cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
Analisis Efisiensi Teknis Produksi Usahatani Cabai Merah Besar dan Perilaku Petani dalam Menghadapi Risiko Saptana, nFN; Daryanto, Arief; Daryanto, Heny K.; Kuntjoro, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.27 KB) | DOI: 10.21082/jae.v28n2.2010.153-188

Abstract

EnglishThis study aims: (a) to analyze the factors that influence the production of great red chili farming, (b) to analyze major factors affecting the technical inefficiency of great red chili farming, and (c) to analyze the behavior of large red chili farmers in dealing with the risks of production and prices. Results showed that most variables, both technical and socio-economic variables in the model, had expected signs significantly. Some of the inputs reduced risk, such as use of seeds, fertilizer N, PPC and hired labor. Some other inputs generated. Average TE values either without or with entering element of risk were each of 0.83 and 0.82, but with different TE distribution. Total farmers achieving more than 0.80 of TE were (68.68%) without including the risks, and (71.71%) by incorporating risk. Great red chili farmers on prices were risk takers. It implies that the farmers with TE value less than 0.80 are the focused target of upgrading technical and managerial capabilities. Technology design and application in the future can be carried out by reducing excessive use of inputs and increasing limiting factors.IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk (a) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi usahatani cabai merah besar; (b) menganalisis faktor-faktor utama yang mempengaruhi in-efisiensi teknis dalam usahatani cabai merah besar; serta (c) menganalisis perilaku petani cabai merah besar dalam menghadapi risiko usahatani dan harga.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar peubah baik yang sifatnya teknis maupun sosial ekonomi yang dimasukkan dalam model adalah memiliki tanda sesuai harapan dan sebagian signifikan. Beberapa input bersifat sebagai pengurang risiko seperti penggunaan benih, pupuk N, PPC, dan tenaga kerja luar keluarga, sedangkan beberapa input-input lainnya bersifat sebagai pembangkit risiko.  Rata-rata nilai TE baik yang tanpa maupun dengan memasukkan unsur risiko masing-masing sebesar 0,83 dan 0,82, tetapi dengan sebaran TE yang berbeda. Proporsi petani yang mencapai TE lebih dari 0,80 masing-masing sebesar (68,68%) tanpa memasukkan risiko dan (71,71%) dengan memasukkan risiko. Perilaku petani cabai merah besar terhadap harga adalah berani mengambil risiko (risk taker). Implikasi kebijakan penting adalah menjadikan petani dengan nilai TE kurang dari 0,80 dapat dijadikan fokus sasaran peningkatan kemampuan teknis dan kapabilitas manajerialnya. Perakitan dan penerapan teknologi kedepan dapat dilakukan dengan mengurangi penggunakan masukan yang berlebih dan meningkatkan masukan yang menjadi faktor pembatas peningkatan produksi cabai merah besar.
Analisis Biaya Sumberdaya dalam Negeri dan Kepekaannya pada Usaha Ternak Babi di Sumatera Utara Hutabarat, Budiman; Winarso, Bambang
Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.34 KB) | DOI: 10.21082/jae.v13n1.1994.61-75

Abstract

North Sumatera has exercised its comparative advantage in various forms of farm activities including pig raising undertaking. The paper aims to analyze the domestic resource costs and its sensitivity in pig farming in the province. Empirical data were obtained from six pig farming enterprises and eleven "small" pig farms closed to the location of each enterprise in Kabupaten Deli Serdang, Kotamadya Binjai, and Kotamadya Medan from March through April 1992. The research concludes that North Sumatera has comparative advantage in pig production for its domestic resource costs ratios are still below unity. The comparative advantage is even more significant in producing suckling pigs. The domestic resource costs ratios are more affected by pig prices than feed input prices, especially on weaned pigs. Between feed prices considered, corn price is more significant than concentrate price in determining the domestic resource costs ratios. Therefore, improving land productivity on corn to make it cheaper in the market especially for pig raising activities should be a continuing effort.
Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nLN, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6.834 KB) | DOI: 10.21082/jae.v34n2.2016.%p

