cover
Contact Name
Deasy Sylvia Sari
Contact Email
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Phone
+6285222251435
Journal Mail Official
redaksi.padjir@unpad.ac.id
Editorial Address
Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Jln. Ir Soekarno, KM. 21, Jatinangor Sumedang, 45363
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Padjadjaran Journal of International Relations
ISSN : -     EISSN : 26848082     DOI : https://doi.org/10.24198/padjir.v1i1
Core Subject : Humanities, Social,
Politik Global, Ekonomi Politik Global, Organisasi dan Kerjasama Internasional, Tata Kelola Global dan Hukum Internasional, Diplomasi, Kebijakan Luar Negeri, dan Studi Keamanan, Gender dan Feminisme, serta Studi Budaya.
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 2 (2024)" : 15 Documents clear
Belt and Road Initiative dan Refleksi Budaya China Kuno Nugraha, Arif; Sinaga, Obsatar; Dermawan, Windy
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.50970

Abstract

Artikel ini menganalisis pengaruh budaya China Kuno terhadap kepentingan nasional China melalui Belt and Road Initiatives. Pemerintah China mencoba untuk menghidupkan kembali kejayaan China Kuno dalam memanfaatkan jalur perdagangan yang terletak pada Jalur Sutra Kuno melalui kerangka BRI. Artikel ini akan menggunakan konsep budaya dalam konteks hubungan internasional dan konsep kepentingan nasional. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan mengumpulkan informasi, seperti dokumen, buku, sumber dari internet dan catatan. Penulis menemukan korelasi antara budaya China Kuno yaitu Jalur Sutra Kuno dengan inisiasi China melalui kerangka Belt and Road Initiatives. Pemerintah China menggunakan sejarah dan budaya China Kuno, khususnya Jalur Sutra Kuno sebagai landasan mereka untuk membuat sebuah kebijakan. China ingin mengembalikan kejayaan masa lampau ke masa kini, tentunya dengan berbagai adaptasi karena perubahan zaman.This article analyzes the influence of Ancient Chinese culture on China's national interests through the Belt and Road Initiatives. The Chinese government is trying to revive the glory of Ancient China by utilizing trade routes that lie on the Ancient Silk Road through the framework of the BRI. This article will use the concept of culture in the context of international relations and the idea of national interest. This study will use qualitative methods by collecting information, such as documents, books, sources from the internet, and notes. The author found a correlation between the culture of Ancient China, namely the Ancient Silk Road, and Chinese initiation through the framework of the Belt and Road Initiatives. The Chinese government uses the history and culture of Ancient China, especially the Ancient Silk Road, as their basis for making policies. China wants to return the glory of the past to the present, with various adaptations due to changing times.
The Cable News Network (CNN) Effect: Disrupsi Jurnalisme Terhadap Isu Perdagangan Karbon di Prancis dan Indonesia Tahun 2023 Djayantari, Made; Listya Dewi, Ni Nyoman Clara
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i1.52103

