cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 6 No 1 (2023): April 2023" : 8 Documents clear
ANALISIS MATA KULIAH PRAKTIK SAAT PEMBELAJARAN DARING Fitri Daryanti; Nabila Kurnia Adzan; Goesthy Ayu M.D.L
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p17-32

Abstract

Di masa pandemi covid 19, seluruh lembaga pendidikan menerapkan sistem pembelajaran secara daring. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak pembelajaran daring pada mata kuliah praktik dengan menggunakan model evaluasi CIPP. Sumber data dalam penelitian berupa dokumen perkuliahan praktik, metode dan strategi pembelajaran praktik, media dan produk pembelajaran, sarana-prasarana pembelajaran daring, hasil pengamatan serta wawancara terhadap para responden, yaitu mahasiswa program studi pendidikan tari FKIP Unila, dosen pengampu mata kuliah (evaluator internal), dan rekan sejawat (evaluator eksternal). Hasil penelitian mengidentifikasikan bahwa pembelajaran melalui sistem daring sulit diterapkan pada mata kuliah praktik, terutama pada praktik tari. Pelaksanaan pembelajaran menujukan hasil yang kurang maksimal, dilihat dari aspek konteks-input-proses-produk. Hasil evaluasi kontek menunjukan bahwa pada aspek perencanaan pembelajaran pengampu mata kuliah (peer grup) meskipun telah berkoordinasi untuk menentukan materi dan metode yang tepat melalui LMS. Namun, tidak sepenuhnya dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Evaluasi input menunjukkan permasalahan pada sarana dan prasarana yang didukung oleh jaringan internet serta gawai yang digunakan belum sepenuhnya support dengan sistem yang digunakan. Evaluasi proses menunjukan bahwa video yang digunakan tidak jelas dan memiliki keterbatasan pada sudut pandang yang lain, dosen dan mahasiswa belum semuanya menguasai sistem yang digunakan dengan baik. Evaluasi produk menunjukan bahwa rata-rata nilai yang diperoleh mahasiswa berkategori cukup dan baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring secara sinkronous dan asinkronous tidak dapat diterapkan di semua jenis mata kuliah praktik, diperlukan perkuliahan dengan sistem blended.
Artikel Rekonstruksi Seni Pertunjukan Gendruwon Ayon-Ayon Desa Mulyoagung Kecamatan Singgahan: Rekonstruksi Rama Suluh Mustofa; Eko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p64-73

Abstract

Gendruwon Ayon-Ayon adalah seni pertunjukan (seni rakyat) yang disajikan dalam acara tertentu seperti hiburan dan hajatan di dalamnya mengandung unsur seni musik, tari dan teater. Cikal-bakal kesenian tersebut berasal dari Mbah Kerto Jais. Setelah meninggal, beliau digantikan oleh Bapak Hartoyo selaku keturunan dan pimpinan kelompok Simo Ludro. Tujuan penciptaannya yaitu sebagai salah satu bentuk ritual tolak bala. Masyarakat setempat masih meyakini seni rakyat sebagai budaya yang kental spiritual. Kondisi Gendruwon Ayon-Ayon saat ini dinilai sudah tidak menarik, sehingga membuat eksistensinya terancam. Ditinjau dari tekstualnya, unsur gerak dan musik dalam pertunjukannya belum memunculkan estetikanya. Hal tersebut yang membuat peneliti tertarik untuk merekonstruksi Gendruwon Ayon-Ayon kelompok Simo Ludro Desa Mulyoagung dengan landasan teori bentuk dan pengembangan. Metode atau pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif guna mendeskripsikan secara detail bentuk dan pengembangan pertunjukan yang dilakukan dalam serangkaian proses rekonstruksi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan melalui pengembangan gerak tari dan musikalitas dapat membuat pertunjukan lebih bernilai estetis, selain itu mengembangkan unsur ritual (trance) dapat meningkatkan minat masyarakat setempat untuk mengapresiasi dan melestarikannya. Hal itu dikarenakan nilai yang terkandung dalam Gendruwon Ayon-Ayon Kelompok Simo Ludro Desa Mulyoagung relevan seiring perkembangan zaman.
DIMENSI DRAMATIK-PERFORMATIF DAN REPRESENTASI MASYARAKAT KONSUMSI DALAM PEMENTASAN DRAMA “DOR” OLEH TEATER API INDONESIA Deny Tri; Indra Tjahyadi
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p33-42