Abstract

Social-Economic Reasons to Soil Conservation An Econometric Analysis on Cross-Sectional Lore Lindu Data Siregar, Hermanto
Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (168.053 KB) | DOI: 10.21082/jae.v24n1.2006.1-20

Abstract

IndonesianKonservasi tanah memiliki peranan penting dalam menentukan keberlanjutan sektor pertanian. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani untuk mengkonservasi atau tidak mengkonservasi lahan pertaniannya. Penelitian ini menggunakan data primer sampel petani sawah di sekitar kawasan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Dari sampel tersebut, hanya 13,5 persen saja yang melakukan konservasi lahan. Di antara hasil penelitian ini, ditemukan bahwa ternyata konservasi lahan merupakan variabel endogenus, yang berarti keputusan petani untuk mengkonservasi (atau tidak mengkonservasi) lahan tergantung pada beberapa faktor. Faktor yang berpengaruh nyata di antaranya ialah jumlah output yang dihasilkan, persepsi kualitas lahan, jumlah anggota rumah tangga petani, dan usia petani. Dengan menggunakan pendekatan instrumental variable, ditemukan bahwa keputusan untuk mengkonservasi (atau tidak mengkonservasi) lahan berpengaruh nyata terhadap jumlah output yang dihasilkan. Output tersebut juga dipengaruhi oleh luas areal dan—dengan taraf signifikansi yang lebih lemah—oleh jumlah kredit. Agar usahatani berkelanjutan, pemerintah disarankan untuk menentukan batas-batas TNLL secara jelas, mengeluarkan sertifikat tanah, dan memperbaiki akses petani kepada kredit mikro. EnglishSoil conservation plays critical role on agricultural sustainability. The aims of this study are to analyze factors affecting farmers’ decision to conserve or not to conserve their farming land and to evaluate simultaneously effects of such decision on their output. The study uses data gathered from samples of wetland rice farmers in the surrounding area of the Lore Lindu National Park (LLNP). There are only 13.5 percent of the farmers undertaking soil conservation. Soil conservation is found to be an endogenous variable, implying that farmers’ decision to conserve (or not to conserve) depends on a number of factors. Among these factors, the significant ones are quantity of output produced, the perceived quality of farm land, farmer’s family size, and age of the farmer. Using the instrumental variable approach, it is found that the decision of whether or not to carry out soil conservation affects the output significantly. This output is also affected by acreage and, to a lesser significance level, by the amount of credit. The government is recommended to establish clear boundaries of the LLNP, issue proper land rights, and improve accesses to micro-credit in order to promote sustainable agricultural practices.
Dampak Kebijakan Perdagangan terhadap Pengembangan Industri Biodiesel Indonesia Purba, Helena Juliani; Sinaga, Bonar Marulitua; Novianti, Tanti; Kustiari, Reni
Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.961 KB) | DOI: 10.21082/jae.v36n1.2018.1-24

