cover
Contact Name
Sakti Ritonga
Contact Email
ijis.uinsu@gmail.com
Phone
+6281362954860
Journal Mail Official
ijis.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Kampus II UIN Sumatera Utara Medan Gedung Prof. Drs. Harun Harahap, Lt. 1 Kantor MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences
ISSN : -     EISSN : 27222128     DOI : 10.30821
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences (IJIS) is an international, scholarly open access, peer-reviewed and fully refereed journal focusing on theories, methods and applications in Islamic social sciences. As an international, online-only journal it is devoted to the publication of original, primary research (theoretical and empirical papers) as well as practical applications relating to Islamic social sciences with no cost.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2022)" : 5 Documents clear
SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH Ribut, Ribut
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i3.14734

Abstract

Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang kedua sesudah Alquran, dan sunnah itu sendiri adalah ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi saw. Ditinjau dari segi kapasitas Nabi saw sebagai pembawa risalah dan di sisi lain sebagai manusia biasa, oleh banyak ulama sunnah dibagi menjadi Sunnah Tasyri’iyyah dan Sunnah Ghairi Tasyri’iyah. Sunnah Tasyri’iyyah ialah hal-hal yang berasal dari Nabi Muhammad saw dalam kapasitasnya sebagai rasul yang bertugas menyampaikan risalah kenabiannya. Sunnah ini memiliki faktor pensyariatan bersifat permanen, serta berlaku buat seluruh ruang serta waktu dan tidak terpengaruh dengan pergantian zaman. Hal-hal yang termasuk ke dalam Sunnah Tasyri’yyah ini di antaranya perkara-perkara gaib dan ibadah. Adapun Sunnah Ghairi Tasyri’iyyah ialah sunnah yang tidak terdapat tuntutan untuk mengikutinya. Yang termasuk ke dalam Sunnah Ghairi Tasyri’iyah di antaranya apa-apa yang bersumber dari Rasulullah saw yang sifatnya manusiawi, pengetahuan manusia, kepintaran dan percobaan tentang masalah dunia, dan apa-apa yang bersumber dari Rasulullah serta ada dalil yang menunjukkan tentang kekhususan Nabi saw.  Pendekatan yang digunakan untuk memahami sunnah Ghairi Tasyri’iyyah ini di antaranya pendekatan maqasyid al-syari’ah, historis, dan sosiologis. Munculnya pembagian sunnah kepada Tasyri’iyyah dan Ghairi Tasyri’iyyah didasari kepada beberapa hal. Pertama, adanya perbedaan pendapat tentang makna syariat. Kedua, adanya perbedaan pandangan terhadap perbuatan Nabi saw yang bersifat bawaan sebagai manusia. Ketiga, adanya perbedaan pendapat tentang ijtihad Nabi saw.
GERAKAN PENDIDIKAN ISLAM ABUYA MUHAMMAD WALY AL-KHALIDY DI ACEH Zulfikar, Zulfikar
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i3.11507

Abstract

Studi ini bermaksud mengkaji tentang Syaikhul Islam, Bapak Ulama dan tokoh pendidikan Islam Aceh pada abad ke-20 M. Adapun yang menjadi fokus studi ini adalah gerakan pendidikan Islam Abuya Muhammad Waly Al-Khalidy di Aceh. Sejauh ini, studi terhadap tokoh-tokoh pendidikan Islam di Aceh memang telah digagas oleh Azyumardi Azra dalam karyanya,” Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal”. 2002, yang memfokuskan pada abad ke-17 dan 18. Studi tersebut dilanjutkan oleh Erawadi dalam “Tradisi, Wacana dan Dinamika Intelektual Islam Aceh Abad XVIII dan XIX”. 2011, yang lebih menitik beratkan pada abad ke-18 hingga 19. Namun kajian yang mengkaji gerakan pendidikan Islam ulama Aceh pada abad ke-20, masih dapat dikatakan belum ada yang mengkaji secara komprehensif. Hanya saja terdapat beberapa studi mengenai ulama Aceh yang dilakukan oleh para sarjana, seperti Yusny Saby, “The Ulama in Aceh: A Brief Historical Survey.” Studia Islamika, 2001, M. Hasbi Amiruddin, Ulama Dayah: Pengawal Agama Masyarakat Aceh”, 2003, Oman Fathurrahman, “Tanbîh al-Mâsyî Menyoal Wahdatul Wujud: Kasus Abdurrauf Singkel Di Aceh Abad 17”, 1999. dan beberapa studi lainnya. Hampir semua kajian tersebut memperlihatkan signifikansi peran ulama di Aceh. Hampir dapat dikatakan bahwa, tidak ada kajian mengenai studi Aceh, tanpa melibatkan perhatian pada ulama Dayah di kehidupan rakyat Aceh.
MASLAHAH DALAM EKONOMI ISLAM KONTEMPORER STUDI FILSAFAT EKONOMI ISLAM Harianto, Budi; Dharma, Budi
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i3.14720

