cover
Contact Name
Dwi Priyanto
Contact Email
balaba_banjarnegara@yahoo.com
Phone
+62286-594972
Journal Mail Official
balaba_banjarnegara@yahoo.com
Editorial Address
Sekretariat BALABA Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Jalan Selamanik No 16 A Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia 53415
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA)
ISSN : 18580882     EISSN : 23389982     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
BALABA is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We published research article and literature review focused on vector borne disease such as malaria, DHF, filaria, chikungunya, leptospirosis, etc.
Articles 329 Documents
Potensi Daya Tolak Ekstrak Daun Marigold (Tagetes erecta L.) terhadap Nyamuk Aedes aegypti Marini Marini; Tanwirotun Ni’mah; Vivin Mahdalena; Rahayu Hasti Komariah; Hotnida Sitorus
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 14 Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.044 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i1.301

Abstract

Aedes aegypti is vector of Dengue Hemorrhagic fever (DHF) which still considered as important health problem in Indonesia. The marigold (T. erecta L.) is a well known plant in the community and widely used as traditional medicines and repellent mosquitoes plant. This study aims to assess the repellency effect of ethanol extract of marigold leaves againts Ae. aegypti. The marigold were obtained from the farmers’ garden in Kerinjing Village, Pagaralam, Sumatera Selatan Province. The extraction process was carried out in Pharmaceutical Laboratory and Genetics Laboratory Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Sriwijaya University in June 2016. Maceration process used solvent ethanol 70%. The repellency test was done in Entomology Laboratory of Loka Litbang P2B2 Baturaja in August to October 2016. The repellent was made with mixture of cleansing milk as diluent with concentration of 25%, 30%, 35%, 40%, and 45%. The method of repellent test was referred to WHOPES 2009 with modification. The phytochemical test showed that marigold leaves extract had compound of alkaloid, flavonoid, saponin, and tannin. The repellency test showed that the lotion of marigold leaves extract was ineffective as repellent againts Ae. aegypti with complete protection up to more than 90% after two hours aplication at concentration 30%. ABSTRAKNyamuk Aedes aegypti adalah vektor penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang merupakan masalah kesehatan yang penting di Indonesia. Marigold (T. erecta L.) merupakan jenis tanaman yang populer di masyarakat dan banyak digunakan sebagai obat tradisional serta sebagai tanaman pengusir nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk menilai daya proteksi ekstrak etanol daun marigold sebagai repelen terhadap nyamuk Ae. aegypti. Tanaman marigold (T. erecta L.) diperoleh dari kebun petani di Desa Kerinjing Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan. Proses ekstraksi dilakukan di Laboratorium Farmasi dan Laboratorium Genetika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Sriwijaya pada bulan Juni 2016 dengan cara maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Uji daya proteksi nyamuk dilakukan di Laboratorium Entomologi Loka Litbang P2B2 Baturaja pada bulan Agustus-Oktober 2016. Repelen dibuat dengan campuran cleansing milk sebagai pengencer dengan konsentrasi 25%, 30%, 35%, 40%, dan 45%. Metode pengujian repelen mengacu pada WHOPES 2009 dengan modifikasi. Hasil uji fitokimia menggunakan metode uji warna terhadap ekstrak daun marigold berhasil mengidentifikasi senyawa alkaloid, flavonoid, saponin, dan tanin. Hasil pengujian daya proteksi menunjukkan bahwa losion ekstrak daun marigold tidak efektif sebagai repelen terhadap nyamuk Ae. aegypti dengan daya proteksi diatas 90% hanya bertahan selama dua jam setelah pengolesan, yaitu pada konsentrasi 30%.
Hubungan Program Penanggulangan Malaria dengan Kasus Malaria di Kabupaten Lahat Tahun 2016 Indah Margarethy; Aprioza Yenni; Tri Wurisastuti; Milana Salim; Santoso Santoso
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 14 Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1366.401 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i1.302