Abstract

Penelitian ini berfokus pada terhadap struktur performatif-dramatik dan identitas masyarakat konsumsi yang direpresentasikan dalam pementasan drama non-realis berjudul“Dor” oleh Teater Api Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur performatif-dramatik dan identitas masyarakat konsumsi yang direpresentasikan dalam pementasan drama non-realis berjudul “Dor” oleh Teater Api Indonesia. Dalam penelitian ini teori Struktur Performatif-Dramatik drama Mario Klarer digunakan sebagai landasan analisis struktur pementasan drama, teori Representasi Stuart Hall digunakan sebagai landasan pemahaman mengenai representasi, dan teori Masyarakat Konsumsi Jean Beaudrillard digunakan sebagai landasan pemahaman mengenai fenomena masyarakat konsumsi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif karena tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan makna yang terdapat dalam pementasan drama non-realis berjudul “Dor” oleh Teater Api Indonesia. Berdasarkan analisis yang dilakukan ditemukan bahwa 1) pementasan drama tersebut merupakan pementasan drama yang tidak menggunakan unsur bahasa verbal, dan 2) dalam pementasan tersebut representasi masyarakat konsumsi dihadirkan melalui adegan, properti pementasan, dan bentuk pementasan.
PADA GELAHANG: INTERCULTURAL TOLERANCE PADA KOMUNITAS RAGA BALI DI SURAKARTA Bondet Wrahatnala; Danu Baskara
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p1-16

Abstract

Artikel ilmiah ini ditulis dengan maksud mengkisahkan aktivitas membangun toleransi melalui ruang Komunitas Raga Bali. Sebuah komunitas musik yang memiliki kesadaran pengetahuan toleransi keberagaman dengan menjalankan prinsip local genius budaya Bali bernama Pada Gelahang. Perspektif fungsionalisme digunakan untuk memahami 1) struktur, 2) fungsi, dan 3) tindakan pada komunitas Raga Bali sebagai komponen-komponen yang bekerja atau dipakai dalam menanamkan toleransi. Komponen-komponen pada setiap kegiatan komunitas Raga Bali diyakini memiliki fungsi-fungsi edukasi toleransi multikultiralisme. Hasil simpulan dari Artikel ilmiah ini adalah 1) dalam struktur organisasi, I Komang merupakan inisiator dan relawan yang pertama, pemilik ide dan inisiator yang membentuk dan membangun Komunitas Raga Bali sebagai Laboratorium budaya untuk mengembangkan sikap-sikap toleransi dalam konsep Pada Gelahang. 2) Di dalam Komunitas Raga Bali, I Komang dibantu oleh Mukhlis. Mukhlis menjalankan peran fasilitator yang mengimplementasi konsep ke dalam kegiatan atau hal-hal yang harus dilakukan dalam memfasilitasi anggota Komunitas Raga Bali belajar sesuai dengan keadaan atau kenyataan yang diinginkan oleh I Komang atau kesepakatan komunitas. 3) implementasi Pendidikan toleransi pada komunitas adalah kegiatan sosial dibalik proses pelatihan Gamelan Bali. Komunitas ini menghayati toleransi melalui bentuk interaksi musikal, Memainkan sebuah sajian musik Gamelan Bali diharuskan untuk menggunakan sikap bergotong-royong, saling peduli, menjaga stabilitas sosial, dan lain sebagainya.
SIMBOLISASI BUNGA MAWAR DALAM PERTUNJUKAN PANTOMIM “BEAUTY AND THE BEAST” KARYA SHERLLY CINDYA FRANCISCA (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE): (TINJAUAN SEMIOTIKA CHARLES SANDERS PIERCE) Shofi Sotya Sinarawatti; Indar Sabri
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p43-50

Abstract

Bunga mawar sering diartikan sebagai tanda cinta begitu pula dalam cerita dongeng “Beauty and The Beast”. Banyaknya versi dari cerita “Beauty and The Beast” menjadikan pertunjukan karya Sherlly Cindya Fancisca berbeda karena menggunakan konsep pantomim yang lebih menekankan gerak isyarat dan tanda untuk menyampaikan pesan. Kajian ini bertujuan untuk membedah tanda dan makna Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Francisca yang berkonsep pantomim. Diharapkan dengan adanya kajian ini, masyarakat bisa lebih mudah memahami makna dari pertunjukan pantomim “Beauty and the Beast” dan menjadikan kajian ini sebagai referensi di kemudian hari. Metode deskriptif kualitatif dipilih penulis untuk mengkaji lebih detail dalam mendeskripsikan makna simbol Bunga Mawar dalam pertunjukan “Beauty and The Beast” karya Sherlly Cindya Fancisca. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dokumentasi dan wawancara. Penulis mengkaji penelitian ini menggunakan analisis semiotika triadik dari Charles Sanders Pierce. Penelitian ini menghasilkan segitiga makna tanda yakni (1) Bunga mawar sebagai objek yaitu Simbol; (2) Representasi Bunga mawar yaitu kutukan; (3) Bunga mawar menimbulkan interpretasi yaitu cinta sejati. Dari ketiga unsur tersebut dapat disimpulkan bahwa bunga mawar merupakan takdir yang mempengaruhi perputaran roda kehidupan para tokoh. Hal ini memberikan pemahaman kepada penonton bahwa representasi dalam pertunjukan mempengaruhi interpretasi penonton terhadap objek, yaitu simbol Bunga Mawar.
TEATER MONOLOG TRADISIONAL: BENTUK PERTUNJUKAN, NILAI, DAN KEHIDUPAN JALANAN Welly Suryandoko
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p51-63