Abstract

This article describes people's lives in the economy which are usually carried out individually or even in groups, either in a family, organization, or even a group of people who usually try to find a way to find the best way to fulfill their own economy. In Islam itself, at the beginning of the discussion, Islam often seemed classic, only focused on the metaphysical-transidental-normative area, without facing a future that is now a lot. Philosophy as the deepest aspect that influences human behavior is seen as something essential in providing solutions that occur in contemporary society, including one of contemporary Islamic economics. This research is a library research. Extracting information using the documentary method, reviewing and reviewing documents from various related sources. The results of the study indicate that in contemporary Islamic Economics, which positions the Qur'an and As-Sunnah as the legal basis, of course there are signs of halal and haram. There are several forms of transactions in society that are already common among them are ribawi transactions (interest), maisir (gambling), tadlis (fraud), ihtikar (hoarding), ghisysy (covering defects), ghabn (price fraud) and gharar (speculation), aspects of justice, efficiency, welfare. Whereas in Islamic consumption everyone should look at and try to prioritize maslahah compared to utility.
KAUM MODERNIS DI NUSANTARA: GERAKAN PADERI Br. Tarigan, Sabilla Hidayani
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i3.17046

Abstract

Gerakan Padri merupakan gerakan dakwah Islam yang ada di Minangkabau, Sumatra Barat. Gerakan ini terjadi pada tahun 1821-1837, dakwah Islam ini menjadi perselisihan antara kaum Adat, kaum Padri dan kolonial Belanda. Tulisan ini bertujuan untuk memahami bagaimana gerakan padri yang terjadi pada masa itu dan mengetahui cara-cara berdakwah dalam Islam yang ada pada masa pra kemerdekekaan yang masih dilakukan sampai sekarang. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif deskriptif, yaitu dengan menganalisa fenomena yang ada serta menjabarkannya di dalam dalam bentuk poin-poin. Berdasarkan penelitian ini, ditemukan bahwa pendakwah Islam sejak sebelum kemerdekaan sudah banyak yang belajar agama ke Timur Tengah, dakwah Islam dilakukan melalui ceramah di masjid-masjid, lembaga madrasah serta melalui perdagangan dan perkawinan. Pada masa selanjutnya hal ini tetap dilakukan sebagai metode dakwah dan menjadi sebuah komunitas Islam yang berbentuk lembaga pendidikan, organisasi masyarakat serta tradisi yang masih dilakukan hingga sekarang.
KOMUNITAS JAWI DI MAKKAH: Analisis Abad 17 hingga 20 Pulungan, Elly Damayanti
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i3.17049

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan komunitas Jawi di Makkah abad ke-17 hingga 20, Tradisi Ulama Jawi di Makkah, serta Posisi Ulama Jawi di Makkah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan memakai metode Library Research (studi pustaka) dengan menggunakan buku sebagai sumber utamanya dan jurnal sebagai sumber sekunder sebagai sumber pembantu yang menunjang penelitian ini. Adapun temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Komunitas Jawi memiliki peranan yang sangat penting di Makkah, banyak di antara Ulama Jawi yang mendapatkan penghormatan sebagai Imam di Mesjidil Haram, dapat mengajarkan ilmu-ilmu agama kepada para muridnya, dan bahkan ada yang mendapat kesempatan sebagai khatib di Mesjidil Haram. Adapun ulama-ulama Jawi abad ke-17 (seperti Nuruddin Al-Raniri, Abdul Rauf Al-Sinkili, dan Muhammad Yusuf Al-Maqassari), abad ke-18 (Syekh Abdul Samad Al-Falimbani, Muhammad Arsyad al-Banjari, Muhammad Nafis al-Banjari, Abd al-Wahhab al-Bugisi, Dawud bin Abd Allah al-Fatani), serta abad ke-19 dan awal abad ke-20 (Syekh Cholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, Syekh Nawawi al-Bantani, Syekh Mahfudz Al-Tirmis, Syekh Yasin Al-Fadani,dan Ahmad Khatib al-Minangkabauwi.

Page 1 of 1 | Total Record : 5