cover
Contact Name
Muhammad Nuh Rasyid
Contact Email
muhammadnurasyid@iainlangsa.ac.id
Phone
+6285372689775
Journal Mail Official
al_ikhtibar@iainlangsa.ac.id
Editorial Address
https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/ikhtibar/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
Al-Ikhtibar : Jurnal Ilmu Pendidikan
ISSN : 2406808X     EISSN : 25500686     DOI : https://doi.org/10.32505/ikhtibar
Jurnal ini adalah jurnal Jurusan Pendidikan Agama Islam yang merupakan ekspektasi dari artikel yang konsen pada problematika dan fenomena dunia pendidikan islam, keagamaan dan kebudayan. Artikel ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil penelitian, studi kasus, atau kajian teoritis yang berkaitan dengan isu-isu pendidikan islam yang berkembang saat ini.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni" : 10 Documents clear
THE ARGUMENTASI FILISOFIS AL-KINDI, IBN RUSYD, DAN AL-FARABI TENTANG KEKEKALAN ALAM Mulyadi, S.Th.I, M.Ag
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.932 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.614

Abstract

Artikel ini ingin membahas tentang pedebatan empat filsuf Islam terkemuka mengenai qadimnya alam yang sampai hari ini masih terus menjadi topik yang terus menjadi perbincangan hangat oleh kalangan pengkaji filsafat dan para teolog. Dalam filsafat Islam hal ini tidaklah merupakan hal yang aneh untuk diperbincangkan. Para failasuf seperti al-Kindi, Ibn Rusyd, al-Farabi, dan al-Ghazali memiliki argumentasi tersendiri terhadap permasalahan qadim dan barunya alam. Seperti Ibnu Rusyd misalnya, dengan berbagai argimentasi yang terpengaruh oleh Aristoteles mengakatan bahwa alam ini qadim. Hal ini mendapat sanggahan keras dari al-Gazali yang ia tuangkan dalam bukunya Thahafuz al-Falasifah. Namun seperti yang kita ketahui bahwa al-Ghazali mengungkapkan kerancuan para failasuf ketika ia telah menjadi seorang sufi. Demikian pula dengan al-Kindi dan al-Farabi, mereka tetap bertahan dengan pendapatnya yang begitu kontroversial. Menganai hal qadim dan baharunya alam kita akan sedikit melihat beberapa argumen dari al-Kindi, Ibnu Rusyd, dan al-Farabi.
KONSEP PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM ISLAM Teuku, Teuku Amnar Saputra
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.957 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.610

Abstract

Abstract Indonesia as a multicultural country has the potential to cause conflict in society. Islam as the majority religion must be able to be rahmatan lil alamin for all Indonesian people. This study aims to discuss the ontology and epistemology foundation of multicultural education and how the concept and foundation of Multicultural education in Islam. Multicultural education is an excellent concept applied in the very pluralistic world of education in Indonesia. The purpose of multicultural education itself is to make students pluralistic and able to minimize ethnic, racial, cultural and religious conflicts. The concept of Multicultural education is a concept that is very in accordance with the essence of the teachings of Islam as a religion that is rahmatan lil'alamin and very appreciates the diversity that exists in this world as Firman Allah SWT in Surah Al-Hujurat ayat 13.
KONFERENSI PENDIDIKAN ISLAM SEDUNIA Sembiring, Irvan Mustofa Sembiring
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.091 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.611

Abstract

                                                                                                                                        Abstrak Pada saat dunia Barat mengalami kemajuan, dunia Muslim tidak lagi mendominasi ilmu pengetahuan bahkan tertinggal dengan kedatangan paham sekuler Barat yang mendominasi ilmu pengetahuan dengan corak kemodernannya, sehingga muncullah kekhawatiran-khawatiran bagi pemikir Muslim. Atas dasar itu dibentuklah konferensi pendidikan Islam sedunia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi pendidikan Islam dalam perpspektif konferensi pendidikan Islam sedunia. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian pustaka (library research). Hasil dari karya ilmiah ini menginformasikan Pertama, Seminar pendidikan Islam sedunia ini tidak ditentukan waktunya, seminar ini bisa kapan saja dibentuk sesuai dengan kesepakatan. Kedua, Kurikulum pendidikan Islam bersifat universal yang mencakup dalam berbagai aspek. Ketiga, Tidak ada istilah dikotomi ilmu pengetahuan yang memisahkan antara ilmu pengetahuan umum dengan ilmu pengetahuan keagamaan. Keempat, Integrasi ilmu pengetahuan mesti dilakukan. kelima, Integrasi kurikulum bagi lembaga-lemabaga pendidikan Islam mesti dilakukan apalagi saat ini berada pada zaman industri 4.0.
PENDIDIKAN KARAKTER PERSPEKTIF IBNU SINA Hambali, Hambali Alman Nasution
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (489.488 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.612

