cover
Contact Name
Alfredo Tutuhatunewa
Contact Email
alfredo.tutuhatunewa@fatek.unpatti.ac.id
Phone
+6285235222230
Journal Mail Official
arika@fatek.unpatti.ac.id
Editorial Address
Ruang Program Studi Teknik Industri Lantai I Gedung Fakultas Teknik Universitas Pattimura Jl. Ir. M. Putuhena, Kampus Poka - Ambon, 97233
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
ARIKA
Published by Universitas Pattimura
ISSN : 19781105     EISSN : 27225445     DOI : -
Jurnal ARIKA merupakan Jurnal yang dikelola oleh Program Studi Teknik Industri Universitas Pattimura. Jurnal ini membahas ilmu di bidang teknik industri, sebagai wadah untuk menuangkan hasil penelitian baik secara konseptual maupun teknis yang berkaitan dengan Ilmu Teknik Industri. Jurnal Arika terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Pebruari dan Agustus. Fokus dan Ruang Lingkup Penelitian Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Sistem Produksi Simulasi dan Pemodelan Optimasi Industri Manajemen Logistik dan Transportasi Manajemen Kualitas Rekayasa Sistem Manufaktur Perencanaan dan Pengendalian Produksi Statistik Supply Chain
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 8 No 2 (2014)" : 8 Documents clear
Analisa Rancangan Percobaan Pengaruh Jenis Bahan Bakar Terhadap Tingkat Kandungan Protein Ikan Asap Dari Usaha Tradisional di Desa Hative Kecil Robert Hutagalung; Viktor O Lawalata; Darius Tumanan; Imelda K.E. Savitri
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2457.028 KB)

Abstract

Kadar protein ikan asap dapat dipengaruhi oleh jenis bahan bakar yang digunakan selama proses pengasapan. Dalam prakteknya, pengolahan ikan asap oleh usaha-usaha tradisional dapat menggunakan jenis bahan bakar yang bervariasi bergantung pada potensi ketersediaannya disekitar tempat produksi ikan asap. Penelitian ini mengkaji dampak perbedaan jenis bahan bakar terhadap kualitas ikan asap terkait dengan kadar protein terkaita dalam daging ikan, sekaligus menetapkan jenis bahan bakar unggulan yang baik digunakan oleh usaha-usaha tradisional ikan asap. Dengan menggunakan model Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan uji lanjut Tukey, ditemukan bahwa bahan bakar jenis kayu gandaria, gupasa dan besi menghasilkan kadar protein yang lebih besar dibandingkan jika menggunakan bahan bakar tempurung kelapa, sabut kelapa atau kombinasi tempurung dan sabut kelapa.
Analisa Kinerja Angkutan Penyeberangan Guna Menjamin Keberlanjutan Industri Transportasi di Maluku (Studi Kasus Pada Lintasan Hunimua - Waipirit) Hanok Mandaku
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2137.192 KB)

Abstract

Kemajuan angkutan penyeberangan di Maluku dalam beberapa tahun terakhir cukup pesat, ditandai dengan masuknya pihak swasta untuk berinvestasi selain PT. ASDP yang merupakan salah satu BUMN. Hal ini menunjukkan bahwa investasi di sector transportasi memiliki prospek yang baik di masa depan. Guna menjamin keberlanjutannya (sustainable), maka perlu ada gambaran tentang kinerja finansial, pemanfaatan fasilitas dan pemanfaatan tenaga kerja (ABK). Sebagai locus studi, dipilih lintasan komersial Hunimua-Waipirit yang mengoperasikan KMP. Inelika dan KMP. Terubuk. Penelitian ini bersifat analisis matematis yang diarahkan untuk mencapai tujuan yaitu mendapatkan gambaran nilai kinerja angkutan penyebrangan yang meliputi finansial, pemanfaatan fasilitas dan tenaga kerja. Hasil analisis finansial menujukkan bahwa investasi angkutan penyeberangan pada lintasan Hunimua-Waipirit menguntungkan; pemanfaatan fasilitas sudah mencapai titik maksimum (LF 88% dan BOR >40%), sehingga kedepan perlu ada pengembangan fasilitas dermaga menjadi 2 line; dan pemanfaatan tenaga kerja akan maksimal tergantung dari jarak pelayaran yang ditempuh selama periode tertentu. Kondisi kinerja tersebut akan menjamin keberlanjutannya sebagai sebuah industri serta prospektif bagi investasi.
Usulan Perbaikan Terhadap Manajemen Perawatan Dengan Menggunakan Metode Total Productive Maintenance (TPM) di PLTD Hative Kecil Benediktus Jamlean; Mercy Lolita Pattiapon
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2156.316 KB)

