cover
Contact Name
Irsan Adrianda
Contact Email
attanzir@staindirundeng.ac.id
Phone
+6281360368686
Journal Mail Official
attanzir@staindirundeng.ac.id
Editorial Address
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Teungku Dirundeng Meulaboh Alamat: Jl. Lingkar Kampus Alue Peunyareng Gunong Kleng Meureubo, Meulaboh - Aceh Barat. Kode Pos: 23615 Telp/Fax (0655) 7551591
Location
Kab. aceh barat,
Aceh
INDONESIA
At-Tanzir : Jurnal Ilmiah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam
ISSN : 2085255X     EISSN : 26203359     DOI : -
Core Subject : Education, Social,
Jurnal At-Tanzir merupakan terbitan berkala ilmiah dari prodi Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh. Jurnal ini menerima dan memuat semua artikel yang berhubungan dengan pendekatan ilmu dakwah, komunikasi dan humaniora dengan penekanan pada konteks sosial kemasyarakatan praktis.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 10, No. 2 (Desember 2019)" : 6 Documents clear
TRANSFORMASI AKTIVITAS DAN EFEKTIVITAS DAKWAH DI ACEH PASCA GAM DAN SESUDAH KEMERDEKAAN Jon Santri
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 10, No. 2 (Desember 2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.992 KB)

Abstract

Pasca perdamain Aceh yang terjadi pada 15 Agustus 2005 silam, mampu melepaskan masyarakat dari belenggu penderitaan. Perdamaian tersebut juga sudah merubah berbagai kebiasaan dan aktivitas-aktivitas masyarakat, salah satu dari pergesekan adalah lahirnya sebuah transformasi baru pada aktivitas dan efektivitas dakwah. Tulisan ini akan mengkaji tentang sebuah transformasi aktivitas dan efektivitas dakwah di Aceh yang terjadi pada pasca konflik dan fase kemerdekaan. Dengan menggunakan metode deskriptif analisis, penulis berupaya menganalisis aktivitas dakwah yang terjadi di Aceh pada fase tersebut. Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa transformasi dan perbedaan yang menonjol pada aktivitas dakwah tersebut terdapat pada kedudukan dakwah itu sendiri. Sementara pada efektivitasnya terdapat perbedaan pada efek-efek dakwah tersebut. Transformasi tersebut mampu melahirkan berbagai efek-efek tertentu, sehingga masyarakat Aceh menjadikan dakwah sebagai urgensi dalam setiap sendi kehidupan mereka.
PERENCANAAN KOMUNIKASI DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT PADA PENGELOLAAN DANA DESA Adli
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 10, No. 2 (Desember 2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.583 KB)

Abstract

Perencanaan komunikasi yang baik akan membentuk konsensus dan proses pembangunan masyarakat yang baik. Lahirnya partisipasi masyarakat merupakan dorongan kepuasan dari masyarakat sehingga mampu terlibat dalam pembangunan secara materil maupun moril. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat perencanaan komunikasi dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan dana desa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan dengan pendekatan deskriptif dengan informannya melibatkan para perangkat desa dan tokoh masyarakat. Adapun hasil penelitiannya bahwa partisipasi yang dilakukan masyarakat terdiri dari 3 bentuk yaitu partisipasi tenaga, sosial dan gagasan. Masing-masing terwujud dalam sikap pada pengambilan keputusan, partisipasi dalam kegiatan padat karya serta bergotong royong dalam musyawarah pembangunan desa.
MODERNISASI DALAM PERSPEKTIF ISLAM Lenawati
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 10, No. 2 (Desember 2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (207.531 KB)