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan fragmentasi opini antara media arus utama dan media baru terhadap isu perdagangan karbon, khususnya di Prancis serta Indonesia pada tahun 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, berlandaskan pada teori konstruktivisme serta konsep the CNN effect dan disrupsi jurnalisme. Penelitian menggunakan sumber data primer berupa wawancara serta sumber data sekunder berupa kajian literatur cetak dan daring. Hasil penelitian menemukan bahwa fragmentasi opini antara media arus utama dan media baru disebabkan oleh the CNN effect, fenomena ini disebut sebagai disrupsi jurnalisme. Artinya, Media arus utama seperti France 24, Euro News, CNN Indonesia, dan CNBC Indonesia yang terafiliasi dengan pemerintah menggunakan diksi yang optimis guna mendukung agenda transisi energi negara. Sebaliknya, media baru seperti Le Huffington Post, Mediapart, The Conversation Indonesia, dan Kumparan menggunakan diksi yang skeptis terhadap perdagangan karbon. Kontradiksi ini dijelaskan menggunakan asumsi dasar konstruktivisme. Bahwa opini media massa mampu mengonstruksi identitas Prancis dalam Paris 2024 Olympics dan Indonesia yang berambisi meratifikasi sistem perdagangan karbon pada tahun 2023. This research aims to explain certain opinion fragmentations between legacy media and digital born media towards carbon trading, specifically in France and Indonesia in 2023. By using qualitative research method, premises were being wrote down based on constructivism theory, the concept of CNN effect, and journalism disruption. This research incorporated samples of interviews as the primary source of data, supported by numerous literature reviews. In result, the fragmentations between legacy media and digital born media were provoked by the CNN effect, this phenomenon was recognized as journalism disruption. Meaning that legacy media such as France 24, Euro News, CNN Indonesia, and CNBC Indonesia which were affiliated with the government tend to be optimistic sustain the country’s agenda in energy transition. On the other hand, digital born media such as Le Huffington Post, Mediapart, The Conversation Indonesia, and Kumparan tend to be skeptical. These contradictions were further explained by using constructivism approach, proving that mass media has a huge impact in shaping one’s country identity. For the record, France through its Paris 2024 Olympics presidency and Indonesia with its ambitious project through Emition Trading System (ETS) in 2023.
A View from a Within: Formasi Identitas Kolektif ASEAN dalam Proses Perumusan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific Hafizon, Muhammad Iqbal; Ramadhan, Rizki Ananda
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.53690

Abstract

Artikel ini membahas evolusi konsep Indo-Pasifik sebagai kerangka kerja arsitektur regional. Dengan momen penting pada tahun 2018, Amerika Serikat memperkenalkan Strategi Indo-Pasifik Bebas dan Terbuka, merespons ketegangan geopolitik yang meningkat dan bertujuan untuk melawan pengaruh Tiongkok. Di tengah-tengah lanskap ini, semua negara anggota ASEAN secara resmi mengadopsi Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP) selama KTT ASEAN ke-34 pada tahun 2019. Dengan menggunakan Formasi Identitas Kolektif dari Alexander Wendt, penelitian ini melakukan analisis wacana kualitatif untuk melihat proses pembentukan wacana ASEAN tentang Indo-Pasifik. Dengan menggunakan analisis diskursus, riset ini mengungkap interaksi yang rumit di antara negara-negara ASEAN dalam membentuk wacana arsitektur regional. This article delves into the evolution of the Indo-Pacific concept as a regional architectural framework. In a pivotal moment in 2018, the United States introduced the Free and Open Indo-Pacific Strategy, responding to growing geopolitical tensions and aiming to counter China's influence. Amidst this landscape, all ASEAN member states officially embraced the ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) during the 34th ASEAN Summit in 2019. Employing Alexander Wendt's Collective Identity Formation framework, this research conducts a qualitative discourse analysis to scrutinize the process of ASEAN's discourse formation on the Indo-Pacific. Utilizing various data collection methods, including interviews and document analysis, the study unveils intricate interactions among ASEAN states in shaping the regional architecture discourse.
Peran Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI) sebagai Nonstate Actor dalam Perkembangan Industri Halal di ASEAN Kamila, Zahra Shaffa; Suryadipura, Dadan; Khairani, Nahdya
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.56370