Abstract

listrik telah manjadi kebutuhan yang penting bagi masyarakat dan industry. Tetapi kebutuhan tersebut tidak diimbangi dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh produsen, dalam hal ini adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN). System perawatan yang diterapkan pada PLTD Hative Kecil. Salah satu metode perawatan yang dapat digunakan dalam melakukan identifikasi efektivitas suatu peralatan dan fasilitas yang dimiliki adalah dengan menggunakan pendekatan Total Productive Maintenance (TPM). Penerapan TPM merupakan salah satu solusi untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk menghasilkan produktivitas yang lebih baik dari setiap level organisasi. Dalam penerapannya terdapat suatu variable utama yang dapat digunakan dalam membaca secara objektif nilai efektivitas suatu peralatan yaitu overall equipment effectiveness. Dari hasil pengolahan data maka diperoleh nilai pencapaian OEE (Overall Equipment Effectiveness) masih dibawah world standard dimana availability sebesar 96.12% dengan availability world standard 90%, Production Effectiveness sebesar 93.14% dengan production effectiveness world standard 95%, Rate Of Quality sebesar 69.23% dengan quality world standard 99% dan OEE sebesar 62.06% dengan OEE world standard 85%. Dengan adanya perhitungan OEE maka dapat diketahui faktor-faktor dalam six big losses dominan yang mengakibatkan rendahnya efektivitas mesin yang rendah yaitu pada breakdown losses dan Idling and minor stoppages losses sehingga harus dilakukan perbaikan sebagai langkah awal dalam usaha peningkatan produktivitas dan efisiensi mesin.
Dampak Pengoperasian Jembatan Merah-Putih Terhadap Operasional Kapal Ferry Pada Lintasan Galala-Poka Hanok Mandaku; Robert M Ratlalan
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1724.648 KB)

Abstract

Dalam rangka meningkatkan aksesbilitas, pemerintah kota ambon sementara melakukan pembangunan jembatan merah –putih (JMP) yang menghubungkan wilayah desa hative kecil dan desa rumahtiga. Menurut rencana operasionalnya, JMP diperuntukkan bagi kendaraan roda 4 (R-4) dan tidak dipungut biaya. Hal ini diduga berpengaruh terhadap pilihan konsumen yang selama ini menggunakan jasa kapal feri. Penelitian ini bermaksud mengetahui kinerja operasional JMP dan persepsi konsumen terhadap kinerja kapal feri dari aspek biaya dan waktu tempuh, serta bagaimana nantinya pengaruh pengoperasian jembatan merah-putih terhadap operasional kapal ferry. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif atau survei (descriptive research or survey) dengan maksud membuat penjabaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai sifat-sifat populasi pengguna kapal ferry serta memprediksi dampak dari sifat-sifat populasi tersebut. Dari hasil analisis, diketahui biaya operasional kendaraan (BOK) JMP Rp. 800.- dan waktu tempuh 1,59 menit. Dibandingkan dengan kapal ferry, kinerja JMP jauh lebih baik. Sedangkan dari hasil survei persepsi, ternyata 93.3% responden mempersiapkan bahwa resiko biaya dan waktu tempuh kapal ferry lebih besar dan lebih lama dari JMP. Dengan persepsi itu, 97% responden memilih untuk beralih menggunakan JMP. Sehingga load factor kapal ferry menurun dari rata-rata 80% menjadi rata-rata 41,24%. Menunjuk syarat kelayakan load factor suatu lintasan penyeberangan yakni 60%, maka lintasan galala-poka tidak layak dioperasikan lagi. Karena itu, disarankan kepada PT. ASDP untuk merumuskan ulang kebijakan operasional lintasan Galala-Poka, serta adanya tinjauan ulang terhadap rencana operasional JMP.
Strategi Perencanaan dan Pengembangan Industri Pariwisata Kepemimpinan Dengan Menggunakan Metode SWOT (Studi Kasus Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon) Richard A. De Fretes
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2602.931 KB)

Abstract

Masalah yang dihadapi Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon adalah memiliki banyak potensi wisata yang belum dikembangkan dengan baik sebagai obyek wisata yang membuat daerah inii sebagai tujuan wisata daerah itu ( DTW. Oleh karena itu , perencanaan strategis dan pembangunan industri pariwisata harus berorientasi pada pengembangan potensi wisala yang dimiliki oleh mengingat persoalan yang dihadapi dan pertumbuhan ekonomi yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat. Penelitian ini adalah salah satu jenis penelitian kualitatif dimana teknik pengumpulan data secara langsung (pengamatan dilapangan), melalui wawancara, pengedaran kuesioner dan studi kepustakaan. Presentasi dari analisis ini dilakukan dalam bentuk tabular dan atau secara informal dalam bentuk narasi). Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode SWOT, analisis data dilakukan yaitu analisis faktor internal dan faktor eksternal, analisis Matriks Internal- Eksternal, analisis SWOT Hasil dari analisis adalah untuk menunjukkan posisi pariwisata di Kecamatan Leitimur Selatan Kota Ambon ada pada posisi penetrasi pasar dan pengembangan produk Dengan menggunakan analisa SWOT menghasilkan strategi SO, ST, WO, dan WT dengan program sebagai berikut: proses identfikasi potensi wisata yang dimiliki, pengembangan potensi wisata, perbaikan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, peningkatan dan penguatan sistem pengelolaan pariwisata serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Resiko Usaha Pengolahan Ikan Cakalang Banda di Kecamatan Banda Wilem Talakua
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2350.736 KB)

