cover
Contact Name
Dulbaru
Contact Email
j-plantasimbiosa@polinela.ac.id
Phone
+6281369641970
Journal Mail Official
dulbari@polinela.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta 10, Rajabasa
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Planta Simbiosa : Jurnal Tanaman Pangan dan Hortikultura
ISSN : 26854627     EISSN : 26854627     DOI : -
Naskah yang dipublikasi merupakan karya dari hasil-hasil penelitian, ulasan (review) singkat, analisis kebijakan, catatan penelitian (research notes) mengenai teknik percobaan, alat, pengamatan, dan hasil awal percobaan (preliminary results) berkaitan dengan tanaman pangan dan hortikultura.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 1 No 1 (2019)" : 8 Documents clear
Respons Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis terhadap Pemberian Pupuk Kalium dan Arang Sekam Zainal Mutaqin; Hidayat Saputra; Destieka Ahyuni
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (810.309 KB) | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1262

Abstract

Pemupukan merupakan salah satu cara untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi jagung manis. Salah satu hara esensial yang diperlukan oleh jagung manis adalah kalium. Kalium dapat diperoleh dari pupuk anorganik seperti KCl maupun pupuk organik, seperti arang sekam. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan dosis pupuk kalium terbaik dan pengaruh pemberian arang sekam terhadap pertumbuhan dan produksi jagung manis. Perlakuan disusun secara faktorial menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Faktor pertama adalah 4 dosis pupuk kalium (K) yaitu: 0 kg ha-1, 50 kg ha-1, 100 kg ha-1, dan 150 kg ha-1. Faktor kedua adalah dosis arang sekam, yaitu 0 kg ha-1 dan 1000 kg ha-1. Data yang diperoleh kemudian dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Jarak Berganda Duncan (DMRT) pada taraf α = 5%. Hasil penelitian menunjukkan (1) tidak terdapat interaksi antara dosis pupuk KCl dengan pemberian arang sekam pada semua peubah yang diamati, (2) dosis pupuk kalium 150 kg ha-1 mampu menghasilkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis yang terbaik melalui peningkatan tinggi tanaman, diameter batang, bobot basah tanaman, bobot tongkol, panjang tongkol, dan diameter tongkol, namun belum meningkatkan derajat kemanisan jagung manis, dan (3) pemberian arang sekam hingga dosis 1000 kg ha-1 belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman jagung manis secara nyata.
Evaluasi Galur Semangka Berbiji Tipe Lonjong dan Non Biji Tipe Bulat Anung Wahyudi; Zainal Mutaqin; Dulbari Dulbari
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.474 KB) | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1258

Abstract

Program pemuliaan tanaman di kampus Politeknik Negeri Lampung telah memiliki 8 galur semangka generasi ke-5 (S5). Galur-galur tersebut telah dievaluasi dan diseleksi dengan harapan telah stabil secara genetik, serta mengetahui level adaptasi terhadap lingkungan. Hasil analisis data menggunakan uji F menunjukkan perbedaan yang nyata antar perlakuan pada tiap parameter pengamatan dengan uji BNT 5%. WM 140502 memiliki berat tertinggi per buah 3.17 kg. Kadar gula tertinggi adalah WM 140507 yaitu 9.47 brix. Saat ini Politeknik Negeri Lampung memiliki 8 galur tipe oval dengan 6 galur berdaging merah dan 2 galur berdaging orange. Dari hasil evaluasi (S5), kita berharap memiliki galur murni untuk perakitan hibrida dengan karakter yang berbeda.
Cuaca Ekstrim Mengubah Nilai Indeks Ketahanan Tanaman Padi Terhadap Rebah Dulbari Dulbari; Edi Santosa; Yonny Koesmaryono; Eko Sulistyono
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.532 KB) | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1261

