cover
Contact Name
Laelatul Qodaryani
Contact Email
jtibbsdlp@gmail.com
Phone
+6285641147373
Journal Mail Official
jtibbsdlp@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Tanah dan Iklim
Core Subject : Agriculture,
Jurnal TANAH dan IKLIM memuat hasil-hasil penelitian bidang tanah dan iklim dari para peneliti baik dari dalam maupun dari luar Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. Jurnal ini juga dapat memuat informasi singkat yang berisi tulisan mengenai teknik dan peralatan baru ataupun hasil sementara penelitian tanah dan iklim.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 39, No 1 (2015)" : 7 Documents clear
PETA KALENDER TANAM PADI LAHAN RAWA LEBAK DI KALIMANTAN SELATAN Wakhid, Nur; Syahbuddin, Haris; Khairullah, Izhar; Indrayati, Linda; Cahyana, Destika; Mawardi, Mawardi; Noor, Muhammad; Anwar, Khairil; Alwi, Muhammah; Hairani, Anna
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n1.2015.41-50

Abstract

Abstrak. Perubahan iklim global telah menggeser awal dan akhir musim tanam yang berdampak negatif pada pola tanam dan produksi tanaman pangan di lahan rawa lebak Kalimantan Selatan. Penelitian ini bertujuan menyusun peta kalender tanam lahan rawa lebak pada tiga kejadian iklim, yaitu tahun kering, tahun normal, dan tahun basah. Pembuatan kalender tanam dilakukan dari Bulan Desember 2011 sampai bulan Desember 2012 menggunakan kombinasi analisis hubungan antara curah hujan dan genangan di lahan rawa lebak. Setelah diketahui prediksi curah hujan dan tinggi genangan di lahan lebak, selanjutnya dilakukan delineasi peta kalender tanam yang dikombinasikan dengan peta administrasi, peta agroklimat, peta lahan rawa lebak, dan peta sawah di lahan rawa lebak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan penggunaan kalender tanam ini, waktu tanam di lahan rawa lebak berpotensi ditingkatkan dari 1 kali menjadi 2 kali setahun. Kalender tanam ini sudah diverifikasi dengan data primer hasil survey dan wawancara petani. Hasil verifikasi menunjukkan bahwa musim tanam aktual dengan yang diprediksi dengan kalender tanam mempunyai pola waktu musim tanam yang mirip. Dengan demikian kalender tanam ini dapat dijadikan panduan dalam menentukan potensi waktu tanam padi lahan rawa lebak di Kalimantan Selatan. Abstract. The global climate change changes the onset and the end of planting seasons, which in turn influences the cropping pattern of freshwater swampland in South Kalimantan. This study was aimed at developing a cropping calendar map of fresh water swampland in three conditions of climate years, i.e. dry, normal, and wet years. The cropping calendar was developed from December, 2011 to December, 2012 by analyzing the relationship of the amount of rainfall and inundation data. Based on the rainfall and inundation data, the area was delineated by the cropping calendar combined overlayed with the administration map, agroclimatic map, fresh swampland map, and rice field map. This research showed that, by using this cropping calendar map, the planting time of the fresh water swampland can potentially be increased from once to twice per year. The cropping calendar map was verificated by using primary data from field survey and farmer questionare. This verification showed that the actual and predicted planting time have a similar pattern of planting time. We are confident that this cropping calendar map can be used as a guide for determining the potential planting time in fresh water swampland of South Kalimantan.
Sebaran dan Karateristik Material Vulkanik Hasil Erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara Sukarman Sukarman; Suparto Suparto
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n1.2015.9-18

Abstract

Aplikasi Biochar dan Tithoganic dalam Peningkatan Produktivitas Kedelai (Glycine max L.) pada Typic Kanhapludults di Lampung Timur Wiwik Hartatik; Heri Wibowo; Jati Purwani
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n1.2015.51-62

Abstract

Validasi Perangkat Uji Tanah Rawa (PUTR) pada Padi Sawah Pasang Surut Tipe Luapan A dan B di Kalimantan Barat Muhammad Hatta; Ladiyani R Widowati; Hartono Hartono
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n1.2015.25-32

