cover
Contact Name
TRI SUTRISNO
Contact Email
trisutrisno@iainmadura.ac.id
Phone
+6282330601716
Journal Mail Official
mubtadijurnal@iainmadura.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Panglegur km. 04 Pamekasan East Java
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
Mubtadi : Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah
ISSN : 27157067     EISSN : 27208850     DOI : DOI 10.19105
Untuk menjamin kualitas dari isi jurnal dan penyeragaman subtansi tulisan serta efektifitas, maka jurnal ini cukup menerbitkan seputar naskah yang berkaitan dengan keilmuan ke-MI/SD-an, baik dari sisi manajemen, pembelajaran, regulasi dan SDM di sekolah MI/SD. Adapun bentuk tulisannya bisa berupa hasil penelitian yang tentu dilengkapi dengan data, metode dan analisis yang benar; bentuk lain juga bisa berupa kajian analisis yang sangat kritis, idealis, produktif dan kontributif, dengan kaidah penulisan yang berlaku. Naskah belum pernah dimuat dimedia manapun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2020)" : 7 Documents clear
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF DALAM MEMAHAMI CERITA PADA SISWA KELAS V SDN CANGKRENG I KECAMATAN LENTENG Sutrisno, Tri
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (464.841 KB) | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3014

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh penggunaan model pembelajaran berbasis masalah terhadap kemampuan berpikir kreatif pada pembelajaran bahasa Indonesia. Obyek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas V SDN Kolor II Sumenep. Meliputi 2 kelas yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya, VA sebagai kelompok eksperimen, dan VB sebagai kelompok control. Kelas V SDN cangkreng I sebagai kelas uji coba, dimaksudkan kelas yang digunakan untuk menguji instrumen yang akan digunakan untuk mengambil data kemampuan berpikir kreatif siswa.   Penelitian yang berpendekatan kuantitatif ini, ditinjau dari sudut perolehan nilai tes kemampuan berpikir kreatif yang skor atau nilainya dijumlahkan dan dianalisis menggunakan uji t-2 sampel independent. Pada uji validitas diperoleh r-hitung ? r kreatif (0,349) maka instrument dikatakan valid dan dapat digunakan. Pada uji reliabel r-hitung > r kreatif (0,60), yaitu nilai Alpha sebesar 0,966 yang berarti lebih besar dari 0,60. Dengan demikian keseluruhan item instrumen adalah reliabel. Hasil pengujian hipotesis dapat diketahui dari data yang telah dianalisis dengan t hitung 3,730 > t-tabel 2,00 (?=0,05). Dapat disimpulkan bahwa probabilitas kesalahan dalam penelitian ini masih di bawah 0,05. Pengujian hipotesis dapat diputuskan, bahwa dengan tingginya harga t-hitung sebesar 3,730 memiliki taraf signifikansi 0,000 yang ternyata kedudukannya masih jauh berada di bawah nilai ? = 0,05. Dengan demikian penelitian ini berhasil menolak H0 pada taraf signifikansi 5%. Selanjutnya dapat disimpulkan bahwa H1 terbukti benar. Mean pada kelompok eksperimen pretes adalah 54,38 kelompok eksperimen postes adalah 74,38. Sedangkan mean kelompok kontrol pretes adalah 51,94 kelompok Postes adalah 66,94. Hal ini membuktikkan bahwa terjadi peningkatan pada kelas eksperimen yang telah diberikan perlakuan dengan model pembelajaran berbasis masalah. Dengan demikian dapat disimpulkan kemampuan berpikir kreatif siswa pada kelompok eksperimen lebih tinggi daripada kelompok kontrol. Model pembelajaran berbasis masalah berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kreatif siswa.Kata-kata Kunci: berpikir kreatif, cerita, model pembelajaran berbasis masalah This study aims to assess the effect of the use of problem solving based learning model for creative thinking skills  in Indonesian language. Object of this research is a class V  SDN Kolor II Sumenep. Includes 2 classes used in this study include, V A as an experimental group and a control group VB SDN Kolor I . V SDN Cangkreng I class as a class I trial Class tests are intended class is used to test the instruments to be used to retrieve data creative thinking skills of students. This quantitative research approaches , the terms of the acquisition value of the test 's ability to creative thinking skills scores or values are summed and analyzed using t-test two independent samples. On the validity of the test obtained count ? r r - critical ( 0.349 ), the instrument as valid and can be used. In the test reliably count r > r critical ( 0.60 ) , namely Alpha value of 0.966 which means greater than 0.60. Thus the entire item instrument is reliable. Results of hypothesis testing can be seen from the data that has been analyzed by t 3.730 > t-table 2.00 (? = 0.05). It can be concluded that the probability of error in this study still below 0.05. Hypothesis testing can be decided, that with the high price of 3.730 t-test has significance level of 0.000, which turned out to be his position is still far below the value of ? = 0.05. This study therefore managed to reject H0 at significance level of 5 % . Furthermore, it can be concluded that the H1 was proved right. Mean in the experimental group pretest posttest experimental group is 54.38 is 74.38. While the control group mean pretest is 51.94. Postes group is 66.94. This is evidence that an increase in the experimental class that has been given treatment with problem based learning model. Thus we can conclude creative thinking skills  abilities of students in the experimental group was higher than the control group. Problem based learning model a positive effect on students' ability to creative  thinking skills.  Key Word : Model problem beased learning, Creative Thinking Skills
STUDI KORELASI SERTIFIKASI GURU DENGAN PROFESIONALISME GURU DI MI MIFTAHUL ULUM JARIN PADEMAWU PAMEKASAN Masruroh, Siti
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.96 KB) | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3015