Abstract

Ketahanan rebah varietas padi ditentukan berdasarkan indeks kerebahan IRRI (1988) yang terdiri dari : 0, 1, 3, 5, 7, dan 9. Nilai indeks 0 : sangat tahan rebah (tidak ada tanaman yang rebah), 1 : tahan rebah (tanaman rebah kurang dari 20%), 3 : agak tahan rebah (tanaman rebah 21 ̶ 40%), 5 : sedang (tanaman rebah 41 ̶ 60%), 7 : agak peka (tanaman rebah 61 ̶ 80%), dan 9 : peka (tanaman rebah lebih dari 80%). Evaluasi karakter kerebahan (Krb) tanaman padi dilakukan mengikuti Panduan Sistem Karakterisasi dan Evaluasi Tanaman Padi Kementan (2014). Kreteria dan metode evaluasi varietas padi terhadap ketahanan rebah tidak diukur untuk menghadapi kondisi cuaca ekstrim. Nilai indeks kerebahan berubah dengan terjadinya insiden cuaca ekstrim sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap kreteria ketahanan rebah suatu varietas bila akan ditanam di daerah yang rawan insiden cuaca ekstrim.
Produktivitas Padi Sawah Organik Menggunakan Pupuk Kompos Azolla Bentuk Pellet Iwan Gunawan
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.684 KB) | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas kompos azolla bentuk pellet terhadap pertumbuhan dan produktivitas padi sawah organik. Petak satuan percobaan masing-masing berukuran 500 m2 yaitu Petak kontrol berupa budidaya padi sawah konvensional dengan pemupukan lengkap Urea 100 kg.ha-1, SP-36 100 kg.ha-1, KCl 100 kg.ha-1, dan Ponska 150 kg.ha-1; Petak azolla tumpangsari; dan Petak azolla tumpangsari + kompos azolla pellet. Pupuk kompos azolla pada plot (P) diberikan dalam dosis 4 ton.ha-1. Produktivitas tanaman padi organik dengan pemberian pupuk kompos azolla bentuk pellete mencapai 6,25 ton.ha-1 dan tidak berbeda nyata dengan hasil pada pemupukan lengkap.
Multiplikasi Tunas Kentang Atlantik pada Berbagai Konsentrasi NAA dan Air Kelapa secara In Vitro Endah Triyanti; Nazirwan Nazirwan; Lisa Erfa
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1259

Abstract

Salah satu upaya dan inovasi dalam penyediaan benih kentang unggul adalah melalui teknik in vitro. Penambahan hormon dan bahan alami lain pada teknik in vitro kentang seperti NAA dan air kelapa dapat menjadi salah satu alternatif dalam perbaikan mutu benih yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk: mengetahui pengaruh perlakuan NAA terhadap multiplikasi tunas kentang atlantik secara in vitro, mengetahui pengaruh perlakuan air kelapa terhadap multiplikasi tunas kentang atlantik secara in vitro, dan mengetahui pengaruh interaksi perlakuan NAA dan air kelapa terhadap multiplikasi tunas kentang atlantik secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Politeknik Negeri Lampung pada bulan Oktober 2014 - bulan Januari 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 2 faktor 3 ulangan. Faktor pertama adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari 2 taraf yaitu 0 ml-l dan 1 ml-l. Faktor kedua adalah konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 4 taraf yaitu 0 ml-l, 100 ml-l, 150 ml-l dan 200 ml-l. Dari hasil analisis data secara diperoleh bahwa perlakuan NAA dan air kelapa berpengaruh nyata terhadap jumlah hari pembentukan tunas (hari), jumlah hari pembentukan akar (hari) dan panjang tunas per eksplan (cm). Interaksi keduanya berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah hari pembentukan akar (hari) dan jumlah tunas cabang primer per eksplan.
Uji Potensi Hasil Enam Galur Jagung Hibrida Rakitan Politeknik Negeri Lampung David Aristoteles; Jaenudin Kartahadimaja; Eka Erlinda Syuriani
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1260

Abstract

Jagung merupakan tanaman yang memegang peranan kedua setelah padi. Jagung hibrida merupakan generasi F1 hasil persilangan dua atau lebih galur murni dan memiliki perbedaan keragaman antar varietas, tergantung dari tipe hibridisasi dan stabilitas galur murni. Produsen benih utama jagung hibrida yang ada di indonesia saat ini hanya melakukan perbanyakan (produksi) benih jagung hibrida F1 saja, sedangkan inbreednya masih diimpor dari luar negeri. Jadi, Indonesia hanya sebagai tempat perbanyakan benih hibrida F1 nya saja. Penelitian dilaksanakan dilahan Politeknik Negeri Lampung yang bertujuan untuk mengetahui galur yang lebih baik dari ke-enam galur yang diujikan dengan menggunakan metode rancangan kelompok teracak sempurna (RKTS) dan jika data yang diperoleh berbeda nyata maka diuji menggunakan uji BNT pada taraf 5%. Penelitian ini menggunakan 6 perlakuan galur yaitu A(PL 105x302), B(PL 205x406), C(PL 202x401), D(PL 205x401), E(PL 403x302) dan F(PL 304x401). Ke enam galur jagung hibrida silang tunggal (single cross) rakitan Politeknik Negeri Lampung yang diujikan galur D (PL 205x401) memiliki hasil produksi per hektar tertinggi yaitu 12537,9 kg. Galur B (PL 205x406), C (PL 202x401), D (PL 205x401), dan galur F (PL 304x401) merupakan galur jagung yang memiliki kuantitas dan kualitas unggul yang dapat dijadikan sebagai calon varietas jagung hibrida komersial.
Observasi Populasi Wereng Batang Cokelat (Nilapharvata lugens Stal.) terhadap Beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Ariska Amalia; Dulbari Dulbari; Destieka Ahyuni; Lina Budiarti
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1264

