cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
+6285235222230
Journal Mail Official
arika@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Teknik Industri Lantai I Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka - Ambon, 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
ARIKA
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19781105     EISSN : 27225445     DOI : -
Jurnal ARIKA merupakan Jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Pattimura. Jurnal ini membahas ilmu di bidang teknik industri, sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Ilmu Teknik Industri. Jurnal Arika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Pebruari dan Agustus. Fokus dan Ruang Lingkup Penelitian Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Sistem Produksi Simulasi dan Pemodelan Optimasi Industri Manajemen Logistik dan Transportasi Manajemen Kualitas Rekayasa Sistem Manufaktur Perencanaan dan Pengendalian Produksi Statistik Supply Chain
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 13 No 2 (2019)" : 5 Documents clear
Analisis Pola Rute Distribusi Paket pada PT. Pos Indonesia (Persero) Ambon dengan menggunakan Metode Travelling Salesman Problem dan Differential Evolution D. B. Paillin; Meisly Tamaela
ARIKA Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1130.112 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.2.75

Abstract

PT. POS Indonesia (PERSERO) Ambon merupakan badan usaha milik Negara yang bergerak di layanan pos dan distribusi. Proses distribusi terbagi menjadi 2 proses yaitu proses distribusi surat dan distrbusi paket (barang). Dalam proses distribusi paket dilakukan pada 5 kecamatan yang ada di Kota Ambon. Dengan luasnya rute distribusi yang harus dilalui petugas pos dalam mendistribusikan paket maka perlu dilakukan analisis pola rute pendistribusian paket terpendek dari semua rute yang ada sehingga memperoleh jarak dan waktu tempuh yang optimal.Dalam meneyelesaikan permasalahan perusahaan dapat dilakukan dengan menggunakan metode Travelling Salesman Problem dan metode Differetcial Evolution. Metode Travelling Salesman Problem merupakan sebuah metode yang digunakan untuk meminimasi biaya distribusi dengan cara mencari jarak dan rute terdekat, waktu tercepat dan biaya yang minimal dan metode Differential Evolution digunakan untuk menemukan solusi terbaik dari semua solusi yang ada.Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode Travelling Salesman Problem untuk jalur dalam kota adalah 58,81 Km dengan penghematan jarak sebesar 22,39% dan total jarak untuk jalur luar kota adalah 74,65 km dengan penghematan jarak sebesar 13,56%. Hasil yang diperoleh dengan menggunakan metode Differential Evolution adalah 54,71 km untuk jalur dalam kota dengan penghematan jarak sebesar 27,80% dan 71,74 km untuk jalur luar kota dengan penghematan jarak 16,93%
Analisa Pola Penentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) untuk Proses Pengadaan Barang dan Jasa Pemeliharaan Preventif Penyulangan 20 KV di PT. PLN (Persero) Area Ambon J. M. Tupan; D. R. Suryanto
ARIKA Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.391 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.2.87

Abstract

Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mempunyai peranan penting dalam proses pengadaan sebagai dasar/patokan dari suatu pelelangan. Harga Perkiraan Sendiri harus terus diperbarui sesuai dengan perkembangan ekonomi yang terus berubah di dalam pasar. Dalam proses menemukan Pola Penentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ini dilakukan dengan meminta data dari calon penyedia jasa maupun calon penyedia barang berupa data waktu pelaksanaan suatu pekerjaan untuk dijadikan harga satuan jasa dan referensi harga barang untuk dijadikan harga satuan barang. Penelitian yang dilakukan di di PT. PLN (Persero) Area Ambon menyajikan hasil berupa HPS yang dapat dipertanggungjawabkan dengan memperhitungkan tingkat kesulitan pekerjaan, misalnya pekerjaan pemasangan tiang besi 156 dan untuk daerah normal adalah sebesar Rp 436.969,00 sedangkan untuk pemasangan di daerah yang sulit sebesar Rp 546.211,00
Perencanaan Bisnis Keripik Biji Durian A. L. Kakerissa; S. Titaley; M. Jufri
ARIKA Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.026 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.2.97

Abstract

Durian merupakan salah satu tanaman yang memiliki banyak manfaat dan juga dapat diolah menjadi berbagai jenis produk yang dapat menambah nilai ekonomis untuk dikembangkan di Kota Ambon. Karena itu, pengembangan usaha Keripik biji durian akan memiliki prospek dan sasaran pasar yang bagus. Bisnis ini membutuhkan suatu alat yang dapat dengan mudah memberikan informasi mengenai komoditi tersebut dan dapat membuat para calon investor untuk menentukan perencanaan bisnis yang sesuai untuk dijalankan pada bidang ini. Oleh karena itu, diperlukan suatu paket model berisi perencanaan bisnis (Business Plan) yang dirancang untuk membantu para calon investor dalam pengambilan keputusan secara cepat, tepat, dan efisien atas perencanaan bisnis. Perancangan proses Business Plan dilakukan untuk membantu analisis Break Even Point dan Pay Back Periode (PBP), yang akan menentukan layak studi kelayakan usaha, potensi pasar industri keripik biji durian sangat terbuka, lokasi yang dipilih untuk industri ini adalah Kota Ambon dengan pertimbangan tertentu. Berdasarkan perhitungan biaya dan kapasitas produksi, maka harga jual keripik biji durian adalah Rp. 6.000/saset, kapasitas produksi total 4.133 saset/bulan dengan tenaga kerja 4 orang. Berdasarkan analisis finansial, Titik pulang pokok terjadi pada total produksi sebanyak 1.469 saset, Waktu pengembalian investasi sangat kecil yaitu hanya 1 bulan sehingga dapat disimpulkan bahwa industri keripik biji durian ini layak direalisasikan.
Analisis Bullwhip Effect dengan menggunakan Metode Peramalan pada Supply Chain di Distributor PT. Semen Tonasa W. Latuny; Wisnu M. S. Picauly
ARIKA Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.123 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.2.113