Abstract

EnglishIndonesian government has been promoting development of palm oil based biodiesel industry through the so-called biodiesel mandatory policy. Biodiesel is a renewable energy and low emission. Palm oil and its derivative products are the most important contributors of foreign exchange in 2017. Trade policy is required to accelerate the achievement of biodiesel industry development in Indonesia. The study is intended to analyze the impacts of trade policy (export tax by Indonesian government and import restriction by the European Union) on the development of Indonesia’s biodiesel industry. The analysis used econometrics model in the form of simultaneous equations system consisting of 27 structural and 9 identity equations, estimated using the 2SLS (Two Stage Least Squares) method. This research used annual time series data 1991–2015. The result shows that both the export tax policy by Indonesian government and palm oil import ban by European Union have positive impacts on Indonesia's biodiesel industry but do have negative impacts on the foreign exchange revenues. The negative impacts on foreign exchange revenues can be avoided by replanting policy. Whenever the European Union imposes palm oil import ban policy; then, it is suggested that Indonesian government imposes the domestic market obligation and replanting policy. IndonesianIndonesia sedang melakukan upaya pengembangan biodiesel yang bersumber dari minyak sawit dalam kebijakan mandatori biodiesel. Biodiesel adalah sumber energi terbarukan dan rendah emisi. Minyak sawit dan produk turunannya adalah penyumbang devisa negara terbesar pada tahun 2017. Kebijakan perdagangan diperlukan untuk mempercepat pencapaian pengembangan industri biodiesel Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan perdagangan (pajak ekspor oleh pemerintah Indonesia dan pembatasan impor oleh Uni Eropa) terhadap pengembangan industri biodiesel Indonesia. Analisis menggunakan model ekonometrik dalam bentuk sistem persamaan simultan terdiri dari 27 persamaan struktural dan 9 persamaan identitas yang diestimasi dengan metode Two Stage Least Squares (2SLS) menggunakan data series tahunan 1990–2015. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa kebijakan pajak ekspor oleh pemerintah Indonesia maupun larangan impor oleh Uni Eropa berdampak positif bagi perkembangan industri biodiesel Indonesia, namun berdampak negatif terhadap penerimaan devisa Indonesia. Dampak negatif terhadap penerimaan devisa dapat diatasi dengan kebijakan peremajaan kelapa sawit (replanting). Manakala Uni Eropa melakukan pelarangan impor minyak sawit, maka disarankan Pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan domestic market obligation dan replanting.
Government Policies and Economic Analysis of the Livestock Commodity System in Indonesia Kasryno, Faisal; Simatupang, Pantjar; Rusastra, I Wayan; Djatiharti, Arti; lrawan, Bambang
Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.822 KB) | DOI: 10.21082/jae.v8n1.1989.1-36

Abstract

IndonesianPenelitian ini merupakan suatu usaha untuk meneliti keunggulan komparatif dan tingkat perlindungan/beban ekonomi untuk beberapa komoditas bahan baku pakan dan peternakan. Analisis keunggulan komparatif dilakukan dengan mempergunakan konsep rasio sumberdaya domestik, sedang tingkat perlindungan/beban ekonomi diukur dengan tingkat perlindungan nominal, tingkat perlindungan efektif dan subsidi implisit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi jagung di Indonesia lebih menguntungkan apabila dipakai untuk memenuhi kebutuhan domestik. Produksi kacang kedele di Jawa Barat ternyata tidak efisien. Kacang kedele mempunyai keunggulan komparatif apabila dihasilkan di Jawa Tengah dan di luar Jawa. Ubikayu dan beras mempunyai keunggulan komparatif yang tinggi di seluruh Indonesia. Produksi susu sangat tidak ekonomis. Sedangkan produksi daging sapi, babi dan ayam ras mempunyai keunggulan komparatif yang tinggi. Produksi telur lebih menguntungkan untuk konsumsi dalam negeri. Produksi telur mempunyai daya saing ekspor jika dihasilkan di Lampung dan Bogor. Struktur perlindungan komoditas secara umum tidak konsisten dengan efisiensi produksi komoditas. Insentif ekonomi cenderung bias untuk petani di Pulau Jawa.EnglishThis study is an investigation on comparative advantage and economic incentives of some major feed-stuffs and livestock products. The comparative advantage is analyzed using the domestic resource cost ratio criterion, whereas, economic incentive is measured using the nominal and effective protection rates, and implicit subsidy. The study shows that the corn production in Indonesia would be more beneficial economically if used domestically. The soybean production in West Java is not economical. The soybean only has comparative advantage if produced in Central Java and the islands outside Java. Cassava and rice have comparative advantage wherever they are produced. The dairy farming is highly uneconomical. Whereas beef, pork, and broiler productions are highly competitive, even for exportation. The egg production is more beneficial for domestic consumption. The egg production is competitive for exportation if produced in Lampung and Bogor. The commodities protection structures are generally in consistent with their economic efficiency configuration. The economic incentives are generally biased toward Java.
Dinamika Daya Saing Lada Indonesia Susilowati, Sri Hery
Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.93 KB) | DOI: 10.21082/jae.v21n2.2003.122-144

