Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS KONTRIBUSI KOMPONEN TEKNOLOGI DALAM USAHA BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Daniel Bunga Paillin
ARIKA Vol 7 No 1 (2013)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.116 KB)

Abstract

Provinsi Maluku dikenal dengan nama daerah seribu pulau karena memiliki sumberdaya hayati yang beranekaragam. Salah satu komoditi unggulan yang menjadi trend dalam dunia industri adalah rumput laut. Hal ini dikarenakan oleh manfaat dan kegunaan dari rumput laut itu sendiri serta memiliki prospek yang sangat besar. Kabupaten Seram Bagian Barat, dalam hal ini dusun Wael dan dusun Kotania, dikenal sebagai lokasi budidaya rumput laut yang cukup baik. Luas lahan dan jumlah produksi rumput laut yang ada di daerah tersebut sangat besar. Namun cara membudidaya rumput laut yang dilakukan masih sangat sederhana. Variabel untuk mengukur kontribusi komponen teknologi adalah technoware, humanware, infoware,dan oragaware. Pengolahan data untuk kontribusi komponen teknologi dilakukan dengan menggunakan pendekatan teknometrik. Dari hasil pengolahan data, diperoleh bahwa koefisien komponen teknologi di dusun Wael dari nilai 6 sebesar 4.39945 dengan nilai kontribusi komponen teknologi untuk komponen technoware sebesar 4.60857, komponen orgaware sebesar 4.51222, komponen humanware sebesar 4.12923, dan komponen infoware sebesar 3.51778. Sedangkan hasil perhitungan koefisien komponen teknologi di dusun Kotania dari nilai 6 sebesar 3,87479 dengan nilai kontribusi komponen teknologi untuk komponen technoware sebesar 4.21714, komponen infoware sebesar 3.8, komponen orgaware sebesar 3.66944, dan komponen humanware sebesar 2,77254
Penerapan Algoritma Sequential Insertion Dalam Pendistribusian BBM di Kawasan TImur Indonesia (Studi Kasus Pada PT. Pertamina UPMS VIII Terminal Transit Wayame-Ambon) D. B. Paillin; Erlon Wattimena
ARIKA Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (744.775 KB)

Abstract

Problems distribution where the transport vehicle departs from depot to get to some destination point by passing through multiple routes and come back to the same depot better known as the Vehicle Routing Problem ( VRP ) . VRP is an NP - hard problem Combinatorial means more size or variable problem, efforts to make computing will also increase exponentially. This is the background of this research by applying algorithms Sequential Insertion resolve the problems of VRP to determine the optimum (minimum of vehicles and duration ) in the distribution of fuel in the eastern region of Indonesia with the characteristics of VRP with heterogeneous fleet of vehicles , VRP with multiple trips , VRP with split deliveries, VRP with multiple products and multiple compartements.
Integer Linear Programming Sebagai Model Alternatif Penjadwalan Ruang Kuliah di Fakultas Teknik Universitas Pattimura Ambon (Studi Kasus Pada Jurusan Teknik Industri) Meiske D. Sopacua; D.B Paillin
ARIKA Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.707 KB)

Abstract

Scheduling is an important process in courses that established by filling numbers of component like major, lecturer, class and semester in timeslot, consisting of time and room. Scheduling systems of Engineering Faculty of Pattimura University perform manually that are not effective and efficient yet and might not be used for a long-term. Integer linear programming is a method to modeling scheduling problems with various obstacles that fitted to university needs. The aims of research are to formulate obstacles functions, objective function, optimal solution and sensitivity analysis of integer linear programming; and to obtain the best courses schedule using integer linear programming method. The result shows that obstacles functions could be formulated for getting an optimal solution. There is not a clashed schedule among lecturers who teaches more than one course.
Analisis Penentuan Lokasi Pembangunan Tempat Wisata Pantai di Kecamatan Leitimur Selatan Dengan Penerapan Metode Fuzzy Topsis Jerry Rieuwpassa; Victor O. Lawalata; D. B. Paillin
ARIKA Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.512 KB)

