cover
Contact Name
Titi Tiara Anasstasia, S.T., M.Sc
Contact Email
jurnaltl@upnyk.ac.id
Phone
+6282245765785
Journal Mail Official
tiara.anasstasia@upnyk.ac.id
Editorial Address
Program Studi Teknik Lingkungan, Fakultas Teknologi Mineral, UPN “Veteran” Yogyakarta Jl. SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Sleman, Yogyakarta 55283 Telp./ Fax. (0274) 486400, Email:jurnaltl@upnyk.ac.id
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian
ISSN : 2460691X     EISSN : 27222799     DOI : https://doi.org/10.31315/jilk
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian (JILK) is a peer-review journal. JLK is biannually published in Maret and September by the Environmental Engineering Department. The journal acts as a publication media of high quality for the student, lecturer, scientists and engineers research, which includes: Environmental management of the mining industry, Environmental management of oil, gas, and geothermal industry, Regional development and disaster mitigation and in a wide range of environmental science and technology
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021" : 5 Documents clear
Analisis Karakteristik dan Kualitas Mata Air di Desa Redin, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo Mia Fitri Aurilia; Dian Hudawan Santoso; Andi Sungkowo
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i2.4302

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat, khususnya bagi masyarakat di Dusun Redinkidul, Desa Redin, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo. Kebutuhan air di desa ini didapatkan melalui mata air sebagai sumber air utama untuk memenuhi kebutuhan air domestik. Hal tersebut menunjukkan bahwa diperlukan adanya pelestarian terhadap potensi yang dimiliki mata air. Potensi mata air dalam hal ini dapat ditinjau berdasarkan dua aspek yaitu kuantitas dan kualitas air. Penggunaan setiap sumber air perlu memperhatikan kualitas air yang aman sesuai baku mutu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mata air dan kualitas air dari setiap mata air di daerah penelitian. Metode penelitian yang digunakan berupa survei dan pemetaan, uji laboratorium, serta dilakukan analisis data kualitas air berupa analisis deskriptif komparatif. Analisis tersebut dilakukan untuk membandingkan hasil uji parameter dengan baku mutu yang ada. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa ketiga mata air di daerah penelitian memiliki parameter yang tidak sesuai dengan baku mutu. Parameter tersebut adalah BOD, COD, dan total coliform. Indikasi adanya parameter pencemar dalam air diperkirakan berdasarkan aktivitas yang berada pada daerah imbuhan mata air serta lingkungan di sekitar mata air. Diperlukan adanya pengawasan dan pemantauan terhadap aktivitas yang dilakukan di sekitar kawasan perlindungan mata air agar potensi mata air tetap terjaga.
Indeks Kekritisan Mata Air di Dusun Peniron Kulon, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah Noradia Salsabilla; Herwin Lukito; Ekha Yogafanny
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i2.4360

Abstract

Masyarakat di Dusun Peniron Kulon, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan mata air sebagai satu-satunya sumber air untuk memenuhi kebutuhan air bersih sehari-harinya. Mata air tersebut mengalami penurunan debit ketika musim kemarau sehingga memaksa penggunanya untuk berhemat agar tidak kekurangan air. Penurunan debit mata air disebabkan oleh perubahan curah hujan yang juga mengalami penurunan selama musim kemarau sehingga berpengaruh terhadap suplai air di dalam akuifer secara keseluruhan. Disisi lain, daerah imbuhan mata air memiliki klasifikasi lereng terjal dan sangat terjal yang mengakibatkan banyak terbentuknya aliran permukaan pada lereng tersebut. Banyaknya aliran permukaan yang terbentuk menunjukkan bahwa kurang optimalnya lahan untuk menginfiltrasi air hujan sehingga berpengaruh terhadap ketersediaan airtanah. Penurunan ketersediaan air dan peningkatan jumlah penduduk akan mempengaruhi indeks kekritisan air, khususnya kekritisan mata air. Indeks kekritisan mata air (IKA) ditentukan berdasarkan perbandingan antara kebutuhan air bersih pengguna mata air dengan ketersediaan air. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kebutuhan air bersih pengguna mata air, mengetahui ketersediaan air, dan menganalisis indeks kekritisan mata air. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan kualitatif atau mixed method. Metode yang digunakan untuk perolehan data, baik data primer maupun sekunder dilakukan dengan metode survei dan pemetaan dan metode wawancara. Data yang telah didapatkan kemudian dianalisis dengan menggunakan metode geometri dan metode matematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,5%, baik pada tahun 2020 maupun 2025 menunjukkan klasifikasi belum kritis dengan nilai IKA berturut-turut sebesar 21,424% dan 24,614%. Seiring berjalannya waktu, laju pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi akan berpengaruh terhadap kekritisan mata air sehingga pemanfaatan air harus dilakukan secara bijaksana. Kata Kunci: Mata air, Kebutuhan Air, Ketersediaan Air, Indeks Kekritisan Mata air
Simulasi Area Strategis Dalam Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Sungai Kerap, Bengkulu Utara Muhammad Rizky Tanjung; Stevanus Nalendra Jati
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i2.4458