Abstract

SOIL PROPERTIES UNDER ORGANIC VERSUS CONVENTIONAL VEGETABLE FARMING SYSTEMS IN BOGOR DISTRICT Sukristiyonubowo, Sukristiyonubowo; P, Benito H; Husen, Edi
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n1.2015.19-24

Abstract

Abstract. In term of quality, the yield of rice and vegetables of organic farming is better than conventional system. We are interested to study and to compare soil characteristics both in vegetable organic and conventional systems. The experiment was conducted in vegetable organic and conventional farming system in Bogor District from July 2012 to March 2013. Soil composites were sampled both at the sites of organic and conventional vegetable farming systems, before land preparation. Soil samples were grouped into lower, middle and upper slopes. Each soil composite group was collected from ten sampling points and mixed. These samples were analysed for chemical, physical and biological properties. The results indicated that in general the soil characteristics of organic vegetable farming were better than conventional farming systems in term of pH, C organic, total N, P and K extracted with HCl 25%. The soil pH in organic farming was 5.70 ± 0.50 and in conventional farming system was 4.79 ± 0.14. The organic C in organic system was 3.07 ± 0.28% and in conventional system was 2.19 ± 0.35%. Total N at organic system was 0.37 ± 0.03% N and in conventional faming system was 0.21 ± 0.05% N. Similarly, physical analysis was observed both in organic and conventional systems. The bulk density in organic farming was 0.70 ± 0.05 g cm-3 and in conventional systems was 0.75 ± 0.03 g cm-3. Microbial C content in soil of organic vegetable farming and conventional farming systems statistically were not significantly different. Dehidrogenase enzyme activities were significantly different. The highest activity of dehidrogenase enzyme was in vegetable organic farming. Soil nematode population in vegetable organic and conventional farming did not show significant difference. It is suggested that soil quality in vegetable organic farming is better than in conventional system. Abstrak. Kualitas hasil padi dan sayuran pada budidaya organik lebih baik ataupun unggul dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional. Untuk itu, perlu dipelajari dan diungkap kualitas tanah pada sistem budidaya organik dan konvensional. Percobaan dilaksanakan pada pertanian organik dan konvensional di Kabupaten Bogor dari bulan Juli 2012 sampai dengan Maret 2013. Contoh tanah diambil pada Juli 2012 pada kedua sistem budidaya tersebut. Contoh tanah komposit masing masing dikumpulkan pada lereng atas, tengah dan bawah, dan setiap lerang diambil 10 titik, lalu dicampur dan diambil kurang lebih satu kg contoh komposit untuk setiap lereng. Contoh tanah ini kemudian dibawa ke laboraorium Balai Penelitian Tanah, Bogor untuk dianalisa sifat kimia, fisika dan biologi tanahnya. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa secara umum karakteristik tanah pada sistem budidaya organik lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional meliputi pH tanah, C-organik, total P dan K yang diekstrak dengan HCL 25%. Kemasaman atau pH tanah pada budidaya sayur organik adalah 5,70 ± 0,50 dan pada budidaya konvensional 4,79 ± 0,14 C-organik pada budidaya organik 3,07 ± 0,28% dan pada budidaya konvensional 2,19 ± 0,35%. Nitrogen total pada budidaya sayur organik adalah 0,37 ± 0,03% N dan pada sistim konvensional adalah 0,21 ± 0,05% N. Hal yang sama juga terjadi pada pengamatan fisik tanahnya, dimana sistem budidaya organik lebih baik jika dibandingkan sistem budidaya konvensional. Berat Jenis tanah pada budidaya organik 0,70 ± 0,05 g cm-3 dan pada budidaya konvensional 0,75 ± 0,03 g cm-3. Untuk aktivitas mikroba C pada budidaya organik secara statistik tidak berbeda nyata dengan sistem budidaya konvensional. Sementara untuk ensim dehidrogenase menunjukkan perbedaan yang nyata. Enzim dehidrogenase tertinggi terlihat pada sistem budidaya organik, sedangkan untuk populasi nematoda pada budidaya oragnik tidak menunjukkan beda yang nyata dengan sistem budidaya sayur konvensional. Populasi nematoda tertinggi didapat pada budidaya organik di Mega Mendung. Dapat dikatakan bahwa sistem budidaya organik cenderung lebih baik dibandingkan sistem budidaya konvensional.
STATUS SUMBERDAYA HAYATI TANAH PADA LAHAN SAWAH INTENSIF DI PROVINSI JAWA BARAT DAN BANTEN Subowo, Subowo; Sarmah, Sarmah; Khamdanah, Khamdanah; Elsanti, Elsanti; Windiyati, Endang
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n1.2015.33-40