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan perspektif Ibnu Sina dalam pendidikan karakter, pemikiran pendidikan menurut Ibnu Sina bertujuan bahwa pendidikan tidak hanya transfer pengetahuan saja, tetapi disertai dengan transfer nilai. Dalam penenelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode dekriptif kualitatif, dengan menggunakan penelitian literatur. Hasil penelitian yang diperoleh Ibnu Sina ia mengungkapkan bahwa karakter manusia tumbuh dan berkembang bila bagaimana kita memberikan pendidikan yang sesuai dengan potensi-potensi peserta didik. Ibnu sina memandang bahwa pendidikan sebagai sarana untuk menjadikan peserta didik mulia dan berbudi pekerti luhur bukan hanya sekedar pada pengetahuanya.   Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Perspektif Ibnu Sina
MOTIVASI SANTRIWATI DAYAH SALAFIYAH BIREUEN MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI Rafidhah, Rafidhah Hanum; RIJAL, FAKHRUL
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.398 KB) | DOI: 10.32505/ikhtibar.v7i1.613

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah santriwati dayah salafiyah yang belum menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sering diasumsikan sebagai kaum yang menutup diri dan cenderung apatis terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke  perguruan tinggi. Untuk mengetahui bagaimana persepsi santri terhadap perguruan tinggi dan untuk mengetahui dorongan dan tantangan santri dayah salafiyah Bireuen untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan dalam penelitian ini adalah motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebenarnya sangat antusias dikarenakan pendidikan di perguruan tinggi dapat menambah khazanah keilmuan seiring dengan tuntutan kemajuan zaman. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung dan menghambat santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di antara faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dan anjuran dari pimpinan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dukungan dari orang tua dan keluarga terutama dalam bidang materil juga merupakan faktor pendukung bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Adapun yang menjadi faktor penghambat bagi santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah kekurangan ekonomi, usia yang lanjut dan pemikiran santriwati sendiri yang telah mengikat pemikirannya untuk berkembang dan maju.  
Argumentasi Filosofis al-Kindi, Ibn Rusyd, dan al-Farabi Tentang Kekekalan Alam Mulyadi .
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini ingin membahas tentang pedebatan empat filsuf Islam terkemuka mengenai qadimnya alam yang sampai hari ini masih terus menjadi topik yang terus menjadi perbincangan hangat oleh kalangan pengkaji filsafat dan para teolog. Dalam filsafat Islam hal ini tidaklah merupakan hal yang aneh untuk diperbincangkan. Para failasuf seperti al-Kindi, Ibn Rusyd, al-Farabi, dan al-Ghazali memiliki argumentasi tersendiri terhadap permasalahan qadim dan barunya alam. Seperti Ibnu Rusyd misalnya, dengan berbagai argimentasi yang terpengaruh oleh Aristoteles mengakatan bahwa alam ini qadim. Hal ini mendapat sanggahan keras dari al-Gazali yang ia tuangkan dalam bukunya Thahafuz al-Falasifah. Namun seperti yang kita ketahui bahwa al-Ghazali mengungkapkan kerancuan para failasuf ketika ia telah menjadi seorang sufi. Demikian pula dengan al-Kindi dan al-Farabi, mereka tetap bertahan dengan pendapatnya yang begitu kontroversial. Menganai hal qadim dan baharunya alam kita akan sedikit melihat beberapa argumen dari al-Kindi, Ibnu Rusyd, dan al-Farabi.
Konsep Pendidikan Multikultural Dalam Islam Teuku Amnar Saputra
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract Indonesia as a multicultural country has the potential to cause conflict in society. Islam as the majority religion must be able to be rahmatan lil alamin for all Indonesian people. This study aims to discuss the ontology and epistemology foundation of multicultural education and how the concept and foundation of Multicultural education in Islam. Multicultural education is an excellent concept applied in the very pluralistic world of education in Indonesia. The purpose of multicultural education itself is to make students pluralistic and able to minimize ethnic, racial, cultural and religious conflicts. The concept of Multicultural education is a concept that is very in accordance with the essence of the teachings of Islam as a religion that is rahmatan lil'alamin and very appreciates the diversity that exists in this world as Firman Allah SWT in Surah Al-Hujurat ayat 13.