Abstract

Malaria is still a health problem in Lahat Regency because it has the highest Annual Parasite Incidence (API) in South Sumatera Province which is 2.94‰ in 2014 and decreased to 2.57‰ in 2015. The high rate of malaria morbidity occured in Lahat Regency so it is important to conduct comprehensive malaria prevention by promotive, preventive, and curative to decrease malaria morbidity rate. This study aims to determine the relationship between malaria prevention program with malaria morbidity rate in Lahat Regency. The design of this research was descriptive analytic with cross sectional approach. This research was conducted on 31 malaria program managers at puskesmas in Lahat Regency. The method used was interview using questionnaires to obtain quantitative data, while secondary malaria data was obtained from Lahat District Health Office. The results showed that the percentage of puskesmas that conducted promotive efforts by counseling was quite high (93,5%), but still not statistically significant to the stratification of area based on API-rate. The most prevalent preventive measures was the distribution of nets and the lowest was the spread of larvivorous fish. Malaria prevention programs which had significant impactto morbidity based on API-rate in Lahat was the distribution of Artemisinin-base Combination Treatment (ACT) given to people with malaria positive (p value = 0,008). ABSTRAK Malaria masih menjadi masalah kesehatan di Kabupaten Lahat karena memiliki Annual Parasite Incidence (API) tertinggi di Provinsi Sumatera Selatan yaitu sebesar 2,94‰ pada tahun 2014 dan menurun pada tahun 2015 sebesar 2,57‰. Tingginya angka kesakitan malaria di Kabupaten Lahat sehingga diperlukan penanggulangan malaria secara komprehensif baik secara promotif, preventif, dan kuratif yang akan berdampak pada penurunan angka kesakitan malaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan program penanggulangan malaria dengan angka kesakitan malaria di Kabupaten Lahat. Desain penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan terhadap 31 orang pengelola program malaria di puskesmas di Kabupaten Lahat. Metode yang digunakan adalah wawancara dengan menggunakan kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif, serta pengumpulan data sekunder malaria dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase puskesmas yang melakukan upaya promotif yaitu penyuluhan sudah cukup tinggi (93,5%), namun masih belum bermakna secara statistik terhadap stratifikasi wilayah berdasarkan Annual Paracite Insidence (API). Upaya preventif yang banyak dilakukan adalah pembagian kelambu dan yang terendah adalah penyebaran ikan pemakan jentik. Program penanggulangan malaria yang berhubungan dengan angka kesakitan berdasarkan angka API di Kabupaten Lahat adalah kegiatan pembagian obat Artemisinin-base Combination Treatment (ACT) pada penderita positif malaria (p value = 0,008).
Aspek Kekinian tentang Penelitian Demam Berdarah Dengue di Pulau Jawa dan Sekitarnya Bina Ikawati
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 14 Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1367.025 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i1.303

Abstract

Incidence Rate/IR DHF in Indonesia 2015 to 2017 decreased 44.43%, although in 2016 there was an increase of 53.61% from incidence in 2015 (DHF IR per 100,000 population in 2015 until 2017 was 50,75;77,96; 22.55). Five subsystems related to DHF transmission are human, dengue virus, Aedes mosquito, physical and biological environment. Research on these five subsystems and various control efforts has been done in Indonesia. Literature review was used to discuss it in this article. Search area on the site ejournal.litbang.kemkes.go.id, portalgaruda.org, e-resources.perpusnas.go.id, www.researchgate.net, www.hindawi.com and who.int with keywords Aedes aegypti, Dengue Haemorhagic Fever. Several studies showed different results depending on the study site conditions (climatic,altitude,ecological conditions). Human behavior associated with the use of anti-mosquito, dengue virus, Aedes as a vector (potential breeding places, transovary phenomena, insecticide vector resistance), and climate conditions (temperature and humidity) that contribute to the incidence of DHF. Vector control is the most effective measure in DHF control program. The use of Bacillus thuringensis, Romanomermis iyengari, and Wolbachia, the manufactured repellents and larvasides from various plants, the improvement of eradication of mosquito breeding sites related community behavior, and the application of sterile insect techniques have been developed from various studies. The results of such research can be adopted as alternative to control vectors and implemented in integrated manner based on the specific local context. ABSTRAK Incidence Rate/IR DBD di Indonesia pada tahun 2015 sampai 2017 menurun 44,43%, meskipun tahun 2016 terjadi peningkatan 53,61% dari rerata kejadian DBD tahun 2015 (IR DBD per 100.000 penduduk tahun 2015 sampai 2017 adalah 50,75; 77,96; 22,55). Lima subsistem yang berkaitan dengan penularan DBD yaitu manusia, virus dengue, nyamuk Aedes, lingkungan fisik, dan biologis. Penelitian tentang kelima subsistem dan berbagai upaya pengendalian telah dilakukan di Indonesia. Tulisan ini merupakan literature review yang membahas hal tersebut. Wilayah pencarian pada situs ejournal.litbang.kemkes.go.id, portalgaruda.org, e-resources.perpusnas.go.id, www.hindawi.com, www.researchgate.net, dan who.int dengan kata kunci Aedes aegypti dan Demam Berdarah Dengue. Beberapa penelitian menunjukkan hasil yang berbeda tergantung kondisi lokasi (iklim, ketinggian tempat, kondisi ekologi). Perilaku manusia terkait penggunaan obat anti nyamuk, virus dengue yang ditemukan di alam, Aedes sebagai vektor (tempat perkembangbiakan potensial, transovari, resistensi vektor terhadap insektisida), serta kondisi iklim (suhu dan kelembaban) yang mendukung turut berkontribusi terhadap kejadian DBD. Pengendalian vektor merupakan upaya penanggulangan DBD yang efektif. Penggunaan Bacillus thuringensis, Romanomermis iyengari dan Wolbachia, pembuatan repelen dan larvasida dari berbagai tanaman, peningkatan perilaku masyarakat terkait PSN, serta aplikasi teknik serangga mandul dikembangkan dari berbagai penelitian. Hasil-hasil penelitian tersebut dapat diadopsi sebagai alternatif untuk mengendalikan vektor dan dilaksanakan secara terpadu berdasarkan konteks lokal spesifik.
Resistensi Aedes aegypti terhadap Insektisida Kelompok Organopospat dan Sintetik Piretroid di Provinsi Sumatera Utara dan Provinsi Jambi Sunaryo Sunaryo; Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 14 Nomor 1 Juni 2018
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1365.736 KB) | DOI: 10.22435/blb.v14i1.304