Abstract

Salah satu hama utama yang sering menyerang tanaman padi yaitu wereng batang cokelat. Tujuan dilakukan pengamatan ini yaitu untuk mengetahui populasi hama wereng batang cokelat (Nilapharvata lugens L.) pada beberapa varietas padi di Kabupaten Lampung Tengah. Pengamatan ini dilakukan pada tanggal 13 Agustus – 12 Oktober 2018, dilaksanakan di Laboratorium Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (LPTPH) di Desa Simbarwaringin, Kecamatan Trimurjo, Kabupaten Lampung Tengah. Pengamatan menggunakan metode observasi dan mengamati langsung hama wereng batang cokelat pada sembilan plot pengamatan dengan luas 7x7 m2 yang ditanami dengan varietas padi Ciherang, IPB Bogor, Pandan Wangi, IR 64, Inpari 13, Gabah Merah atau Beras Merah, Bestari, Sri Doni, dan Inpari 42. Setiap plot diamati 10 rumpun sampel yang diambil secara acak. Pengamatan dilakukan sebanyak 4 kali dengan interval pengamatan 7 hari yaitu pada saat padi berumur 30 hari setelah tanam (hst), 37 hst, 42 hst, dan 49 hst. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa populasi N. lugens pada pengamatan pertama sampai keempat menunjunjukkan bahwa rata-rata populasi N. lugens pada varietas Ciherang adalah 609,70 ekor, IPB Bogor 368,95 ekor, Pandan Wangi 382,75 ekor, IR 64 457,88 ekor, Inpari 13 297,08 ekor, Gabah Merah 392,25 ekor, Bestari 138,40 ekor, Sri Doni 149,35 ekor dan Inpari 42 92,15 ekor. Kesimpulannya adalah serangan wereng batang cokelat dengan populasi tertinggi yaitu pada varietas Ciherang (609,7 ekor) dan populasi terendah yaitu pada varietas Inpari 42 (92,15 ekor).
Seleksi Tanam Tunggal 14 Klon Ubi Jalar (Ipomoea Batatas L.) Berantosianin dan Berumbi Besar dari Induk Ayamurasaki Ari Putri Dewi Hasan; Gut Tianigut; Onny Chrisna Pandu Pradana
J-Plantasimbiosa Vol 1 No 1 (2019)
Publisher : Politeknik Negeri Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25181/jplantasimbiosa.v1i1.1265

Abstract

Ubi jalar (Ipomoea batatas L.) ungu memiliki kandungan antosianin yang tinggi dibandingkan dengan jenis ubi jalar warna lainnya, yaitu sebesar 110,51 mg100 g-1. Salah satu varietas ubi jalar ungu yaitu Ayamurasaki, varietas ini memiliki umur panen 4—7 bulan. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi klon ubi jalar ungu (berantosianin) dan memiliki bobot ≥ 250 g. tanaman-1 dari hasil persilangan bebas induk Ayamurasaki dengan seleksi tanam gulud tunggal. Penelitian ini dilakukan di lahan praktikum Politeknik Negeri Lampung yang terletak di Desa Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Percobaan dilaksanakan pada bulan Oktober 2017 sampai dengan Januari 2018 dengan mengunakan metode seleksi tanaman tunggal dan dideskripsikan. Klon terpilih dari seleksi individu ditanam dalam 1 baris sebagai tanam tunggal. Pengamatan dilakukan mulai pada umur 21 hst dan diamati fenotipenya pada 2 tanaman setiap barisnya. Data pengamatan yang diambil yaitu data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Klon ubi jalar yang memiliki antosianin (ungu) yaitu pada klon A2, A3, A4, A5, A7, A11, A12, A14 (2) Klon ubi jalar yang memiliki bobot umbi besar ≥ 250 g.tanaman-1 yaitu A2, A4, A5, A8, A11 dan A15 (3) Klon ubi jalar yang berwarna ungu memiliki bobot umbi besar ≥ 250 g.tanaman-1 dengan umur panen 3,5 bulan (genjah) yaitu A2, A4, A5, dan A11.

Page 1 of 1 | Total Record : 8