Abstract

Bullwhip effect merupakan fenomena pada supply chain, dimana adanya perbedaan jumlah permintaan konsumen ditiap periode baik itu semakin sedikit atau semakin banyak yang dapat berpengaruh pada semua tingkatan dalam supply chain. Hal itu juga yang dialami dari Sub Distributor PT. Padi Mas Prima yang mendistribusikan Produk Semen Tonasa pada tiap ritel di kota ambon yaitu ritel Aneka Guna,Ritel Benua dan Ritel Wayame Adapun tujuan penelitian ini Menganalisis Bullwhip Effect dengan metode peramalan dan meminimalisasi terjadinya bullwhip effect. Perhitungan bullwhip effect menggunakan pendekatan model Moving Average dan Single Exponential Smoothing yang akan dipilih berdasarkan Mean Absolute Deviation dan Tracking Signal Hasil dari penelitian model yang dipilih adalah model Single Exponential Smoothing diperoleh hasil dari peramalan selama 12 periode, dari hasil peramalan tersebut menunjukkan adanya penurunan nilai bullwhip effect pada Sub Distributor PT. Padi Mas Prima, yang sebelumnya 1.02 nilainya menjadi 0.18 dengan tingkat presentase penurunan sebesar 82.4%, Ritel Aneka Guna yang nilainya 1.07 menjadi 0.71 dengan tingkat presentase penurunan sebesar 33.6%, Ritel Benua yang nilainya 1.03 nilainya menurun menjadi 0.86 dengan tingkat presentase penurunan sebesar 16.5%, dan Ritel Wayame yang sebelumnya 1.10 nilainya menurun menjadi 0.96 dengan tingkat presentase penurunan sebesar 12.7%. Dimana nilai bullwhip effect > 1.01 dapat diartikan bahwa terjadi amplifikasi permintaan, sedangkan nilai bullwhip effect < 1.01 dapat diartikan bahawa permintaan masih stabil atau terjadi penghalusan pola permintaan usaha perbaikan dilakukan dengan melakukan pemesanan produk pada supplier dengan memperhatikan jumlah persediaan yang ada, menjaga arus informasi permintaan dan penjualan produk, serta menjaga lead time agar tetap stabil.
Desain Alat Monitoring Beban Gardu Distribusi Secara Real Time menggunakan Metode Perancangan Produk di PT. PLN (Persero) Rayon Baguala M. L Pattiapon; A. Soleman; Muhammad Faisal Darmawan
ARIKA Vol 13 No 2 (2019)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.478 KB) | DOI: 10.30598/arika.2019.13.2.127

Abstract

Penelitian ini membahas desain alat monitoring beban gardu distribusi. Alat ini dibuat bekerja secara real time untuk mengurangi potensi kesalahan, serta dapat memonitoring beban gardu setiap jam yang sebelumnya dilakukan oleh manusia yang hanya memonitoring beban gardu tiga bulan sekali. Dalam penelitian ini agar alat dapat bekerja secara real time meliputi, pengukuran arus dan tegangan menggunakan sensor, memilih sistem akuisisi data sebagai jembatan untuk menghubungkan mengirimkan hasil pengukuran ke komputer dan membuat program untuk menampilkan hasil pengukuran pada komputer. Untuk mengukur arus dan tegangan menggunakan sensor ACS712 dan sensor tegangan ZMPT101B. Sistem akuisisi data yang digunakan adalah Arduino Mega 2560, kemudian untuk menampilkan hasil pengukuran pada komputer yang dilakukan oleh sensor arus dan tegangan adalah menggunakan program Graphical User Interfacing (GUI) MATLAB. Pada GUI MATLAB dibuat untuk menampilkan beberapa variabel yang menjadi indikator kondisi gardu yang dimulai dari tegangan gardu, arus gardu, beban gardu hingga persentase beban gardu yang dicuplik setiap satu jam. Uji kinerja alat telah dilakukan untuk memonitoring beban pada gardu BGLWHR2008 yang terletak di Rayon Baguala antara pukul 17:00 hingga pukul 23:00. Proses monitoring dibagi berdasarkan waktu yaitu sebelum jam pemakaian puncak yaitu pukul 17:00 – 19:00, pemakaian beban pucak antara pukul 19:00 – 21:00 dan setelah waktu puncak antara pukul 21:00 – 23:00. Dari hasil monitoring dapat dilihat antar pukul 19:00 – 21:00 pemakaian beban gardu mencapai 55,90 % lebih tinggi 5 % sebelum sebelum waktu jam puncak. Alat ini telah mampu memantau beban gardu dimana hasilnya hampir sama dengan pengukuran yang dilakukan oleh manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 5