Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Analisa Tata Letak Pabrik Untuk Meminimalisasi Material Handling Dengan Menggunakan Metode AHP Pada CV. XYZ Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 8 No 2 (2014)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2204.318 KB)

Abstract

Faktor yang mempengaruhi kelancaran proses produksi adalah memaksimalkan sumber daya yang ada pada industri yaitu salah satunya adalah penentuan tata letak fasilitas. Tata letak atau pengaturan dan fasilitas-fasilitas produksi, baik mesin maupun departemen yang ada adalah suatu hal yang perlu mendapatkan perhatian dalani dunia industri, karena pengaturan tata letak fasilitas yang balk dan sesuai dengan keadaan perusahaan merupakan salah satu faktor utama untuk mengoptimalkan waktu dan biaya produksi, dan meningkatkan produktivitas karyawan dan produktivitas secara keseluruhan. Penelitian mi diselenggarakan untuk menjaring pendapat pekerja terkait dengan upaya perbaikan tata letak fasilitas. Dengan mengunakan pendekatan Analisa Hirarki Proses (AHP), hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kriteria kualitas memiliki prioritas tertinggi pada level, sedangkan pada level 2, posisi yang sama dimiliki oleh sub kriteria sumber daya.
Usulan Perbaikan Tata Letak Fasilitas Produksi Gudang Tujuh PT. Mulchido Dengan Menggunakan Metode Craft Erlon Wattimena; Nil Edwin Maitimu
ARIKA Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.902 KB)

Abstract

In this paper discusses how to do a layout arrangement proposed improvements to the PT. Mulchido from previous layout by using measurements Minimization Material Handling to get the amount of displacement activity displacement is minimal and the costs are low. To get Minimization Material Handling, method Craft used as a tool to solve a problem by calculation using a computer. From the layout of the proposals generated by the algorithm can reduce the moment of displacement craft distance of 11559.35 m to 7671.93 m per month. As for the material handling costs can be minimized from Rp. 14.79236 million, - to Rp. 8,138,161, - per month.
PERANCANGAN DOKUMEN STANDARD OPERATING PROCEDURE PADA SMA NEGERI 4 AMBON Hana Masita; N. E. Maitimu
ARIKA Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.244 KB)

Abstract

Secara umum, penjabaran mekanisme kerja di SMA Negeri 4 Ambon belum terperinci, tersaji dalam format yang beragam dan belum cukup jelas. Hal ini berdampak pada tidak seragamnya cara pelaksanaan tugas oleh setiap pelaksana, sehingga sulit menentukan atau mengukur kinerja mereka. Uraian tersebut menyatakan bahwa konsistensi dan keseragaman cara kerja menjadi salah satu kondisi utama yang harus diwujudkan di SMA Negeri 4 Ambon. Dengan demikian, pembuatan dokumen SOP harus segera dilaksanakan guna perbaikan kualitas kinerja, baik personal maupun lembaganya. Berangkat dari masalah tersebut, maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk merancang dokumen standard operating procedure (SOP) atau instruksi kerja (IK) untuk setiap pekerjaan atau aktivitas yang brlangsung di SMA Negeri 4 Ambon, serta menyediakan dokumen pendukung bagi SOP yang dapat berupa formulir ataupun blangko sesuai dengan kebutuhan dari SOP yang disusun. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan melakukan wawancara, lalu melakukan FGD (Focus Group Discussion) untuk mengumpulkan datanya. Setelah itu, data dianalisa dengan metode PDCA .Penelitiam ini telah berhasil menyusun 24 SOP, 13 IK dan 10 dokumen pendukung yang dikelompokkan dalam 6 bagian unit kerja, yaitu BK, Humas, Kesiswaan, Kurikulum, Sarpra, TU.
USULAN PERENCANAAN PERAWATAN PREVENTIF BERBASIS KEANDALAN UNTUK ALAT AUTOMATIC TANK GAUGING (ATG) Bahrain Abdullah; N. E. Maitimu; J. M. Tupan
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1909.682 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.105

Abstract

Pada penelitian ini, akan dicari solusi untuk perencanaan penjadwalan perawatan ATG dengan metode Realibility Centered Maintenance (RCM) yang merupakan landasan dasar untuk mengembangkan perawatan pencegahan (preventive maintenance) yang terjadwal (Ben. Daya, 2000 dalam Asisco, 2012). Dari hasil pengolahan data, dapat diketahui bahwa untuk ATG pada tanki 1 harus dilakukan perawatan dengan selang waktu 145 jam, 70 jam untuk ATG pada tanki 2 dan 71 jam untuk ATG pada tanki 10 dengan nilai batas keandalan minimum adalah sebesar 70%. Untuk kegiatan perawatan berdasarkan time direction maka akan dilakukan berdasarkan periode waktu keandalan dengan jenis tindakan yang dilakukan berupa memeriksa dan membersihkan displacer, memeriksa dan membersihkan stilling well. Sedangkan untuk kategori conditional directed, maka jenis tindakan yang dilakukan berupa jenis tindakan perbaikan atau penggantian wire drum dan measuring wire.
USULAN PERBAIKAN TATA LETAK FASILITAS PRODUKSI GUDANG TUJUH PT. MULCINDO DENGAN MENGGUNAKAN METODE ALGORITMA DIFFERENTIAL EVOLUTION Goldsteyn M. O. Masela; N. E. Maitimu; D. B. Paillin
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (367.459 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.129