Abstract

ABSTRAK: Sertifikasi merupakan salah satu terobosan untuk meningkatkan profesionalisme guru. Hal ini sama seperti yang dilakukan oleh guru bersertifikasi di Mi Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan yang sebagian besar telah mengikuti sertifikasi. Berdasarkan latar belakang tersebut penulis mengajukan sebuah penelitian dengan judul ?Studi korelasi sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan?. Ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dari penelitian ini yaitu: pertama, adakah hubungan sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan; kedua, seberapa besar hubungan sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Sedangkan subjek dalam penelitian ini ialah guru bersertifikasi yang berjumlah 13 orang. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data adalah angket, observasi dan dokumentasi. Selain itu teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik korelasional product-moment. Dari hasil data yang menggunakan metode statistic dengan rumus product moment diperoleh angka sebesar 0,6398. Dengan demikian maka hipotesis kerja diterima. Untuk mengetahui seberapa besar korelasi antara sertifikasi guru dengan profesionalisme guru di MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan, diketahui ?r? kerja yang diperoleh yakni 0,6398. Kemudian dikonsultasikan dengan tabel interval nilai ?r? product moment yaitu nilai ?r? kerja 0,6398 berada diantara angka 0,600-0,799 dengan interpretasi kuat/tinggi.  Kata Kunci : Sertifikasi Guru, Profesionalisme Guru ABSTRACT: Certification is one of the breakthroughs to improve teacher professionalism. This is the same as what has been done by certified teachers at Mi Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan, who have mostly been certified. Based on this background the authors propose a study entitled "Study the correlation of teacher certification with teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan". There are two main issues that become the main study of this research: first, is there a relationship between teacher certification and teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan; second, how big is the relationship between teacher certification and teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan. This study uses a quantitative approach. While the subjects in this study were 13 certified teachers. The instruments used in data collection were questionnaires, observations and documentation. Besides the data analysis technique used is the product-moment correlational statistical data analysis. From the results of data using the statistical method with the product moment formula obtained figures of 0.6398. Thus the working hypothesis is accepted. To find out how big is the correlation between teacher certification and teacher professionalism at MI Miftahul Ulum Jarin Pademawu Pamekasan, it is known that the "r" of work obtained is 0.6398. Then consult with the interval table "r" product moment value that is the value of "r" work 0.6398 are between the numbers 0.600-0.799 with strong / high interpretation  Keywords: Teacher Certification, Teacher Professionalism
UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA BIDANG STUDI MATEMATIKA MATERI SIFAT-SIFAT BANGUN DATAR MELALUI PENERAPAN METODE JIGSAW KELAS V MI AL-KHALILI SUMBER BUNGUR PAKONG ., Riskiyah
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (52.028 KB) | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3016