Abstract

Modernisasi bukanlah sesuatu hal yang substansial untuk ditentang kalau masih mengacu pada ajaran Islam. Sebab Islam adalah agama universal yang tidak akan membelenggu manusia untuk bersikap maju, akan tetapi harus berpedoman kepada Islam. Dalam Islam yang tidak dibenarkan adalah Westernisasi, yaitu total way of life di mana faktor yang paling menonjol adalah sekularisme, sebab sekulraisme selalu berkaitan dengan ateisme dan sekularisme itulah sumber segala imoralitas. Inti dari modernisasi yang kemudian menjadi esensial dan sejalan dengan ajaran agama Islam adalah rasionalisasi yakni usaha untuk menundukkan segala tingkah laku kepada kalkulasi dan pertimbangan akal. Rasionalisasi pada selanjutnya akan mendorong ummat Islam untuk bisa bersikap kritis dan meninggalkan taqlid yang dikecam dalam Islam. Dengan demikian, pada dasarnya modernisasi bukanlah sebuah esensi yang bertentangan dengan ajaran dasar agama Islam.
MASA DEPAN GENERASI MILENIAL (Analisis Pendekatan Fenimisme) Muhammad Rizal Fazri
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 10, No. 2 (Desember 2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.943 KB)

Abstract

Generasi millenial adalah generasi muda masa kini yang saat ini berusia dikisaran 15 – 34 tahun. Di Indonesia studi dan kajian tentang generasi millenial belum banyak dilakukan, padahal secara jumlah populasi penduduk Indonesia yang berusia antara 15-34 tahun saat ini sangat besar, 34,45%. Generasi millennial memang unik, hasil riset yang dirilis oleh Pew Researh Center misalnya secara gamblang menjelaskan keunikan generasi millennial dibanding generasi-generasi sebelumnya, yang mencolok dari generasi millennial ini dibanding generasi sebelumnya adalah soal penggunaan teknologi dan budaya pop/musik. Kehidupan generasi millennial tidak bisa dilepaskan dari teknologi terutama internet, entertainment/hiburan sudah menjadi kebutuhan pokok bagi generasi ini. Gender bagi milenial bagaikan alat yang bisa dipasang dan dibongkar ulang. Kurang lebih dua per tiga generasi sebelum milenial menganggap bahwa kini anak muda usia 15-35 tahun itu mendorong batas-batas yang kita kenal dengan sifat feminim dan maskulin. Bermodal pengalaman dan pendidikan, para milenial khususnya perempuan tentu punya sikap dan jadi pemberi perubahan soal ketimpangan gender. Yang menjadi pertanyaan permasalah disini ialah, bagaimana cara generasi milenial dalam menghadapi tantangan sosial ke depan, jika ditinjau dengan pendekatan feminisme, apakah perpektif feminisme berpengaruh bagi generasi milenial saat ini. Dalam perpektif feminisme dikenal dua terminologi yang menggambarkan ruang aktivitas bagi perempuan yaitu domestic dan public. Ruang domestic melingkupi aktivitas perempuan yang berkaitan dengan rumah tangga, sedangkan ruang public menyangkut aktivitas perempuan yang dilakukan di luar rumah, baik interaksi dengan masyarakat sekitar maupun dalam lingkungan kerja. Dapat ditarik sebuah kesimpulan tantangan bagi generasi milenial kedepan ialah persamaan hak antara laki-laki dan perempuan, dalam pandangan feminisme memfokuskan pada persamaan hak, partisipasi perempuan dalam kerja, pendidikan, kebebasan seksual maupun hak reproduksi. Kaum feminis pada generasi milenial saat ini, juga cenderung menjadi “ikon” pada media massa. Sebagaimana Laura Mulvey, menyebutkan perempuan telah menjadi ikon di media massa. Tubuh perempuan perempuan dijadikan sebagai barang seni, sehingga ditampilkan dan dieksplorasi secara bebas. Keindahan dan kecantikan perempuan digambarkan dalam berbagai foto, lukisan, aneka patung, puisi, dan aneka karya sastra. Aneka gambar perempuan tersebut dipajang di banyak tempat, di kamar tidur, ruang tamu, geleri seni, kantor, hotel-hotel swalayan, salon, bahkan bengkel dan di jalanan. Determinisme atas perempuan dan terbentukya kelas sosial dalam analisis modal, maka perempuan menjadi bagian dari kenyataan sosial yang masuk dalam analisis yang subordinatif dengan kapitalisme. Sebab itulah feminis sosialis muncul untuk menciptakan posisi yang sederajat dengan kepentingan modal dan kekuasaan.
KOMUNIKASI BERBASIS PENDIDIKAN KARAKTER: Studi Kritis Pemikiran Ibnu Taimiyah Tentang Tazkiyah Al-Nafs Edy Saputra
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 10, No. 2 (Desember 2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.178 KB)

