i2.109

Abstract

Latar Belakang, Masalah sosial yang terjadi di kehidupan masyarakat adalah kemiskinan. Al-Qur'an melihat kemiskinan sebagai masalah sosial yang perlu diselesaikan. Salah satu potensi ekonomi ummat adalah potensi dana sosial masjid. Masjid dalam sejarah peradaban Islam merupakan sarana dakwah dan pengembangan sumber ekonomi Islam. Konsep pemberdayaan ekonomi adalah salah satu tujuan pembangunan ekonomi. Artinya, meningkatkan tingkat kesejahteraan, kualitas, kelangsungan hidup, dan memulihkan fungsi sosial untuk memperoleh kemandirian, ketahanan, keterampilan, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Upaya meningkatkan kesejahteraan finansial masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawab bersama. Metode, Penelitian ini tergolong studi pustaka yaitu informasi dan data dikumpulkan dari macam-macam sumber. Penggunaan metode ini karena masalah penelitian ini adalah masalah yang dapat diamati secara langsung terkait dengan strategi pemberdayaan ekonomi ummat berbasis masjid. Pembahasan, Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam membangun dan merealisasikan potensi kekuatan umat berbasis masjid, yaitu memahami potensi ummat di sekitar masjid, memahami potensi ekonomi di sekitar masjid, dan memperkuat jaringan ekonomi dengan masjid lain.
DA'WAH STRATEGIES TO INCREASE THE UNDERSTANDING OF FARAIDH SCIENCE IN SOCIETY: STRATEGI DAKWAH UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ILMU FARAIDH DI MASYARAKAT Adnan, Mohammad; Uyuni, Badrah
Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat Vol. 4 No. 2 (2021): Jurnal Bina Ummat: Membina dan Membentengi Ummat
Publisher : Program Studi Pengembangan Masyarakat Islam STID Mohammad Natsir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38214/jurnalbinaummatstidnatsir.v4i2.111

Abstract

This study aims to analyze the implementation and constraints that affect the application of Islamic inheritance law among Muslims. This research is a qualitative research, using the methods of descriptive approach, sociology, normative theology and historical. Research shows that the implementation of Islamic inheritance law is more dominantly done in the family due to various factors. The special portion provided for the heirs is owned by the parents and is in absolute control. The application of the law for the division of property is always done by distributing it to the heirs by family without looking at the provisions of God's law. Problems in the application of Islamic inheritance law include the thickness of customary law and the low understanding of Islamic inheritance law (Ilmu Faraidh). Here the da'wah to teach the Science of Faraidh and various sciences of jurisprudence that began to understand the science of Faraidh became a must done by the community. And there is a need for systematic strengthening of da'wah so that knowledge is understood in a kaffah manner so that the application of maqashid syariah becomes more comprehensive.

Page 4 of 11 | Total Record : 102