Abstract

ABSTRAKLatar belakang penelitian ini adalah prestasi belajar siswa pada bidang studi matematika masih di bawah KKM yang ditetapkan. KKM yang ditetapkan adalah 70. Proses pembelajaran yang digunakan di MI Al-Khalili adalah pembelajaran yang masih berpusat pada guru (teacher oriented). Siswa masih belum aktif dalam kegiatan pembelajaran karena selama pembelajaran guru menyampaikan materi menggunakan metode ceramah dan menulis dipapan tulis. Oleh karena itu salah satu upaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa menggunakan penerapan metode jigsaw.Berdasarkan hal tersebut, maka ada dua permasalahan yang menjadi kajian pokok dalam penelitian ini, yaitu: pertama, bagaimana penerapan metode jigsaw dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur Pakong; kedua, bagaimana gambaran keberhasilan peningkatan prestasi belajar siswa di kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur Pakong setelah diterapkannya metode jigsaw.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas V MI Al-Khalili Smber Bungur pakong yang berjumlah 20 orang. Model penelitian ini menggunakan model yang dikembangkan oleh Stephen Kemmis dan Robbin MC Taggart yang terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Setiap siklus terdiri dari 4 tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection). Sebelum diterapkanya siklus tersebut diadakan sebuah pre-test untuk mengukur tingkat prestasi belajar siswa kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur. Penelitian ini dalam pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data yang digunakan reduksi data dan penarikan kesimpulan berupa persentase antar siklus. Hasil penelitian ini menunjukkan ada peningkatan prestasi belajar siswa dalam penerapan metode jigsaw pada bidang studi Matematika materi sifat-sifat bangun datar. Pada siklus I ketuntasan belajar siswa masih 60% sehingga masih membutuhkan ketelitian dan penyesuaian terhadap kemampuan peserta didik. Akan tetapi pada siklus II penerapan metode jigsaw setelah diperbaiki dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di Kelas V MI Al-Khalili Sumber Bungur Pakong. Hal ini terlihat dari persentase siswa yang tuntas belajar diatas KKM yaitu 80% pada siklus II.Kata kunci: Jigsaw,  Prestasi Belajar Siswa
PENERAPAN METODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA DALAM MENJUMLAHKAN DAN MENGURANGKAN BENTUK PECAHAN BIASA YANG PERPENYEBUT TIDAK SAMA DI KELAS V SDN KALIANGET BARAT IV KEC. KALIANGET KAB. SUMENEP Syafrudin, Agus
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (77.596 KB) | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3019

Abstract

 Dalam pengajaran Matematika, ketepatan dalam penggunaan metode pengajaran sangat mempengaruhi hasil belajar Matematika ang dicapai oleh siswa. Banyak metode pengajaran yang bisa dikembangkan dalam kegiatan belajar-mengajar. Misalnya: metode ceramah, metode diskusi, metode demonstrasi, metode tanya-jawab, metode pemberian tugas, dan lain-lain. Setelah melihat hasil evaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran. Penjumlahan dan pengurangan bentuk pecahan biasa yang berpenyebut tidak sama dengan metode diskusi pada siklus I, menunjukkan pembelajaran belum efektif dan masih perlu dilakukan perubahan pada rencana perbaiakan pembelajaran (pada siklus II) berdasrkan kelemahan siklus I. Hasil peneamatan terhadap peran guru dalam pembelajaran di kelas pada kegiatan : Pada tahap pradiskusi, apersepsi yang diberikan guru sudah dapat membangkitkan motivasi siswa, dan guru sudah siap dengan perencanaan yang akan mengkondisikan pembelajaran. Pada tahap diskusi, guru sudah dapat mengarahkan   jalannya pembelajaran sesuai yang direncanakan, dan guru sudah dapat menjadi fasilitator dalam menanggapi kesulitan-kesulitan siswa. Pada setelah diskusi guru sudah nampak memberikan aploug dan penguatan terhadap unjuk kerja siswa, dan guru sudah menilai dan sudah dapat mengukur kemampuan siswa setelah pembelajaran. Dari basil revaluasi dan refleksi terhadap pembelajaran pembelajaran Penjumlahan dan pengurangan bentuk pecahan biasa yang berpenyebut tidak sama dengan metode diskusi pada siklus II, terjadi peningkatan motivasi, perhatian, dan keaktifan siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan metode diskusi. Hasil skor siswa setelah mengerjakan soal penjumlahan dan pengurangaa bentuk pecahan biasa yang berpenyebut tidak sama juga terjadi peningkatan. Kata Kunci          : Diskusi, Menjumlahkan, Mengurangkan
PENERAPAN PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL MODEL PENGAJARAN JIGSAW UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PKN DALAM MATERI POKOK LEMBAGA PEMERINTAHAN TINGKAT PUSAT SISWA KELAS IV SDN MURTAJIH III KECAMATAN PADEMAWU KAB. PAMEKASAN ., Umar
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.024 KB) | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3020