Abstract

North Bengkulu Regency is an area with various and unique morphological conditions. This is because the location of North Bengkulu itself is located on a row hill which makes it have various morphological reliefs. These unique and varied morphological conditions have the potential for potential micro-hydro power plants (MHP). In the research area, it can be said that the distribution of electricity to remote areas is still not evenly distributed. This research can be the main supporting data in the development of PLTMH for the problems of several villages in North Bengkulu Regency, especially in Kerkap District which still have limited electricity due to inaccessibility of the area. Therefore, it is important to conduct research on the determination of MHP adhesion based on geological aspects. The geological aspects analyzed are the slope morphology around the river and the rock lithology which is the basis for the PLTMH construction. This study uses the AHP (Analysis Hierarchy Process) method which combines several geological parameters that have a certain weight value and after that is applied with data overlay via GIS to obtain a prospect area for a power plant in terms of geology. Overall, this research will be applied to several rivers that have the prospect of building PLTMH, for example in Batang Palik and Sumber rejo villages, Kerkap sub-district, North Bengkulu Regency. Keywords: kerkap. lithology, microhydro, geology, hydrogeology.
Zonasi Kerentanan Kekeringan dan Rekomendasi Perlindungan Daerah Imbuhan dan Mataair Lotong lotong, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan Herwin Lukito
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i2.3445

Abstract

ABSTRACT Drought is a problem that is vulnerable to occur in Indonesia, and is always associated with decreasing quality (degradation) of the environment / characteristics or conditions of an area. The Lotong-lotong area, Bulukumba is an area on a mountainside and has high draught potential, and also the low quality of the ground and surface water. The occurrence of drought in the Lotong-lotong area, Bulukumba is basically controlled by geophysical-chemical components such as landforms, soil, and rocks and is triggered by components such as land use. The purpose of this study is to determine the zone affected by drought and recommendations for its management later. The problem of drought in Lotong-lotong, Bulukumba, if not handled properly will affect the lives of many people.The method used in the effort to deal with drought in Lotong-lotong, Bulukumba uses various field data, especially geophysical data. The data taken is then plotted and analyzed using a GIS overlay. Geophysical mapping carried out in the affected area aims to determine the geophysical factors that cause drought.The results of the mapping show that drought in the affected area involved several factors, namely rock and weathering results, soil texture, steep slope and quite thick and deep vadose zone thickness. In terms of design, geophysical information from the field mapping results will be used to design the location and design of water reservoirs to overcome drought in the affected area in Lotong-lotong, Bulukumba, and also to gain detailed information about pollutant source that affected quantity and quality. Keywords: Drought, lithology, soil, slope, ground water carrier zone.   ABSTRAK Kekeringan adalah suatu permasalahan yang rentan terjadi di Indonesia, dan selalu dikaitkan dengan terjadinya penurunan kualitas (degradasi) lingkungan / karakteristik ataupun kondisi suatu daerah. Daerah Lotong-lotong, Bulukumba merupakan daerah yang berada di lereng gunung dan memiliki potensi terjadinya bencana kekeringan dan juga kualitasnya yang tidak standar. Terjadinya kekeringan di daerah Lotong-lotong, Bulukumba pada dasarnya dikontrol oleh komponen-komponen geofisik-kimia seperti bentuk lahan, tanah, dan batuan dan dipicu oleh komponen-komponen seperti penggunaan lahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis rona lingkungan daerah penelitian, menganalisis potensi (kuantitas dan kualitas) mataair Lotong Lotong, dan menganalisis tingkat pencemaran Mata Air Lotong Lotong            Metode yang digunakan dalam upaya penanggulangan kekeringan di Lotong-lotong, Bulukumba menggunakan berbagai data lapangan terutama data-data geofisik. Data-data yang diambil kemudian diplot dan dianalisis menggunakan overlay GIS. Pemetaan geofisik yang dilakukan di daerah terdampak bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor geofisik penyebab-penyebab kekeringan.Hasil pemetaan memperlihatkan bahwa kekeringan di daerah terdampak melibatkan beberapa faktor yakni batuan  dan hasil pelapukannya, tekstur tanah, kemiringan lereng yang cukup curam dan ketebalan zona vadose (aeration) yang cukup tebal dan dalam. Dari segi perancangan, informasi-informasi geofisik hasil pemetaan lapangan ini akan digunakan untuk merancang lokasi dan desain penampungan air untuk mengatasi kekeringan di daerah terdampak di Lotong-lotong, Bulukumba, serta menggali informasi mengenai sumber pencemar yang sekiranya akan mempengaruhi jumlah (kuantitas dan kualitas) air yang ada. 
Pengaruh Penambahan Kalsium Karbonat (CaCO3) dan Natrium Hidroksida (NaOH) Terhadap Sifat Mekanik Geopolimer Berbasis Kaolin Hudi Nurwendia, I Made Bendiyasaa, Indra Perdanaa Hudi Nurwendi; I Made Bendiyasa; Indra Perdana
Jurnal Ilmiah Lingkungan Kebumian Vol 3, No 2 (2021): Maret 2021
Publisher : Jurusan Teknik Lingkungan, FTM, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/jilk.v3i2.4337

Abstract

Geopolimer memiliki potensi yang besar dalam pemanfaatannya, tetapi hingga saat ini masih belum bisa dimanfaatkan secara luas. Penyebabnya adalah proses pembuatan yang memerlukan aktivator cair sehingga proses mobilisasinya sulit dilakukan. Dalam studi ini, hasil akhir geopolymer berupa serbuk dan "hanya menambahkan air" atau geopolimer satu bagian dengan menggunakan aktivator padat. Permasalahan lain, geopolymer perlu dilakukan proses curing dengan suhu 40-100C dalam waktu 24-17 jam. Penambahan kalsium karbonat ditujukan untuk meningkatkan sifat mekanik geopolimer yang di-curing pada suhu kamar. Penambahan kalsium karbonat memiliki pengaruh sifat mekanik geopolymer, peningkatan terbesar pada jumlah kalsium karbonat sebanyak 15%, kalsium karbonat meningkatkan kuat tekan hingga14 MPa setelah proses curing pada suhu ruang selama 28 hari. Penambahan konsentrasi aktivator juga meningkatkan sifat mekanik geopolimer.

Page 1 of 1 | Total Record : 5