Abstract

Beach tourism is one of tourism protections that able to be developed in South Leitimur district. The development of this tourism will increase local income (PAD), community's economic and provide opportunities for external investor to invest on tourism in this district. Since requiring a lot of time, energy and money, a simultaneously tourism development along the beach on this district will face a very difficult challenges. Therefore, a research performs to identify selected criteria of developed location and propose the worthy location to build tourism at that district. By using Fuzzy TOPSIS method, results of analysis recommend Naku's beach as chosen alternative after rated by entrepreneur respondents who has experienced in beach tourism at Ambon Island.
USULAN PENENTUAN RUTE DALAM PENDISTRIBUSIAN BBM BERSUBSIDI (PREMIUM) PADA PT. PERTAMINA TBBM WAYAME AMBON KE SPBU DI PULAU AMBON DENGAN PENDEKATAN Vehicle Routing Problem Pius Nusmesse; A. Rahawarin; D. B. Paillin
ARIKA Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.917 KB)

Abstract

BBM (Premium) Besubsidi didistribusi dari PT. Pertamina TBBM Wayame menuju ke 8 SPBU di pulau Ambon menggunakan mobil khusus untuk mengangkut bahan bakar tersebut. Setiap mobil dapat melakukan lebih dari 1 trip atau rute dalam 1 horison perencanaan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode vehicle routing problem (VRP) untuk menentukan rute kendaraan untuk distribusi BBM tersebut. Berdasarkan hasil penelitian kami temukan bahwa algoritma clarke & wright saving dan sequential insertion sama-sama menghasilkan 4 kendaraan atau 4 tur untuk kendaraan dengan kapasitas 10 ton. Total waktu durasi untuk Algoritma clarke & wright saving (1.06 jam) lebih baik dari algoritma sequential insertion dibandingkan (25.59 jam). Sementara itu, untuk kendaraan dengan kapasitas muat 5 ton ditemukan bahwa Algoritma clarke & wright saving dan sequential insertion sama-sama menghasilkan 7 kendaraan atau 7 tur untuk kendaraan dimana total waktu durasi untuk Algoritma clarke & wright saving lebih baik dari algoritma sequential insertion yaitu sebesar 1.42 jam dibandingkan dengan 1.68 jam.
ANALISIS KINERJA SISTEM ANTRIAN PADA DERMAGA PELABUHAN PERIKANAN NUSANTARA AMBON Deivy Tutarima; D. B. Paillin
ARIKA Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.819 KB)

Abstract

Maluku merupakan lumbung ikan nasional karena menyimpan potensi ikan terbesar di Indonesia. Total potensi sumberdaya ikan di daerah Maluku sebesar 1,6 juta ton per tahun, oleh karena itu menyebabkan banyak kapal perikanan yang ingin menangkap ikan di perairan Maluku. Jumlah kapal yang ada pada PPN Ambon ( Perikanan Nusantara Ambon) sebanyak 244 kapal penangkap dan 43 kapal pengumpul ( eksport ). Banyaknya kapal perikanan tersebut sehingga menyebabkan terjadinya antrian yang cukup lama pada dermaga PPN Ambon pada saat melakukan kegiatan bongkar muat. Dalam penelitian ini, hasil utilitas menunjukan bahwa pada server pengumpul 1,2,3 tidak terlalu sibuk dengan kapal yang dilayani selama 300 jam sebanyak 47 buah dan untuk hasil utilitas untuk kapal tangkap diamana server pada kapal tangkap sangat sibuk dengan jumlah kapal yang dilayani sebanyak 57 buah kapal. Hasil ini memberikan dua buah alternative untuk memepercepat pelayanan yaitu (1) 1 kapal tangkap dapat melakukan kegiatan bongkar muat pada server kapal tampung dan begitu pun sebaliknya jika server kosong. Hasil utilitas untuk server tangkap dan server tampung sangat sibuk dengan jumlah pelayanan untuk kapal tangkap adalah sebanyak 95 buah kapal, untuk kapal tampung dilayani sebanyak 41 buah; dan (2) penambahan sebuah server, sehingga untuk kapal tampung dilayani sebanyak 55 kapal dan untuk kapal tangkap dilayani sebanyak 115 buah kapal. Dengan menggunakan alternative 2 maka dapat mengurangi waktu pelayanan kapal.
OPTIMASI PENENTUAN CAMPURAN PAKAN AYAM RAS PETELUR DENGAN MENGGUNAKAN METODE GOAL PROGRAMMING PADA PETERNAKAN BHUMYAMCA UNGGAS Abdulla Pelu; J. M. Tupan; D. B. Paillin
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (618.97 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.97