Abstract

Abstrak. Sumberdaya hayati tanah di lahan sawah intensif mengalami perubahan akibat pengolahan tanah, pemupukan anorganik dan pemberian pestisida. Perkembangan populasi fauna tanah menurun dan populasi mikroorganisme didominasi oleh mikroorganisme yang memiliki kemampuan merombak bahan organik. Dalam upaya mendukung pengembangan pertanian intensif diperlukan inventarisasi sumberdaya hayati tanah guna mempertahankan kesuburan dan kesehatan tanah sawah intensif, termasuk populasi mikroorganisme fungsional. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari status sumberdaya hayati tanah di lahan sawah intensif dan peluang pemberdayaan hayati tanah. Penelitian ini dilakukan dari bulan Februari sampai dengan Juni 2014. Pengambilan contoh tanah dilakukan pada kedalaman 0-20 cm di sembilan lokasi sawah intensif yang berproduksi tinggi (>7,0 ton gabah kering panen (GKP) per ha), sedang (>4,0-7,0 t GKP.ha-1), dan rendah (<4,0 t GKP.ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanah sawah intensif hanya ditemukan fauna tanah dari kelompok Nematoda dan cacing tanah epigaesis Perionyx sp. Populasi organisme dan sifat fisik tanah tidak berpengaruh secara langsung terhadap pertumbuhan dan produksi padi sawah, namun aktivitas biologi dan populasi Nematoda berpengaruh nyata terhadap kandungan C-org, N, P tanah, dan Azotobacter berpengaruh terhadap kandungan C-org dan P tanah. Peran organisme tanah dalam meningkatkan ketersediaan hara sawah intensif perlu dioptimalkan dengan menjaga keseimbangan pemupukan. Abstract. Biological resources in paddy field soil changes due to intensive tillage, organic fertilization and pesticide application. Soil fauna population can be suppressed, and microorganisms population dominated by organic matter decomposer. To maintain soil fertility and healthy intensive paddy fields, we need to inventory the soil biological resources including functional microorganism populations. This research aimed to study the status of biological resources and seeked the opportunities of their enhancement in intensive paddy fields. The study was carried out from March till June 2014. Soil samples were taken at a depth of 0-20 cm from nine locations of intensive paddy field with high production (> 7.0 tons of grain at harvest moisture condition (GKP).ha-1), moderate (> 4.0 to 7.0 tons GKP.ha-1), and low (<4.0 tons GKP.ha-1). The results showed that under intensive paddy field, only fauna Nemathode and epigaic earthworms of Perionyx, sp. were found. Populations of organisms and soil physical properties had no direct influence on the growth and production of paddy, but the biological activity and the population of Nemathodes significantly affected the content of C-org, N, P soil, while Azotobacter affected the content of soil C-org and soil P. The role of soil organisms in enhancing nutrient availability of intensive rice needs to be optimized by balanced fertilization.
Metode Alternatif Memperkirakan Konsentrasi Karbon Organik Terlarut dalam Air Saluran Drainase dan Tanah Gambut Muhammad Nuriman; Gunawan Djajakirana; Darmawan Darmawan; Gusti Z. Anshari
Jurnal Tanah dan Iklim (Indonesian Soil and Climate Journal) Vol 39, No 1 (2015)
Publisher : Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jti.v39n1.2015.1-8

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 7