Abstract

Teater Tradisional Monolog adalah pertunjukan tunggal yang mengeksplorasi pertunjukan jalanan di kota-kota besar Indonesia di tengah modernisasi, menghidupkan tradisi dengan melibatkan penonton secara langsung di area publik. Artikel ini mengkaji kesulitan mengembangkan drama yang dilakukan oleh karakter dengan keterlibatan ruang publik, penonton, dan karakteristik bentuk, berdasarkan skenario aktual dalam penelitian dan data yang diperoleh. Teater Tradisional Monolog mengkaji dan mengembangkan pola pertunjukan jalanan, serta memperkenalkannya kepada seluruh komunitas di Indonesia, dengan menggunakan materi sejarah dan kebangkitan.  
KREATIVITAS WAHYU JATMIKO DALAM TARI BEDHAYA MEDANG KAMULAN DI SANGGAR KRIDHA RASA TUNGGAL KABUPATEN NGANJUK Agus Prasetyo; Mukhlas Alkaf
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p74-85

Abstract

Tari Bedhaya Medang Kamulan merupakan tari bedhaya peringatan kemenangan Mpu Sindok. Penelitian ini mengungkap masalah yang berkaitan dengan tari Bedhaya Medang Kamulan karya Wahyu Jatmiko di Sanggar Kridha Rasa Tunggal Kabupaten Nganjuk, yakni meliputi: (1) bagaimana bentuk tari Bedhaya Medang Kamulan yang diciptakan oleh Wahyu Jatmiko di Sanggar Kridha Rasa Tunggal Kabupaten Nganjuk; dan (2) bagaimana kreativitas Wahyu Jatmiko dalam menciptakan tari Bedhaya Medang Kamulan di Sanggar Kridha Rasa Tunggal Kabupaten Nganjuk? Penelitian ini bersifat kualitatif. Penelitian kualitatif ialah pengumpulan data, menganalisis data, dan simpulan. Untuk mengungkap bentuk tari Bedhaya Medang Kamulan yaitu mengacu pada pemikiran Y. Sumandiyo Hadi yang menyatakan bahwa elemen-elemen tari terdiri atas judul tari, tema tari, jenis tari, jumlah penari dan jenis kelamin, gerak tari, musik tari, rias dan busana tari, properti tari, ruang tari, tata cahaya tari, serta mode penyajian sedangkan untuk mengungkap kreativitas Wahyu Jatmiko dalam tari Bedhaya Medang Kamulan menggunakan konsep Rhodes yakni mengatakan bahwa, pada umumnya kreativitas dapat dirumuskan menjadi pribadi, proses, dan hasil serta mendorong. Hasil penelitian menujukkan, bentuk tari Bedhaya Medang Kamulan yang tidak lepas dari gaya Jawa Timur yang dikembangkan serta kreativitas Wahyu Jatmiko dalam menciptakan tari Bedhaya Medang Kamulan melalui tahapan-tahapan eksplorasi, improvisasi serta komposisi.
PEMBELAJARAN PEMERANAN UNTUK PEMULA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KILPOI: PEMBELAJARAN PEMERANAN UNTUK PEMULA DENGAN MENGGUNAKAN TEKNIK KILPOI Moh Mujib Alfirdaus
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik Vol 6 No 1 (2023): April 2023
Publisher : Jurusan Sendratasik FBS Unesa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v6n1.p86-92

Abstract

Permasalahan mendasar yang mendorong dilaksanakannya penelitian ini adalah berdasarkan pengalaman dan pengamatan peneliti sebagai dosen pengampuh mata kuliah Teknik Dasar Pemeranan Program Studi Teater STKW Surabaya menunjukan bahwa untuk mahasiswa semester awal kemampuan keaktoran atau pemeranan masih belum maksimal. Selain latar belakang mereka yang belum memiliki spesifikasi khusus dalam bidang pertunjukan teater, tentu saja hal ini juga didukung kurangnya pemahaman materi pembelajaran pemeranan yang detail dan efektif. Supaya materi pelatihan pembelajaran pemeranan dapat efektif maka dilakukan pengembangan materi dasar pemeranan. Teknik KILPOI sangat sesuai untuk mahasiswa semester satu, karena materi ini merupakan pelatihan dasar dalam belajar pemeranan, langkah pembelajaranya sangat efektif. KILPOI merupakan pelatihan pemeranan yang dikembangkan oleh Richard Bolelavski, diantaranya adalah Konsentrasi, Ingatan Emosi, Laku Dramaik, Pembangunan Watak, Observasi dan Irama. Teknik pelatihan pemrananan KILPOI diharapkan sebagai modal dasar didalam belajar menjadi aktor pemula, teknik ini juga bisa dikembangkan seabagai teknik pemeranan teater tradisi. Sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata kuliah Teknik Dasar Pemeranan, maka perlu dilakukan pengembangan pembelajaran pemeranan dengan teknik KILPOI yang sesuai dengan kompetensi mata kuliah teknik dasar pemeranan. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dasar dalam berperan. Metode penelitian ini menggunanakan pendekatan Borg and Gall yakni pegembangan produk ajar. Hasilnya berupa video pembelajaran pemeranan dan buku aja

Page 1 of 1 | Total Record : 8