Abstract

Salah satu usaha pengolahan ikan secara tradisional dengan ikan cakalang (Katsuwonus pelamis) sebagai bahan baku dan merupakan produk daerah Maluku ada!ah cakalang banda. Kendala ketersediaan bahan baku dan peningkatan biaya produksi yang dihadapai pengolah ikan cakalang banda akan menimbulkan tingginya resiko dalam menjalankan usaha, yakni kemungkinan terjadi kondisi merugi. Dengan demikian penelitian ini bertujuan untuk rnengetahui pendapatan dan tingkat resiko usaha pengolahan ikan cakalang banda di Kecamatan Banda. Penentuan lokasi secara purposive, dan pengurnpulan data melalui observasi dan wawancara serta dari data sekunder. Mengacu analisis pendapatan dan analisis resiko usaha terhadap data yang dikumpulkan maka diperoleh hasil penelitian bahwa usaha pengolahan ikan cakalang banda di Kecamatan Banda digolongkan sebagai usaha keluarga dengan rata-rata pendapatan yang diperoleh selama setahun sebesar Rp. 961. 612/tahun dengan tingkat resiko usaha sangat kecil dari adanya kerugian, dimana nilai koefisien variasi (CV) < 0,5 dan batas bawah keuntungan (L) > 0 yang berarti bahwa pengolah ikan cakalang banda tidak akan mengalami kerugian dari tiap proses produksi yang dilakukan.
Evaluasi Penerapan e-Procurement Pada Pengadaan Infrastruktur Pada Instansi Pemerintah Kota Ambon Regina Apituley; Ludfi Djakfar; Indradi Wijatmiko
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4225.529 KB)

Abstract

E-procurement adalah proses pengadaan barang/jasa dilakukan secara elektronik (berbasis web/internet) yang diberlakukan untuk mengatasi berbagai kelemahan sistim konvensional yang membuka peluang timbulnya KKN dan Nepotisme. Penelitian ini diselenggarakan untuk mengevaluasi penerapan e-Procurement, dan bagaimana pengaruh penerapan e-procurement terhadap kinerja dan efisiensi pengadaan serta strategi pemerintah kota Ambon ke depan dalam memberlakukan sistim e-Procurement. Metode yang digunakan adalah metode survei pada penyedia jasa (kontraktor) yang terlibat dalam sistem pengadaan infrastruktur. Data dianalisa dengan metode analisis structural equation model (SEM) dan analisis SWOT Hasil dart penelitian meliputi variabel yang berpengaruh terhadap kinerja adalah sistim manajemen kontrol, Kualitas,Kerjasama dengan Mitra Kerja, Hukum dan Peraturan Tentang e-procurement. Variabel yang berpengaruh dan sangat penting terhadap efIsiensi adalah Manajemen Kontrol Data Strategi yang digunakan guna pengembangan organisasi (LKPP) dalam menjalankan sistirn e- procurement adalah meningkatkan sistim manajemen kontrol data, meningkatkan keberhasilan pada kemampuan sumber daya manusia, menerapkan Perpres 54 Tahun 2010 and Perpres 70 Tahun 2012, meminimalkan peluang terjadinya permasalahan dan dampaknya, serta melakukan kerjasama dengan lembaga sandi negara. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa sistem e- procurement lebih unggul dibandingkan penggunaan sistem konvensional.
Analisa Tata Letak Pabrik Untuk Meminimalisasi Material Handling Dengan Menggunakan Metode AHP Pada CV. XYZ Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2204.318 KB)

Abstract

Faktor yang mempengaruhi kelancaran proses produksi adalah memaksimalkan sumber daya yang ada pada industri yaitu salah satunya adalah penentuan tata letak fasilitas. Tata letak atau pengaturan dan fasilitas-fasilitas produksi, baik mesin maupun departemen yang ada adalah suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalani dunia industri, karena pengaturan tata letak fasilitas yang balk dan sesuai dengan keadaan perusahaan merupakan salah satu faktor utama untuk mengoptimalkan waktu dan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas karyawan dan produktivitas secara keseluruhan. Penelitian mi diselenggarakan untuk menjaring pendapat pekerja terkait dengan upaya perbaikan tata letak fasilitas. Dengan mengunakan pendekatan Analisa Hirarki Proses (AHP), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria kualitas memiliki prioritas tertinggi pada level, sedangkan pada level 2, posisi yang sama dimiliki oleh sub kriteria sumber daya.

Page 1 of 1 | Total Record : 8