Abstract

EnglishIndonesia is  one of the major producer contries of pepper (Piper Nigrum L) along with India, Brazil and Malaysia.  With the increase of  market competition among  them in international  market, Indonesia has to be able to increase  market  competitiveness of pepper exports againts  competitors.   The purpose of this study is to analize the competitiveness of  Indonesia pepper exports among the competitors in international market.  Time series data of 1985 – 2001 were  used and most the data came from  the International Pepper Statistic  Year Book. The results of analysis showed that for  all  analysis periodes,  Indonesia  exports competitiveness has increased  to three other  competitors, except for the first   periode (1985-1996),  which  India and Malaysia competitiveness is higher than  Indonesia. Market distribution effect showed that  USA,  MEE and Singapore markets are proper market for Indonesia pepper export. IndonesianDiantara negara-negara produsen lada dunia, Indonesia termasuk salah satu produsen utama dunia bersama-sama dengan India, Malaysia dan Brazil. Dengan meningkatnya kompetisi antara negara produsen, Indonesia dituntut untuk mampu mempertahankan daya saingnya di pasar internasional. Kajian ini bertujuan untuk menelaah posisi daya saing ekspor Indonesia relatif terhadap beberapa negara pesaingnya  di pasar lada dunia.  Data yang digunakan adalah data deret waktu periode 1985-2001 yang bersumber dari International Pepper Community Statistical Year Book. Dari hasil analisis dapat ditunjukkan bahwa untuk seluruh periode analisis, daya saing Indonesia mengalami peningkatan relatif terhadap tiga negara pesaingnya, kecuali pada periode awal (1985-1996) dimana daya saing India dan Malaysia mengungguli Indonesia. Pengaruh distribusi pasar menunjukkan bahwa pasar Amerika Serikat, MEE dan Singapore merupakan pasar tujuan yang tepat bagi ekspor lada Indonesia.
Analisis Keterpaduan Pasar Gula Pasir di Jawa Hutabarat, Budiman
Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (960.4 KB) | DOI: 10.21082/jae.v7n2.1988.1-11

Abstract

EnglishThe paper introduces an alternative method of measuring market integration which offers wider scope of interpretation in testing the integration. The empirical study is applied on sugar using monthly consumer prices at province capitals in Java from April 1969 until February 1986. The result shows that consumer markets in Java are not segmented. Furthermore, the paper concludes that there seems to be long-run integration between consumer markets of Semarang, Yogyakarta, and Surabaya with Jakarta but not between Bandung and Jakarta.IndonesianMakalah ini memperkenalkan suatu metode alternatif pengukur keterpaduan pasar yang menawarkan kerangka penafsiran yang lebih luas untuk menguji keterpaduan tersebut. Penelitian empirik diterapkan pada mata dagangan gula pasir dengan memakai data harga konsumen bulanan di ibukota-ibukota propinsi di Jawa dari April 1969 sampai dengan Februari 1986. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pasar mata dagangan itu ternyata tidak terpisah. Selanjutnya makalah menyimpulkan bahwa terlihat juga adanya keterpaduan jangka panjang antara pasar konsumen Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya dengan Jakarta, tetapi tidak antara Bandung dengan Jakarta.
Estimasi Kapasitas Adaptasi Petani Padi terhadap Cekaman Lingkungan Usahatani Akibat Perubahan Iklim Sumaryanto, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.534 KB) | DOI: 10.21082/jae.v31n2.2013.115-141