Abstract

Artikel ini membahas peran LPPOM MUI sebagai nonstate actors dalam usaha perkembangan industri halal di ASEAN. Peran nonstate actors tersebut akan dianalisis melalui elemen-elemen yang diuraikan oleh Hilary French dalam modelnya, yaitu: information brokering, influencing, monitoring, dan representing. Isu ini diteliti karena industri halal dinilai sebagai salah satu faktor penggerak ekonomi ASEAN, mengingat wilayah ini memiliki keunggulan dari total populasi 25% umat Muslim seluruh dunia dan memiliki dua negara (Indonesia dan Malaysia) yang terdepan dalam sertifikasi halalnya. Dalam perkembangan industri halal ASEAN, telah ditemukan tantangan dalam usaha harmonisasi standar halal karena kurangnya sinergisitas antaraktor di wilayah tersebut. Melalui metode penelitian kualitatif ditemukan bahwa peran LPPOM MUI sebagai nonstate actor dalam perkembangan industri halal ASEAN masih minim, terutama setelah berlakunya Undang-undang Jaminan Produk Halal (UU JPH) di Indonesia. Artikel ini menemukan bahwa masih ada gap partisipasi di antara nonstate actor dengan aktor-aktor lainnya di ASEAN. Maka, direkomendasikan pelibatan nonstate actors dalam negosiasi isu halal yang berlangsung dalam skala ASEAN dan memperjelas peran mereka dalam standar halal ataupun persetujuan yang nantinya akan berlaku di antara negara anggota ASEAN agar integrasi industri halal regional di kawasan Asia Tenggara terpenuhi.This article discusses the role of LPPOM MUI as a nonstate actor in efforts to develop the halal industry in ASEAN. The role of nonstate actors will be analyzed through the elements as described by Hilary French in her model, namely: information brokering, influencing, monitoring, and representing. Halal industry is considered to be one of the driving factors for the ASEAN economy, considering this region has the advantage of a total population of 25% of Muslims throughout the world. ASEAN has two countries (Indonesia and Malaysia) that are leading in terms of halal certification. Challenges have been found in efforts to harmonize halal standards in ASEAN since there is lack of synergy between actors in the region. Through qualitative methods, the author found that the role of LPPOM MUI as nonstate actor is still minimal, especially after the enactment of the JPH Law in Indonesia. This article finds that there is still a participation gap between nonstate actors and other actors in ASEAN. Therefore, the author recommends involving nonstate actors in negotiations on halal issues and clarifying their role in halal standards or agreements that will later apply among ASEAN member countries, in order to fulfill the dream of a more integrative regional halal industry.
Dampak Diplomasi Budaya Indonesia di Australia: Studi Kasus Konser Jabar X Melbourne Symphony Orchestra (MSO) pada 17 Mei 2023 Ilham, Yunino
Padjadjaran Journal of International Relations Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/padjir.v6i2.54353

Abstract

Penelitian ini menyelidiki dampak diplomasi budaya dalam konteks soft power, dengan menggunakan studi kasus konser Jabar X Melbourne Symphony Orchestra pada 17 Mei 2023 sebagai contoh praktis untuk penelitian atau praktik diplomasi budaya pada masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak kolaborasi antara Jawa Barat dan Melbourne Symphony Orchestra (MSO) terhadap hubungan bilateral antara Indonesia dan Australia, dan fungsi konser tersebut sebagai platform pertukaran budaya dan diplomasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksplanatif untuk mengumpulkan dan menganalisis data, dengan fokus pada telaah pokok bahasan secara rinci dan komprehensif. Temuan penelitian ini berkontribusi pada pemahaman semakin pentingnya diplomasi budaya, paradiplomasi, dan soft power dalam membentuk hubungan internasional, serta potensi peningkatan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Australia pada masa yang akan datang. This research investigates the impact of cultural diplomacy in the context of soft power, using the case study of the "Jabar X Melbourne Symphony Orchestra" concert as a practical example for future research or cultural diplomacy practice. The study aims to explore how the collaboration between West Java and Melbourne Symphony Orchestra (MSO) affects bilateral relations between Indonesia and Australia, and how the concert serves as a platform for cultural exchange and diplomacy. The research employs qualitative descriptive methods to collect and analyze data, focusing on the detailed and comprehensive account of the subject matter. The findings of this study contribute to the understanding of the growing importance of cultural diplomacy, paradiplomacy, and soft power in shaping international relations and the potential for increased bilateral cooperation between Indonesia and Australia in the upcoming future.

Page 2 of 2 | Total Record : 15