Abstract

Penilitian ini, dilakukan pada kebutuhan bahan baku pakan ayam ras petelur (layer). Berdasarkan pengolahan data yang dilakukan dengan software WinQSB untuk optimasi penentuan campuran pakan dengan menggunakan perhitungan Goal Programming dengan variabel bahan baku berupa konsentrat 801, dedak padi, dan jagung. Diperoleh hasil goal untuk jumlah pakan sebesar 1200 kg bahan pakan untuk konsentrat 801 MS 390 kg, dedak padi 325 kg, dan jagung 485 kg. Berdasarkan nutrisi yang dibutuhkan ayam ras petelur (layer) yang lebih dari umur lebih dari 5 bulan atau lebih dari umur 20 minggu sampai dengan afkir sebagai acuan penyusunan pakan (metabolisme energi, protein kasar, lemak kasar, serat kasar, kalsium, posfor) diperoleh biaya minimum sebesar Rp. 4.830.000. Sedangkan dari komposisi pakan bhumyamca unggas, biaya bahan pakan yang dikeluarkan sebesar Rp. 5.330.000. Dengan demikian terjadi penghematan biaya pakan sebesar Rp. 500.000.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI GUDANG TUJUH PT. MULCINDO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION Goldsteyn M. O. Masela; N. E. Maitimu; D. B. Paillin
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.459 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.129

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) Membuat layout usulan rancangan tata letak pada gudang tujuh PT. Mulcindo, (2) Meminimasi momen perpindahan jarak dan ongkos material handling.Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Layout awal tata letak fasilitas produksi gudang 7 PT. Mulcindo masih dapat dioptimalkan lagi dengan membuat layout usulan menggunakan algoritma differemtial evolution. (2) Layout usulan yang dihasilkan oleh algoritma differential evoluion yang menggunakan 3 alternatif yaitu: Alternatif 1 “ Mutation Factor 0,3 dan Crossover Rate 0,7”, Alternatif 2 “ Mutation Factor 0,7 dan Crossover Rate 0,3”, dan Alternatif 3 “ Mutation Factor 0,8 dan Crossover Rate 0,5” Dari 3 alternatif tersebut masing-masing dibuat dalam 5 kali replikasi berbeda, dengan biaya optimum dari 3 alternatif tersebut sebagai berikut. Alternatif 1 : Rp. 8.254.950,2 (Replikasi Ke-4), Alternatif 2 : Rp. 8.730.388,56 (Replikasi Ke-1) dan Alternatif 3 : Rp. 8.273.260,33 (Replikasi Ke-4) Dengan demikian ongkos material handling yang paling optimum adalah pada Alternatif 1 Replikasi ke-4 yaitu Rp. 8.254.950,2-per bulan, sehingga lebih optimum dari OMH awal yaitu Rp. 14.792.360,-per bulan, dengan persentase 55.8%.
PEMETAAN AWAL SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (SCM) IKAN DI PULAU AMBON D. Tumanan; Kevin M. Runteh; D.B Paillin
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.514 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.01