Pendidikan Islam Dalam Perspektif Sedunia Irvan Mustofa Sembiring
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada saat dunia Barat mengalami kemajuan, dunia Muslim tidak lagi mendominasi ilmu pengetahuan bahkan tertinggal dengan kedatangan paham sekuler Barat yang mendominasi ilmu pengetahuan dengan corak kemodernannya, sehingga muncullah kekhawatiran-khawatiran bagi pemikir Muslim. Atas dasar itu dibentuklah konferensi pendidikan Islam sedunia. Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan kajian ontologi, epistemologi, dan aksiologi pendidikan Islam dalam perpspektif konferensi pendidikan Islam sedunia. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah kajian pustaka (library research). Hasil dari karya ilmiah ini menginformasikan Pertama, Seminar pendidikan Islam sedunia ini tidak ditentukan waktunya, seminar ini bisa kapan saja dibentuk sesuai dengan kesepakatan. Kedua, Kurikulum pendidikan Islam bersifat universal yang mencakup dalam berbagai aspek. Ketiga, Tidak ada istilah dikotomi ilmu pengetahuan yang memisahkan antara ilmu pengetahuan umum dengan ilmu pengetahuan keagamaan. Keempat, Integrasi ilmu pengetahuan mesti dilakukan. kelima, Integrasi kurikulum bagi lembaga-lemabaga pendidikan Islam mesti dilakukan apalagi saat ini berada pada zaman industri 4.0.
Pendidikan Karekter Perspektif Ibnu Sina Hambali Alman Nasution
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pendidikan perspektif Ibnu Sina dalam pendidikan karakter, pemikiran pendidikan menurut Ibnu Sina bertujuan bahwa pendidikan tidak hanya transfer pengetahuan saja, tetapi disertai dengan transfer nilai. Dalam penenelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan. Pengumpulan data dengan menggunakan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode dekriptif kualitatif, dengan menggunakan penelitian literatur. Hasil penelitian yang diperoleh Ibnu Sina ia mengungkapkan bahwa karakter manusia tumbuh dan berkembang bila bagaimana kita memberikan pendidikan yang sesuai dengan potensi-potensi peserta didik. Ibnu sina memandang bahwa pendidikan sebagai sarana untuk menjadikan peserta didik mulia dan berbudi pekerti luhur bukan hanya sekedar pada pengetahuanya. Kata Kunci: Pendidikan, Karakter, Perspektif Ibnu Sina
Motivasi Santriwati Dayah Salafiyah Bireuen Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Rafidhah Hanum
Al-Ikhtibar: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol 7 No 1 (2020): Januari-Juni
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah santriwati dayah salafiyah yang belum menempuh pendidikan di perguruan tinggi, sering diasumsikan sebagai kaum yang menutup diri dan cenderung apatis terhadap kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Untuk mengetahui bagaimana persepsi santri terhadap perguruan tinggi dan untuk mengetahui dorongan dan tantangan santri dayah salafiyah Bireuen untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Temuan dalam penelitian ini adalah motivasi santri dayah dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sebenarnya sangat antusias dikarenakan pendidikan di perguruan tinggi dapat menambah khazanah keilmuan seiring dengan tuntutan kemajuan zaman. Ada beberapa faktor yang dapat mendukung dan menghambat santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Di antara faktor pendukungnya adalah adanya dukungan dan anjuran dari pimpinan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dukungan dari orang tua dan keluarga terutama dalam bidang materil juga merupakan faktor pendukung bagi santri untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Adapun yang menjadi faktor penghambat bagi santriwati dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi adalah kekurangan ekonomi, usia yang lanjut dan pemikiran santriwati sendiri yang telah mengikat pemikirannya untuk berkembang dan maju.

Page 1 of 1 | Total Record : 10