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk (1) Membuat layout usulan rancangan tata letak pada gudang tujuh PT. Mulcindo, (2) Meminimasi momen perpindahan jarak dan ongkos material handling.Hasil Penelitian menunjukan bahwa (1) Layout awal tata letak fasilitas produksi gudang 7 PT. Mulcindo masih dapat dioptimalkan lagi dengan membuat layout usulan menggunakan algoritma differemtial evolution. (2) Layout usulan yang dihasilkan oleh algoritma differential evoluion yang menggunakan 3 alternatif yaitu: Alternatif 1 “ Mutation Factor 0,3 dan Crossover Rate 0,7”, Alternatif 2 “ Mutation Factor 0,7 dan Crossover Rate 0,3”, dan Alternatif 3 “ Mutation Factor 0,8 dan Crossover Rate 0,5” Dari 3 alternatif tersebut masing-masing dibuat dalam 5 kali replikasi berbeda, dengan biaya optimum dari 3 alternatif tersebut sebagai berikut. Alternatif 1 : Rp. 8.254.950,2 (Replikasi Ke-4), Alternatif 2 : Rp. 8.730.388,56 (Replikasi Ke-1) dan Alternatif 3 : Rp. 8.273.260,33 (Replikasi Ke-4) Dengan demikian ongkos material handling yang paling optimum adalah pada Alternatif 1 Replikasi ke-4 yaitu Rp. 8.254.950,2-per bulan, sehingga lebih optimum dari OMH awal yaitu Rp. 14.792.360,-per bulan, dengan persentase 55.8%.
ANALISA PERENCANAAN PERMINTAAN KERAJINAN KULIT KERANG MUTIARA DI KOTA AMBON Marcy L. Pattiapon; N. E. Maitimu
ARIKA Vol 10 No 2 (2016): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (239.221 KB) | DOI: 10.30598/arika.2016.10.2.139

Abstract

Maluku merupakan daerah kepulauan yang kaya akan hasil alam terutama laut yang diantaranya yaitu kerang mutiara. Salah satu industri kecil yang cukup berkembang adalah industri kerajinan dari kulit kerang mutiara, kulit kerang mutiara di manfaatkan dan di olah sebagai kerajinan yang bernilai seni tinggi merupakan salah satu ciri khas dari daerah Maluku yang merupakan salah satu pilihan cinderamata yang cukup diminati oleh wisatawan dalam negeri maupun luar negeri. Kerang selain dikonsumsi, kerang juga menghasilkan mutiara dan sering dibuat menjadi perhiasan seperti kalung, gelang, cincin dan hiasan dinding dan berbagai aksesoris. Terjadinya fluktuasi permintaan dari waktu ke waktu menyebabkan perlunya perencanaan persediaan dengan melakukan peramalan kebutuhan dimasa mendatang.Peramalan yang digunakan adalah Time Series Moving Average dan Single Exponential Smoothing. Hasil penelitian yang dilakukan dapat diketahui bahwa yang menyerap modal terbesar adalah kerangmutiara, profil, kain bludru dan kaca. Peramalan dengan Moving Average (MA) = 4 bulan mempunyai nilai error tekecil dengan hasil prakiraan peramalan adalah 57 kg. Dengan total biaya sebesar Rp. 5.156.847.779. Alternatif yang digunakan dalam perencanaan agregat adalah strategi dengan hari kerja regular tetap dan strategi lembur, yaitu selama 26 hari/bulan, dengan kapasitas produksi 39 unit produk jadi kulit kerang. Dengan total biaya adalah sebesar Rp. 243.650.000. Produk ukiran wajah dan kereta kuda merupakan produk yang harus mendapat perhatian yang sangat serius karena akan berdampak pada biaya yang tinggi. Yang memiliki volume tahunan terbesar yaitu sebesar 58.9% dari total nilai persediaan.
PENENTUAN UKURAN LOT PEMESANAN OPTIMAL BAHAN BAKU IKAN TUNA DENGAN MODEL DINAMIS ALGORITMA WAGNER-WITHIN DALAM UPAYA MINIMASI ONGKOS TOTAL PERSEDIAAN (Studi Kasus : PT. Mina Maluku Sejahtera) N.E. Maitimu; Meirlin S. Peea
ARIKA Vol 11 No 1 (2017): ARIKA
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.85 KB) | DOI: 10.30598/arika.2017.11.1.11