Abstract

Industri perikanan dan kelautan di Maluku berkembang cukup pesat. Peran provinsi Maluku memiliki peran penting dan strategis bagi kegiatan perikanan laut nasional, sehingga persaingan perusahaan yang bergerak dalam bidang perikanan di Maluku pun meningkat. Hasil penelitian menunjukkan, pada umumnya untuk proses sistem supply chain ikan di Kota Ambon, yang berperan sebagai supplyer utama untuk pasokkan ikan yaitu para nelayan pesisir pantai di sekitar wilayah Maluku. Sistem distribusi pemasaran dari masing-masing perusahaan ikan bersifat Vertical Marketing System. Tingkat presentase konsumsi ikan lebih tinggi terdapat pada Kec. Sirimau 42%, dengan total konsumsi 9.294.000 kg/tahun. Kec. Nusaniwe (27%), Kec. Teluk Ambon (12%), Kec. T.A. Baguala (16%), dan Kec. Leitimur Selatan 3%. Berdasarkan pemetaan awal supply chain management ikan, juga terdapat usulan lokasi cold storage yang terpilih dengan menggunakan metode Point Rating, yaitu berada di sekitar kawasan Kec. Teluk Ambon dengan nilai terbesar yaitu 3,5. setelah dilakukan perhitungan terhadap faktor tangibel dan intangibel maka diperoleh nilai terbesar yaitu 3,5. Aksesibilitas perusahaan masih tergolong cukup baik. Avaibilitas atau ketersediaan bahan baku untuk seluruh perusahaan masih menjadi permasalahan, yang disebabkan oleh pengaruh faktor iklim, musiman ikan dan lainnya. Ditinjau dari segi cost untuk harga beli perusahan terhadap harga beli dan harga jual perusahaan untuk wilayah Kota Ambon tidak mengalami kesenjangan harga yang begitu besar. Sedangkan untuk pemasaran regional dan export memiliki kesenjangan harga dari masing- masing perusahaan.
ANALISIS PERALATAN DAN METODE KERJA BERBASIS ERGONOMI PADA PENYULINGAN MINYAK KAYU PUTIH TRADISIONAL SEBAGAI PRODUK ANDALAN DI AMBON Robert Hutagalung; Wardis Girsang; Amos Kilay; D. B. Paillin
ARIKA Vol 11 No 2 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.289 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.2.147

Abstract

Penyulingan minyak kayu putih adalah salah satu industri tradisional masyarakat di Maluku, khususnya pulau Ambon, Buru dan Seram. Kegiatan ini dilakukan lebih dari 8 jam/hari tanpa menggunakan konsep ergonomi, seperti: waktu istirahat, nutrisi, peralatan kerja dan ruang produksi. Faktor lain seperti: paparan panas, asap dan kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis ikut memberikan beban tambahan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain peralatan dan metode kerja guna memperbaiki sikap yang tidak alamiah serta memberikan kesempatan kepada para pekerja melakukan istirahat aktif dan mengubah sistem statis menjadi dinamis. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menurunkan keluhan muskuloskeletal, beban kerja serta meningkatkan produktivitas setelah desain peralatan dan metode kerja berbasis ergonomi. Luaran yang ditargetkan adalah peralatan dan metode kerja baru berbasis ergonomi yakni sistem kerja, ruang produksi, ketel penyulingan, tungku, lemari, tempat duduk/tidur, sistem pendingin, perpipaan dan corong asap, serta produktivitas meningkat 15%. Hasil penelitian sementara ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengaruh keluhan musculoskeletal dan kelelahan yang tinggi sebagai kontribusi juga dari aspek lingkungan kerja yang kurang ergonomis memicu pekerja untuk bekerja pada kemampuan belum wajar untuk memberikan hasil yang maksimal; 2. Perbedaan material pipa pendingin (stanless steel, tembaga dan aluminium) untuk proses kondensasi uap minyak kayu putih, dapat berkontribusi pada karakteristik produk dan jumlah produksi; 3. Setelah intervensi ergonomi dalam desain metode dan peralatan kerja maka terjadi penurunan dari target penelitian (10%) sebesar 56,2% untuk tingkat keluhan musculoskeletal, 57,8% untuk keluhan kelelahan dan 19,3% untuk beban kerja, sedangkan untuk produktivitas kerja pengolah minyak kayu putih tradisional naik 24,3% dari target penelitian sebesar 15%.