Abstract

Vector control using insecticide is a major effort to control Dengue Haemorrhagic Fever. The excessive use of insecticides leads to insecticide resistance in Aedes aegypti. This study aimed to determine the resistance status of Aedes aegypti in North Sumatra and Jambi Province to malathion, deltametrin, cypermethrin, lambda cyhalothrin and alpha cypermethrin. A cross sectional study was conducted during 2015, the research location covers North Sumatera area (Tebing Tinggi, Deli Serdang, and Pematang Siantar) and Jambi (Muaro Jambi, Jambi, and Batang Hari). Susceptibility test using WHO kits was applied on F1 generation and interview with Local Public Health Officer was carried out to obtain information about the usage of insecticide in both provinces. Resistance to malathion, cypermethrin, and lambda cyhaltorhin was observed in Ae. aegypti populations from all study area. Tolerant status to deltamethrin only found in Aedes aegypti from Deli Serdang, whilst the other strains were resistant. Ae. aegypti population from all study area were tolerant to alpha cypermethrin. Malathion and cypermethrin were the only insecticide ever used in both provinces. We conclude that alpha cypermethrin was effective to combat Ae. aegypti and can be used as an alternative insecticide for dengue control program in Northern Sumatera and Jambi Province. ABSTRAK Demam Berdarah Dengue masih menjadi masalah kesehatan di Provinsi Sumatera Utara dan Jambi. Pengendalian vektor menggunakan insektisida merupakan upaya andalan untuk menekan angka insiden DBD. Penggunaan insektisida yang kurang terkontrol dapat berakibat terjadi resistensi pada Aedes aegypti. Penelitian ini bertujuan mengetahui status resistensi Aedes aegypti terhadap insektisida yang digunakan meliputi: malathion, deltametrin, cypermethrin, lambda cyhalothrin dan alpha cypermethrin. Desain penelitian adalah cross sectional, penelitian tahun 2015. Lokasi penelitian meliputi wilayah Sumatera Utara (Tebing Tinggi, Deli Serdang, dan Pematang Siantar) dan Jambi (Muaro Jambi, Jambi, dan Batang Hari). Uji resistensi menggunakan kit standar WHO diterapkan pada Ae. aegypti betina dewasa generasi F1. Wawancara dengan pengelola program di Dinas Kesehatan Kabupaten dilakukan untuk mendapatkan informasi tentang penggunaan insektisida pada program pengendalian Ae. aegypti di kedua provinsi. Hasil pengujian Aedes aegypti sudah resisten terhadap malathion, cypermethrin, dan lambda cyhalothrin di semua lokasi penelitian. Di Deli Serdang Ae.aegypti masih toleran terhadap deltamethrin dan Ae.aegypti masih toleran terhadap alpha cypermethrin di semua lokasi penelitian. Insektisida yang sering digunakan di kedua provinsi adalah malathion dan cypermethrin. Kesimpulan penelitian yaitu alpha cypermethrin masih efektif untuk mengendalikan Ae.aegypti dan bisa dijadikan insektisida alternatif untuk program pengendalian demam berdarah Provinsi Sumatera Utara dan Jambi.
Front Matter, Vol.12 No.2, Des 2016 Jurnal Balaba
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 12 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1901.147 KB)

Abstract

Back Matter, Vol. 12 No. 2, Des 2016 Jurnal Balaba
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 12 Nomor 2 Desember 2016
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (496.881 KB)

Abstract

Front Matter, Vol. 13 No. 1, Jun 2017 Jurnal Balaba
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 13 Nomor 1 Juni 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2024.935 KB)

Abstract

Back Matter, Vol. 13 No. 1, Jun 2017 Jurnal Balaba
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 13 Nomor 1 Juni 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (917.093 KB)

Abstract

Front Matter, Vol. 13 No. 2, Des 2017 Jurnal Balaba
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 13 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1738.267 KB)

Abstract

Back Matter, Vol. 13 No. 2, Des 2017 Jurnal Balaba
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 13 Nomor 2 Desember 2017
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.682 KB)

Abstract

Page 5 of 33 | Total Record : 329