Abstract

Perencanaan persediaan merupakan salah satu masalah yang dihadapi oleh perusahaan dalam proses pengendalian persediaan dimana sejumlah bahan baku dan produk diharapkan dapat diperoleh pada tempat dan waktu yang tepat dan ongkos yang relative rendah. Salah satu perusahaan PT. Mina Maluku Sejahtera yang asetnya adalah Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Erie, merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perikanan sebagai salah satu perusahaan dengan kontribusi adalah jenis tuna jelas dihadapakan akan masalah kebijakan inventory perusahaan yang dianggap belum efisien ditinjau dari tingkat penumpukan akibat sistem inventory perusahaan yang masih bersifat trasidional dengan metode trial and error. Oleh karena itu, pada penelitian ini diusulkan metode pengendalian persediaan dengan teknik Algoritma Wagner-Within untuk penentuan ukuran lot pemesanan dan waktu pemesanan yang optimal, dimana teknik ini menghasilkan total biaya yang paling minimum karena menggunakan program dinamis dan pendekatan matematisnya yang sangat detail. Langkah pertama dilakukan adalah peramalan permintaan Tuna untuk periode mendatang, hasil peramalan yang dipilih diasumsikan sebagai permintaan yang bersifat pasti dari konsumen. Setelah itu, dilakukan perhitungan biaya pengendalian persediaan melalui 3 langkah model Algoritma W-W. Dari hasil perhitungan diperoleh ukuran lot pemesanan yang menghasilkan ongkos total inventory adalah sebesar Rp. 1.018.747.950 lebih optimal jika dibandingkan dengan sistem yang dipakai perusahaan saat ini yaitu, pada skenario 1 adalah sebesar Rp. 1.022.261.053 dan skenario 2 adalah sebesar Rp. 1.021.500.000. Maka berdasarkan hasil tersebut itu berarti persentase penghematan yang dapat terjadi akibat penurunan ongkos total adalah sebesar 24% hingga 28 % per tahunnya.
Pemilihan Prioritas Berdasarkan Keinginan Konsumen Dengan Menggunakan Analytical Hierarchy Process Pada Travel PT X N. E. Maitimu
ARIKA Vol 4 No 1 (2010)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (58.67 KB)

Abstract

In this study discusses how to conduct a company policy on travel about assessment of consumer desire by using the method of Analytical Hierarchy Process (AHP). AHP is a method to obtain the best solution from several alternative solution by utilizing the comparison by pairs (pairwise comparison) as the basis in determining the choice of priorities. With the principle of decomposition then the whole issue will be split into elements of the simpler problems to become more structured. Then performed a comparative study that is the value of the relative importance of the two components at a certain rate elements associated with the level on the level above. The next step to determine the priority through pairwise comparison matrix, which can be determined value of eigen vector. With this method, the director or manager of the travel will be helpful in setting appropriate priorities for assessment or assessment results in accordance with the wishes of consumers.
Klasifikasi dan Perencanaan Persediaan Bahan Baku Kerajinan Kerang Mutiara Pada UD. Husein N. E. Maitimu; M. L. Pattiapon; Luluk Ulandari
ARIKA Vol 5 No 1 (2011)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (220.214 KB)

Abstract

UD. Husein is one of the small craft industry in the pearl oysters that if the craft is high art, including calligraphy patterned, Gethsemane, and Wild Horse.UD. Hussein to procure raw materials are still the traditional way or by virtue of estimates. Demand fluctuations over time lead to the need for inventory planning by forecasting future needs is used mendatang.Peramalan SeriesMoving Time Average and Exponential Smoothing.Tingkat Single items of interest can be seen from the critical level of goods, the use of speed or level of benefits that can be achieved and by capital absorption rate by classification ABC Analysis. Inventory planning of raw materials using Multi Item Inventory Model (FOI, FOQ and Combined). Results of research conducted can be seen that the largest capital absorbs pearl, profiles, velvet cloth and glass. Single exponential smoothing forecasting with α = 0.5 has an error value tekecil and inventory models have a combined total inventory costs at a minimum of one year with a frequency that is equal Rp. 41.502.500 optimal ordering 1 time / year in cost savings for raw materials inventory Rp.4.871 .650.
Penentuan Jumlah Forklift Dalam Pelayanan Peti Kemas Di PT Tempuran Mas Ambon N. E. Maitimu
ARIKA Vol 6 No 1 (2012)
Publisher : Industrial Engineering Study Program, Pattimura University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (497.503 KB)

Abstract

PT Tempuran Mas is a company engaged in the service pack fairies. The company is based in Jakarta and Ambon is one of the branches. PT Tempuran Mas Ambon already have enough customers so that they also use the services of quite a lot. The purpose of this study was to determine the number of forklift needs in the process of unloading containers at the stacking of containers, so as to move containers quickly and safely to reduce the operation time. Workload for each day in a row is 40.33; 89.98: 20.94: 86.8: 66.74: 85.54, and 51.55 minutes / hour. This value indicates that the forklift business days 2, 4, 5, and 6 have large workloads that need attention to avoid poor performance in the removal of container stacking containers. Of research results and calculations show that the number of forklifts to be obtained every working day is different and not in accordance with the conditions existing in the company .. F-1 working day, weekdays F-3 and F-7 working days requires a forklift unit, while the F-2 work days, days kerja4 F-, F-5 working days, working days and the F-6 requires two units of forklifts . So that the necessary addition of 1 unit forklift again.