Abstract

Abstrak Arus reformasi nasional telah digelindingkan, krisis reformasi mulai dibenahi dari lembaga pemerintahan dampai pada dunia pendidikan juga mulai dibenahisehingga menghantarkan PKn bahan kajian yang menarik. Apalagi akhir-akhir ini ada sekelompok orang yang meragukan eksistensi PKn. Karena banyaknya penyelewengan dan pengkhianatan Pancasila, sehingga pembangunan manusia seutuhnya menjadi terhambat. Dan ada pula yang mempertanyakan keberhasilan pengajaran PKn terhadap moral pelajar khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. Sementara prestasi beajar PKn Kelas IV SDN Murtajih III Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan semester II masih rendah yaitu 48 atau dibawah 50% rata-rata kelas, untuk itulah perlu diadakan penelitian tindakan kelas, dan setelah penelitian diharapkan presrtasi belajar PKn siswa kelas IV telah mencapai 70 atau lebih. Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar PKn dengan diterapkannya pembelajaran model pengajaran Model Jigsaw  ? (b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran kontekstual model pengajaran Model Jigsaw  terhadap motivasi belajar PKn. Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Mengetahui peningkatan prestasi belajar PKn setelah diterapkannya pembelajaran kontekstual model pengjaran Model Jigsaw .(b.) Mengetahui pengaruh motivasi belajar PKn setelah diterapkan pembelajaran kontekstual model pengajaran bebasis masalah. (c) Menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran PKn. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari 4 tahap, yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SDN Murtajih IIIKecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan semester II. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi beljar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu , siklus I (67,44%), siklus II (76,74%), siklus III (88,37%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran kooperatif dapat berepengaruh positif terhadap prestasi dam motivasi belajar siswa Kelas IV SDN Murtajih III Kecamatan Pademawu Kabupaten Pamekasan semester II, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn. KataKunci  : Kontektual, Jigsaw, Prestasi
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA (BANGUN RUANG) MELALUI PENGGUNAAN MEDIA BENDA ASLI PADA SISWA KELAS V SDN TRASAK III KECAMATAN LARANGAN KAB. PAMEKASAN Hamdani, Minarni
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.553 KB) | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3021

Abstract

Abstrak Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran induktif dapat dilakukan pada awal pembelajaran dan kemudian dilanjutkan dengan proses penalaran deduktif untukk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa Kelas V SDN Trasak II Kecamatan Larangan  . Pembelajaran matematika memerlukan media yang sesuai, agar dapat meminimalkan sumber belajar secara maksimal, baik oleh guru maupun oleh peserta didik. Berdasarkan pengamatan, siswa VI SDN Trasak II Kecamatan Larangan   dalam pembelajaran pada siklus pertama prestasi belajar siswa rata-rata 63,93 dan pada sikklus I yang tuntas ada 13 siswa (39,4%) yang tidak tuntas ada 20 siswa (60,6%). Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus kedua prestasi belajar siswa rata-rata 69,39 dan pada siklus kedua yang tuntas ada 19 siswa (57,6%) yang tidak tuntas ada 14 siswa (42,4%). Berdasarkan pengamatan, siswa dalam pembelajaran pada siklus ketiga prestasi belajar siswa rata-rata 76,36 dan pada siklus ketiga yang tuntas ada 29 siswa (87,9%) yang tidak tuntas ada 4 siswa (12,1%). Berdasarkan hasil pengamatan menunjukkan bahwa selama kegiatan belajar mengajar pada siklus pertama tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria cukup, pada siklus kedua tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria cukup, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria cukup, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria cukup, kerjasama dalam kelompok berkriteria cukup, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria cukup, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria cukup. Selama kegiatan belajar mengajar pada siklus ketiga tanggapan siswa dalam memperhatikan penjelasan umum tentang media pembelajaran bangun ruang berkriteria baik, keterlibatan siswa dalam kelompok berkriteria baik, keberanian siswa dalam bertanya berkriteria baik, keberanian siswa dalam mengemukakan pendapat berkriteria baik, kemampuan siswa dalam berkomunikasi dengan teman berkriteria baik, kerjasama dalam kelompok berkriteria baik, kesungguhan siswa dalam mengerjakan tugas secara kelompok berkriteria baik, serta kemampuan siswa dalam menjelaskan hasil kerja kelompok di depan kelas berkriteria baik. Kata Kunci    :  Prestasi, Media, Benda 
PENERAPAN LAYANAN ORIENTASI MATERI TATAKRAMA PERGAULAN UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN PENGEMBANGAN SOSIAL SISWA SMPN 1 SUMENEP Mashudi, Farid
MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah Vol 1, No 2 (2020)
Publisher : MUBTADI: Jurnal Pendidikan Ibtidaiyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.289 KB) | DOI: 10.19105/mubtadi.v1i2.3032

Abstract

Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil pengamatan dan pengalaman peneliti, bahwa siswa masih terlihat kurang bisa bergaul dan setia terhadap temannya sendiri, itu terjadi di SMPN 1 Sumenep. Siswa sulit memahami pentingnya sikap sosial terhadap temannya seutuhnya, yang terjadi justru tidak ada keharmonisan dan kondusifitas dalam kelas. Akibatnya, siswa dinilai kurang memiliki keakraban dalam bersahabat . Maka penelitian ini bertujuan untuk, 1) menggambarkan sikap sosial siswa, 2) menguraikan pelaksanaan layanan orientasi dalam mengatasi lemahanya sikap sosial siswa, 3) menjelaskan hasil dari layanan orientasi terhadap sikap sosial siswa.            Penelitian yang dilakukan menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan konseling (PTBK) dengan subjek penelian siswa kelas VIII SMPN 1 Sumenep. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus, menggunakan instrument berupa RPBK, lembar observasi aktivitas siswa, lembar observasi aktivitas peneliti dan angket respon siswa terhadap penerapan teknik layanan orientasi.            Kesimpulan hasil penelitian ini adalah (1) melalui siklus tindakan bimbingan konseling dapat ditemukan langkah-langkah efektif penerapan layanan orientasi terhadap pengembangan sosial siswa. (2) Melalui siklus tindakan bimbingan konseling penerapan layanan orientasi terbukti dapat meningkatkan sikap sosial siswa.            Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian ini, direkomendasikan: (1) Tujuan pokok layanan orientasi materi tata krama pergaulan dapat digunakan untuk memberikan pemahaman dan pengembangan sikap sosial siswa. Oleh sebab itu guru BK sebagai penyelenggara layanan bimbingan konseling harus mengutamakan proses yang mendukung terciptanya suasana komunikatif, interaktif dan kerja kelompok dalam pelaksanaannya itu. (2) Guru BK/calon guru BK masih perlu terus menerus untuk membuktikan penerapan layanan orientasi materi tata krama pergaulan jikalau ada siswa yang kurang bersikap sosial. Kata kunci: layanan orientasi, tata krama, pergaulan, pemahaman pengembangan sosial.

Page 1 of 1 | Total Record : 7