Abstract

Komunikasi berbasis pendidikan Akhlak adalah terminologi yang digunakan dalam literatur Islam yang berkaitan dengan pendidikan karakter. Dalam tradisi Islam, ada beberapa alternatif yang ditempuh dalam melaksanakan pendidikan akhlak, salah satunya dengan Tazkiyah al-Nafs. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis pemikiran Ibnu Taimiyah tentang Tazkiyah al-Nafs dan relevansinya dengan pendidikan karakter kontemporer. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analitik kritis. Hasil kajiannya adalah sebagai berikut: (1) Konsep manusia Ibnu Taimiyah yang terdiri dari dua unsur: jasad (al-Jasad) dan jiwa (al-Nafs). Jiwa sebagai pengelola untuk mengatur segala tingkah laku manusia dan memiliki potensi bawaan yang disebut dengan fitrah. (2) Tujuan utama pemikiran Ibnu Taimiyah tentang Tazkiyah al-Nafs adalah pembentukan akhlak yang baik melalui pendidikan jiwa dengan cara mengoptimalkan potensi jiwa (al-Nafs). (3) Pemikiran Ibnu Taimiyah tentang iman dan tauhid sebagai landasan Tazkiyah al-nafs sangat relevan dengan konsep pendidikan karakter. Jiwa mempengaruhi proses berpikir dan sikap seseorang, sedangkan jiwa individu sangat dipengaruhi oleh sistem nilai atau keyakinan ideologi, dalam hal ini Tauhid. (4) Metode Tazkiyah al-Nafs menurut Ibnu Taimiyah hanya satu, yaitu takwa, sesuai dengan definisi takwa yang sangat universal dalam pandangan Ibnu Taimiyah. Semua metode Tazkiyah al-Nafs yang disebutkan oleh Ibnu Taimiyah adalah bagian dari takwa (ibadah, mujahadah, dan taubat).
URGENSI PENDIDIKAN LITERASI MEDIA SOSIAL BAGI MAHASISWA Sri Hardianty
AT-TANZIR: JURNAL ILMIAH PRODI KOMUNIKASI PENYIARAN ISLAM Vol. 10, No. 2 (Desember 2019)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Teungku Dirundeng Meulaboh Aceh Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.45 KB)

Abstract

Dewasa ini, keberadaan gadget (smartphone) sebagai media komunikasi dan akses internet menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa. Hal tersebut menjadikan mahasiswa dianggap sebagai kaum yang paling rawan terhadap terpaan informasi di media sosial karena umumnya mereka memiliki karakteristik individu yang eksploratif dan mempunyai rasa keingintahuan yang tinggi dan mudah terpengaruh, sehingga pada akhirnya mahasiswa menerima begitu saja isi pesan media tanpa mengetahui baik buruknya dampak yang akan ditimbulkan. Karakter mahasiswa tersebut mempengaruhi perilaku mereka dalam menggunakan dan memanfaatkan media sosial. Sebagai salah satu konsumen media sosial, mahasiswa harus memiliki kemampuan literasi media yang baik saat memilah dan memilih informasi di media. Dengan memiliki kemampuan literasi media, setiap mahasiswa diharapkan dapat menentukan informasi mana yang sebaiknya digunakan dan mana yang sebaiknya tidak digunakan serta dapat memberikan kesadaran bagi mahasiswa ketika berhadapan dengan media. Selain itu penyebaran informasi hoax juga dapat diminimalisir.

Page 1 of 1 | Total Record : 6