Abstract

EnglishClimate change causes rice farming environmental stress escalation such as flood, drought and pest are increasing. This study aims to estimate rice farmers’ adaptive capacity to the unfavorable environment. Study sites are the wetland agro-ecosystem of several villages in Lampung, Central Java, and West Nusa Tenggara Provinces on 2012. Using a Structural Equation Modeling (SEM), the model applied to estimate the capacity of adaptation is the Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC). The results show that the farmers’ adaptive capacity vary from low to medium levels. The proportion of farmers categorized as low, moderate, and high adaptive capacity are 16, 70, and 14 percent, respectively. Adaptive capacity is affected by the role of rice faming in households economy, quality and vulnerability of rice field to flood and drought, and household income, farmers’ education, and role of farmer’s group in building collective action to control flood, drought, and pest in rice farming.IndonesianTerkait perubahan iklim, cekaman lingkungan usahatani padi akibat banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman meningkat. Penelitian ini ditujukan untuk mengestimasi kapasitas adaptasi petani padi terhadap cekaman lingkungan tersebut. Penelitian dilakukan pada agroekosistem pesawahan di beberapa desa di Lampung, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat pada Tahun 2012. Dengan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM), model estimasi yang digunakan adalah Multiple Indicators Multiple Causes (MIMIC). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas adaptasi petani beragam dan secara umum termasuk kategori rendah – sedang. Proporsi petani dengan kapasitas adaptasi kategori rendah, sedang, dan tinggi masing-masing adalah 16, 70, dan 14 persen. Kapasitas adaptasi dipengaruhi oleh peranan usahatani lahan sawah dalam ekonomi rumah tangga, kualitas dan tingkat kerentanan lahan sawah terhadap banjir dan kekeringan, tingkat pendapatan rumah tangga, tingkat pendidikan petani, dan peranan kelompok tani dalam mengembangkan aksi kolektif pada pengendalian banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tanaman pada usahatani padi.
Dampak Pelaksanaan Putaran Uruguay terhadap Industri Kakao Dunia dan Domestik Susila, Wayan R.; Lubis, S. Oloan; Supriatna, Ade
Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (490.239 KB) | DOI: 10.21082/jae.v17n2.1998.1-21

Abstract

EnglishThe implementation of commitments related to cocoa on the Uruguay Round has been perceived to have significant impacts on cocoa industry and trade. Estimation of magnitude and distribution of the impacts is important because Indonesia is one of the cocoa major producing countries. A cocoa commodity model was used to estimate the magnitude and distribution of the impacts. The model was specified to consist of 13 sub models in which each sub-model representing a major producing or consuming countries. The results of analysis show that the implementation of the commitments will increase mature area, production, and price of cocoa. On the other hand, the implementation of the commitments will slightly decrease cocoa consumption and trade. Moreover, the positive impacts of the implementation of the corlunitments will not proportionally distributed. Indonesia will be the most beneficial, while Ivory Coast will be the most suffered from the implementation of the commitments.IndonesianPelaksanaan komitmen yang berkaitan dengan kakao pada Putaran Uruguay diperkirakan akan mempunyai dampak yang signifikan terhadap industri dan perdagangan kakao dunia. Oleh karena itu, estimasi terhadap besar serta distribusi dampak tersebut menjadi penting karena Indonesia merupakan salah satu produsen utama kakao dunia. Besar serta distribusi dampak tersebut diestimasi dengan mengembangkan suatu model komoditas kakao. Model komoditas kakao tersebut terdiri dari 13 submodel dan masing-masing submodel merepresentasikan sebuah negara produsen atau konsumen utama. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelaksanaan komitmen tersebut akan mendorong pertumbuhan areal produktif, produksi, dan harga kakao. Namun demikian, pelaksanaan kornitmen tersebut akan menurunkan secara marjinal tingkat konsumsi dan perdagangan. Lebih lanjut, manfaat positif dari pelaksanaan komitmen tidak terdistribusi secara proporsional. Indonesia merupakan salah satu negara yang diuntungkan, sedangkan Pantai Gading merupakan salah satu negara yang dirugikan.

Page 2 of 40 | Total Record : 391


Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue